bagikan
Kaban. BPBD dan wabup. Syahlan Arfan bersama pemateri dari unsur forkompinda Tebo, camat, kadea dan peserta sosialisasi/ft.Jambi Otoritas

TEBO, jambiotoritas.comSosialisasi pengendalian kebakaran hutan mengusung tema,” Mari kita saling menjaga dan mencegah kebakaran hutan dan lahan dikabupaten Tebo” dilaksanakan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Rabu (24/4/2019). Dalam laporannya, kepala BPBD Kabupaten Tebo, Drs. Hari Sugiarto menyatakan dalam laporannya bahwa kegiatan yang dilaksanakan satu hari dengan dasar hukum undang – undang No.24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, peraturan pemerintah No.21 tahun 2008, peraturan Gubernur Jambi No. 31 tahun 2016 dan surat keputusan bupati Tebo, No. 198 tahun 2019 tentang penunjukkan tim koordinasi dan pencegahan karhutla.


Kepala BPBD Tebo, Hari Sugiarto menyampaikan laporan kegiatan

” Kegiatan sosialisasi ini mengajak peran serta masyarakat mengendalikan secara dini kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Tebo. Diharapkan nanti kabupaten Tebo, kejadian kebakaran hutan dan lahan bisa dikurangi,” kata Hari Sugiarto.

BPBD kabupaten Tebo sudah memetakan dan mengidentifikasi wilayah rawan kebakaran lahan. Diantaranya kecamatan VII Koto ilir, kecamatan Tebo Ulu dan kecamatan Sumay. Ada juga kelompok pendukung pencegahan Karhutlah yakni masyarakat peduli api yang telah terbentuk. Perannya menyampaikan informasi dan langsung mengambil tindakan dengan selalu berkoordinasi dibantu petugas terlatih.

” Kita jalankan strategi pencegahan dengan memberikan pengertian kepada masyarakat melalui pemerintahan desa sehingga timbul kesadaran masyarakat tidak membakar lahan,” katanya. 


Para peserta sosialisasi pengendalian karhutalah

Sementara itu, Wakil bupati Tebo, Syahlan Arfan, SH menyatakan melihat kondisi geografisnya, kabupaten tebo adalah salah satu daerah yang mempunyai potensi kebakaran hutan dan lahan, terdiri lahan hutan dan perkebunan. Menurutnya Kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan dalam rangka pencegahan karhutlah saat ini. 

” Lebih baik mencegah daripada memadamkan. Masih ada waktu mempersiapkan datangnya musim kemarau. Pemerintah kabupaten Tebo berharap, dilakukan koordinasi untuk menyusun langkah kedepan agar tidak terjadi karhutlah yang tidak terkendali di kabupaten Tebo. Bersama saling mendukung agar karhutlah tetap terkendali,” kata Syahlan.

Syahlan mengingatkan bahwa sejak tahun 2016/2017/2018 kabupaten Tebo dapat mengatasi situasi karhutlah yang terjadi. Kedepan harus lebih baik lagi. Selain itu, titik hotspot diharapkan bisa diminimalisir. BPBD bisa bekerjasama baik TNI/polri dan perusahaan serta semua pihak, agar bisa menjaga hutan dan lahan di tebo tidak terjadi kebakaran.

” Para kades, pimpinan perusahaan, tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan hari ini, nanti hasilnya bisa disampaikan ke masyarakat. Himbau dan awasi masyarakat membuka perkebunan dengan membakar, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dengan begitu bisa mencarikan solusi, jangan masyarakat ditangkapi. Kita tidak menutup mata bahwa pembukaan lahan kebun dengan tidak membakar biayanya tinggi. Keluhan mereka ini, sering didengar. Kita memang belum berikan solusi yang signifikan. Namun kita bertekad karhutlah tidak terjadi,” jelas Syahlan. (red.01JOS).