bagikan


TEBO,Jambiotoritas.com – Langkah serius pemerintah kabupaten Tebo, Jambi, mengembangkan sejumlah objek wisata alam untuk menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Dengan pembenahan dari sisi sarana dan prasarana hingga membuat regulasi pendukungnya.

Berdasarkan data yang diperoleh sejak tahun 2017 dan 2018 jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara cukup banyak. Kalu merujuk ke rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) jumlah kunjungan ini sudah melebihi targetnya.

” Data yang kita peroleh jumlah kunjungan ke objek wisata di Tebo, kebanyakan wisatawan domestik. Kalau  dari luar (Manca negara) memang tidak terlalu banyak. Mereka mengunjungi beberapa lokasi diwilayah taman nasional bukit tiga puluh dan taman nasional bukit dua belas. Setiap tahun pasti ada wisman yang berkunjung disana,” kata kepala dinas pemuda olahraga dan pariwisata kabupaten Tebo, Mardiansyah, SE.ME, Rabu (13/2/2019) di Muara Tebo.  

Dispora dan pariwisata berupaya melakukan pembinaan dan memberikan pelatihan untuk Sumber daya manusia pengelola yang sifatnya individu atau usaha BUMdes. Pemerintah juga mendorong desa yang memiliki potensi objek wisata melalui program yang dikelola BUMdes. Misalnya objek wisata Danau Kepungo lake, kita fokuskan mendorong desa melalui dana desa membangun objek wisata didesa setempat. 

Selain danau Kepungo yang berada wilayah dua desa, di desa Balai rajo dan  desa cermin alam, kecamatan Tujuh Koto. Pemerintah juga punya ikon objek wisata sendiri yakni taman Tanggo rajo, di Muara Tebo dan danau sigombak, di Tebo ulu. 

” Objek wisata ini yang menjadi ikon pemerintah kabupaten Tebo ini. Penanganan kepengelolaannya dibawah disporapar Tebo. Namun kita belum menarik retribusi karena memang sejauh ini, regulasi tentang objek wisata ini belum ada. Sekarang kita sedang membangun sarana danbprasarana pendukungnya,” katanya.

Pemerintah sudah membangun sarana dan prasarana penunjang di objek wisatab Air panas di sungai bengkal kecamatan Tebo ilir. Disamping melakukan upaya pengembangan objek yang lain, seperti objek buatan, Lubuk tembesu di muara tebo. Objek ini hanya tinggal ‘dipoles’ saja. ” Sayangnya lahannya milik individu. Pemerintah hanya bisa membantu penguatan SDM pengelola saja. Tetapi kalau dana tidak bisa kecuali lahan itu dihibahkan ke pemerintah,” ujarnya.(red/David Asmara)