Uji Swab Covid -19 di Jambi Dilakukan Dua RSUD

Karo humas protokoler setda provinsi Jambi Juru bicara TGT Covid-19, Johansyah/foto ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Uji Swab pasien hasil rapid tes reaktif sudah bisa dilakukan di Jambi. Menurut juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 provinsi Jambi, Johansyah uji swab akan dilakukan dalam dua zona, barat dan timur. Namun demikian, pengumuman positif tetap terverifikasi dari pemerintah pusat.

” Uji sweb (PCR) baik itu pada pasien ODP, PDP dan hasil rapid test positif dan akan dibagi dalam dua zona. Untuk wilayah timur dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi sementara wilayah barat nanti akan dilakukan di RS Hanafie Bungo,” kata Johansyah, Selasa (26/5/2020).

Dikatakan Johansyah bahwa pada hari ini tim laboratorium di RS Raden Mattaher telah melakukan pemeriksaan swab dengan alat test cepat molekuler (TCM) dari program TBC dengan menggunakan cathrige yg diberikan oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan swab pasien terduga COVID-19 yang ada di RS Raden Mattaher

“Alhamdulillah hasil pemeriksaan kita sudah bisa mendeteksi virus COVID-19 dimana laboratorium RS Raden Mattaher ini sudah di SK kan oleh Kementerian Kesehatan utk memfungsikan alat TCM yg sdh ada agar bisa juga digunakan untuk COVID-19 dengan chatrige yang sudah diberikan oleh Kemenkes,” katanya.

Alat TCM atau RT PCR dari program TBC, kata Johansyah, ada 15 alat. Sudah diajukan sembilan alat untuk bisa dioperasikan untuk COVID-19. Kementerian kesehatan menetapkan RSUD Raden Mattaher dan RS Hanafi Bungo untuk melakukan uji swab. Dan sudah dikirimkan sebanyak 120 cathrige dan akan ditambah apabila cathrige habis pakai.

” Untuk pengumuman positifnya kita tetap harus menunggu verifikasi dari pusat. Karena sistem pelaporan kita menggunakan sistem informasi tuberculosis (SITB) secara online dan nanti akan diverifikasi oleh Pos Kedaruratan Kesehatan Masyarakat atau Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan,” kata Johansyah.(red JOS)***

Jambi Akan Tes PCR Mandiri Pasca Lebaran Idul Fitri

Bantuan reagent atau pereaksi kimia untuk tes PCR atau Uji Swab COVID-19 dari Temasek Foundation Singapura/foto Ist


JambiOtoritas.com, JAMBI – Tes polymerase chain reaction (PCR) atau uji swab terhadap pasien COVID-19 yang secara mandiri akan dilaksanakan pasca hari raya Idul fitri 1441 H. Tes PCR ini kolaborasi beberapa instansi, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi, Pemerintah kota Jambi, Pemerintah provinsi Jambi, Unja dan BPOM.

“Masih ada beberapa persiapan teknis yang akan dilengkapi, setelah hari raya tes PCR akan dapat dilaksanakan,” kata Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (Unja) Maryanto di Jambi, Jumat (22/5/2020) lalu.

Tim pelaksana tes PCR COVID-19 secara mandiri saat ini masih melengkapi peralatan teknisnya. Selain itu, reagen atau pereaksi kimia bantuan dari Temasek Foundation Singapura beberapa waktu lalu, masih akan di uji coba dengan alat tes PCR atau KIT PCR yang dimiliki oleh Laboratorium FKIK Unja.

“Sembari menunggu izin, tim akan mempersiapkan kelengkapan alat dan bahan untuk tes. Hasil uji coba ini, terlebih dahulu akan dilaporkan kepada BNPB,” kata Mardiyanto.

Dikatakannya, pelaksanaannya tetap menunggu izin dari BNPB untuk pelaksanaan tes PCR COVID-19 secara mandiri di Jambi. Dengan pelaksanaan tes PCR secara mandiri diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya untuk perawatan pasien COVID-19.

Untuk pelaksanaan tes PCR COVID-19 tersebut setelah Pemerintah Kota Jambi mendapatkan bantuan reagen untuk 10 ribu kali tes PCR. Nantinya reagen tersebut akan digunakan untuk tes PCR seluruh pasien COVID-19 di Provinsi Jambi. (red JOS)

Sumber : Antara

Warga Jambi di Himbau Shalat Ied di Rumah dan Patuhi Protokol Kesehatan COVID-19

Kapolda Jambi, Firman Shantyabudi usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran dalam operasi Nusa Aman II/2020/fot Ist

JambiOtoritas.co, JAMBI – Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Irjen. Pol. Firman Shantyabudi mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan penanganan COVID-19, yang salah satunya adalah melaksanakan shalat Ied di rumah.

Pernyataannya tersebut disampaikan Kapolda Jambi, Firman Shantyabudi bersama Danrem 042 Gapu, Kolonel Kav Zulkifli usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran dalam operasi Nusa Aman II/2020 sekaligus mencegahan penyebaran COVID-19 di lapangan Mapolda Jambi, Sabtu (23/5/2020).

“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan ibadah di rumah masing-masing dan ini sekali lagi bukan kami dari kepolisian dan TNI melarang masyarakat untuk tidak boleh shalat id, tetapi ini kami lakukan karena untuk menjaga dan melindungan masyarakat jangan sampai terkena COVID-19,” kata Firman.

Imbauan pemerintah agar tetap diikuti dan dilaksanakan dan saya minta seluruh masyarakat Provinsi Jambi agar bersama sama kita patuhi protokol kesehatan agar Jambi bisa berlalu dari COVID-19. Sampai malam ini saya berserta jajaran bersama TNI terus mengupayakan situasi kamtimbmas di Wilayah hukum Polda Jambi, sangat kondusif dan semoga sampai seterusnya situasi kamtibmas bisa ditangani dengan baik.

Semoga tidak ada kegiatan masyarakat yang menjadi atensi kepolisian pada situasi akhir Ramadhan dan sampai saat ini belum ada laporan dari Polres dan jajarannya atas kejadian yang luar biasa dan tetap melakuka pencegahan persuasif dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjadi situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

“ Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan arak arakan takbiran keliling dan petugas kepolisian sudah disiagakan pada beberapa lokasi yang dianggap menjadi titik kumpul warga. Kemudian kepada warga Jambi untuk tidak berkumpul malam ini dan tetap patuhi protokol kesehatan dalam mencegahan dan menanganan COVID-19 di Provinsi Jambi. Kepada warga tetap perbanyak tabiran di rumah masing-masing karena corona belum berlalu dari Provinsi Jambi untuk saat ini, kata Firman Shantyabudi. (red JOS)

Penulis : David/Herman

NU Haramkan Sholat Idul Fitri di Masjid Daerah Zona Merah Pandemi COVID-19

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) mengeluarkan fatwa haram menggelar sholat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan. Terutama bagi umat islam di daerah zona merah pandemi virus Corona (COVID-19) yang ditetapkan pemerintah/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) mengeluarkan fatwa haram menggelar sholat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan. Terutama bagi umat islam di daerah zona merah pandemi virus Corona (COVID-19) yang ditetapkan pemerintah.

“Di daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah, haram hukumnya melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid atau tanah lapang. Sebab, menghindari kerumunan banyak orang yang diduga kuat sebagai salah satu sarana penyebaran virus corona adalah wajib. Dan secara fiqhiyyah, menjaga diri agar tidak tertular virus tersebut merupakan perkara wajib yang harus diutamakan daripada menjalankan sholat Idul Fitri di masjid atau tanah lapang yang disunnahkan,” terang LBM NU dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari laman situs Okezone, Sabtu (23/5/2020).

Pernyataan LBM NU tersebut dirumuskan oleh sembilan ulama, yaitu KH Afifuddin Muhajir (Rais Syuriyah PBNU), KH Miftah Faqih (Katib Syuriah PBNU), KH Najib Hasan (LBM PBNU), KH Abdul Moqsith Ghazali (LBM PBNU), KH Azizi Hasbullah (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi (LBM PBNU), KH Asnawi Ridhwan (LBM PBNU), KH Sarmidi Husna (LBM PBNU), dan KH Darul Azka (LBM PWNU DIY).

Sementara untuk umat Islam yang berada di wilayah kuning pandemi COVID-19, LBM NU menganjurkan mengambil dispensasi hukum (rukhshoh), yaitu memilih melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing daripada melaksanakannya di masjid atau tanah lapang.

Dasar pertimbangannya dari hadist yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah senang manakala rukhsah-rukhsah-Nya (keringanan) diambil sebagaimana Dia pun senang manakala azimah-azimah-Nya dilaksanakan.” (HR. Ath-Thabarani dan al-Baihaqi)
Anjuran LBM NU ini juga selaras dengan anjuran pemerintah yang meminta semua orang terutama yang tinggal di zona kuning dan merah untuk tetap berada di rumah, kecuali ada hal-hal mendesak yang menuntut harus ke luar rumah.

“Apabila ada pertentangan antara yang wajib dan yang sunnah, maka yang wajib didahulukan dari yang sunnah,” bunyi pernyataan LBM NU.
Lantas apa solusi bagi umat yang ingin melaksanakan sholat Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19?

LBM NU mengajak publik memahami bahwa sholat Jumat dan sholat Idul Fitri memiliki bobot hukum berbeda. Sholat Jumat adalah perkara wajib berbasis individu (fardhu ‘ain), sementara sholat Idul Fitri adalah perkara sunnah atau maksimal fardhu kifayah. “Perkara wajib bagi umat Islam pada tanggal 1 Syawal itu bukanlah shalat Idul Fitri-nya melainkan tidak berpuasanya.

Abu Ishaq al-Syairazi dalam kitab al-Muhaddzab berkata: “Sholat Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya adalah sunnah, dan menurut Abu Said al-Ishtakhri hukumnya fardlu kifayah. Pendapat pertama adalah pendapat madzhab Syafi’i. Tidak boleh berpuasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, dan barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka puasanya tidak sah.

Sebagai perkara sunnah atau mandub, maka sholat Idul Fitri masuk dalam pengertian mandub yang dinyatakan sebagai sesuatu yang jika dikerjakan dapat pahala dan jika ditinggalkan tak dapat hukuman. والمندوبَمنَحيثَوصفهَبالندبَماَيثابَعلىَفعلهَولَيعاقبَعلىَتركه

Dengan demikian, sebagai perkara sunnah, shalat idul fitri bukan hanya diizinkan dan dianjurkan untuk dilakukan ( مأذونَفىَفعله dan )مطلوبَالفعل melainkan juga boleh sekiranya mau ditinggalkan ( ).جوازَالترك Intinya bagaimana umat Islam bisa melaksanakan sholat Idul Fitri yang berpahala sunnah tersebut dengan aman dan nyaman, tanpa ada kekhawatiran akan terjangkit virus COVID-19.

Penelitian singkat yang berhasil dilakukan menunjukkan bahwa dari sudut fikih Islam ternyata dimungkinkan bagi umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah bersama keluarga atau sendirian. Sebab, berbeda dengan pelaksanaan shalat Jumat yang dalam madzhab Syafi’i disyaratkan dilaksanakan secara berjamaah dengan minimal 40 orang, maka shalat Idul Fitri tak mempersyaratkan itu. Dengan demikian, shalat Idul Fitri maupun Idul adha boleh dilaksanakan di rumah, baik secara berjamaah bersama keluarga minimal dua orang maupun sendirian.

Begitu juga disyariatkan shalat Idul Fitri bagi munfarid (shalat sendirian), hamba sahaya, perempuan dan musafir, khunsa, dan anak kecil. Sholat Idul Fitri tidak harus memenuhi syarat-syarat shalat Jumat, seperti harus dilaksanakan berjamaah, jumlah jamaahnya dan selainnya. (red JOS)***

DPC PDIP Tebo Minta Lurah & Kades Tak Hambat Proses Pencairan BST

Peneriman BLT dari kemensos RI dikantor camat rimbo bujang Tebo setelah tertunda beberapa hari kemarin, hari ini mulai dicairkan PT. POS/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Adanya surat permintaan penundaan pencairan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI dari Pemerintah Kelurahan Wirotho Agung dan Kades di Kecamatan Rimbo Bujang yang dikirimkan kepada pihak Kantor Pos Rimbo Bujang, ditanggapi serius oleh DPC PDIP Kabupaten Tebo.

Sebelum Lurah dan Kades, Penundaan pencairan BST juga telah terjadi. Pihak kantor Pos Rimbo Bujang menerima surat perintah penundaan pencairan BST dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tebo sampai pada tanggal 19 Mei 2020 yang sejatinya pencairan dilakukan pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2020.

Kemudian, diatas tanggal 20 Mei, pihak kantor Pos Rimbo Bujang juga belum berani menyalurkan dana BST kepada masyarakat dikarenakan pihak kantor Pos mendapatkan surat permintaan penundaan pembayaran dari pihak Kelurahan Wirotho Agung dan para Kades.

Padahal, pada tanggal tersebut, ratusan warga telah mendatangi kantor Pos untuk mengambil dana BST. Terpaksa, Ratusan warga yang terdampak Covid-19 tersebut pun harus kembali pulang dengan tangan hampa. Padahal, harapan mereka dana BST tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC PDIP Kabupaten Tebo, Budi mengatakan bahwa atas nama DPC PDIP Tebo meminta agar pihak Pemerintahan Kelurahan Wirotho Agung dan desa di Kecamatan Rimbo Bujang tak menghambat proses penyaluran BST kepada semua masyarakat yang terdampak Covid-19 sesuai dengan data daftar penerima.

“DPC PDIP Tebo mengajukan kuota BST ke Kemensos RI untuk Kabupaten Tebo, karena sebelumnya DPC PDIP Tebo memang diberikan kuota untuk pendataan kepada masyarakat Kabupaten Tebo yang terdampak Covid-19 karena situasi sekarang ini dalam masa darurat. Alhamdulillah, data nama yang keluar sebagai penerima BST sesuai dengan nama yang diajukan sebelumnya,” urai Budi.

DPC PDIP Tebo sangat menyayangkan langkah Lurah dan para Kades yang menghambat proses pencarian BST. Mestinya, pihak Kelurahan dan desa bersyukur karena masyarakatnya ditengah situasi darurat seperti ini mendapatkan BST dari Kemensos RI yang akan diterima bulan Mei, Juni dan Juli.

“Kepada pihak kantor Pos, sudah diberikan kewenangan untuk menyalurkan sesuai dengan daftar nama yang ada dari Kemensos RI, silahkan berikan semuanya. Pihak kantor Pos tidak bisa diintervensi oleh siapapun untuk tidak menyalurkan BST kepada semua warga yang terdata oleh Kemensos RI, BST wajib disalurkan secara keseluruhan. Saya yakin kalau kantor Pos tidak membayarkan kepada semua nama yang terdata karena intervensi, nanti akan timbul masalah,” kata Budi.

Alhamdulillah lanjut Budi, Rimbo Ulu pencairan BST sudah dilakukan dan hari ini pencairan dilakukan di kantor Pos Rimbo Bujang meskipun dihadiri langsung oleh Kades.(red JOS)***

Fachrori: Gotong royong penting dalam atasi COVID-19

Kegiatan pemberian bantuan Gubernur Jambi bagi masyarakat terdampak covid-19/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum terus memberikan paket bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak covid-19 di Provinsi Jambi, guna sedikit meringankan beban masyarakat ditengah terus meningkatnya pasien positif di Provinsi Jambi yang sudah tercatat sampai tanggal 20 Mei 2020 sebanyak 89 orang. Fachrori secara langsung memberikan paket bantuan sembako dari komunitas perhubungan kepada masyarakat Jambi yang terdampak covid-19, berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Kamis (21/05).

Dalam sambutannya, Fachrori menekankan pentingnya nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, terutama untuk mengatasi wabah covid-19 di Provinsi Jambi, baik itu dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka penanganan.

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam rangka mengatasi wabah covid-19 di Provinsi Jambi. Kita harus saling tolong menolong antar sesama ditengah wabah covid-19 ini, dimana yang mampu membantu yang membutuhkan sehingga saling melengkapi,” ujar Fachrori.

“Melalui tolong menolong ditengah wabah covid-19 ini, membuat nilai nilai kegotong royongan yang merupakan jati diri bangsa ini menjadi bangkit dan terus berkembang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Jadi nilai gotong royong menjadi sangat penting dalam mengatasi covid-19 ini, mari bersama sama kita bangkit guna mendapatkan keberkahan dari Allah,” lanjut Fachrori.

Fachrori sangat memberikan apresiasi kepada komunitas perhubungan terhadap komitmen dan kontribusi yang nyata dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid-19 guna sedikit membantu meringankan beban mereka.

“Saya mengharapkan, nilai nilai gotong royong yang telah dilakukan oleh komunitas perhubungan ini dapat menggugah elemen masyarakat lainnya untuk ikut mendukung Pemerintah Provinsi Jambi dengan berkomitmen dan berkontribusi nyata sehingga dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat Provinsi Jambi yang terdampak covid-19,” pungkas Fachrori.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, H.Varial Adhi Putra,ST.,MM., menyampaikan, pemberian paket bantuan sembako dari komunitas perhubungan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Provinsi Jambi yang terdampak covid-19, serta bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jambi dalam mengatasi covid-19.

“Kami berinisiatif secara bersama sama mengumpulkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak covid-19 yang kemudian bekerjasama dengan PT. Yayasan Insan Madani Jambj untuk menyalurkan bantuan ke beberapa daerah di Provinsi Jambi yang masyarakatnya terdampak covid-19,” kata Varial.

“Kegiatan ini merupakan aksi nyata dari kami dalam mendukung Pemerintah Provinsi Jambi mengatasi covid-19 serta bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Jambi yang terdampak covid-19,” tutup Varial.

Komunitas Perhubungan yang terdiri dari Angkasa Pura II, Pelni, Jasa Raharja, INSA, dan APBMI yang bekerja sama dengan PT. Yayasan Insan Madani Jambi ini, memberikan bantuan sebanyak 485 paket bantuan sembako berupa beras, mie instant, telur, tepung terigu, minyak sayur dan teh. (red JOS)***

Kacau!! Buruh di Kota Jambi Menang Lelang Motor Listrik Presiden

Motor listrik metic yang bikin heboh warga Jambi, karena ketidaktahuannya ikuti lelang dan menangkan lelang dengan harga 2,55 miliar/foto Ist

Kapolda : Pemenang lelang motor tak paham acara, mengira dapat hadiah


JambiOtoritas.com, JAMBI – Kepolisian daerah Jambi melakukan pemeriksaan terhadap M. Nuh (46) seorang yang dinyatakan pemenang acara lelang sepeda motor listrik yang bertandatangan Presiden Joko Widodo senilai Rp2,5 miliar dalam acara donasi penanganan COVID-19. Dari keterangan yang diperoleh dia ternyata tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang.

Menurut Kapolda Jambi, Irjen. Firman Shantyabudi mengatakan M Nuh (46) dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi. Warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya dilakukan wawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.

” Memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang,” kata Kapolda Jambi, Firman, Kamis (21/5/2020) kepada wartawan di Jambi.

Karena dia ditagih, sebagai pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar. Dia minta perlindungan kepolisian.

” Dikarena ketakutan ditagih, dia malah justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi,” katanya.

Sementara itu, sosok M. Nuh diketahui adalah warga yang tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Dia bukanlah seorang pengusaha tetapi melainkan hanya seorang buruh bangunan.

Ketua RT 20, kampung manggis, Ibrahim mengakui M.Nuh adalah warganya tetapi dia bukan pengusaha. Ibrahim justru mengetahui kabar yang viral melalui WhatsApp (WA). Bahkan bahkann banyak para wartawan dan instansi lain mendatanginya.

“Memang ada warga saya nama M Nuh, tapi dia bekerja sebagai buruh bangunan, bukan pengusaha,” jelas Ibrahim.(red JOS)

Penulis : David/Herman

Bupati Tebo Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi Dengan IPK 3,85

Bupati Tebo, H. Sukandar S.kom. M.Si ketika mengikuti sidang terbuka, Rabu (20/5/2020) di universitas Jambi/foto Ist

JambiOtorits.com, TEBO – Dalam sidang terbuka yang digelar program Doktor (S3) Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi, Rabu (20/5/2020) bupati Tebo, H. Sukandar, S.Kom,M.Si berhasil mempertahankan desertasinya dengan judul ” Pengaruh Kapasitas CEO Terhadap Karakteristik Perusahaan, Kinerja Perusahaan- Perusahaan Dalam Indeks LQ-45 Pada Periode 2016 – 2018″, telah dinyatakan lulus dengan IPK 3,85.

Dengan demikian yang bersangkutan berhak menyandang gelar akademik jenjang strata III atau gelar Doktor (Dr). Bupati kabupaten Tebo itu, pada sidang terbuka promosi Doktor tersebut berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan Tim penguji dengan Ketua : Prof. Dr. Ir. Hj. Anis Tatik Maryani, MP, Sekretaris : Dr. Enggar D.P. Arum, SE, AK, M.Si, Co. Promotor : Prof. Dr. H. Amri Amir,SE, M.Si, Co Promotor : Dr. H. Afrizal,SE,M.Si, AK, CA, Co Promotor :Dr. H. Tona Aurora Lubis, SE, MM dan para penguji, Prof. Dr. Hendry Hady, DEA, Dr. Drs Edward,MS, Dr. M. Syurya Hidayat, SE, ME.

Bupati Tebo Dr. H.Sukandar,S.Kom, M.Si seusai sidang kepada awak media menyampaikan, sidang Doktor yang digelar tadi merupakan puncak dari hasil penelitian yang diuji pada sidang terbuka dan insya Allah saya bisa menyelesaikannya dengan baik.

Harapan Sukandar, bahwanya hasil penelitian tersebut tidak hanya berguna bagi perusahaan tetapi juga bagi kepala daerah dalam Provinsi Jambi terkait dengan bagaimana pemimpin yang baik. Kemudian dengan gelar Doktor ini dapat memotivasi keluarga saya (Istri dan anak-anak).

” Gelar Doktor ini semoga dapat memotivasi keluarga saya. Sebab seusia ini masih mau menuntut ilmu. Begitupun kepada para kepala OPD di Tebo bahwa untuk meraih gelar Doktor tidak perlu jauh-jauh tetapi di Unja juga bisa dengan jarak tidak begitu jauh,” kata Dr. H. Sukandar,S.Kom, M.Si (red JOS)***

Fachrori Apresiasi BCA Peduli Pegawai Outsourcing Kantor Jambi

Gubernur Jambi, Fachrori Umar serahkan simbolis kepedulian BCA terhadap karyawan Outsourching/foto HUMAS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengapresiasi kepedulian Bank Central Asia (BCA) yang menyalurkan paket bantuan kepada pegawai outsourcing atau pegawai tidak tetap menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H Tahun 2020 lingkup Bank Central Asia se-Provinsi Jambi . Penyerahan dilaksanakan di kantor cabang utama BCA, Pasar, Senin (18/5). Disampaikan Gubernur bahwa upaya ini merupakan bentuk kepedulian segenap jajaran Direksi BCA dalam upaya bersama-sama pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid-19. Tampak hadir bersama Gubernur Kepala Kantor Cabang Utama BCA R.Sewaka Kosasih Muljadi, Kepala OJK Jambi Endang Nuryadin.

“Saya mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi pemberian paket bantuan yang telah dilakukan Perwakilan BCA Jambi, karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian yang nyata terhadap pegawai outsourcing atau pegawai tidak tetap ,serta membantu mereka ditengah wabah covid-19 yang melanda,” ujar Fachrori.

Pemberian paket bantuan oleh Perwakilan Bank Central Asia ini bisa menjadi contoh bagi dunia perbankkan lainnya di Provinsi Jambi dalam memberikan perhatian yang nyata kepada para pegawainya, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H Tahun 2020, sehingga paket bantuan tersebut dapat sedikit membantu mereka.

“Pemberian paket bantuan yang dilaksanakan Bank Central Asia ini sangat tepat sekali momennya karena saat ini kita berada di bulan yang penuh berkah untuk berbuat kebaikan, serta dalam rangka menghadapi lebaran ditengah wabah covid-19,” tutur Fachrori.

Fachrori mengajak seluruh elemen untuk harus bersikap optimis dalam mengatasi wabah covid-19 yang tengah melanda dan harus tetap produktif diikuti dengan disiplin yang tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan serta membiasakan diri dengan pola hidup bersih sesuai dengan rekomendasi WHO. “Kita harus terus bersikap optimis dan produktif dengan menjalankan protokol kesehatan yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Kita harus terus berupaya meminimalisir peluang penyebaran covid-19 dalam beraktivitas. (red JOS)***

Pasien Positif COVID-19 di Jambi Meningkat Jadi 69 Orang

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi./foto dokumen.

JambiOtoritas.com, JAMBI – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jambi bertambah tiga orang. Berdasarkan hasil uji swab yang keluar hari ini, Jum’at (15/5/2020) pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jambi bertambah tiga orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 69 orang.

Ketiga pasien itu berasal dari Kabupaten Merangin. Pertama pasien 67 seorang remaja usia 16 tahun yang kontak dengan klaster Gowa. Kemudian pasien 68 seorang laki-laki usia 50 tahun klaster Malaysia dan seorang laki-laki juga usia 50 tahun klaster Gowa yang berkontak langsung dengan pasien 24.

“Ketiga pasien tersebut berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan ketiga kini sudah dirawat di Rumah Sakit Abunjani Kabupaten Merangin,” kata Johansyah.

Johansyah kembali menghimbau masyarakat untuk tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah.

Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Provinsi Jambi, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak menurun menjadi 93 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik menjadi 64 orang dan pasien menunggu uji swab sebanyak 29 orang. Sedangkan Pasien sembuh baru tiga orang yakni pasien 01, 03 dan pasien 07.(red JOS)***

Dinas PMD Minta Camat Evaluasi Penerima BLT DD Tahap I

Rapat koordinasi dinas PMD bersama camat, kepala desa dan kepolisian resor Tebo via video konfrens, Kamis (14/5/2020) di kantor dinas PMD Kabupaten Tebo/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa (DPMD) kabupaten Tebo, melakukan rapat koordinasi melalui video konfrens membahas sejumlah persoalan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, Kamis (14/5/2020) siang, dikantor dinas PMD. Rapat diikuti para camat, kepala desa dan kanit Tipikor polres Tebo.

Menurut kepala dinas PMD, Nafri Junaidi, SH mengatakan rapat membahas tentang realisasi pencairan dana desa tahap I dan koordinasi dan evaluasi penyaluran BLT dana desa yang terdapat beberapa kelemahan yang ditemukan dilapangan. Beberapa permasalahan tersebut, antara lain masih ada perangkat desa yang menerima BLT dana desa. Perangkat desa bukan KPM yang berhak, karena para perangkat desa masih menerima pengahasilan dan tidak masuk pada kategori orang yang terkena PHK.

Kemudian, masih ada laporan dari masyarakat bahwa penerima BLT keluarga yang mampu. Termasuk laporan informasi dana BLT DD dibagi rata dengan berbagai modus, hal ini menyebabkan nilainya kurang dari Rp. 600 ribu/orang.

” Sampai hari ini sudah ada 54 desa yang telah menyalurkan BLT ini. Selebihnya masih ada desa yang belum menyalurkan. Sementara ini seharusnya bulan ini sudah masuk proses pencairan DD tahap II,” kata Nafri.

Dikatakan Nafri, kita minta para Camat dan kepala desa dapat melakukan pendataan penerima BLT dengan mempedomani ketentuan yang berlaku. Mekanisme harus melalui proses musyawarah desa untuk menetapakan penerima BLT ini.

” Penerima hanya boleh menerima satu jenis bantuan. Penerimana BLT DD adalah nama- nama yang sudah diusulkan desa ditetapkan camat dan melalui proses verifikasi. Jangan ada penerima dengan NIP yang sama atau ganda. Atau menemukan penggunaan nama orang lain untuk mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Nafri juga mengingatkan bahwa penyalurannya diawasi langsung APH Tipikor. Dan kepada petugas desa dalam proses penyaluran BLT harus mengacu aturan gugus tugas Covid-19, para petugas harus menggunakan masker. Kades juga harus melibat BPD dan pendamping desa. Dalam penyalurannya para kades harus berkoordinasi dan minta pendampingan dengan aparat babinsa dan babinkamtibmas.

” Semestinya saat ini sudah masuk pencairan tahap II, kami minta agar camat menyiapka laporannya. Lalukan evaluasi terhadap yang perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan kegaduhan dimasyarakat,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Rapid Test COVID-19 di 13 Pasar Tradisional Kota Jambi, Reaktif 25 Pedagang Terinfeksi

TGT Kota Jambi menyampaikan penanganan COVID-19/foto dok

JambiOtoritas.com, JAMBI – Hasil uji rapid test Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi terhadap para padagang di 13 pasar tradisional di kota Jambi menunjukkan 25 pedagang reaktif atau terinfeksi virus corona. Pedagang yang rapid tesnya positif, empat orang berasal dari luar Kota Jambi dan 21 orang merupakan warga Kota Jambi. Empat orang yang berasal dari luar daerah itu diantaranya berasal dari Kabupaten Muaro Jambi dua orang dan dua orang lainnya berasal dari Provinsi Lampung.

“Gugus Tugas COVID-19 sudah melakukan rapid tes masal di 13 pasar yang di kelola oleh pemerintah dan pihak swasta, hasilnya 25 pedagang reaktif atau positif terinfeksi virus,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Rabu (13/5/2020).

Sementarar untuk 21 orang pedagang yang hasil rapid tesnya positif tersebut berinisial MC, RT, OP, DS, RAW, ED, LM, MT, MA, AK, MR, AT, RB, SP, M, JV, HSY, MN, MDS, JND, dan SGW. Mereka semuabberasal dari delapan kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Kota Jambi. Diantaranya di Kecamatan Danau Sipin 4 orang, Telanai Pura 3 orang, Jelutung 2 orang, Pelayangan 2 orang, Kota Baru 4 orang, Paal Merah satu orang, Kecamatan Pasar 2 orang dan Kecamatan Alam Barajo 3 orang.

“Dari 21 orang yang hasil rapid tesnya positif terinfeksi virus, dua orang sudah di rawat di Rumah Sakit Abdul Manap, dan selebihnya akan menyusul untuk di isolasi di Rumah Sakit Abdul Manap,” kata wali kota Jambi, Syarif Fasha.

Selanjutnya, pedagang yang hasil rapid tesnya positif, pada Kamis (14/5/2020) akan di ambil sampel oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilakukan uji Swab. Terhadap empat orang warga yang berasal dari luar Kota Jambi, Dinas Kesehatan Kota Jambi telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi agar pedagang tersebut dapat di tindak lanjuti dengan segera.

Pemerintah Kota Jambi melakukan tracking kontak terhadap pedagang yang hasil rapid tesnya positif terinfeksi virus serta melacak riwayat perjalanan dari masing-masing pedagang. Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi juga akan melakukan pengetatan terhadap pasar-pasar tradisional. Diantaranya mewajibkan pedagang menggunakan masker serta menggunakan sarung tangan. Melatih pengelola pasar untuk tegas dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Para pedagang di 13 pasar yang di rapid tes secara masal tersebut merupakan pasar yang dikelola oleh pemerintah dan dikelola oleh pihak swasta. Diantaranya di Pasar Angso Duo, Pasar TAC, Pasar Baru, Pasar Mama, Pasar Aurduri, Pasar Olak Kemang, Pasar Keluarga, Pasar Kita, Pasar Kasang, Pasar Wajo, Pasar Kebun Handil, Pasar Kebun Kopi dan Pasar Villa Kenali. (red JOS)

Penulis : Herman

Fachrori Berikan 500 Paket Sembako Dari PUSKUD

Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengecek sembako yang akan diberikan langsung kemasyarakat yang membutuhkan Senin (11/5/2020)/foto Humas

Bantuan Ringankan Beban Masyarakat Dalam Kondisi Pandemi Covid-19



JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr. Drs.H. Fachrori Umar, M.Hum, mengungkapkan pemberian bantuan sembako dari seluruh elemen, diantaranya dari Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Provinsi Jambi kepada masyarakat yang membutuhkan dapat meringankan beban masyarakat ditengah wabah covid-19 saat ini. Hal tersebut dikemukakan Fachrori saat Memberikan Bantuan Sembako dari PUSKUD Provinsi Jambi kepada masyarakat di Kantor PUSKUD Provinsi Jambi, Telanaipura – Jambi, Senin (11/5/2020).

“Saya mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi pemberian sembako yang telah dilakukan PUSKUD Provinsi Jambi, karena ini merupakan salah satu upaya mendukung dan membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam meringankan beban masyarakat, terlebih lagi ditengah wabah covid-19 yang melanda dunia, khususnya Provinsi Jambi,” ujar Fachrori.

Pemberian bantuan oleh PUSKUD Provinsi Jambi bisa menjadi contoh bagi dunia usaha atau para pelaku usaha dalam memberikan bantuan serupa kepada karyawan atau masyarakat yang kurang mampu dan terkena dampak Covid-19, sehingga dapat sedikit mengurangi beban masyarakat.

“Pemberian bantuan sembako yang dilaksanakan oleh PUSKUD Provinsi Jambi ini sangat tepat momennya, mengingat saat ini roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Provinsi Jambi sedikit terhambat dan berjalan pelan karena wabah Covid-19 yang melanda, dan masyarakat yang kurang mampu sangat membutuhkan sembako dengan harga yang terjangkau,” tutur Fachrori.

“Momen ini juga sangat baik karena saat ini kita tengah berada dibulan Suci Ramadan, bulan penuh berkah yang mana setiap orang berlomba-lomba berbuat kebaikan terutama dalam bersedekah. Jadi hendaknya kita juga harus saling berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan bantuan, tentunya mereka sangat membutuhkan bantuan kita bersama,” tambah Fachrori.(red JOS)***

Gubernur Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir Batanghari

Bersama Kapolda dan Danrem Tinjau Tinggi Permukaan Air Sungai Batang Hari

Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar berikan bantuan kepada masyarakat terkena dampak banjir akibat meluapnya air sungai batanghari Minggu (10/5/2020)/foto Humas

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum secara langsung memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat terdampak banjir, saat melakukan peninjauan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batang Hari di Kelurahan Tahtul Yaman dan Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Minggu (10/5/2020).

Peninjauan tinggi permukaan air Sungai Batang Hari tersebut sehubungan dengan seringnya hujan deras dan lama (hujan dengan intensitas tinggi) akhir-akhir ini di Provinsi Jambi. Gubernur melihat langsung kondisi warga yang mengalami banjir tersebut, serta memberikan bantuan sembako untuk mengurangi beban warga. Kedatangan Gubernur, Kapolda, dan Danrem, beserta rombongan disambut baik warga. Pun dengan bantuan yang diberikan, diapresiasi warga.

Gubernur Jambi bersama Kapolda Jambi dan Danrem 042/Garuda Putih melakukan peninjauan tinggi muka air dan memberikan bantuan berupa 250 paket sembako bagi masyarakat Kota Jambi yang lokasi pemukimannya terkena banjir, dengan menggunakan speed boat, bertolak dari depan peranginan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

“Kami tadi bersama Bapak Kapolda dan Bapak Danrem meninjau TMA dan menyapa masyarakat Kota Jambi yang terkena banjir secara langsung, dan memberikan bantuan untuk sedikit meringankan beban mereka. Saya prihatin melihat kondisi masyarakat yang rumahnya terendam banjir, terlebih lagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadan dan tengah menghadapi wabah covid-19,” ujar Fachrori.

Fachrori mengatakan, kondisi banjir seperti ini dapat menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit seperti, penyakit kulit, malaria, dan demam berdarah. Dia berpesan agar masyarakat terus menjaga kondisi tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit, serta segera ke Puskesmas atau pos kesehatan terdekat untuk memeriksakan kesehatan jika mulai timbul timbul gejala penyakit.

“Saya imbau masyarakat yang terkena banjir untuk senantiasa menjaga kondisi badan supaya tidak mudah terserang penyakit disaat kondisi banjir seperti ini, terlebih lagi dengan adanya wabah covid-19 di Provinsi Jambi,” katanya.

Fachrori mengungkapkan, setelah melakukan peninjauan TMA di Sungai Batanghari, untuk kondisi saat ini masih pada level siaga 2 di Kota Jambi. Ada beberapa Kabupaten/Kota yang daerahnya terendam banjir yaitu Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kota Jambi.

“Kita mengharapkan curah hujan di Provinsi Jambi menurun, sehingga daerah-daerah di Provinsi Jambi yang terendam banjir bisa segera surut karena dalam beberapa hari ini, curah hujan di Provinsi Jambi cukup tinggi dan frekuensinya tergolong lama,” ungkap Fachrori. (red JOS)***

Rapid Test ODP di Tiga Kecamatan Negatif, TGT Semprotkan Desinfektan di Lokasi

Lokasi rapid test dan penyemprotan desinfektan oleh TGT penanganan Covid-19 kabupaten Tebo, Sabtu (9/5/2020)/foto diskominfo Tebo

JambiOtoritas.com, TEBO – Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Tebo melakukan rapid test dan penyemprotan desinfektan di tiga wilayah kecamatan yang berbeda, pada Sabtu (9/5/2020). Tiga wilayah yang menjadi lokasi dilakukan rapid test, yakni Puskesmas Tegal Arum sebanyak 17 orang,
Puskesmas Bangun Seranten sebanyak 18 dan Puskesmas
Pulau Temiang sebanyak 52 orang.

Wakil Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 kabupaten Tebo, Syahlan, SH meminta kepala dinas kesehatan melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat. Dan Kepada bidang Pencegahan Gugus Tugas agar cepat melakukan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan.

” Kepada bidang pencegahan Gugus Tugas Covid-19 telah diperintahkan agar segera melakukan penyemprotan desinfektan usai rapid test di ketiga puskesmas, ” kata Wakil bupati Tebo, Syahlan Arfan.

Sementara itu, kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth sebelumnya telah merintahkan kepala Puskesmas di 3 lokasi rapid test tersebut untuk berkoordinasi dengan para Camat setempat.

“Semua yang di rapid test pada tiga Puskesmas hasilnya semua negatif,” jelasnya. (red JOS)

Penulis : David

Tambah 4 Positif, Pasien COVID-19 di Jambi 47 Orang

Juru bicara Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan perkembangan Covid-19 di Jambi, Rabu (6/5/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 provinsi Jambi, melalui juru bicaranya, Johansyah mengatakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab yang keluar hari ini, Rabu (6/5/2020) pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jambi bertambah empat orang.

Total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 47 orang dan satu pasien yakni pasien 01 sudah dinyatakan sembuh. Dikatakannya, bahwa empat orang tambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yakni pasien 44 seorang perempuan umur 23 tahun asal Kabupaten Sarolangun yang memiliki riwayat perjalanan dari Sumatera Barat yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Chatib Quesen Sarolangun.

Kemudian pasien 45 seorang laki-laki usia 52 tahun asal Kabupaten Muarojambi yang kini dirawat di RSUD Mat Ripin Muarojambi yang berstatus PDP memiliki riwayat perjalanan dari Tegal. Selanjutnya pasien 46 usia 15 tahun asal Kabupaten Muarojambi yang sebelumnya berstatus PDP. Pasien 46 merupakan seorang santri Tembora, Jawa Timur.

Terakhir pasien 47 seorang laki-laki usia 64 tahun asal Kabupaten Tebo yang kini dirawat di Rumah Sakit Sultan Thaha Kabupaten Tebo. Pasien 47 ini merupakan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. (red JOS)***

Pasien COVID-19 Jambi Bertambah 6 Orang Lagi

Data penanganan covid-19 dari tim gugus tugas provinsi Jambi/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Pasien positif COVID-19 diprovinsi Jambi terus mengalami pertambahan. Penambahan pasien ini, diungkapkan Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Jambi, Johansyah pada Minggu (3/5/2020). Dengan demikian jumlah pasien COVID-19 Provinsi Jambi menjadi 38 orang.

Menurut Johansyah mengatakan penambahan sebanyak 6 orang ini berdasarkan hasil uji swab/PCR terhadap pasien sebagai berikut. Orang yang dinamakan pasien 33, laki – laki inisial MD (14) asal kabupaten Tanjungjabung Timur dengan status orang tanpa gejala ( OTG) dirawat di rumah sakit Nurdin Hamzah, riwayat perjalanan dari Tabora, Magetan provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya pasien 34, perempuan inisial Y (49) dirawat di RS. Abdul Manaf kota Jambi dari klaster Gowa. Pasien 35, perempuan inisial ID (39) asal kota Jambi dirawat di RS Abdul Manaf dari klaster Gowa. Pasien 36 laki-laki inisial H (45) asal kota Jambi dirawat di RS. Abdul Manaf kota Jambi dari klaster Gowa.

Dilanjutkan Johansyah, berikutnya pasien 37, laki -laki inisial AP (47) dirawat di RSUD Raden Mattaher dari klaster Gowa. Dikatakan dia, bahwa hasil uji swab pertama negatif dan hasil uji swab kedua positif, maka pasien dinyatakan positif.

Berikut pasien 38, perempuan inisial LA (20) asal Tanjung Jabung Barat dirawat dirumah sakit Dul Arif dengan status (OTG). Riwayat kontak langsung dengan klaster Gowa dengan pasien 17 yang dirawat di Tebing Tinggi kabupaten Tanjung Jabung Barat. (red JOS)

Penulis : David

Pemprov Jambi Alokasi Bantuan Untuk 30.000 KK Terdampak COVID-19

Penjabat sekda provinsi Jambi, Sudirman, memimpin Rapat Jaring Pengaman Sosial (JPS) Penanganan COVID-19 di Provinsi Jambi Tahun 2020 di ruangan utama Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (2//5/2020).

JambiOtoritas.com, JAMBI -Pemerintah provinsi Jambi mengalokasikan bantuan dana untuk 30 ribu kepala keluarga di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi yang terdampak COVID-19. Menurut penjabat Sekda, Sudirman menyatakan alokasi bantuan dana bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri RI Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan COVID-19 di lingkungan pemerintah daerah.

” Pemprov Jambi akan mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga selama tiga bulan yaitu bulan Mei, Juni dan Juli dengan komposisi Rp350 ribu berupa paket sembako dan Rp250 ribu berupa uang tunai. Jadi masyarakat yang terdampak COVID-19 benar-benar utuh mendapatkan Rp600 ribu per kepala keluarga tanpa potongan,” kata Sudirman, usai memimpin Rapat Jaring Pengaman Sosial (JPS) Penanganan COVID-19 di Provinsi Jambi Tahun 2020 di ruangan utama Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (2//5/2020).

Kriteria penerima bantuan juga sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri RI antara lain, rumah tangga dan masyarakat yang terdampak COVID-19 seperti pekerja yang dirumahkan dan pedagang yang tutup tokonya, semuanya dikoordinir oleh Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jambi.

“Nantinya bantuan paket sembako akan langsung dikirim ke rumah masyarakat dan bantuan uang tunai akan dikirimkan melalui pos,” kata Sudirman.

Sementara bagi pemerintah kabupaten/kota masing masing mengusulkan masyarakat penerima bantuan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Selanjutnya pemerintah provinsi akan melakukan verifikasi data untuk kemudian menerbitkan SK Gubernur Jambi tentang penerima bantuan akibat terdampak COVID-19.

“Usulan penerima bantuan tetap dari kabupaten/kota masing-masing, kita akan melakukan verifikasi data yang sudah diberikan oleh kabupaten/kota agar tepat sasaran dan tidak menerima dua atau tiga kali, karena dari pemerintah pusat juga memberikan bantuan dan pemerintah kabupaten/kota juga memberikan bantuan,” jelas Sudirman.

Tujuannya agar masyarakat di Provinsi Jambi yang terdampak COVID-19 ini dan semuanya mendapatkan bantuan. Dalam waktu dekat ini kita akan segera mengirimkan surat ke kabupaten/kota terkait data usulan penerima bantuan agar bisa segera diproses. InsyaAllah bantuan dana dari Pemprov Jambi sudah bisa diterima masyarakat yang terdampak COVID-19 sebelum hari raya Idul Fitri 2020. (red JOS)

Buruh Terdampak Covid-19 Terima Sembako dari Pemprov. Jambi

Fachrori: Pemrov Jambi berupaya tingkatkan perhatian kepada buruh

Peringatan May Day tingkat provinsi Jambi dikantor Gubernur Jambi, Jum’at (1/5/2020)/foto JOS. Humas



JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur provinsi Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak buruh yang dirumahkan, untuk itu aksi solidaritas kemanusiaan perlu ditingkatkan. Dengan demikian Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan perhatiannya kepada buruh.

Hal itu disampaikan Fachrori dalam Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2020, di Lapangan Parkir Merah depan Biro Umum Setda Provinsi Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Jum’at (01/05/2020). Hari Buruh Internasional tingkat Provinsi Jambi ini diperingati sangat jauh beda, dan hanya dihadiri perwakilan saja, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menurut Fachrori mengatakan sejalan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, memberikan apresiasi yang besar kepada buruh, karena telah mengikuti imbauan pemerintah tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19, dimana setiap tahunnya diperingati dengan berbagai kegiatan dan aksi damai. Namun saat ini dialihkan dengan kegiatan Bhakti Sosial.

Lebih lanjut, Fachrori juga menjelaskan, pembangunan ketenagakerjaan mempunyai banyak dimensi dan keterkaitan, tidak hanya dengan kepentingan tenaga kerja selama, sebelum dan sesudah kerja, tetapi juga keterkaitan dengan kepentingan pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.

“Disini peran pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan pembinaan, mengarahkan, membuat regulasi dan peraturan yang menyeimbangkan aspek perlindungan tenaga kerja di wilayahnya, juga kelangsungan usaha,” jelas Fachrori.

Berdasarkan data yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, diketahui banyak pekerja/buruh yang terdampak Covid-19 per 30 April 2019 – 2020, terdapat 4.356 orang yang dirumahkan dan 19 orang di-PHK dari beberapa perusahaan yang ada di Provinsi Jambi. (red JOS)

Penulis : Herman

Soal Panggilan Dewan, Abu Bakar : Kitakan tidak salah, ngapain repot

Kepala dinas kepndudukan dan catatan sipil kabupaten Tebo, Drs. Abu Bakar, menyatakan kesiapannya memenuhi panggilan komisi I DPRD Tebo terkait beredarnya rekaman percakapan oknum pegawai yang meminta uang dalam pengurusan akta nikah/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kepala dinas kependudukan dan catatan Sipil kabupaten Tebo, Drs. Abu Bakar menyatakan dirinya tidak pernah merasa takut dengan rencana pemanggilan dirinya oleh pihak legislatif kabupaten Tebo, (selasa (28/4/2020) besok. Bahkan dia terang mengatakan tidak merasa bersalah atas masalah beredarnya rekaman permintaan (pungli) oleh oknum bawahannya dalam pengurusan akta nikah dikantor pelayanan pemerintah itu.

Menurut Abu Bakar mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu, apakah kejadian ini ada tendensi dengan pandangan fraski di DPRD yang merekomendasikan pemberhentian atau mutasi salah satu kepala bidang Bekti Perry Densi.

Baca Berita Terkaitnya :

“ Saya tidak tahu apakah ada hubungannya dengan itu, silahkan tanya saja ke DPRD itu. Saya siap menjelaskan masalah itu. Ngapain takut, kalau kita salah ya, kitakan tidak salah, ngapain repot.Yang mengatakan ada pungli seperti itu siapa, tidak ada pungli di dinas dukcapil. Saya dengar itu baru akan, tidak pernah terjadi,” kata dia, Senin (27/4/2020) dikantornya.

Selama ini, kata Abu Bakar, tidak ada laporan langsung kepada saya. saya hanya dapat informasi dari katanya, katanya saja. Bahkan saya sudah pernah panggil yang bersangkutan. Saya katakan jangan coba-coba melakukan pungli. Dan mungkin saja rekaman yang beredar itu sumber dari Bekti Pery sendiri.

Dikatakan mantan Plt Sekda Tebo ini, sewaktu berhadapan dengan dia, saya katakan bekerja sesuai aturan yang kamu lakukan itu betul, tidak salah. Tapi saya malah diminta mengeluarkan surat teguran secara tertulis. Prinsipnya dalam bekerja itu jangan memakai kaca mata kuda, disamping itu juga harus dibarengi dengan hati nurani.

“ Soal rencana evaluasi di dukcapil ini saya tidak urusan saya. Jabatan ini akan tinggal bila tuhan menghendaki. Selamet itu siapa, yang akan menilai itu atasan saya, pak bupati. Ngapain saya repot,” ketusnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Obat Covid-19, Khasiat Daun Sungkai Dilakukan Penelitian

Gubernur Jambi Fachrori Umar menunjukan daun Sungkai yang banyak tumbuh di Kabupaten Merangin. (FOTO ; Humas Prov)

Gubernur Jambi instruksikan Dishut Teliti daun sungkai untuk obati pasien COVID-19

JambiOtoritas.com, JAMBI – Informasi daun Sungkai memiliki khasiat bisa membunuh virus Corona dan banyak tumbuh diwilayah provinsi Jambi. Di tindaklajuti oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar dengan menginstruksikan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Jambi untuk meneliti khasiat daun Sungkai untuk mengobati Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Fachrori minta dalam penelitian manfaat daun Sungkai untuk mengobati COVID-19 tersebut, Dinas Kehutanan berkoordinasi dengan dengan BPOM, Labkesda dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi guna mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

“ Kita berharap agar hasil penelitian khasiat daun Sungkai bisa diketahui dalam waktu yang tidak begitu lama,” kata Gubernur Fachrori. Fachrori juga berharap agar kandungan yang terdapat dalam daun Sungkai bisa mengobati COVID-19 untuk mengobati pasien yang terjangkit. Selanjutnya bisa bermanfaat membantu mengatasi pendemi saat ini.

Sebelumnya kepala BNPB, Doni Monardo, dalam rapat perkembangan penanganan COVID-19 dengan para gubernur se Indonesia, melalui konferensi video pada, Rabu (22/4/2020) minta bantuan Gubernur Jambi untuk mengadakan penelitian tehadap manfaat daun Sungkai tersebut. Tanaman ini menurut informasi banyak tumbuh di Provinsi Jambi. “ Apa hasilnya, tolong sampaikan ke kami secepatnya. Terimakasih Pak Gubernur,” kata Doni Monardo.

Dikutip dari mhomecare.co.id, daun Sungkai (Peronema canescens) sudah banyak digunakan sebagai obat saat anak-anak demam dan sakit kepala serta sakit gigi, asma, bahkan penyakit kulit seperti panu.

Melihat kebiasaan masyarakat pribumi Kalimantan yang sering menggunakan daun Sungkai sebagai obat, akhirnya para ilmuan melakukan penelitian dan menemukan bahwa daun muda Sungkai tersebut memilik kandungan atau potensi (Antipiretik) obat yang sangat berkhasiat untuk menurunkan suhu badan dan sakit kepala(red JOS).

11 pasien positif, 10 orang klaster Gowa dan Seorang Riwayat Perjalanan dari Sumbar

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi memberikan keterangan pers terkait penambahan pasien positif COVID-19 di Jambi, Minggu (26/4/2020). (FOTO : Humas Prov)

JambOtoritas.com, JAMBI – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi mengatakan pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah 11 orang dari sebelumnya 21 orang.

“Berdasarkan hasil uji swab, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah 11 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 32 orang dan satu pasien yakni pasien 01 sudah dinyatakan sembuh,” kata Johansyah, Minggu (26/4/2020).

11 orang tambahan pasien positif COVID-19 berasal dari Kabupaten Merangin tujuh orang, Muarojambi dua orang, Batanghari satu orang dan Sarolangun satu orang. 10 pasien asal Kabupaten Merangin, Muarojambi dan Batanghari merupakan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Di antara 10 orang itu ada yang ikut kegiatan di Gowa Sulawesi Selatan dan beberapa orang dekat dari beberapa pasien tersebut ikut terjangkit termasuk anak usia 7 tahun asal Kabupaten Merangin.

Sementara satu orang asal Kabupaten Merangin memiliki riwayat perjalan dari Provinsi Sumatera Barat. 11 pasien terkonfirmasi positif tersebut berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masing-masing di rawat di rumah sakit kabupaten tempat mereka tinggal.

Johansyah mengatakan Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap pasien tersebut. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test.Dia tetap menghimbau agar masyarakat tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini berjumlah 318 dan jumlah PDP 56 orang didominasi klaster Gowa. Sementara pasien menunggu hasil uji lab sebanyak empat orang. (redJOS)***

Bertambah 3 Orang, Pasien Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Jambi Menjadi 21 Orang

Kepala biro humas protokoler setda Provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan perkembangan pasien covid-19 di Jambi, Sabtu (25/4/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah kembali menyampaikan penambahan pasien positif COVID-19 di Jambi yang bertambah tiga orang. Hasil uji swab terkonfirmasi positif menjadi 21 orang.

“Berdasarkan hasil uji swab, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah tiga orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 21 orang dan satu pasien yakni pasien 01 sudah dinyatakan sembuh,” kata Johansyah, Sabtu (25/4/2020).

Menurut Johansyah bahwa tiga orang tambahan pasien positif COVID-19 diberi nama pasien 19 seorang laki-laki usia 40 tahun dan pasien 20 laki-laki usia 36 tahun. Sebelumnya status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani, Kabupaten Merangin.

Selanjutnya pasien 21 adalah seorang perempuan usia 25 tahun, yang sebelumnya juga berstatus PDP dan kini dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi. Pasien 19, 20 memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan.

” Begitu juga dengan pasien 21 yang memiliki hubungan erat dengan pasien yang mempunyai riwayat perjalan ke Gowa,” jelasnya.

Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap pasien tersebut. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test. Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah. (red JOS)***

Jambi Tambah Tiga Orang Pasien Positif COVID-19, Selain di Dominasi Provinsi di Jawa

Sebanyak 1.042 orang sudah sembuh dari COVID-19, Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA)


JambiOtoritas.com, JAMBI – Jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan test PCR masih terus bertambah, DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim masih terbanyak. Sedangkan Provinsi Jambi bertambah tiga orang. Berikut penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 , Sabtu (25/4/2020) petang yang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Penambahan jumlah kasus positif COVID-19 terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia, yakni Aceh (1), Bali (6), Banten (11), Yogyakarta (2), Jakarta (85), Jambi (3), Jawa Barat (45), Jawa Tengah (46), Jawa Timur (80), Kalimantan Barat (1), Kalimantan Timur (12), Kalimantan Tengah (6), Kalimantan Selatan (14), Kalimantan Utara (6), Nusa Tenggara Barat (27), Sumatera Selatan (13), Sumatera Barat (1), Sumatera Utara (9), Sulawesi Selatan (12), Sulawesi Tengah (4), Riau (2), Maluku (5), Papua Barat (1), Sulawesi Barat (2), Gorontalo (2).

Jumlah kasus positif terbanyak hingga saat ini terdapat di DKI Jakarta dengan total kasus 3.684 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat dengan total kasus positif COVID -19 sebanyak 907 orang, Jawa Timur dengan 770 kasus positif COVID-19, Jawa Tengah dengan 621 kasus positif COVID-19, Sulawesi Selatan dengan 432 kasus positif, dan Banten dengan total 370 kasus positif COVID-19.

Sementara itu, sebanyak 45 laboratorium beroperasi untuk uji PCR deteksi COVID-19, dengan jumlah spesimen yang diperiksa sejak 1 April 2020 hingga saat ini sebanyak 67.828 spesimen dan jumlah kasus yang diperiksa sebanyak 52.541 orang. Dari hasil pemeriksaan PCR, didapatkan 8.607 orang positif COVID-19 dan 43.934 orang negatif COVID-19.(red JOS)

Sumber : Antara

Wartawan Dapat Vitamin dan Masker Dari Kapolda Jambi

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi memberikan paket vitamin dan marsker kepada wartawan yang meliput di Mapolda Jambi/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Kebugaran dan kesehatan wartawan yang meliput kegiatan kepolisian dan hukum di Jambi mendapat perhatian Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama Kabid Humas Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi. Sejumlah wartwan mendapatkan paket vitamin dan masker untuk mencegah pengaruh pandemi COVID-19.

“Ini wujud kepedulian kami karena polisi dan awak media adalah mitra kerja di mana para wartawan inilah yang selalu mengawasi kami dalam bekerja terutama dalam situasi pandemi COVID-19,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Kamis (23/4/2020).

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi didampingi Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi membagikan langsung paket berisikan masker, vitamin C dan E serta pembersih tangan (hand sanitizer). Paket berisikan masker, vitamin dan pembersih tangan itu dibagikan langsung oleh Kapolda Jambi kepada para wartawan unit Polda Jambi yang sedang meliput.

Kuswahyudi berharap paket tersebut dapat bermanfaat bagi awak media dan digunakan dengan sebaik-baiknya dan semoga bermanfaat dan digunakan untuk menambah imun tubuh apalagi di tengah pandemi COVID-19. (red JOS)

Sumber : Antara

Total Positif COVID-19 Jambi Tambah Lima Menjadi 13

Warga Jambi positif COVID-19 bertambah lima, total 13 orang
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi memberikan keterangan pers terkait penambahan lima orang positif COVID-19, Selasa (21/4/2020). (FOTO ; Humas)

JambiOtoritas.com, JAMBI – Berdasarkan penyampaian juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan bahwa pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah lima orang. sehingga total pasien positif COVID-19, 13 orang.

“Berdasarkan hasil uji swab yang keluar hari ini, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah lima orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 13 orang,” kata Johansyah, Selasa (21/4/2020). Lima orang tambahan pasien positif COVID-19 diberi nama pasien 09 seorang perempuan usai 49 tahun yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kemudian pasien 10 seorang perempuan juga berusia 21 tahun yang sebelumnya berstatus PDP. Selanjutnya pasien 11 perempuan usai 54 tahun juga sebelumnya berstatus PDP dan pasien 12 seorang laki-laki usia 56 tahun juga berstatus PDP.  Keempat orang tersebut semuanya dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi.

Sementara pasien 13 juga seorang perempuan usia 31 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Abunjani, Kabupaten Merangin yang sebelumnya berstatus PDP di rumah sakit tersebut. “Jadi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 ada 13 orang namun pasien 01 sudah dinyatakan sembuh,” katanya

Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap lima pasien tersebut. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test. Johansyah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah. (red JOS)

Pasien COVID 01 Asal Tebo di Dinyatakan Sembuh

Jumpa Pers jubir TGT Penanganan CoVID-19 provinsi Jambi, Johansyah bersama tim dokter RSUD Raden Mattaher Jambi, Senin (20/4/2020)/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Dua kali uji Sweb terhadap pasien 01 asal Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, hari ini, Senin (20/4/2020) dinyatakan sembuh dari virus COVID-19. Hal itu dinyatakan dr. Medianto dalam jumpa Pers, bersama Tim Gugus Tugas penanganan penyebaran COVID-19 provinsi Jambi.

” Pasien 01 akan dipulangkan ke rumahnya. Namun yang bersangkutan tetap melakukan isolasi di rumah hingga 14 hari ke depan untuk memulihkan kondisi kesehatannya,” kata Medianto.

Medianto mengatakan bahwasanya pasien 01 sudah sembuh. Dia berharap dengan kesembuhan pasien ini, tidak ada muncul stigma lain, pasien 01 sudah sembuh.

Pasien 01 tersebut merupakan pasien pertama di Jambi yang dinyatakan positif COVID-19 dan menjadi pasien pertama di Jambi yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. (red JOS)

Penulis : Herman

Wabup Syahlan Terima Bantuan Penanganan Covid-19 dari Persatuan Notaris

Wakil bupati Tebo, Syahlan Arfan menerima bantuan penanganan Covid-19 dari persatuan Notaris/foto Diskominfo Tebo

JambiOtoritas.com, TEBO – Dengan mewabahnya pandemi Covid-19 saat ini maka dari berbagai pihak sudah banyak terketuk hatinya untuk memberikan bantuan guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Seperti halnya baru-baru ini, Wakil bupati Tebo Syahlan Arfan, SH menerima bantuan dari Persatuan Notaris Wilayah Tanjab Timur, Tanjab Barat, Muaro Jambi dan Batanghari, berupa baju APD, Masker, Sarung Tangan, Handsanitizer dan susu kaleng. Hal tersebut disampaikannya kepada, Syahrulrozi Bidang IKP Diskominfo.

Menurut Wakil Gugus Tugas Covid-19 Tebo ini, bantun yang dia terima merupakan bentuk kepedulian dari rekan-rekan Persatuan Notaris di empat Kabupaten tersebut. ” Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian rekan-rekan Persatuan Notaris empat Kabupaten,” ungkap Syahlan.

Selanjutnya Wabup Syahlan megingatkan masyarakat agar selalu mengikuti anjuran Pemerintah seperti jaga kesehatan, keluar rumah pakai masker, selalu cuci tangan sehabis beraktifitas dan hindari berkumpul (physical distancing). (red JOS)

PDP Meninggal di RSUD STS Bukan Warga Tebo

PDP coVID-19 yang meninggal di RSUD STS Muara Tebo ketika akan dibawa untuk dimakamkan di desa pelayang kecamatan Tebo tengah, Selasa (14/4/2020) lalu/foto dok

Jambiotoritas.com, TEBO –
Pasien dalam pengawasan yang meninggal di RSUD STS Muara Tebo, pada Selasa (14/4/2020), laki- laki berinisial HS, berusia 65 tahun alamat e- KTP RT. 16 RW 07 Desa Tidar Kuranji Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari. Almarhum datang ke IGD RSUD Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo pada Senin (13/04/2020) pukul 23.30 Wib dengan keluhan batuk disertai darah dan napas sesak.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid- 19 Kabupaten Tebo, Himawan Susanto mengatakan bahwa pengakuan dari pihak keluarganya, HS selama dua bulan lalu dirawat di Rumah Sakit Hamba, Muara Bulian kabupaten Batanghari dengan riwayat penyakit gangguan pernapasan.

” Pihak keluarga menyangkal bahwa sebelumnya HS pernah keluar kota. Setelah dilakukan pemeriksaan rongtsen dan laboratorium, HS dirawat diruang Isolasi RSUD STS. Sebelumnya sudah mendapat obat dari Dokter Spesialis. Sekitar pukul 05.00 wib pagi, HS bukan hanya diberikan obat, tapi juga oksigen dengan sungkup karena nafasnya semakin sesak,” jelas Himawan, Rabu (15/4/2020).

Dikatakan, Himawan, bahwa berdasar hasil Rontgen, HS menderita Pneumonia (radang) paru kiri dan kanan. Sementara hasil Lab mengarah ke Covid-19, selanjutnya pada pukul 12.00 wib dilakukan Rapidtest dan hasilnya negative.

Pasien ini kemudian meninggal oada pukul 14.05 Wib, meskipun hasil Rapidtestnya negative, HS tetap dikategorikan sebagai pasien PDP karena gejala klinis, hasil ronsen dan Lab mengarah Covid-19. Secara prosedurnya, seharusnya pemeriksaan Rapidtest yang kedua, sejak hari ketujuh atau hari kesepuluh dan selanjutnya test PCR, tapi belum sempat dilakukan karena HS sudah meninggal dunia.

“Sehingga diputuskan pemulasaran jenazah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) pasien Covid. HS kemudian dimakamkan di desa Pelayang, Kecamatan Tebo Tengah, dimana anaknya berdomisili,” jelasnya. (red JOS/tim)

Update COVID-19, Bungo Zona Kuning, Angka ODP Melonjak


Konferensi Pers TGT penanganan penyebaran COVID-19 dikabupaten Bungo, Rabu (15/4/2020)/foto JOS

Jambiotoritas.com, BUNGO – Update data penanganan penyebaran COVID-19 kabupaten Bungo, Jambi terjadi lonjakan signifikan terhadap orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 201 orang. Selanjutnya orang tanpa gejala (OGT) 38 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) 2 orang sementara satu orang selesai pemantauan dan pasien positif COVID-19 berjumlah 2 orang, negatif satu.

Demikian disampaikan dalam konferensi Pers, Tim Gugus Covid-19 kabupaten Bung terkait perkembangan covid19 di Kabupaten Bungo, Rabu (15/4/2020) petang. Juru bicara TGT, Dr.Safarudin Matondang mengatakan berkaitan dengan jumlah pasien positif 03 masih menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dan pasien 04 dilakukan isolasi di RSUD H. Hanafie Muara Bungo.

” Istri dari Pasien 04 yang sekarang ini sedang berada di kota Bangko, hasil Rapid tesny positif. Awalnya tes yang bersangkutan hasilnya negatif. dan 2 orang anak pasien 04 juga diperiksa, saat ini menunggu hasil sweb,” kata Matondang.

Dikatakan dia, terkait adanya pasien 03 dan 04 berasal dari Bungo, status daerah kabupaten Bungo saat ini sudah masuk dalam kategori zona kuning. Apabila PDP hasil swabnya positif, bisa saja status Bungo akan masuk zona merah, peningkatan status daerah tergantung pemerintah provinsi Jambi. Namun kami tetap melakukan pemantauan kelapangan.

” Kami juga memantau kasus-kasus tidak masuk dalam kriteria dan atau yang tidak ada keterkaitan dengan hubungan kontak langsung antara pasien 03 dan 04,” katanya. (red JOS)

Bertambah, Jadi 6 Orang Positif COVID-19 di Provinsi Jambi


Update penanganan COVID-19 oleh TGT provinsi Jambi,Rabu (15/4/2020)/foto JOS

Jambiotoritas.com, JAMBI – Jumlah pasien positif COVID-19 di provinsi Jambi dinyatakan juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah bertambah satu orang.

” Hasil uji swab, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah satu orang, sehingga total pasien positif COVID-19 jadi enam orang,” kata Johansyah, Rabu (15/4/2020) malam.

Menurut Johansyah, pasien positif COVID-19 diberi nama pasien 06. Pasien tersebut seorang laki-laki usia 66 tahun asal Kota Jambi. Sebelumnya pasien tersebut mengikuti jamaah tabliqh di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

” Setelah pulang ke Jambi dia berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Saat ini pasien positif COVID-19 atau pasien 06 tersebut dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap,” katanya.

Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap pasien 06. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test, diharapkan besok sudah ada hasil.

Saat ini, kata dia, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 468 orang sedangkan PDP sebanyak 13 orang. Sementara pasien yang menunggu hasil uji swab sebanyak enam orang. (red JOS)

Penulis : David

Pasien PDP RSUD STS Tebo Meninggal Dunia

Jenazah pasien PDP di RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muara Tebo Tebo yang akan dibawa pulang ke rumah duka di desa Penapalan kecamatan Tengah Iir kabupaten Tebo/foto Ist

Jambiotoritas.com, TEBO – Pasien RSUD STS kabupaten Tebo, HL (65) asal desa Penapalan kecamatan tengah ilir meninggal dunia sekitar pukul 13.30 Wib. Namun penanganan almarhum dilakukan dengan standar prosedur penanganan COVID-19. Menurut Direktur RSUD Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo, dr. Octavieni mengatakan bahwa satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD STS Tebo meninggal dunia pada pukul 13.00 wib siang.

“ Pasien baru satu malam berstatus PDP Covid-19 dan dirawat dirumah sakit.  Karena gejala klinisnya mengarah kepada PDP. Namun, ketika pasien di Rapidtes, hasilnya negative,” katanya.

Dikatakannya bahwa meskipun hasil Rapidtestnya negatef, namun tetap diperlakukan sesuai SOP karena itu anjuran dari Kemenkes untuk antisipasi, waspada dan hati – hati karena ini PDP atau sangkaan.

“ Jenazah dibawa pulang ke rumah duka pukul 17.00 wib. Penanganannya hingga sampai ke pemakaman sesuai SOP,” jelasnya.(red/JOS)

Sumber : Tebo Online

ADRC Terdaftar Di Kesbangpol Prov, David : “Kita Lengkap Perizinan Lembaga”

Ketua ADRC, David Hadiosman mendaftarkan ke Kesbangpol dan linmas provinsi Jambi, Selasa (14/4/2020)/Foto Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI – Ditengah pandemi covid -19, tidak membuat lembaga survei Aksara Data Research Center (ADRC) vakum aktivitasnya, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah.

Setelah mendaftar ke KPU Provinsi Jambi, ADRC juga mendaftar ke Kesbangpol Provinsi Jambi. “Ya, hari ini kita telah mendapat pengesahan pendaftaran ADRC dari Badan Kesbangpol Provinsi Jambi”, kata Ketua ADRC, David Hadiosman di Sekretariat Perum Taman Adipura Indah C.20 Kota Jambi, Selasa (14/4/2020).

Dijelaskannya, ADRC secara kelembagaan telah memenuhi kelengkapan dokumen, baik itu Akte Notaris, SK Kemenkum Ham, Surat Domisili, NPWP, masuk Keanggotaan Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI), Pelatihan Survei Dan Hitung Cepat (quick count) Pilkada serta mendaftar ke KPU Provinsi Jambi, dan terakhir telah terdaftar di Kesbangpol Provinsi Jambi.

“Semua kelengkapan telah kita penuhi, sehingga langkah kedepan kita akan menjadi ADRC sebagai lembaga yang professional”, ujar David.

Dilanjutkannya, dengan penundaan pemungutan Pilkada Serentak 2020 dari 23 September menjadi 9 Desember tahun ini, maka ADRC akan segera menyiapkan langkah-langkah rencana kedepan.

Ada beberapa rencana ADRC diantaranya, membuka kerjasama dengan pihak lain guna melakukan survei, jajak pendapat umum maupun quick count dan real count Pilkada Serentak 2020,”, ungkap David.(red JOS)

Gubernur Jambi Naikkan Status Siaga Darurat COVID-19 Menjadi Tanggap Darurat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, memberikan keterangan pers terkait peningkatan status Provinsi Jambi dari Siaga menjadi Tanggap Darurat COVID-19, Senin (13/4/2020). (FOTO: Humas)

JambiOtoritaS.com, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi, Senin (13/4/2020) hari ini, menaikkan status penanganan penyebaran Covid-19 di provinsi Jambi dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat COVID-19. Perubahan status ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan pandemi COVID-19 di Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan Gubernur Jambi Fachrori Umar telah mengeluarkan surat keputusan No.301/Kep/Gub/BPBD/2020 tentang peningkatan status tersebut.

“Berdasarkan kajian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi dan telaah instansi terkait, Dinas Kesehatan dan BPBD Provinsi Jambi, maka Gubernur Jambi berdasarkan keputusan beliau menaikkan status menjadi Tanggap Darurat dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 yang ada di Provinsi Jambi,” kata Bachyuni.

Status Tanggap Darurat COVID-19 akan berlaku sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Hingga saat ini warga Jambi yang positif COVID-19 terkonfirmasi sebanyak empat orang. (red JOS)

Sumber : Antara

Kontak Tracking Pasien Covid -19 Asal Bungo, 03 Negatif, Dua Positif Dari Pasien 04

Keterangan Pers Juru bicara TGT penanganan Covid-19 provinsi Jambi, Johansyah tentang kontrak tracking pasien positif 03 dan 04 asal kabupaten Bungo, Minggu (12/4/2020) malam/foto. JOS

JambiOtoritaS.com, JAMBI – Kontak tracking terhadap dua pasien positif Covid-19 asal kabupaten Bungo telah dilakukan terhadap 17 orang keluarga. Dinyatakan juru bicara TGT penanganan penyebaran Covid 19 provinsi Jambi, Johansyah, hasil Rapid Test terhadap keluarga pasien 03 (65 tahun) yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi, hasilnya negatif.

” Tracking kontak pasien 03 ada sebanyak 17 orang keluarga pasien di Kabupaten Bungo dan sudah dirapid test hasilnya semua negatif. Namun akan ada rapid test tahap ke dua yang akan dilakukan, Senin atau Selasa nanti,” kata Johansyah, Minggu (12/4/2020) malam.

Sedangkan untuk tracking kontak pasien 04 (35 tahun) yang dirawat di RSUD H. Hanafie Muara Bungo, kata Johansyah ada beberapa orang yang dilakukan rapid test. Dan hasilnya empat orang negatif dan dua orang positif.

” Pasien masih dirawat rumah sakit Abunjani Merangin. Kemudian akan dilakukan uji swab untuk memastikan positif atau tidaknya COVID-19,” katanya. (red JOS)***

Pasien Positif COVID-19 di Jambi Menjadi Empat Orang

Jurut bicara penanganan penyebaran COVID-19 provinsi Jambi, Johansyah dalam jumpa pers, Sabtu (11/4/2020) menyampaikan penambahan dua pasien Covid 19 di provinsi Jambi/Foto : JOS

JambiOtoritaS.com, JAMBI – Juru Bicara Gugur Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyatakan pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah dua orang. Pernyataan itu didasarkan hasil uji swab yang sudah diterima.

Menurutnya, selanjutya Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap pasien 03 dan 04. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test.

” Berdasarkan hasil uji swab, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah dua orang, sehingga total pasien positif jadi empat orang,” kata Johansyah, Sabtu (11/4/2020) malam.

Dua pasien positif tersebut, kata Johan, disebut pasien 03 dan 04. Pasien 03, laki-laki usia 65 tahun, saat ini di rawat di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Pasien 03 semula berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) rujukan dari RSUD. H. Hanafie Muara Bungo Kabupaten Bungo dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.



Pasien 04 adalah laki-laki usia 35 tahun yang dirawat di RS H. Hanafie Muara Bungo. Sebelumnya, pasien 04 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kontak langsung dengan pasien 03. Untuk saat ini, pasien 01 masih dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dan pasien 02 masih dirawat di RSU H.Thalib Kerinci. (red JOS)


Penulis : Herman

Sukandar Perintahkan Laporkan dan Awasi Orang Datang di Tebo

Surat bupati Tebo perihal laporan pencegahan COVID-19 pada seluruh kades/lurah dikabupaten Tebo/foto Ist

Jambiotoritas.com TEBO – Bupati kabupaten Tebo, Sukandar memerintahkan seluruh lurah dan kepala desa melakukan pengawasan dan melaporkan pendatang yang memasuki kabupaten Tebo. Perintah bupatibitu dituangkan dalam sepucuk surat Nomor : 660/302/GTPC/2020, tanggal 9 April 2020 tentang laporan pencegahan COVID-19.

Isinya, sebagai upaya memutus rantai penularan dan upaya pencegahan COVID-19 dikabupaten Tebo, khususnya dan nasional umumnya. Diminta untuk melakukan pendataan dan melaporkan setiap warga yang baru datang dari luar daerah kabupaten Tebo dihimbau melakukan isolasi mandiri selam 14vhati sejak tiba. Melakukan pengawasan terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri agar tidak keluar rumah untuk hal yang tidak perlu. Kemudian memerintahkan kepala dusun, RT/RW agar mengawasi orang yang baru datang.

Terkait surat Bupati Tebo, Sukandar itu, tentang pelaporan pemerintah desa soal penangangan covid – 19 di kabupaten Tebo. Konsultan dan praktisi hukum menyampaikan agar semua desa- desa yang ada dikabupaten Tebo, agar segera menindaklanjuti surat bupati terkait perintah yang disebutkan dalam surat Bupati tertanggal 9 April 2020 itu.

Sementara itu, disis lain, dikatakan Tomson Purba, menyangkut perintah kepala daerah agar desa menggunakan anggaran desa untuk penanganan penyebaran COVID-19 beberapa waktu lalu. Dia menyarakan kepada kades agar dapat dengan segera melakukan perubahan terhadap APBDes tahun 2020 yang sudah ditetapkan ataupun yang masih dalam bentuk RAPBDes. Namun demikian dia berharap para kepala desa tidak mengkangkangi aturan yang aturan- aturan yang sudah ada.

” Terkait soal pengadaan barang dan jasa di tingkat desa, adalah sesuatu yang berbeda dengan pengadaan yang ada di anggaran Kabupaten atau Provinsi (APBD). Jadi para kades, jangang sungkan – sungkan untuk bertanya langsung kepada Camat sebagai Pengawas dan Pembina langsung dari Desa ataupun konsultan yang membidanginya,” katanya. (red JOS)

Penulis : David

Kapolda : Sama- sama menumbuhkan sifat saling peduli

Kapolda Jambi, Irjen.pol. Firman Santyabudi bersama ketua tim gugus tugas penanganan penyebaran Covid-19, Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto dan Danrem 042/Gapu. Letkol. Elvis Rudy di posko perbatasan Jambi-Riau desa Sungai Badar kabupaten Tanjab barat, Rabu (8/4/2020)/foto Ist.

Peninjauan posko siaga COVID-19 diperbatasan Jambi-Riau, Sungai Badar


Jambiotoritas.com, JAMBI –
Posko terpadu pencegahan penyebaran COVID-19 yang berlokasi di Suban, Desa Sungai Badar, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjungjabung Barat, perbatasan Jambi-Riau hari ini mendapat kunjungan Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Irjen. Pol. Firman Shantyabudi, Rabu (8/4/2020). Bersama Gubernur Jambi, Fachrori Umar dan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Kapolda meninjau langsung kesiapan dan memberikan bantuan pada petugas di perbatasan Jambi-Riau tersebut.

Rombongan tim itu, melakukan pemeriksaan dan persiapan anggota, alat pelindung diri (APD), ruang bilik disinfeksitan dan peralatan medis menanggulangi COVID-19.

” Kami bersama Pak Gubernur datang memastikan posko terpadu di perbatasan Jambi dan Riau ini, siap dan siaga. Terhadap petugas posko yang melaksanakan tugasnya kami memberikan dukungan moral maupun sedikit bantuan,” ujar Irjen.Pol. Firman Shantyabudi.

Setiap pengemudi dan kendaraan yang masuk ke Provinsi Jambi tampak langsung diperiksa oleh petugas. Kemudian petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke mobil dan memeriksa suhu tubuh penumpang. Kapolda Jambi juga mengimbau kepada masyarakat untuk saling peduli dan membantu menghadapi wabah COVID-19.

“Ini dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, agar masyarakat yang dari atau ke Provinsi Jambi aman. Mari kita sama-sama menumbuhkan sifat saling peduli, petugas masyarakat, medis, TNI dan Polri, semuanya bersama-sama,” katanya. (red JOS)

Penulis : Herman


Uji Swab ke Tiga Belum Keluar, PDP 01 Mau Isolasi di Rumah di Jemput TGT

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI – Pasien positif COVID-19, 01 dari Tebo berulah. Keinginannya dan keluarga agar yang bersangkutan menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah pribadi di Kota Jambi. Menjadi sorotan berbagai pihak.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, mengatakan isolasi dirumah atas permintaan keluarga. Dari keterangan Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi kondisi pasien secara klinisnya bagus.

“ Keterangan Dirut RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi (dr. Feri) membenarkan pasien 01 atas permintaan keluarga menjalani isolasi mandiri di rumah,” kata juru bicara Johansyah, Selasa (07/04/2020) malam.

Baca berita terkait : http://www.jambiotoritas.com/2020/03/23/satu-lelaki-jambi-positif-covid-19-identik-sekda-tebo/


Menurut Johansyah, atas keputusan pihak RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi ini. Kadinkes Provinsi Jambi, Samsiran kecewa. Pihak dinas kesehatan akan menjemput kembali pasien dibawa ke RSUD Raden Mattaher.


“ Dinas kesehatan akan menjemput kembali pasien positif 01 ini kembali ke RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Mengingat akan membahayakan orang lain, sementara uji swab/lab keduanya dari pasien 01 ini masih dinyatakan positif. Dan untuk hasil swab yang ketiga saat ini belum keluar,” katanya. (red JOS)

Pasien dalam Pengawasan (PDP) Asal Bungo Uji Sweb

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto ISt

Jambiotoritas.com, JAMBI – Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Johansyah dalam keterangannya membenarkan ada penambahan PDP di RSUD Raden Mattaher yang diambil sample untuk dilakukan uji laboratorium/Swab. Sebelumnya, dikabarkan ada dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Desease atau Covid -19 asal Kabupaten Bungo dilarikan ke RSUD Raden Mattaher untuk mendapatkan perawatan medis disana.


“Kondisinya stabil, uji swab hari ini diambil, 5-7 hari kedepan, baru tahu hasilnya (positif atau negatif-Red),” kata Johansyah, Minggu (5/4/2020).


Dari informasi yang berkembang diduga pasien yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi merupakan pengusaha dan kontraktor ternama di Jambi yang berdomisili di kota Muara Bungo, kabupaten Bungo. Sedangkan pasien PDP satunya merupakan sopir pengusaha tersebut.


Sementara itu, sebelumnya juru bicara gugus tugas penanganan penyebaran Covid-19 kabupaten Bungo, dr. Safarudin Matondang menyatakan pasien yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi membenarkan pasien tersebut telah dilakukan rapid Test. Tetapi kepastian positif COVID -19 belum bisa dipastikan.


” Rapid tes iya, tapi COVID-19 belum dipastikan dan yang bersangkutan sudah minta isolasi di rumah sakit. Sementara keluarganya negatif,” kata Safarudin, di konfirmasi via Whatsapp, Sabtu (4/4/2020) malam.


Dikatakan Kadis Kesehatan Bungo ini, beliau di rujuk dan minta rujuk ke rumah sakit Jambi. Sepengetahuannya, beliau (pasien) juga covid belum positif masih rencana akan tes laboratorium/ swab.


” Yg jelas Tn. X DI RUJUK KE JAMBI DGN STATUS PDP PAK..sebab ada keluhan penyakit lain mungkin pak..kalo yang TN.X dari perumnas minta di isolasi rs biar dia lebih tenang dengan tidak ada keluhan pak..akan di swab juga..bila negatif akan di pulangkan,” jelasnya.(red JOS)


Penulis : David Asmara

Tiba di Jambi, Belasan Calon Perwira Polda Dilakukan Isolasi

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Kuswahyudi Tresnadi/Foto Ist.

Jambiotoritas.com, JAMBI – Pasca pemulangan sejumlah calon perwira Polda Jambi yang masih dalam pendidikan di Sukabumi Jawa Barat. Kini mereka semua tengah melakukan isolasi diri di SPN Kepolisian Daerah Jambi di pondok Meja, kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi.


Menurut kabid Humas Polda Jambi, Kombes. Pol. Kuswahyudi Tresnadi mengatakan setelah dipulangkan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Dia mengatakan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Pandemi Virus Corona atau Covid-19.


“Belasan calon perwira asal Polda Jambi tersebut harus dipulangkan, beserta calon perwira lain yang berasal dari daerah masing-masing untuk mencegah penularan Virus Corona atau COVID-19 di Jawa Barat dan kini mereka diisolasi di SPN Jambi dan sudah menjalaninya beberapa hari lalu,” kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Sabtu (4/4/2020) seperti dilansir Antara di Jambi.


Namun, hingga kini Polda Jambi juga belum mendapatkan informasi terkait ada atau tidaknya calon perwira dari Jambi yang masuk dalam kategori ODP tersebut.


“Untuk saat ini belum dapat datanya, apakah ada perwira kita masuk dalam ODP. Akan tetapi yang pasti semua yang pulang dari Sukabumi, itu langsung kita lakukan isolasi,” kata Kuswahyudi Tresnadi. (red JOS)


Sumber : Antara


Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Salat Tarawih di Rumah

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran PBNU dengan Nomor 3953/C.I.034/04/2020.


Jambiotoritas.com, JAMBI – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama turut melakukan segala cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, PBNU mengimbau kepada warga nahdliyin dan seluruh umat muslim untuk menjalankan salat tarawih di rumah masing-masing pada bulan Ramadan2020.


Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran PBNU dengan Nomor. 953/C.I.034/04/2020. Surat edaran itu dibuat pada Jumat, 3 April 2020 dan diteken oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj serta pejabat PBNU lainnya. Dalam surat tersebut disampaikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, ranting, anak ranting, lembaga dan badan otonom di bawah naungan PBNU, warga nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk senantiasa melaksanakan peribadahan wajib dan memperbanyak amalan sunnah.


Namun ada catatan yang diberikan PBNU yakni melaksanakan salat tarawih dan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

“Termasuk menjalankan saalat tarawih selama bulan Ramadan dan salat Idul Fitri selama pandemi Covid-19 di rumah masing-masing atau sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah masing-masing,” demikian dikutip dari yang tertulis dalam surat edaran yang diterima Suara.com, Jumat (3/4/2020).


Kemudian PBNU juga mengimbau kepada seluruh umat Islam pada umumnya serta warga nadhliyin untuk tetap memperkuat tali silahturahmi dan hubungan sosial antar sesama dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.


Tapi dengan catatan, tetap memberlakukan jaga jarak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. PBNU juga mengimbau kepada seluruh warga nahdliyin agar selalu menaati keputusan, kebijakan, dan imbauan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mengenai mudik lebaran.


Dalam kesempatan itu, PBNU juga meminta kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama membentuk Gugus Tugas Penaggulangan Covid-19.


“Gugus Tugas NU-Peduli COVID-19 bisa dikembangkan ke tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama atau dengan membentuk Relawan-relawan NU-Peduli COVID-19 di tingkat Ranting/Anak Ranting,” demikian tertulis dalam surat edaran tersebut. (red JOS)

Tak Ada Kepentingan ke Kota Jambi, Diminta Pulang

Upaya menekan penyebaran Covid 19 dikota Jambi, pemkot mendirikan posko diaksese enam pintu masuk kota Jambi/foto Ist


Jambiotoritas.com,JAMBI – Akses pintu masuk ke Kota Jambi di enam titik akses jalan di dirikan posko pemeriksaan kesehatan, baik itu warga Kota Jambi sendiri maupun warga dari luar Kota Jambi. Posko di dirikan untuk mencegah penyebaran penularan Virus Corona (COVID-19) di kota Jambi.

” Seluruh warga yang akan masuk ke Kota Jambi akan di skrining awal oleh petugas. Dilakukan pengecekan kesehatan, suhu tubuh dan akan ditanyakan riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir. Jika terdapat warga dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, maka disarankan untuk kembali dan melakukan isolasi,” kata Walikota Jambi, Sy. Fasya, Kamis (2/4/2020).

Apabila diindikasi kondisi fisik dan kesehatan-nya menyerupai penderita COVID-19, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang telah di tunjuk pemerintah untuk melakukan perawatan bagi penderita COVID-19.

Menurut Fasya, keperluan warga yang akan masuk ke Kota Jambi juga akan di tanyakan. Jika ada warga yang hanya main-main ke Kota Jambi tanpa ada keperluan dan kepentingan maka akan dipersilahkan untuk pulang.

“Posko ini tujuannya untuk memastikan warga yang masuk ke Kota Jambi dalam keadaan sehat, sehingga mata rantai penyebaran COVID-19 dapat di putus,” kata Syarif Fasha. (red JOS)***

Praktisi Sarankan Bupati Tebo Siapkan Regulasi Gunakan Dana Desa

Praktisi hukum di kabupaten Tebo, Tomson Purba/foto JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Arahan penggunaan anggaran dana desa yang dimanfaatkan untuk penanganan pandemi COVID-19 perlu diperkuat dengan regulasi sebagai payung hukum dalam pelaksanaannya. Hal itu dikatakan praktisi hukum, Tomson Purba, SH menanggapi pernyataan bupati kabupaten Tebo, Sukandar, yang meminta desa turut menggunakan dana desanya melakukan pencegahan penyebaran pandemi virus Corona saat ini.

” Kita mengapresiasi arahan Pemerintah kabupaten Tebo tentang penggunaan Dana Desa dalam penanggulangan bencana alam Covid -19 di kabupaten Tebo, khususnya di desa – desa. Pemerintah kabupaten juga harus segera membuatkan regulasi sebagai payung hukumnya,” kata Tomson, Selasa (1/4/2020) di Muara Tebo.

Menurut Tomson, pentingnya regulasi harus segera dibuat. Tanpa itu dikhawatirkan akan terjadi diskresi atau penyalahgunaan wewenang oleh para kepala desa terkait realisasi penggunaan anggaran desa tersebut.

” Karena diskresi dalam realisasi anggaran dapat berakibat pidana, seperti kasus yg sudah terjadi di kabupaten yang ujungnya membawa mantan Kadis PMD Tebo ke meja hijau,” ungkap Tomson.

Sebelumnya bupati Tebo Sukandar dalam apel bersama gugus tugas penanganan Covid 19 kabupaten Tebo, Senin (31/3/2020) kemarin. Meminta kepada kepala desa untuk membantu penangananan penyebaran Covid-19 tidak tergantung dengan APBD kabupaten Tebo. Pemerintah desa bisa menggunakan dana desa atau ADD. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Apel Serentak Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jambi Aksi Semprot Disinfektan

Tampak Kapolda Jambi, Drs firman Santyabudi dalam Apel gabungan serentak diseluruh Indonesia, yang difokuskan di Mapolda Jambi/foto Antara


Jambiotoritas.com, JAMBI – Apel bersama gugus tungas penanganan COVID-19 di lapangan Mapolda Jambi, berpola barisan pasukan jaga jarak. Dibawah komando Kapolda Jambi Irjen Pol. Firman Shantyabudi, kemudian dilanjutkan dengan aksi penyemprotan disinfektan secara massal anggota kepolisian bersama satgas gugus tugas ke seluruh sudut Kota Jambi.

Tampak hadir Gubernur Jambi Fachrori Umar, Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy, Wali Kota Jambi Sy Fasha, dan jajaran undangan lainnya. Dalam apel bersama gugus tugas Provinsi Jambi dengan personel Ops Kontijensi Aman Nusa II-2020 Polda Jambi tersebut.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Firman Shantyabudi menyatakan menghadapi wabah corona ini agar tetap mengacu pada kebijakan pemerintah dan saran dari semua pihak. Menurutnya polisi tetap melaksanakan seluruh kegiatan seperti biasa dengan memperhatikan arahan presiden dan pimpinan dalam mencegah penyebaran virus corona.

“Kami diminta aktif bergabung pada gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota. Kepada Bapak Gubernur kami laporkan bahwa apel dan kesiapan pada hari ini dilakukan serentak seluruh Indonesia dan usai apel akan melaksanakan kegiatan ini untuk penyemprotan di wilayah masing-masing,” kata Irjen Pol. Firman.

Firman menyerukan tim penanganan penyebaran Covid tetap menjunjung tinggi semangat untuk koordinasi, semangat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan, semangat melindungi seluruh masyarakat, dan semangat melaksanakan dengan ikhlas.

Sementara itu, Gubernur Jambi menyampaikan terima kasih kepada TNI/Polri yang turut aktif membantu provinsi ini dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Dikatakan Fachrori untuk selalu menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta membatasi aktivitas dan menjaga jarak aman agar terhindar sekalipun tidak menjadi perantara penyebaran virus corona.(red JOS)***

Penulis : Herman

Dikbud Tebo, Pembatalan DAK Fisik Tak Menyentuh Kegiatan DAK Pendidikan

Menkeu surati Pemda, minta pengadaan barang/jasa DAK dihentikan

Kabid pendidikan dasar dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Tebo, Hoirul Akmal/foto JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Informasi penghentian kegiatan fisik DAK oleh kementrian keuangan ditanggapi santai oleh kepala bidang pendidikan dasar dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Tebo, Jambi, Hoirul Akmal. Menurut Hoirul mengatakan menanggapi informasi itu, kata dia, saya tidak membaca secara rinci surat yang dimaksud tersebut.

” Saya tidak membaca amat (rinci) isi surat itu. Yang jelas kami menunggu keputusan surat resmi dari kementrian pendidikan nasional. Kalau ada surat dari kementrian sudah kita terima itu, baru syah,” kata Hoirul, Senin (30/3/2020) dikantornya.

Terkait kegiatan DAK pendidikan dikabupaten Tebo, dinas pendidikan belum membuat Surat Keputusan sekolah penerima DAK yang akan dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah.

” Kita sudah menyiapkan gambar. Dengan informasi pembatalan kegiatan fisik DAK, kita santai saja. Cuma masalah pencairannya nanti belum tahu, sekarang dalam proses,” ucapnya.

Seperti di informasikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan menerbitkan surat kepada seluruh kepada daerah berisi pengunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari APBN 2020. Dalam surat dengan nomor S.247/MK.07/2020 yang terbit pada 27 Maret 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuliskan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang bersumber dari APBN 2020 dihentikan.

Sri Mulyani merincikan suratnya itu yang meminta pengadaan barang jasa seluruh jenis, bidang, dan subbidang DAK Fisik selain bidang kesehatan dan bidang pendidikan dihentikan. Subbidang gedung olah raga (GOR) dan subbidang perpustakaan daerah pada DAK Fisik bidang pendidikan juga diminta untuk dihentikan proses pengadaan barang dan jasanya.

“Bersama ini diharapkan Saudara (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota) dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penghentian proses pengadaan barang dan jasa pada DAK Fisik tersebut,” tulis Sri Mulyani.(red JOS)

Penulis : David Asmara

Gugus Tugas COVID -19 Dapat 50 Juta Bantuan Tunai Dari Fachori

Fachrori tinjau posko Gugus tugas Covid19 provinsi Jambi, Sabtu (28/3/2020) dan memberikan bantuan uang tunai 50 juta/ft. Humas


Jambiotoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, secara langsung menyerahkan bantuan secara pribadi berupa uang tunai sebesar 50 juta rupiah kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Coronavirus disease (Covid) 19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Jambi, Sabtu (28/3/2020).

” Hari ini saya langsung datang ke Posko Penanganan Covid 19 Provinsi Jambi untuk mengecek semua persiapan yang telah dilakukan oleh Tim dalam rangka menangani masalah Covid 19 di Provinsi Jambi. Saya juga memberikan bantuan dana secara pribadi sebesar 50 juta rupiah untuk digunakan sebaik baiknya dalam rangka menangani Covid 19 di Provinsi Jambi,” ujar Fachrori.

Fachrori juga mengharapkan kepada Tim Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi dapat melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya dalam membantu masyarakat Provinsi Jambi menangani masalah Covid 19. “Bekerjalah dengan sungguh sungguh dan ikhlas demi kepentingan masyarakat Provinsi Jambi, karena kita semua mengetahui bahwa Covid 19 ini merupakan wabah pandemi yang telah ditetapkan oleh WHO,” harap Fachrori.

Fachrori juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, selalu cuci tangan dan rajin membersihkan diri, serta berdiam diri di rumah saja, keluar rumah jika ada kepentingan yang sangat mendesak saja guna mencegah penyebaran Covid 19 di Provinsi Jambi.

Pada kesempatan tersebut, Fachrori secara langsung meninjau kesiapan dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi yang sedang melakukan pembuatan cairan disinfektan sebanyak 5.000 liter guna dibagikan kepada masyarakat, yang nantinya masyarakat bisa menyemprotkan cairan disinfektan tersebut di rumasnya masing masing.

Selain itu, Tim Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi juga terus melakukan tindakan penyemprotan cairan disinfektan diberbagai tempat, sebagai salah satu langkah antisipatif dalam mencegah tersebarnya Covid 19 di Provinsi Jambi. (red JOS)***

Cara Baca Hasil Tes Cepat COVID-19, Ini Ulasannya

Bila hasilnya terdapat garis pada indikator C, berarti hasilnya negatif

Alat tes cepat Covid-19/foto Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Pakar sekaligus praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan cara membaca hasil tes cepat COVID-19 yang mudah diketahui oleh masyarakat dengan membedakan dua indkator status positif.

Dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat, (27/3/2020) Ari mengungkapkan bahwa alat tes cepat yang dipesan pemerintah menggunakan sampel darah dengan basis antibodi seseorang yang muncul apabila terdapat infeksi.

Dia memaparkan bahwa penggunaan alat tes cepat yang dipesan pemerintah sebenarnya cukup mudah dilakukan dengan meneteskan sampel darah pasien pada alat tes. Prinsip kerjanya, alat tes cepat tersebut mirip dengan alat tes kehamilan yang biasa digunakan untuk mengetahui status kehamilan dengan menggunakan urine.

Pada alat tes cepat COVID-19 tersebut terdapat tiga garis indikator yang ditandai dengan C, IgM, dan IgG. Hasil tes bisa muncul dalam kisaran waktu 15 menit setelah sampel darah dilakukan.

“Jika setelah 15 menit tidak ada satu garis pun yang muncul dari ketiga indikator, maka tes dinyatakan gagal dan harus diulang. Sementara bila hasilnya terdapat garis pada indikator C, berarti hasilnya negatif,” katanya yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UI.

Namun Ari menjelaskan hasil negatif tersebut belum tentu menyatakan bahwa seseorang itu benar-benar negatif. Karena antibodi tubuh bisa saja belum terbentuk meskipun sudah ada infeksi. Immunoglobulin akan muncul setelah enam atau tujuh hari tubuh terinfeksi oleh virus.

Dia menyebut masa tersebut dalam masa window periode atau masa dimana antibodi tubuh belum terbentuk setelah ada infeksi. Sehingga orang yang mendapatkan hasil negatif harus dites ulang dalam 10 hari mendatang untuk memastikan apakah benar-benar negatif.

Sementara apabila garis muncul pada indikator immunoglobulin M atau IgM, menunjukkan bahwa seseorang berada dalam fase awal infeksi. Jika garis muncul pada dua indikator yaitu IgM dan IgG, maka pasien sedang berada pada fase infeksi aktif.

Sementara jika yang muncul hanya garis pada indikator IgG, dapat diartikan pasien berada pada fase akhir infeksi hingga sembuh atau pernah memiliki riwayat terinfeksi COVID-19.

Ari mengatakan meskipun hasil tes cepat menunjukkan positif, namun tetap harus dilakukan konfirmasi melalui tes molekuler di laboratorium. Pemerintah menyatakan menyiapkan satu juta alat tes cepat untuk melakukan pemeriksaan pada banyak orang. Kelompok yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan dan orang dalam pemantauan (ODP) yang pernah melakukan riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19 di Indonesia. (red JOS)

Sumber : Antara

2.400 Rapit Test Tiba di Jambi disebar diseluruh Rumah Sakit

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Dinas Kesehatan telah menerima sebanyak 2.400 rapid test COVID-19 dari pemerintah pusat. Sementara Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis sudah dijemput ke Jakarta dan akan tiba di Jambi dalam dua hari ke depan.

” Rapid tes itu dan sudah disebarkan di seluruh rumah sakit di Jambi terutama lima rumah sakit rujukan COVID-19,” kata Johansyah, Jumat, (27/3/2020) malam.

Dengan demikian penanganan COVID-19 dengan sarana dan prasarana telah dapat kita lakukan pada hari berikutnya nanti. Beberapa pasien yang diisolasi di RSUD Raden Mattaher Jambi juga sudah dilakukan rapid test dan hasilnya adalah negatif.

Sementara data update, Jumat (27/3/2020) pukul 17.00 WIB yang dirilis Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi, menyebutkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 22 orang. Dari jumlah itu, satu orang positif COVID-19, 10 orang negatif dan tujuh orang menunggu hasil uji lab dan sisanya baru akan dilakukan uji lab. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 sebanyak 1011 orang.

Untuk ODP dan PDP tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jambi dengan rinciannya, Kota Jambi ODP 221 orang dan PDP 12 orang. Kabupaten Tebo ODP 98 orang dan PDP satu orang. Kemudian Kabupaten Bungo ODP 108 orang dan PDP dua orang.

Selanjutnya Kabupaten Kerinci ODP tujuh orang dan PDP satu orang. Kota Sungaipenuh ODP lima orang PDP nihil. Kabupaten Merangin ODP 11 orang PDP nihil. Sarolangun ODP 242 dan PDP nihil.

Kemudian Kabupaten Batanghari ODP 211 orang PDP nihil. Kabupaten Tanjungjabung Timur ODP enam orang dan PDP satu orang. Kabupaten Tanjungjabung Barat ODP tiga orang dan PDP dua orang dan Kabupaten Muarojambi ODP 86 orang dan PDP dua orang. (red JOS)

Penulis : Herman

Se Provinsi Jambi, ODP COVID – 19 Capai Angka 783 orang

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi melansir data update, pada Kamis (26/3/202) sekitar pukul 17.00 WIB, petang. Data terbaru diinformasikan bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 di provinsi Jambi 738 orang.

Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 provinsi Jambi, Johansyah menyebutkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 21 orang. Dari 21 orang tersebut satu pasien dinyatakan positif COVID-19, sembilan pasien negatif dan 11 pasien masih menunggu hasil uji lab/swab.

ODP dan PDP tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jambi. Johans merincinya, Kota Jambi ODP 258 orang dan PDP 11 orang. Kabupaten Tebo ODP 92 orang dan PDP satu orang. Kemudian Kabupaten Bungo ODP 18 orang dan PDP satu orang. Kabupaten Kerinci ODP 18 orang dan PDP tiga orang. Kota Sungaipenuh ODP lima orang PDP nihil. Kabupaten Merangin ODP tiga orang PDP nihil. Sarolangun ODP 242 dan PDP nihil.

Sementara di Kabupaten Batanghari ODP 52 orang PDP nihil. Kabupaten Tanjungjabung Timur ODP enam orang dan PDP satu orang. Kabupaten Tanjungjabung Barat ODP tiga orang dan PDP dua orang dan Kabupaten Muarojambi ODP 62 orang dan PDP dua orang.

Penulis : Herman
editor : David