Imlek di Vihara Sakyakirti Jambi, Polisi Siagakan 350 Personil

Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Jambi, Irjen Pol Muchlis AS MH bersama para pejabat utama dan Kapolresta Jambi, memantau langsung situasi perayaan tahun baru Imlek 2571 di Vihara Sakyakirti yang berada di Stadion Trilomba Juang KONI Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Sabtu (25/1/2020)/foto : Isitimewa.


JAMBI – Kepala kepolisian daerah Jambi Irjen Pol Muchlis AS MH melihat langsung situasi perayaan tahun baru Imlek 2571 di Vihara Sakyakirti yang berada di Stadion Trilomba Juang KONI Jambi, Kota Jambi, Sabtu (25/1/2020). Kapolda memastikan perayaan tahun baru Imlek kali ini aman, Kepolisian terus melakukan pengamanan di beberapa vihara dan klenteng yang ada di Kota Jambi selama perayaan berlangsung.

Menurut Muchlis bahwa perayaan ibadah Imlek di Jambi secara umum berjalan aman, tertib dan sangat kondusif. Umat Tionghoa bisa melaksanakan ibadah perayaan Imleknya.

“ untuk menciptakan situasi aman pada perayaan Imlek ini, personil yang disiagakan dalam rangka perayaan ibadah Imlek. Polda Jambi dan Polresta jajaran menyiagakan sebanyak 350 personil ditambah tim Gegana Brimob Polda Jambi yang turut membantu melakukan sterilisasi tempat ibadah,” katanya

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS MH juga menghimbau kepada masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati serta menjaga toleransi antar umat beragama. Usai melaksanakan ibadah perayaan tahun baru Imlek di Vihara Sakyakirti Jambi. Kapolda bersama keluarga keluarga keturunan Tonghoa melakukan foto bersama. (red JOS)

Proyek Swakelola Diknas Diduga Langgar Permenkeu

Proyek Swakelola Diknas Provinsi Jambi Lampau Tahun Anggaran

Proyek RKB SMK 3 Bungo di pelepat ilir kabupaten Bungo yang belum selesai pekerjaannya/foto : JOS


Jambiotoritas.com, BUNGO – Pembangunan swakelola ruang kelas baru SMKN 3 Pelepat Ilir anggaran APBD Provinsi Jambi TA 2019 lebih dari Rp. 402 Juta lebih tampak belum selesai pengerjaannya. Menurut Rahmat Hidayat, kepala sekolah disana, mengatakan, pekerjaan pembangunan RKB disekolahnya dilakukan addendum.

” Tidak ada masalah, memang pencairan dananya dari provinsi yang lambat. Ada Addendum pekerjaannya sampai 31 Januari 2020 ini,” kata Rahmat, usai rapat dengan wali murid, Jum’at (24/1/2020) siang.

Rahmat menyatakan tidak mengetahui persis proses pembangunan dan pencairan anggarannya. Pembangunannya masih tanggungjawab kepala sekolah yang lama.

” Saya baru dua minggu disini, itu masih tanggungjawab pak Agus,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Gubernur Alokasikan 5.8 M, Untuk Perkemahan Wirakarya 2020

Jamuan makan pagi gubernur Jambi bersama Sekjed Karnas, Bachtiar dirumah dinas Gubernur Jambi, Kamis (23/1/2020)


Jambiotoritas.com, JAMBI – Perkemahan Wirakarya Nasional direncanakan dilangsungkan di dua lokasi Bumi perkemahan Sungai Gelam Abdul Rahman Sayoeti, kabupaten Muaro Jambi dan Bumi Perkemahan kabupaten Batanghari. Dijadwalkan pelaksanaan pada 24 Oktober hingga 4 November 2020 mendatang. Salah satu bentuk kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi ditunjukkan dengan pengalokasikan dana Rp.5,8 miliar untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum menyatakan sebagai tuan rumah, provinsi Jambi siap menyukseskan program lima tahunan Kwarnas. Nantinya, Bumi Perkemahan di Sungai Gelam dan sub camp kegiatan PW Nasional ini juga direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Batanghari.

”Saya sampaikan bahwa Jambi merupakan provinsi yang sedang berkembang dan memerlukan dukungan dari pusat terutama dalam dukungan pembiayaan. Dan direncanakan kegiatan ini selain di Bumi Perkemahan di Sungai Gelam dan sub camp kegiatan PW Nasional ini juga direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Batanghari. Untuk penunjukan dan kepastian Kwarnas sangat diperlukan, sehingga Kabupaten Batanghari dapat mempersiapkan tempat dan lainnya. Karena tim Kwarnas telah tiga kali melakukan survei lokasi main camp dan sub camp PW-Nas ini,” ungkap Fachrori, kepada Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka, Mayjend (Purn) Dr.H.Bachtiar,S.IP,M.AP, Kamis (23/1/2020) pagi, di rumah dinas Gubernur Jambi.

Perkemahan Wirakarya (PW) Nasional adalah pertemuan Pramuka Penegak atau Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara regular.

Sementara itu, Sekjend. Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjend (Purn) Dr.H.Bachtiar, S.IP,M.AP menyatakan Kegiatan ini skopnya nasional dengan tujuan bagaimana melatih pemuda dan pemudi kita terkait pengabdian kepada masyarakat. kita melihat langsung persiapan Pemerintah Provinsi Jambi. Dan meninjau langsung lokasi bumi perkemahan serta prasarna dan sarananya.

“ Kehadiran kami di sini untuk meninjau persiapan perkemahan Wirakarya Nasional Tahun 2020, rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di akhir bulan Oktober sampai minggu pertama November. Kita akan lihat lokasinya bersama Gubernur sebagai Kamabida Gerakan Pramuka Jambi, ” ucap Bachtiar.

Kakwarda Jambi H. Sudirman,SH,MH menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi dan Kwarda terus melakukan persiapan untuk menyukseskan kegiatan PW Nasional ini. Gubernurdan mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini nantinya.

” Gubernur Jambi memberikan kontribusi yang luar biasa. Beliau mengalokasikan dana Rp 5,8 miliar untuk kegiatan PW nasional yang dialokasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana bumi perkemahan. Alhamdulilah, dari sejak Provinsi Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah, kita sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari,” jelas Sudirman yang kini menjabat Pj. Sekda ini.

Dikatakan dia, Kwarda berikan apresiasi kepada Kwarnas dan juga Pemerintah Provinsi Jambi terutama Bapak Gubernur yang telah memberikan dukungan kepada Kwarda Jambi. (red JOS)

Proyek Revitalisasi Pasar Desa Masih Berproses

Kondisi proyek pembangunan pasar kembang di desa suka damai kec. Rimbo Ulu kabupaten Tebo, pada 19 Januari 2020/ft. JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Proyek revitalisasi pasar kembang anggaran Kemendes, PDT dan Transmigrasi senilai Rp. 170 juta di desa Suka Damai kecamatan Rimbo Ulu kabupaten Tebo hingga hari ini masih berproses. Camat Rimbo Ulu, Tuslam menyatakan ada dispensasi dari kementrian desa, PDT dan Transmigrasi mengenai pelaksanaan penyelesaian kegiatan hingga melewati batas waktu tahun anggaran per 31 Desember 2019.

Dikatakan Tuslam bahwa revitalisasi pasar itu merupakan pengalihan anggaran dari kabupaten kerinci, dengan alasan disana karena nggak ada lokasi. Ceritanya pada akhir November 2019 kami diminta masukkan proposalnya.

” Pelaksanaan pekerjaan tidak mungkin selesai akhir tahun anggaran per 31 Desember 2019. Sesuai petunjuk dari sana, yang penting dana sudah dibelanjakan sebelum 31 desember 2019, termasuk pembayaran pajak sebelum 31 Desember sudah dibayar,” kata Tuslam meyakinkan ketika dihubungi via ponselnya, Senin (20/1/2020).

Menurut dia dana dari kementrian masuk ke rekening desa pada 26 Desember 2018. Kemudian langsung dibelanjakan keesokan harinya (27/1/2020). Pajak juga dibayarkan pada 31 Desember 2019. Bahan material semua ada ditoko dan material kayu ada bangsal semua.

” Kalau ada yang ngomong saya kerja sendiri tidak melibatkan perangkat desa Suka Damai. Itu yang ngomong itu orang gila tetangga saya sendiri. Dia kan kata pintar ngomong, katanya kan, sudah lima minggu, itukan gila. tapi kan belum sampai waktunya inikan baru (20/1/2019),” ucap Tuslam.

Intinya bangunan itu dapat bermanfaat untuk masyarakat.
Semua itukan membutuh proses, bukan kayak loro jongrang. Penyelesaiannya tetap sesuai hari kerja (HOK). Sebagai ketua tim pelaksana dan Plt. Kepala desa suka damai bertanggungjawab sampai akhir pekerjaan.

” Laporan progres kemajuan fisik pekerjaan mulai 10, 25, 50, 75 dan 100 persen itu saya laporkan langsung ke pihak kementrian,” tegasnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Tebo Belum Miliki Payung Hukum Meterologi Legal


Ilustrasi petugas melakukan tera ulang timbangan


Edi Sopian : Tidak ada target penerimaan PAD

Jambiotoritas.com, TEBO – Pelaksanaan kebijakan Tera ulang timbangan dikabupaten Tebo tahun 2020 belum dapat memberikan kontribusi penerimaan bagi daerah. Kondisi ini dikarenakan belum ada payung hukum yang mengatur retribusi dari sektor ini.

Menurut kepala bidang bidang perdagangan dinas perindustrian perdagangan tenaga kerja kabupaten Tebo, Edi Sopian menyatakan pemerintah baru menjajaki kerjasama (MoU) dengan pemerintah kota Jambi dan kabupaten Merangin karena keterbatasan alat yang dibutuhkan. Tapi kebijakan ini memang tidak ada kontribusi bagi masuknya PAD kabupaten Tebo.

” Karena memang sementara ini alat khusus meterologi yang dimiliki belum memadai masih tergantung dengan dua daerah yang menjalin MoUnya. Tentu saja biaya retribusi dari tera yang kita lakukan retribusi alatnya masuk ke Merangin/Bangko,” kata Edi Sopian, Jum’at (17/1/2020).

Dikatakannya bahwa kondisi ini sebagai konsekuensi belum disahkannya payung hukum (Ranperda) kabupaten Tebo tentang Meterologi legal. Namun, keuntungan bagi pemkab Tebo bisa mendapat informasi dan data untuk dilakukan pemantauan pelaku usaha.

Tetapi saat ini kita sudah punya satu orang petugas tera, dia juga menjabat kepala seksi perlindungan konsumen dan kemeteorlogian di dinas Perindagnaker Tebo. Sementara saat ini kita tinggal menunggu sertipikat lisensi pegawai berhak (kompetensi) yang dikeluarkan dari direktorat meterologi di Bandung.

Dia mengatakan pemkab baru memiliki kesedian alat Tera timbangan pasar saja. Dan termasuk untuk Tera POM bensin. Tetapi untuk Tera Tengki mobil itu termasuk alat khusus yang belum ada.

” Jadi Belum ada target penerimaan untuk penerimaan PAD dari kebijakan Tera ulang timbangan yang dilakukan tahun ini. Karena masih baru, jadi memang belum ada Perdanya dan terbatasnya peralatan kita,” katanya. ( red JOS)

Penulis : David Asmara

Proyek RS Tipe D di Kuamang, Rekanan Menjalani Denda

Gedung rumah sakit Pratama tipe D yang dibangun pemkab. Bungo melalui DIPA dinas kesehatan kabupaten Bungo tahun anggaran 2019 yang tidak selesai sesuai kontrak selama 120 kalender/foto : JOS


Jambiotoritas.com, BUNGO – lkhwal keterlambatan rekanan dinas kesehatan kabupaten Bungo pada pekerjaan pembangunan rumah sakit Pratama tipe D di dusun Purwasari (eks TPA) kecamatan Pelepat Ilir menjadi sorotan. Seyogyanya pelaksana CV. Dulvan Dwi Jaya sesuai kontraknya wajib menyelesaikan pekerjaan pada 26 Desember 2019 (120 hari kalender).

Menurut kepala dinas kesehatan kabupaten Bungo, Syafarudin Matondang mengatakan sumber dana pembangunannya dari APBD murni bukan bersumber dari dana alokasi khusus. Terhadap rekanan sudah dibuat aturan dendanya. Hanya saja dia tidak menyebutkan alasan pemberian addendum terhadap rekanan.

Berita terkait : Proyek RS Tipe D Kuamang Kuning Belum Rampung

Dia menyatakan lebih bagusnya dikonfirmasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) Syamsuri dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dengan Mardiansyah. Soal bagaimana proses addendumnya itu.

” Ada baiknya konfirmasi dengan mereka. karena kemarin, saya habis cuti. Baiknya konfirmasinya dengan mereka saja, pak,” kata Safarudin Matondang ketika di hubungi via selulernya, Kamis (16/1/2020) siang.

Sementara itu PPTK dinas kesehatan Bungo, Mardiansyah belum dapat memberikan konfirmasi soal proyek yang dimaksud. Dia beralasan sedang berada di Palembang dalam urusan keluarga.

” Saya sedang dirumah sakit di Palembang. Anak saya sedang sakit,” ucapnya, singkat ketika dihubungi.

Terpisah pekerja yang mengaku berasal dari provinsi Riau yang dijumpai dilokasi pembangunan gedung rumah sakit, Kamis (16/1/2020) pagi, mengatakan baru satu minggu bekerja memasang rangka kusen almunium untuk jendela dan pintu kaca. Tetapi soal kapan waktu selesai pekerjaan yang dilakukan tergantung yang diatas.

” Saya tidak tahu kontraktornya, saya cuma tahunya induk semang saya pak Budi. Soal kontrak kerja saya tidak tahu, kami hanya kerja membuat kusen ini,” ucap salah satu pekerja disana. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Proyek RS Tipe D Kuamang Kuning Belum Rampung

Wakil bupati Bungo Syafrudin Dwi Aprianto ketika meninjau kondisi fisik pembangunan RS pratama tipe D di dusun Purwasari pada 23 Oktober 2019. ironisnya hingga Januari 2020 pekerjaan fisiknya belum selesai/foto : NMC berita


Jambiotoritas.com, BUNGO – Pekerjaan konstruksi proyek dinas kesehatan kabupaten Bungo pada paket pembangunan Rumah Sakit Pratama tipe D Kuamang Kuning, di dusun Purwasari kecamatan Pelepat ilir belum rampung dikerjakan. Pekerjaan yang dikerjakan CV. DUPAN DWI JAYA dengan nilai kontrak Rp 1.779.552.899,65 hingga 9 Januari 2020 masih terlihat belum selesai.

Pantauan Jambiotoritas.com dilapangan para pekerja masih terlihat sibuk melaksanakan beberapa item pekerjaan yang terlihat masih ‘berantakan’ dilokasi eks TPA dusun Purwasari. Dilihat dari laman LPSE kabupaten Bungo, pekerjaan yang didanai APBD kabupaten melaui DIPA dinas kesehatan itu waktu kontrak berjalan sekitar tanggal 23 hingga 28 Agustus 2019. Namun hingga lewat tahun anggaran 2020 pekerjaan proyek itu masih berlangsung.

“ Terkesan proyek dinas kesehatan tersebut kurang mendapatkan pengawasan dari pihak terkait. Sudah lewat tahun anggaran pekerjaan belum selesai,” ujar warga yang melintas disana. Sementara itu pihak terkait dalam hal ini dinas kesehatan kabupaten Bungo belum terkonfirmasi. (bersambung) (red JOS)

Penulis : David Asmara

Tiba di Jambi, Kajati Jambi di Sambut Forkompinda

Kajati Jambi, Judhy Sutoto (kiri), Plh Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto di bandara STS Jambi Minggu (29/12/2019/foto : Humas


Jambiotoritas.com, JAMBI – Pemerintah provinsi Jambi menyambut kedatangan kepala kejaksaan tinggi (Kejati) Jambi di bandara Sultan thaha Syaifudin Jambi, Minggu (29/12/2019). Pelaksana harian (Plh) sekretaris daerah setda Provinsi Jambi, Sudirman mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Provinsi Jambi kepada Kepala Kejati Jambi yang baru, Judhy Sutoto, SH. MH.

“Hari ini, Bapak Judhy Sutoto baru tiba di Jambi dan baru mulai melaksanakan tugasnya. Seperti yang kita ketahui bersama, Bapak Judhy Sutoto menggantikan Kepala Kejati Jambi yang lama yaitu Ibu Andi Nurwinah,” ujar Sudirman.

Dikatakan Sudirman, pemerintah provinsi Jambi bersama Kejati Jambi dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi akan mempersiapkan penyambutan kedatangan Jaksa Agung pada tanggal 05 Januari 2020 dalam rangka menghadiri Hari Ulang Tahun ke 63 Provinsi Jambi pada tanggal 06 Januari 2020.

“Jadi nanti kita sama sama akan mempersiapkan kedatangan Bapak Jaksa Agung yang akan hadir pada ulang tahun Provinsi Jambi. Selanjutnya, akan ada rangkaian kegiatan lainnya yaitu pisah sambut dengan Kepala Kejati Jambi yang lama yaitu Ibu Andi Nurwinah, waktunya mungkin nanti akan segera ditentukan setelah ulang tahun Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Sudirman mengharapkan, agar dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Kejati Jambi yang baru bisa lebih meningkatkan lagi sinergi dengan unsur Forkopimda Provinsi Jambi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Kita berharap kepada Bapak Judhy Sutoto bisa lebih bersinergi dengan semua unsur Forkopimda Provinsi Jambi dalam rangka membangun Provinsi Jambi secara bersama sama menjadi lebih baik lagi kedepannya,” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut selain Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman,SH,MH. Juga hadir bersama Kapolda Jambi, Irjen Pol.Drs.Muchlis AS,MH, Danrem 042 Garuda Putih, Kolonel Arh.Elphis Rudy,M.Sc.,SS dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto,S.Hi.,M.Si. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Rio Sarwan Upayakan Pacu Pembangunan di Bangunharjo

Prioritas program pembangunan sarana air bersih dusun Bangunharjo kec. Pelepat ilir kabu. Bungo dengan dana desa TA 2019/ft. Ist


Jambiotoritas.com,BUNGO – Pemerintah dusun Bangunharjo, kecamatan Pelepat Ilir kabupaten Bungo tengah terus memacu pembangunannya. Sejauh ini anggaran yang tertuang dalam APBdus senilai hampir 1,7 milyar dimanfaatkan untuk pembangunan insfrastruktur yang menyasar langsung kebutuhan masyakarat dalam bentuk program prioritas anggaran pemerintah dusun Bangunharjo.

Melalui anggaran dana desa (APBN) dan Alokasi dana desa (ADD), Gerakan desa membangunan (APBD) kabupaten Bungo yang menjadi sumber APBdus pembangunan fisik tahun aggaran 2019 sudah dirampungkan pekerjaannya. Menurut Rio Dusun Banugnharjo, Sarwan menyampakan sumber pendanaan pembangunan didusun Bangunharjo diperoleh dari DD, ADD, ditambah GDM hingga bantuan dari pemerintah provinsi Jambi. Pemerintah dusun sudah menyelesaikan pembangunan Turap penahan tanah dijalan Jujuhan, dan pembangunan drainase sepanjang 500 meter yang tersebar dibeberapa kampung.

pembangunan kantor Rio Dusun Bangunharjo dari anggaran GDM APBD kab. Bungo/ft. Ist


Masih dikatakannya, Pemerintah dusun menyadari keterbatasan sumber air bersih yang ada. Apalagi bila merasakan kondisi musim kemarau panjang yang dialami selama ini. Sebahagian dana desa dialokasikan membangun tower air dan membangun pipanisasi sarana air bersih untuk masyarakatnya sepanjang 2.424 meter senilai Rp. 350 juta. Untuk system pengelolaan sehingga ada rencana income yang diterima dari masyarakat sudah terbentuk tim pengelolanya. Dengan satu ketetapan biaya Rp.2000.M3 ditambah Rp 5000/berbulan yang sudah disepakati sehingga dana yang dikumpulkan dari nilai pemakaian dimanfaatkan untuk biaya – biaya perawatan dan pengembangan jaringan nantinya.

“ Sekarang sudah tersalur ke rumah penduduk sebanyak sambungan rumah (SR) 150 KK yang tersebar di jalan Kubang Ujo, jalan Hitam Ulu, dan jalan Singkut. Masih akan ditambah lagi sambungan (SR) targetnya 50 (SR) untuk tahun 2019. Kita lakukan ini secara bertahap. Karena bantuan tower air kapasitasnya belum memadai untuk menjangkau secara keseluruhan. Salah satu rencana yang akan dilakukan pemerintah dusun nanti akan memanfaatkan sumur pompa di jalan Rimbo Bujang. Untuk mendukung itu, usulan pembangunan tower tambahan tahun 2020 sudah disetujui dinas PUPR Bungo, Insha Allah tahun depan bisa diselesaikan,” ungkap Sarwan.

Selain itu, pembangunan kantor desa sebilai Rp. 160 juta dari sumber dana GDM yang direncakanan dilakukan dua tahap, tahapan pertama sudah selesai di bulan Desember 2019 ini. Nanti pekerjaan lanjutannya tinggal pembangunan plafond dan pemasangan keramik lantai bangunannya.

“ Kelanjutannya akan dilaksanakan tahun anggaran 2020 nanti. Dari 250 juta dana GDM, tidak semua dibangun untuk fisik, sebagian lagi ada alokasi dana pengadaan bibit tanaman buah 400 batang untuk diserahkan langsung ke masyarakat untuk ditanam dan sekitar 45 jutaan lagi digunakan membiayai honor guru ditiga sekolah Madin di Bangunharjo,” jelasnya.

Pembangunan drainase sepanjang 500 meter dari anggaran dana desa /ft. Ist


Disamping pembangunan fisik yang ada, pemerintah dusun Bangunharjo juga mengaloksikan dana untuk sektor usaha kecil produktif dengan memberikan bantuan kolam terpal, bibit ikan lele dan pakan untuk usaha ternak produktif masyarakat. Tujuannya untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kita. Usaha ini sifat bergulir, ada kewajiban petani ini mengembalikan dana memalui hasil produksinya yang sudah ditetapkan. Dana yang kembalikan tersebut nanti dimanfaatkan untuk membantu petani yang lain. (red JOS/ADV)

Penulis : David Asmara

Jambore Pramuka SMPN 2 Tebo Sukses Lantik Siaga ke Penggalang

Foto kegiatan Jambore pramuka SMPN 2 tahun 2019/ft. Ist


Jambiotoritas.com, TEBO – Kegiatan Pramuka di SMPN 2 Kabupaten Tebo menjadi kegiatan wajib disekolah itu. Kegiatan perkemahan menjadi rutunitas tahunan bagi siswa/siswinya. Pembukaan kegiatan kemah pramuka tahun ini diadakan lebih meriah dengan kegiatan, seperti Drum Band, Tari Sekapur Sirih hingga dimeriahkan pula dengan penampilan pencak silat PPS ALHIKMAH KEMBANG ISLAM.

Pembina pramuka SMPN 2 Teluk Kuali, H. Khaidir mengatakan kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. Dengan harapan dapat menciptakan generasi penerus bangsa berjiwa pramuka.

” Kegiatan pramuka disini ditekankan pelatihan siswa setiap Minggu. Hasilnya, sudah banyak anak- anak berprestasi di bidang ekstrakulikuler dibidang seni rupa, tari, drama dan lainnya. Tapi sayang kegiatan positif ini kurang ditanggapi pemerintah,” kata Khaidir.

Hal ini dapat dilihat dari acara – acara yg berlangsung selama ini setiap tahun mengadakan acara perkemahan dan mengundang pihak pemerintahan tapi selalu saja nihil tanggapan dari pihak- pihak tersebut.

H. Khaidir berharap agar seluruh elemen pemerintahan memberikan perhatiannya, demi untuk kemajuan bersama karena generasi muda yang berkarya adalah aset terbesar bagi bangsa. Menurut dia, pemerintah berkewajiban mendukung semangat para siswa dan siswi untuk terus maju berkarya dan berkarya lagi.

” Karena itu tolong berikanlah tanggapan positif pada kegiatan kami disekolah ini. Selama kegiatan tersebut bermanfaat untuk membangun jiwa dan kepribadian NKRI. Pelatihan pramuka dan kegiatan perkemahan akan terus berlanjut di sini. Sehingga akan menciptakan generasi generasi pemuda yang berakhlak mulia,” katanya. (red JOS)

Lima Jenazah Penambang Emas Liar Korban Longsor di Evakuasi

Lokasi tambang/ft. Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Tim SAR menghentikan pencarian korban longsor di lokasi penambangan emas liar di Desa Pulau Baru, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Senin (23/12/2019). Penghentian pencarian setelah TIm SAR menyisir lokasi longsoran dan menemukan lima jenazah korban.

“ Tidak ada lagi korban lain yang ditemukan setelah semua lokasi longsor digali. Sebelumnya disebutkan ada lima orang korban tertimbun longsor. Kami temukan dalam pencarian hari ini hanya empat korban,” kata Kepala SAR provinsi Jambi, Ibnu Harris Al-Hussain, Senin (23/12/2019).

Hanya ditemukan lima penambang yang tertimbun dilokasi longsor. Satu korban tewas ditemukan pada hari Minggu(22/12/2019) dan empat korban baru dievakuasi pada Senin (23/12/2019), pencarian korban sudah dihentikan.

” Seorang korban yang disebutkan ikut tertimbun diperkirakan selamat dan melarikan diri bersama puluhan rekannya. Sesaat ketika longsor terjadi di lokasi penambangan,” sebut Harris. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Bakti Sosial Srikandi PP Tebo, Bersihkan Makam Pahlawan Nasional STS di Tebo

Ketua DPC Srikandi PP Tebo bersama pengurus dan Bujang Tebo 2019 menyerahkan bantuan alat pembersih kepada penjaga makam STS di Muaro Tebo/ft. JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Memperingati hari ibu ke 91 tahun 2019, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Tebo, Minggu (22/12/2019) gelar bakti sosial membersihkan makam Pahlawan Nasional Jambi, Sultan Taha Saefudin (STS) di kelurahan Muara Tebo, Kota Muara Tebo.

Menurut ketua DPC Srikandi PP Tebo, Ramayani menyebutkan bahwa kegiatan bakti sosial di kabupaten Tebo yang digelar oleh organisasi yang dipimpinnya ini dilaksanakan secara serentak se Indonesia.

“Sesuai dengan instruksi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Srikandi PP Indonesia, hari ini seluruh pengurus Srikandi PP menggelar kegiatan bakti sosial secara serentak, dan untuk Tebo kita memilih makam pahlawan nasional STS yang ada di Tebo, karena melihat kondisinya yang kurang terawat,” terang Ramayani kepada wartawan. Diapun membeberkan alasannya, kenapa DPC Srikandi PP Tebo memilih makam STS dalam rangkaian bakti sosial tahun ini.

“Jujur kami seluruh pengurus Srikandi PP Tebo sendiri sangat kaget mendengar penjelasan dari penjaga makam tentang kondisi makam pahlawan nasional Jambi yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi kondisinya kurang terawat seperti sekarang ini,” jelas Ramayani lagi.

Usai menggelar kerja bakti membersihkan makam, DPC Srikandi PP Tebo menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan berupa sapu dan alat pel kepada penjaga makam.

“Bantuan kami memang tidak seberapa, tapi inilah bentuk kepedulian kami terhadap pahlawan Jambi yang sudah ikut berjuang merebut kemerdekaan bangsa ini, dan semoga makam STS ini kedepannya lebih diperhatikan oleh pemerintah baik itu Pemkab Tebo maupun Pemprov Jambi, karena sebagai bangsa yang besar sudah selayaknya kita menghargai pahlawan yang sudah berjuang merebut kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini,” tegasnya.

Sementara itu, Hamdan penjaga makam STS berterima kasih kepada DPC Srikandi PP Tebo. Bahkan berharap kedepan dukungan semua lapisan masyarakat dan pemerintah kabupaten Tebo dapat memberi solusi yang dihadapi.

“Semoga semakin banyak ormas dan masyarakat yang peduli dengan keberadaan makam ini nantinya, bukan kami tidak mau merawatnya seperti menebas rumput, tapi biayanya saya tidak punya, dan semoga segera ada solusinya dari pihak pemerintah,” ucap Hamdan.(red JOS)

Penulis : David

Penambang Emas Ilegal di Batang Masumai Tertimbun Longsor

Lokasi tambang/ft. Ist


Jambiotoritas.com, MERANGIN – Warga desa Pulau baru kecamatan Batang Masumai kabupaten Merangin, Jambi tertimbun tanah longsor didaerah pertambangan emas ilegal disana. Penambangan emas ilegal di kabupaten Merangin yang kerap menimbulkan korban jiwa, kini terulang kembali.

Di desa Pulau Baru kecamatan Batang Masumai tersebut, sebuah tambang emas ilegal mengalami longsor, hingga menimbulkan korban enam orang penambang tertimbun, Sabtu (21/12/2019) petang, sekitar pukul 16.30 wib. Informasinya seorang warga desa itu, Yusuf dan lima warga luar kabupaten Merangin, Jegek, Dosol, Dedok, Eko dan Danang menjadi korban tertimbun tanah longsor.

” Anggota sedang proses evakuasi. Dalam proses evakuasi tim terkendala cuaca yang tifak mendukung. Sehingga untuk menempuh kelokasi dengan roda empat dan dua susah dan akan dilanjutkan esok hari,” kata Kapolres Merangin AKBP M Lutfi, Sabtu ( 21/12/2019).

Lutfi belum dapat memastikan jumlah korban tertimbun yang terjadi. Perlu bantuan alat berat untuk pencarian korban terlebih sulitnya medan ke lokasi.

” Para korban berada di dalam tanah, harus pakai alat berat. Tidak bisa secara manual. Kita juga sudah komunikasi dengan pihak BPBD Jambi untuk bisa saling membantu para korban,” katanya. (red JOS)

Editor: David Asmara

Wakil Ketua Dewan Pers Sebut Jadi Korban Hoaks, Soal Larangan Media Nonverifikasi Kerjasama Pemda

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun saat melakukan sosialisasi Indeks Kebebasan Pers 2019 di Hotel Best Western, Banjarmasin, Kamis(19/12/2019)


Jambiotoritas.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun meluruskan ihwal larangan media nonverifikasi bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) terkait pemberitaan.

Dalam pemberitaan yang marak beredar sebelumnya, Dewan Pers disebut bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melarang Pemda bekerja sama dengan media yang belum terdaftar di lembaga independen itu.

Dikatakan Hendry, Dewan Pers tidak pernah mengatakan itu. Pada perjalanannya, hal ini adalah sebuah kesalahan pada pemberitaan.

Bekas jurnalis harian Kompas itu pun kaget. Ia merasa tak pernah memuat pernyataan itu. Baik judul maupun isi berita pun tidak sama.

“Saya sebagai narasumber juga menjadi korban hoaks [soal pelarangan media],” sebutnya.

Menurut Hendry, Dewan Pers memperbolehkan media massa bekerja sama dengan siapa pun, termasuk pemerintah daerah.

“Bagaimana Dewan Pers mengatur perusahaan? Kami hanya mengurusi konten. Bukan mengurusi perusahaan pers,” terangnya.

Dewan Pers tidak mengatur bentuk badan hukum media harus perseroran terbatas (PT) atau seperti apa.

Hanya saja, kata Hendry apabila terjadi risiko, gugatan hukum atau sengketa pers, perusahaan media massa itu mesti bisa bertanggungjawab sendiri.

“Bahkan kami dituding, Dewan Pers itu berselingkuh dengan BPK sehingga setiap pemda itu khawatir jika bekerja sama dengan media tanpa terverifikasi,” ujar Hendry.

Memang beberapa daerah di Indonesia memiliki aturan itu. Contoh saja seperti Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bangka Belitung. Pemda sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur kerja sama dengan media maka perlu verifikasi Dewan Pers.

“Verifikasi kepada media itu adalah sebagai legalitas media massa termasuk dalam pengawasan Dewan Pers, dan Dewan Pers bertugas mengawasi setiap media menjalankan kode etik jurnalistik. Untuk kerja sama sepenuhnya hak Pemda dan media,” ujarnya.

Untuk diketahui, Hendry CH Bangun datang ke Banjarmasin, Kalsel, untuk melakukan sosialisasi Indeks Kebebasan Pers 2019.(red JOS)

Sumber : apahabar.com

Proyek Sarpras PDAM Bernilai Milyaran Dikabupaten Bungo di Sorot

Mesin intake PDAM Pancuran Telago Muara Bungo/ft/ Ist


Jambiotoritas.com, BUNGO – Proyek pengadaan Booster dan pemasangan jaringan pipa dan Aksesoris dana APBD Provinsi Jambi senilai Rp. 5,5 Miliar baru di mulai pekerjaannya. Begitu juga pekerjaan pengadaan pompa dan aksesories intake IPA Sungai Pinang yang di danai APBD Kabupaten Bungo senilai Rp. 701 juta hingga saat ini belum terlaksana

Dipertanyakan terkait pengadaan booster dan jaringan pipa senilai Rp. 5,5 Miliar itu, pihak PDAM Bungo melalui kepala bagian Produksi PDAM Pancuran Telago Muara Bungo, Raden menyatakan pekerjaan pengadaan tersebut baru berjalan.

“ Sepengetahuan kami pekerjaan jaringan pipa yang dari provinsi Jambi baru di mulai pekerjaannya,” ungkap Raden, Minggu ( 8/12/2019) pekan lalu,seperti dilansir Bungo News

Selain itu dikatakannya, bahwa pekerjaan pengadaan Pompa dan aksesoris PDAM Pancuran Telago Muara Bungo yang di kerjakan oleh CV. Intan Bangun Persada senilai Rp. 701 Juta belum di laksanakan.

” Tahun anggaran 2019 ada pekerjaan pengadaan pompa dan aksesories termasuk di unit PDAM sungai pinang namun hingga saat ini belum di laksanakan,” ucap Raden

Sementara itu secara terpisah, pelaksana proyek pengadaan booster dan jaringan pipa dari provinsi Jambi mengakui keterlambatan pelaksanaan pekerjaan di Bungo. Alasaannya karena pihaknya masih menyelesaikan pekerjaan proyek PDAM di kota Jambi dan di Batanghari.

” ya pak, bos kami menyelesaikan pekerjaan di Kota dan di Kabupaten Batanghari karena itu lah pekerjaan di Bungo terlambat di kerjakan, ” kata pelaksana proyek sembari menyarankan supaya menghubungi pimpinannya.

Menurutnya untuk pekerjaan jaringan pipa dikabupaten Bungo terdapat beberapa titik pekerjaan termasuk kelurahan Manggis dan lubuk Tenam sepanjang 1.200 meter. Dan masih masih ada lagi pekerjaan di tempat lain. (red JOS)

Jambi Kini Miliki Lembaga Survei Dengan Instrumen Teknologi IT


Tim ADRC Jambi

Tim Lembaga Survei ADRC Saat Acara Peresmian Kantor Lembaga Tersebut/Foto, Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Sebuah lembaga bernama Survey Aksara Data Research Center (ADRC)
hadir di provinsi Jambi. Lembaga ini menggunakan instrumen analisis data berbasis smartphone/perangkat pintar pertama di Jambi. Memiliki tim peneliti yang berskala nasional bahkan internasional.

Pada konferensi Pers dalam rangka peresmian kantor Lembaga Survei Aksara Data Research Center (ADRC) yang berkantor di Jl. Pangeran Hidayat Paal V, Perumahan Taman Adipura Indah Blok C. 20, Kota Jambi. Direktur Yayasan ADRC, David Hadiosman mengatakan lembaga survei yang Ia dirikan bersama teman-temannya ini merupakan lembaga yang telah berbadan hukum resmi. ADRC memiliki tim peneliti terpercaya yang sejajar dengan peneliti lembaga survei skala nasional, berpengalaman di bidangnya masing-masing hingga tim ITnya cukup tangguh.

“Jadi untuk lembaga survei yang kita dirikan ini merupakan lembaga survei pertama dan satu-satu di Provinsi Jambi yang mengadopsi sistem IT dalam mengambil data survei dilapangan. Sehingga nantinya hasil dari survei yang telah didapatkan oleh teman-teman dilapangan akan terbaca dengan baik dan rapi oleh sistem,” ujar David Hadiosman, dihadapan sejumlah wartawan di Jambi.

Menurut dia sistem yang telah dibangun ADRC mampu mendeteksi perangkat yang digunakan oleh para resonden yang akan mengisi angket survei. Sehingga tidak akan terjadi masukkan ganda dari satu perangkat baik itu dari komputer, laptop maupun ponsel pintar.

Dikatakan David, bahwa mengenai transparansi data, bahwa penerapan sistem IT dalam proses survei juga akan sangat mendukung dalam menyusun data yang masuk. Karena selama ini menurutnya lembaga survei yang lebih dulu menjalankan survei selalu menggunakan kertas dalam mengisi angket. Sehingga bisa saja data yang diisi dan disampaikan oleh tim survei lapangan tersebut adalah hasil rekayasa, diisi sendiri oleh petugas tersebut dan lain sebagainya.

“ Selain hemat biaya dalam melakukan pengambilan data dilapangan, laporan data yang masuk juga akan sangat transparan dan tidak bisa direkayasa oleh tim yang turun dilapangan. Karena semua data yang masuk akan terekam secara sempurna oleh sistem kita mulai dari lokasi, perangkat dan provider yang digunakan, waktu pengerjaan, hingga melalui siapa dia mengetahui angket survei tersebut. Itu semua bisa dibaca sistem kita,” jelasnya.

Peneliti Skala Nasional

Masih pada kesempatan yang sama, Dr. Sofian, selaku dewan Pembina dan anggota tim peneliti Lembaga Survei ADRC mengatakan kepada awak media bahwa ADRC yang Ia dirikan ini melibatkan peneliti yang telah memiliki jurnal dan penelitian di tingkat nasional hingga internasional.

“Kebetulan saat ini saya mengajar di program studi pasca sarjana Universitas Jambi, kita di Unja kan memiliki dosen dan peneliti yang hebat. Sehingga pada waktu mendirikan lembaga ini saya bersama pak Amirul Mukminin, PhD yang merupakan ketua tim peneliti kita di ADRC dan ketua Prodi pasca sarjana Unja berdiskusi, melakukan seleksi ketat, dan kita sepakat untuk mengajak 9 orang tim peneliti kita untuk bergabung di ADRC,” ujarnya.

Sofyan menerangkan bahwa rekan-rekan nya yang terlibat dalam Lembaga Survei ADRC ini sendiri merupakan lulusan terbaik dari berbagai universitas nasional dan internasional seperti lulusan Groningen University Belanda, Florida State University Amerika, Australian Nation University Australia, University Of Essex Inggris, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi dan universitas ternama lainnya.

Sofyan menekankan bahwa dirinya dan rekan tidak akan pernah mempertaruhkan gelar nya hanya untuk kepentingan politik semata. Dia mengatakan bahwa tim peneliti memiliki kode etik tersendiri yang tidak boleh dilanggar. Sehingga berani menjamin akan memberikan rasa percaya kepada masyarakat dalam melakukan survei hingga ke tahap publikasi hasil survei bahwa data yang diberikan adalah murni data aspirasi masyarakat yang telah diserap melalui Lembaga Survei ADRC.

“ Disini untuk pengambilan data dilapangan kita melibatkan rekan-rekan mahasiswa dari beberapa universitas yang ada di Jambi. Nanti nya mereka (petugas sample) ini lah yang akan langsung menghampiri masyarakat untuk diserap aspirasinya. Kita juga memastikan bahwa kalangan mahasiswa yang terlibat dalam pengambilan data adalah mahasiswa terbaik yang murni tidak berpihak ke satu pasangan atau calon ataupun pastisipan politik manapun,” terang Sofyan.

Tim yang terbentuk akan lebih berfokus memberian edukasi politik kepada kalangan pemilih pemula dan milenian. Dan juga jika nantinya momen pilgub telah usai, timnya akan selalu melalukan survei secara rutin terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Sementara itu, ketika ditanya awak media, kenapa ADRC hadir disaat moment pilkada sedang hangat dan akan berlangsung. Sekretaris Yayasan ADRC, Ferry Prayitno menyatakan lembaga ADRC bisa berdiri setelah melalui beberapa tahapan, seperti pengurusan izin, perekrutan tim, hingga saat ini bisa diperkenalkan kepada masyarakat di Jambi.

“ Kalo ide sebenarnya sudah lama, namun untuk peresmian, kan baru terlaksana sekarang. Kita disini juga seharusnya patut berbangga karena sebenarnya putera-puteri Jambi memiliki potensi yang luar biasa bisa membuat sebuah lembaga survei yang seperti ini. Karena kan selama ini lembaga survei yang selalu melakukan survei di Jambi pasti dari luar Jambi,” ungkap Fery, yang pernah menjabat komisioner KPUD kota Jambi ini. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Raih Medali di SEA Games Filipina, Rian Rinaldo dan Yusuf Budiman Dapat Tali Asih

Gubernur Jambi, H Fachrori Umar, menyerahkan langsung uang tali asih kepada Rian Rinaldo dan Yusuf Budiman, atlet polo air peraih medali emas Sea Games XXX/2019 Filipina (foto. Ist)


Jambiotoritas.com, JAMBI – Atlit dari provinsi Jambi peraih medali emas cabang polo air SEA Games Filipina 2019, menerima uang tali asih dari  pemerintah provinsi Jambi.

Gubernur Jambi, H Fachrori Umar, menyerahkan langsung uang tali asih kepada Rian Rinaldo dan Yusuf Budiman, atlet polo air peraih medali emas Sea Games XXX/2019 Filipina tersebut. Gubernur juga berjanji untuk memperhatikan para patriot olahraga yang berprestasi lainnya di SEA Games yang saat ini sedang berlangsung.

“Pintu rumah saya terbuka mulai dari subuh hingga jam 23.00 WIB, silahkan datang, jangan malu dan takut, datang saja,” kata Fachrori saat menyerahkan uang tali asih di VIP Room Bandara Sultan Taha Jambi, Kamis (5/12/2019).

Didampingi Ketum KONI Provinsi Jambi, H Indra Armendaris beserta jajaran pengurus dan Kadiskepora Provinsi Jambi, Wahyudin, Gubernur menyerahkan uang tali asih dari KONI Provinsi Jambi masing masing sebesar Rp20 juta. Selain itu gubernur juga memberikan amplop berisi sejumlah uang tambahan secara pribadi kepada mereka.

Sementara itu Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Indra Armendalis mengatakan, pemberian tali asih merupakan kebijakan KONI Provinsi Jambi untuk memotivasi atlet untuk berprestasi secara sungguh sungguh dan masih ada beberapa atlet Jambi lainnya yang sedang berlaga di ajang Sea Games di Filipina, untuk mereka juga kita siapkan tali asih jika meraih medali. (red JOS)

Finishing Proyek APBN Jembatan Gantung Sepakat Bersatu dan Embacang Gedang Sedang Berjalan

Kondisi proyek jembatan gantung di desa sepakat bersatu kecamatan Rimbo ilir tahun 2018 lalu/ft. dok JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Proyek jembatan gantung di kabupaten Tebo tahun anggaran 2018 lalu yang sempat mangkrak saat ini tengah dilanjutkan pembangunannya. Jika tahun sebelumnya pembangunan terbatas pada ponadasi dan tapak tiang jembatan. Tahun ini (2019) dilanjutkan pemasangan tiang dan tali seling jembatan.

Pelaksana tugas (plt) kepala dinas PUPR Tebo, Drs. Erwanto menyatakan kegiatan lanjutan pembangunan jembatan gantung anggaran APBN di desa sepakat bersatu dan desa embacang gedang tengah berlangsung. Menurut nya saat ini rekanan tengah melaksanakan pekerjaan lanjutan pemasangan tiang dan tali seling jembatan yang tahun lalu sempat mangkrak.

Baca berita terkait :

“ Sekarang sedang bekerja, saya sudah turun ke lokasi, sesuai perintah pak bupati untuk melakukan pemantauan terhadap proyek itu. Sudah laporkan juga progresnya,” katanya.

Menurut dia pelaksana pekerjaan lanjutan tetap kontraktor yang sama termasuk konsultan pengawasnya. Penyelesaian pekerjaan jembatan gantung ini ditargetkan selesai tahun ini.

“ Rekanan berkewajiban harus selesaikan tahun ini juga. Kita selalu koordinasi dengan camat setempat yang ikut memantau jalannya kegiatan itu,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Pemilihan Bujang Gadis Tebo, Yayan Putri Mayangsari Bertekad Masuk 5 Besar

Yayan Putri Mayangsari/ft. Ist


Jambiotoritas.com, TEBO – Darah seni dari orang tuanya, Alm. Rauyani dan pasangan Suryani tampak menurun pada putri bungsu mereka. Itulah gambaran dari Gadis Tebo, Yayan Putri Mayang Sari, yang kini duduk sebagai siswi SMAN 12 Tebo. Bungsu empat saudara ini, bakat seninya mulai terlihat sudah sejak dini.

Darah seni yang mengalir dari sang ayah ini dirasakan Mayang dijadikan modal untuk bersikap optimis dan bertekad bisa lolos ke lima besar pada pemilihan bujang gadis Tebo 2019. Mayang juga dalam mengikuti Pemilihan Bujang Gadis Tebo didukung penuh oleh keluarga besar SMAN 12 Tebo, kerabat dan teman temannya.

“Insha Allah kami bakal ngasih yang terbaik untuk keluarga, sekolah dan kabupaten Tebo. Selain itu kami jugo ingin membanggakan alm papa, keluarga, teman – teman semua. Kami percaya tanpa mereka, kami tidak mungkin bisa tembus 10 besar,” ungkap Mayang.

Gadis yang sehari-harinya disibukan dengan kegiatan karang taruna, duta sekolah, atket olah raga voly dan banyak lagi, tetap ingin jadi pribadi yang rendah hati. Tidak heran jika dalam pergaulannya sehari-hari, Putri kebanggaan warga Desa Teluk Kembang Jambu Kecamatan Tebo Ulu ini, disenangi temannya baik di dalam lingkungan atau diluar sekolahnya.

Remaja 16 tahun yang masih duduk di kelas 10 SMAN 12 Tebo ini. Diketahui mulai mengikuti event bujang gadis Tebo dari seleksi pemilihan pada Senin (25/11/2019) hingga Jumat (29/11/2019) besok, dirinya ingin memberikan yang terbaik.

“Ini masih nunggu giliran interview, sekarang untuk menentukan lima besar. Grogi sih, tapi yakin sajalah. Mudah-mudahan lancar dak ada hambatan,” harapnya dijumpai disela-sela waktu interview di Aula Melati Perkantoran Bupati Tebo km 12.

Mayang meminta kepada seluruh masyarakat Tebo untuk terus memberikan dukungan kepadanya agar dapat melanjutkan ketahap berikutnya.
Dia mengatakan jika pada kesempatan ini ia tidak lolos, tetapi setidaknya moment minimal jadi modal pengalaman indah. Dan dapat dujadikan bekal dan modal melanjutkannya pada kesempatan lain.

” Mohon doa dan dukungannya untuk masyarakat Tebo khusunya masyarakat di Desa Teluk Kembang Jambu, Teman teman di SMAN 12 Tebo, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepda sayo,” harapnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Proyek Embung Pelayang Teknis Bangunan Dirubah

Salah satu embung air yang dibangun dari anggaran kementrian desa dan PDT/ft. ilustrasi


Ajum : Bantuan embung desa Pelayang, sudah ada dalam daftar

Jambiotoritas.con, TEBO – Embung air yang bangun di desa Pelayang kecamatan Tebo tengah kabupaten provinsi Jambi, tahun 2018 lalu hingga saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat disana. Uniknya, tanpa usulan dari pihak desa bantuan dari kementrian desa, PDT dan Transmigrasi, desa Pelayang sudah ada didaftar penerima bantuan itu.

” Tiba – tiba dapat bantuan, kami tidak pernah mengajukan usulan. Kami diberitahu oleh pak Supono (Dinas PMD) dapat bantuan program pembangunan embung,” ungkap kepala desa Pelayang, Ajum dijumpai dikantor Bakeuda Tebo, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, semua perencanaan dan gambar kerja sudah ada dari kementrian. Kami hanya melaksanakan yang sudah ditentukan dari sana.

” Kami sampaikan ke orang kementrian, wilayah Pelayang tidak sama seperti wikayah pertanian di padang. Sawah ini tergantung dengan hujan, tidak ada sumber air untuk embung,” jelasnya.

Secara teknis, ketika mereka turun kelokasi ada perubahan material bangunan yang diganti. Berdasarkan RAB dinding embung seharusnya memakai batu gunung tapi diubah dengan cor beton. Perubahan dilakukan saat itu juga.

” Tetapi sesampainya mereka dilokasi, ada perubahan rencana teknis. Dari menggunakan batu gunung diubahlah menjadi cor beton. Orang itu awalnya khawatir roboh, saya yakinkan tidak akan roboh. Sekarang memang belum berfungsi,” katanya.

Makanya, rencana kami, kata Ajum, kolam embung ini akan kami jadikan kolam ikan. Sumber airnya akan diadakan mesin sedot air dari sungai Batanghari. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Ternyata, Proyek Embung di Pelayang Dari Anggaran Kemendes PDT

Salah satu embung air yang dibangun dari anggaran kementrian desa dan PDT/ft. ilustrasi


Jambiotoritas.com, TEBO – Dinas tanaman pangan, holtikultura dan ketahanan pangan (TPHKP) menyatakan bahwa proyek embung air di desa pelayang bukan program kegiatan dinas TPHKP kabupaten Tebo. Sejak beberapa tahun terakhir TPHKP tidak merencanakan kegiatan didesa itu.

” Tahun 2018 tidak ada kegiatan proyek dinas pertanian maupun dari anggaran kementrian pertanian untuk desa pelayang. Beberapa tahun terakhir tidak ada sama sekali program kegiatan kita disitu. Tapi kalau untuk tahun ini memang ada proyek pembangunan sumur bor,” kata plt. Kepala dinas TPHKP kabupaten Tebo, H.M. Ziadi melalui staf bidang pengairan dan irigasi, Rahmat, Senin (18/11/2019).

Baca berita terkait :Dikabarkan Proyek Fisik Program Pertanian di Pelayang Tidak Berfungsi

Terpisah dari pihak dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Tebo memastikan bahwa anggaran pembangunan embung air di desa Pelayang atas usulan pemerintah desa yang diusulkan ke kementrian desa dan PDT di Jakarta. Menurut kepala bidang PMPD dan Pengembangan Usaha Ekonomi Perdesaan, Dewi Tri Handayani mengatakan embung yang dibangun dengan pola swakelola itu sudah menjadi asset desa.

” Sebatas pembangunan embung saja, sewaktu merancang perencanaannya dulu pihak kementrian sudah turun ke lokasi. Berdasar penilaian mereka telah disetujui dibangun disana, berarti sudah sesuai dengan syarat pihak kementrian,” ujar Dewi, dikonfirmasi dikantornya, Senin (18/11/2019) siang.

Dikatakannya secara teknis embung itu ada pintu air untuk mengatur pemakaian airnya. Nggak ada pekerjaan tambahan lain, seperti mesin pompa air dan pengadaan pipa – pipa.

Diakui Tak Berfungsi

Senada dengan pihak dinas PMD, terkait pembangunan embung air desa pelayang, kecamatan Tebo tengah kabupaten Tebo tersebut, dinyatakan kepala desa Pelayang, Ajum bahwa proyek tersebut merupakan bantuan dari dana alokasi khusus dari kementerian desa dan Pengentasan daerah tertinggal (PDT) dana APBN TA 2018, senilai 270 juta yang dikerjakan secara swakelola. Pembangunan hanya terbatas fisik embung saja (Penampung air), tidak disertai mesin penyedot air dan perpipaan.

Menurut Ajum, di provinsi Jambi hanya kabupaten Tebo yang menerima dana bantuan APBN itu, salah satu desa penerima desa Pelayang. Dia mengatakan dana bantuan ditransfer melalui rekening khusus desa.

Sementara pekerjaannya, kata dia, dikerjakan masyarakat desa (Swakelola). Dia mengakui bahwa proyek itu hingga saat ini belum berfungsi. Selain itu, dia juga mengatakan pembangunan lanjutan saluran irigasi yang dibangun pemerintah provinsi Jambi juga tidak berfungsi

” Butuh anggaran cukup banyak untuk memfungsikan bangunan embung itu. Mungkin dibutuhkan anggaran tambahan sekitar 200 jutaan. Kami mengupayakan melalui dana desa, tetapi apa disetujui atau tidak, belum tahu,” kata dia, melalui sambungam telepon seluler, Senin (18/11/2019). (red JOS)

Penulis : David Asmara

Dikabarkan Proyek Fisik Program Pertanian di Pelayang Tidak Berfungsi

Gambar kondisi kekeringan lahan sawah/ft. Ilustrasi


Jambiotoritas.com, TEBO – program proyek fisik peningkatan produksi pertanian di desa Pelayang kecamatan Tebo tengah kabupaten Tebo, provinsi Jambi disesalkan warga disana. Setidak ada dua paket proyek yang diprogramkan dinilai mubazir. Dari pembangunan saluran primer irigasi yang tidak berfungsi, juga proyek pembangunan embung yang dinilai juga gagal manfaat.

” Masyarakat masih mengandalkan pola pertanian dengan sistem sawah tadah hujan. Jadi sulit untuk petani untuk melakukan penanaman dua kali setahun. Karena tergantung musim hujan,” sebut ketua Gapoktan. Pelayang Makmur Ahmad, dalam bincangnya dengan Jambiotoritas.com, Jum’at (15/11/2019) pekan lalu.

Menurut dia, dua proyek pembangunan saluran primer irigasi yang terhubung dari DAM di desa Semabu, Desa kandang dan termasuk yang dilaksanakan di desa pelayang dinilai mubazir. Karena tidak berfungsi untuk pengairan kebutuhan air sawah petani desa pelayang yang diperkirakan mencalai 120 hektar.

” Satu lagi pembangunan embung air yang dibuat tahun kemarin, sepertinya tidak juga berfungsi. Petani sawah masih bergantung dengan curah hujan untuk bertanam padi, tidak bisa tanam dua kali seperti dianjurjan pada program dinas pertanian,” katanya.

Sementara itu kepala desa Pelayang, Ajum ketika dihubungi untuk memastikan kondisi proyek pembangunan disana tidak merespon sambungan telpon selulernya. Sementara itu pesan Whatsapp yang dikirimkan juga tidak digubris kepala desa tersebut.

Sementara itu kepala bidang pengairan dinas PUPR kabupaten Tebo, A. Roni, ST. MT, memastikan bahwa proyek embung air di desa Pelayang bukan kegiatan bantuan APBN untuk program P3A Tahun 2018 lalu. Menurut Roni tidak ada proyek P3A untuk pembuatan embung, secara teknis ada pendamping kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani tersebut.

” Saya pernah survey disana, tapi saya pastikan, proyek embung yang dimaksud bukan proyek P3A bantuan APBN 2018. Secara teknis proyek P3A bukan buat embung. Bisa jadi itu proyek dinas pertanian,” jelas Roni.(red JOS)

Penulis : David Asmara

Tim Terpadu Bentukan Pemprov Jambi Komitmen Berantas PETI

Aktivitas PETI diperairan di Jambi/ft. Dok JOS


Jambiotoritas.com, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen serius dalam upaya memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Jambi. Kegiatan PETI mengakibatkan kerusakan ekosistem dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Demikian dikatakan oleh Gubernur Jambi Fachrori pada rapat koordinasi penanggulangan kerusakan ekosistem akibat dampak oenambangan di Sungai Batanghari, di ruang rapat Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa (12/11/2019).

“PETI di provinsi Jambi banyak terdapat di Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, khususnya daerah pinggiran sungai. Berbagai cara dilakukan masyarakat, seperti dengan cara mendulang, menggunakan mesin dompeng, dan menggunakan alat berat,” kata Fachrori.

Dampak negatif dari PETI ini sangat merugikan bagi masyarakat. Untuk itu Pemerintah provinsi Jambi sangat serius dalam melakukan pemberantasan PETI di Provinsi Jambi. Menurut dua, bentuk upaya nyata Pemerintah Provinsi Jambi dalam melakukan pemberantasan PETI adalah membentuk tim terpadu/satuan pencegahan, pemberantasan dan, rehabilitasi lahan pada kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melalui Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 1235/KEP.GUB/ESDM-4.2/X/2019 tanggal 30 Oktober 2019.

” Pemerintah Provinsi Jambi juga melakukan sosialisasi kepada para camat dan tokoh masyarakat, terkait dampak negatif akibat PETI. Penggunaan logam berat merkuri sangat mengancam ekosistem di sepanjang aliran Sungai Batanghari karena adanya PETI, serta mengancam kesehatan masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Jadi, kita menerbitkan SK Gubernur sebagai bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam memberantas PETI,” katanya.

Fachrori menjelaskan, dampak negatif kegiatan PETI ini banyak sekali, antara lain adalah penggunaan air raksa yang melebihi baku mutu dapat membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari, mulai dari hulu sampai dengan hilir.

“Dampak lainnya adalah rusaknya ekosistem lingkungan, kerusakan lingkungan hidup dapat memicu lahan subur berubah menjadi lahan kering dan tandus. Kerusakan juga terjadi di lingkungan darat, kawasan hutan, aliran badan sungai, daerah aliran sungai, wilayah sungai serta mengganggu jalur transportasi sungai,” jelas Fachrori.

Pemerintah Provinsi Jambi sangat berkomitmen memberantas PETI ini. Kita juga telah melakukan pendataan terhadap kegiatan PETI yang berada di Provinsi Jambi dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Jambi Nomor: 540.1735/INGUB/DESDM-3.2/VI/2017 tanggal 10 Juli 2017 tentang Pelarangan Penggunaan Merkuri Pada Penambangan Emas.

Sementara itu, kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan bahwa BNPB memiliki kewenangan penuh dengan berbagai upaya pencegahan terhadap bahaya-bahaya terkait bencana yang akan terjadi.

“Jadi, kita pada prinsipnya membantu untuk mencarikan solusi dalam mencegah dan mengatasi sebuah bencana. Kita akan menampung seluruh permasalahan yang ada karena membutuhkan waktu dalam menemukan solusi. Harus adanya sinergitas yang baik dalam menyelesaikan permasalahan,” jelasnya.

BNPB akan membuat nota pengantar terkait permasalahan Sungai Batanghari yang nanti akan ditandatangani oleh seluruh kepala daerah terkait, selanjutnya akan diajukan kepada Bapak Presiden. Doni mengatakan permasalahan Sungai Batanghari ini bisa diatasi bersama dengan cara, adanya penguatan program, keterpaduan antar pemangku kepentingan, integrasi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pencegahan dan penegakan hukum secara terpadu, dan keterlibatan masyarakat. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Santri Alhidayah Dibekali Binaan Mental dan Akhlak Melalui Beladiri Silat

Santri Wati Ponpes Modern Al Hidayah saat tunjukkan gerakan bela diri silat. Ponpes di Jambi melakukan pembinaan mental dan ahlak melalui bela diri silat/ft. Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Jambi melakukan pembinaan mental dan ahlak santri melalui bela diri silat yang merupakan bela diri tradisional Indonesia. Silat merupakan bela diri peninggalan leluhur kita, dalam bela diri silat salah satu yang diajarkan yakni membina mental dan ahlak.

“ Selain diajarkan ilmu agama, di Ponpes modern santri turut diajarkan ilmu pengetahuan umum dan bela diri silat kepada santri dan santri wati. Tujuan utama santri di ponpes diajarkan bela diri silat bukan untuk kesombongan, melainkan untuk melatih mental dan ahlak para santri, “kata Guru Silat Ponpes Modern Al-Hidayah Gatot Subroto, Selasa (12/11/2019) di Jambi.

Menurut Gatot, dalam bela diri silat, gerakan atau jurus-jurus yang pertama kali diajarkan yakni jurus atau gerakan pertahanan. Artinya bela diri silat diajarkan bukan untuk menyakiti lawan, melainkan untuk membela diri atau melakukan pertahanan jika diserang.

Dalam filosofi silat tersebut, santri harus mampu mengendalikan diri. Artinya santri harus memiliki mental yang kuat untuk mengendalikan diri. Serta santri dituntut memiliki ahlak mulia, karena bela diri silat yang diajarkan kepada santri bukan digunakan untuk menyakiti atau menyerang seseorang.

“ Di Ponpes Modern Al-Hidayah, ada ratusan santri yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bela diri silat ini, baik santri setingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) maupun santri setingkat Sekolah Menegah Atas (SMA),” jelas Gatot Subroto.

Tidak hanya di Ponpes modern Al Hidayah, mayoritas Ponpes di daerah itu turut mengajarkan bela diri silat kepada santrinya. Namun tidak semua ponpes mengajarkan bela diri silat dari perguruan yang sama. Terdapat beberapa perguruan silat yang diajarkan kepada santri di daerah itu, Diantaranya perguruan silat tapak suci dan perguruan silat setia hati teratai. (red JOS)

Satgas Karhutlah di Tutup, Daerah Harus Tetap Waspada

Usai menjadi Inpsektur pada apel penutupan operasi Satgas karhutla di Makorem 042 Garuda putih Jambi, Sekda berharap masyarakat tinggalkan pola membuka lahan dengan membakar/ft. Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Operasi siaga darurat pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di provinsi Jambi, resmi dihentikan. Penghentian operasi dilaksanakan dengan apel penutupan yang dipimpin Inspektur upacara, Sekda provinsi Jambi, H. M. Dianto yang mewakili Gubernur Jambi, Senin (11/11/2019) dihalaman Makorem 042/Garuda Putih.

Membacakan sambutan Gubernur Jambi, Sekretaris daerah, Dr.Drs.H.M.Dianto,M.Si mengatakan bahwa Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengapresiasi kerja keras Satuan Tugas Gabungan Penanganan Karhutla Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi menyatakan bahwa kebakaran hutan menimbulkan beberapa dampak negatif yang luar biasa seperti kerusakan ekologi, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu arus transportasi baik darat laut maupun udara.

” Pelaksanaan operasi gabungan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi tahun 2019 ini merupakan bentuk peran dan tanggung jawab petugas gabungan untuk melindungi masyarakat dari bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, telah secara optimal dilaksanakan dengan melibatkan dinas/instansi terkait dengan pengerahan segala daya dan upaya berupa personil dan peralatan,” kata Fachrori.

Sebelumnya, Gubernur Jambi telah mengapresiasi seluruh personil yang tergabung dalam Satgasgab tahun 2019 yang sudah dengan ikhlas melaksanakan tugas kemanusiaan penangggulangan karhutla. Apresiasi dan ungkapan terima kasih kami sampaikan juga kepada yang terhormat Komandan Korem 042/Gapu Jambi Kol. Arh.Elphis Rudy,M.Sc,SS beserta jajarannya dan Kapolda Jambi beserta seluruh jajarannya dan instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas Karhutla Provinsi Jambi.

” Tapi bukan berarti tugas telah selesai. Oleh karena itu, kami mohon kepada pemerintah kabupaten dan kota dengan seluruh Satgas yang ada di kabupaten kota tersebut terus memantau titik-titik api di wilayahnya masing-masing dan melaporkan kepada kami di Pemerintah Provinsi Jambi dengan instansi terkait,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua dan Suomi NPP pada tahun 2019 ini sampai dengan berakhirnya status siaga tanggal 10 Oktober 2019 terpantau titik panas sebanyak 7.048 titik, sedangkan jumlah lahan yang terbakar seluas 11.732 hektar dan seluruhnya telah padam, lahan terbakar terluas berada di Kabupaten Muaro Jambi seluas 4.054 hektar, dan yang terkecil berada di Kabupaten Merangin 126 hektar.

Selain itu Sekda H.M. Dianto menyatakan sesuai dengan yang telah disepakati bahwa tanggal 10 November 2019 Satgas Karhutla Provinsi Jambi secara resmi ditutup. Tugas Satgas sudah berjalan dengan baik dan alhamdulillah juga di sela-sela kita kewalahan dengan begitu banyaknya kebakaran hutan dan lahan dan memang Jambi mendapatkan berkah yaitu cepat turunnya hujan, disamping kita sudah melakukan tindakan di lapangan dengan didukung peralatan dan personil.

” Saya berharap kita dapat belajar dari peristiwa ini, jangan hanya mengambil hal yang praktis membuka hutan dengan membakar. Oleh karena itulah dari dulu kita mengimbau pola membuka lahan dengan membakar ini harus kita tinggalkan, karena dampaknya sama-sama kita rasakan,” jelas Sekda. Dianto (red JOS)

Penulis : David Asmara

Daerah Ingin Pemberdayaan Penangkar Benih Lokal

Tanaman Benih padi yang dibudidayakan penangkar lokal/ft. Ist


Jambiotoritas.com, TEBO – Kejadian fuso dan kekeringan ratusan hektar persawasahan kelompok tani belum lama ini menjadi perhatian dinas TPHKP. Meskipun benih – benih yang didistribusikan ke petani di Tebo dari bantuan pusat (anggaran) APBN. Ada keinginan soal pengadaan benih ini dilakukan daerah dengan pola mandiri benih sehingga ada keterjaminan kualitas benih yang diterima petani.

” Dengan begitu justru membantu pemberdayaan penangkar didaerah. Meskipun anggaran disiapkan dari pusat, tapi dana pusat itu bisa dinikmati didaerah – daerah,” kata plt. Kadis TPHKP kabupaten Tebo, H.M. Ziadi, Kamis (7/11/2019).

Ia mengatakan menyangkut kualitas benih sudah ada petugas yang melaksanakan uji kualitas dan labelisasi yang dapat disesuaikan dengan keinginan produksi beras petani daerah.

Memasuki awal pekan kedua bulan November petani dikabupaten Tebo belum melaksanakan masa tanam padi sawahnya. Pihak dinas tanaman pangan holtikultura dan ketahanan pangan (TPHKP) menyatakan masih melihat situasi cuaca pasca bencana kekeringan dan kabut asap yang melanda.

” Petani Tebo belum melaksanakan penanaman, sekarang baru mulai penyemaian benih padinya. Benih benih yang disemai merupakan bantuan pemerintah pusat yang sudah kita distribusikan sebelumnya,” ujar Ziadi.

Dia mengatakan situasi saat ini sudah mulai memasuki musim tanam. Tetapi kita tinggal melihat situasinya dan tingkat curah hujan. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Santri Meninggal Ketika Hendak Kuras Sumur Pesantren

foto Ilustrasi/Ist


Jambiotoritas.com, MAGELANG – Dua santri Pondok Pesantren Nurul Ali, Sempu, Ngadirojo, Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meninggal saat akan membersihkan sumur di pondok pesantren tersebut. Kapolsek Secang AKP Purwanto mengatakan kedua santri tersebut adalah Abdul Kodim (25 tahun) warga Bojong, Mangli, Kaliangkrik dan Adi Usman (21), warga Gumuk, Muneng, Pakis, Kabupaten Magelang.

Ia mengatakan mereka berupaya membersihkan sumur yang berada di kompleks ponpes karena air mati. Mereka berinisiatif membersihkan sumur agar airnya bisa disedot.

“Ketika itu, korban Adi dan Kodim serta Amin berinisiatif menguras sumur. Kemudian mereka mencari tangga dan diikatkan dengan tiang untuk turun ke sumur,” katanya, Selasa (5/11).

Sumur yang dibersihkan tersebut diperkirakan kedalamannya 15 meter dengan diameter satu meter. Sumur yang berada di kompleks ponpes rencananya dibersihkan bertiga Adi, Kodim, dan Muh Thohar (24). Saat itu, yang pertama turun ke sumur Adi.

Dia kemudian berteriak minta tolong dan Kodim turun bermaksud menolongnya, sedangkan Muh Thohar ada di atas. Thohar mengatakan telah merencanakan membersihkan sumur sejak kemarin, namun baru dilaksanakan hari ini.

Thohar yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian melaporkan kepada pengasuh ponpes. Kemudian laporan diteruskan ke Polsek Secang. Proses evakuasi kedua korban dilakukan petugas Damkar Kabupaten dan Kota Magelang. Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban dibawa menuju RSJ Prof Dr Soerojo Magelang untuk divisum. (red JOS)

Sumber : Republika.co.id

Jambi Masuk Bagian Dari Uji Coba Layanan Kacamata dari Faskes Pertama Langsung ke Optik

Kaca mata/ft/. Ilustrasi (hellosehat)


Jambiotoritas.com,JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan saat ini tengah melakukan uji coba perubahan alur untuk mendapatkan kacamata. Alur yang tengah diujicobakan adalah dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dalam hal ini pemohon bisa langsung mendapatkan kacamata dengan mendatangi langsung optik tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit melalui dokter spesialis mata.

Hal ini berbeda dari aturan sebelumnya yang harus dirujuk ke rumah sakit setelah melalui dokter spesialis mata.

“Ada Kepmenkes yang mengatur bahwa kompetensi level 4A (kompetensi yang harus dimiliki dokter umum) soal kasus mata bisa cukup di FKTP. Itu yang kami dorong dengan uji coba ini,” ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Ma’ruf yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (01/11/2019).

Iqbal mengatakan bahwa alur baru kacamata ini masih piloting (uji coba) yang dilakukan secara terbatas dan belum diterapkan secara nasional dan dilakukan secara bertahap dalam dua fase. Fase I dilakukan dari 1 Juli hingga 31 Oktober 2019. Sementara, uji coba Fase II dari 1 November hingga Desember 2019.

Untuk uji coba Fase II yang tengah berlangsung saat ini dilakukan di 18 kantor cabang BPJS Kesehatan, yaitu: Medan, Banda Aceh, Lhokseumawe, Bukittinggi, Padang, Jambi, Palembang, Pangkalpinang, Prabumulih, Curup, Lubuk Linggau, Bengkulu, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Manado.

Menurutnya melalui uji coba ini, BPJS Kesehatan akan mengkaji faskes pertama mana yang siap menjalankan alur baru ini, dan sebaliknya.

“ Makanya ada piloting, di-mapping mana yang mampu mengerjakan, dan mana yang tidak,” ujar Iqbal.

Ia menyebutkan, hal ini dilakukan sebagai upaya memudahkan kenyamanan peserta agar sesuai dengan aturan yag ada. Adapun peraturan yang disebutkan Iqbal melingkupi beberapa aspek kewenangan yang tertera dalam Pasal 47 Perpres 82 Tahun 2018. Pasal 47 menyebutkan, pelayanan kesehatan tingkat pertama meliputi pelayanan kesehatan nonspesialistik. Mengenai apakah alur baru ini nantinya akan diterapkan secara nasional, BPJS akan melakukan evaluasi dan kajian dari uji coba ini. (red JOS)

Sumber : Kompas.com

Sekda Tutup MTQ Tingkat Kabupaten Tebo ke XVIII di Sumay

Sekretaris daerah kabupaten Tebo, Drs. Teguh Arhadi menyerahkan Tropi kepada juara umum yang jatuh pada kecamatan Tebo Tengah/ft. Humas


Kecamatan Tebo Tengah juara umum tahun 2019

Jambiotoritas.com, TEBO – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Tebo ke-XVIII di Desa Teluk Singkawang, Kecamatan Sumay, Kamis (31/10/2019) resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo, Drs. Teguh Arhadi, MM. Menurut dia mengatakan bahwa kegiatan MTQ merupakan salah satu misi pembangunan yang tertuang dalam misi Tebo Tuntas 2017 – 2022 dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan serta tatanan kehidupan beragama dan berbudaya.

” MTQ merupakan festival pemuliaan terhadap Al-Qur’an yang bertujuan untuk melestarikan dan membumikan isi kandungan yang ada didalam Al-Qur’an. Hal ini juga tertuang pada misi pembangunan Kabupaten Tebo tahun 2017-2022 yaitu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan serta tatanan kehidupan beragama dan berbudaya,” kata Teguh.

Pada kesempatan itu, Sekretaris daerah kabupaten Tebo, menyerahkan secara langsung piala bergilir juara umum MTQ Tingkat Kabupaten Tebo ke-18 kepada Kecamatan Tebo Tengah yang diterima langsung oleh Camat Tebo Tengah Ade Nofriza, S.STP., M.A.P.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor: 01Tahun 2019 yang dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim MTQ ke-18 Tingkat Kabupaten Tebo, Drs.H. M. Isa, MY, menyatakan kecamatan Tebo Tengah berhasil meraih juara umum pada MTQ ke-18 Tingkat Kabupaten Tebo setelah mengumpulkan nilai sebanyak 123 poin.

Tuan rumah MTQ, Kecamatan Sumay, berhasil meraih peringkat kedua dengan nilai 92 poin dan disusul oleh Kecamatan Rimbo Bujang dengan nilai 56 poin di peringkat ketiga. Pada peringkat empat dan lima masing-masing diraih oleh Kecamatan Tebo Ilir dan Kecamatan Tengah Ilir.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tebo, Drs. H. M. Sawi, berharap kepada para pemenang agar dapat menjadi duta syiar agama yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Tebo dan kepada yang belum menang jangan menyerah, jadikan ini sebagai evaluasi dan pelajaran untuk lebih baik lagi kedepannya.

Dilain pihak, Ketua Umum Panitia Penyelenggara MTQ ke-18 Tingkat Kabupaten Tebo, Ambiar, SST menyatakan ucapan terima kasih atas partisipasi dan antusiasme masyarakat yang telah membantu mensukseskan MTQ Tingkat Kabupaten Tebo di Kecamatan Sumay. red JOS)

Editor : David Asmara

Prajurit dan PNS Korem 042 Gapu Peringati Hari Sumpah Pemuda ke 91

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91, bertempat di Lapangan Makorem 042/Gapu Jambi, Senin (28/10/2019)


JAMBI – Korem 042/Gapu menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91, bertempat di Lapangan Makorem 042/Gapu, Jl. Jenderal Urip Sumoharjo No.3, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi, Senin (28/10/19).  Bertindak selaku Irup Dandenzibang 3/II Letkol Czi Novi Kurniawan mewakili Danrem 042/Gapu membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Dalam amanatnya, Menpora menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada tokoh pemuda Tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor Pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Hari Sumpah Pemuda ke-91 kali ini mengambil tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang teiah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari parnografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas.

“Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional,” ujarnya.

Letkol Novi juga menyampaikan bahwa Tema “Bersatu Kita Maju” sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju.

“Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia,” katanya.

Pada saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik. Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam.

Disinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang posistif. Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia.

Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda di dunia, kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negative dari modernisasi dan globalisasi, tapi kita harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat dan tentunya didukung oleh Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya kalau masa depan itu hanya dipandang sekedar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya. Tapi bagaimana generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, serta kenyataan-kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia”.

Semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia.(red JOS)

Sumber : Penremgapu

Soal Porsi Pembangunan, Sejumlah Tomas Dukung Pernyataan AJB

Salah satu kondisi jalan dikecamatan Muara Tabir yang dibangun pemerintah provinsi Jambi,/ft. Dok. Jambiotoritas


Jambiotoritas.com, TEBO – Kandidat bakal calon gubernur Jambi, Prof. Dr.Asyafri Jaya Bakri (AJB) turun ke kabupaten Tebo. Kedatangan mantan Rektor IAIN STS Jambi yang kini menjabat sebagai walikota Sungai penuh ini menyapa langsung masyarakat, dibeberapa kecamatan dalam kabupaten Tebo, selama beberapa hari, pekan lalu.

Sekilas pertemuannya itu, sangat berkesan dimasyarakat khususnya masyarakat aliran sungai Batanghari. Mereka sependapat dengan apa yang disampaikan oleh, Asyafri Jaya Bakri terkait kondisi pembangunan diwilayah tersebut. Memang ini merupakan fakta yang ada di lapangan.

” Kami sebagai bagian dari masyarakat Tebo, khususnya masyarakat aliran sungai Batanghari mendukung pernyataan bapak AJB salah satu bakal calon Gubernur Jambi terkait kondisi jalan Provinsi antara lain jalan padang lamo dan lainnya yang ada di Tebo. Memang kondisi ruas jalan yang ada mengalami kerusakan. Sehingga membuat aktivitas perekonomian masyarakat terganggu,” kata Anwar warga desa Bedaro Rampak, Jum’at (25/10/2019).

Masyarakat menilai bahwa AJB tidak bermaksud menyindir ataupun menyudutkan secara pribadi. Karena yang disampaikan merupakan realitas yang sesungguhnya terjadi dan dialami masyarakat.

” Kami yakin pak AJB sama sekali tidak bermaksud menyindir ataupun menyudutkan pribadi seseorang ataupun pihak tertentu di kabupaten Tebo. Ini menurut kami di lakukan beliau (AJB) semata-mata agar pihak-pihak yang berkompeten lebih konsen terhadap pembangunan jalan provinsi ini dan memberikan perhatian serius didaerah ini,” katanya.

Selain itu, warga Teluk Langkap, kecamatan Tebo Ulu, Muslim mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat Tebo tidak pernah tidak pernah memandang Ras dan Suku. Hanya saja kami ingin pembangunan yang berkeadilan yang dibangun oleh pihak manapun.

” Kami ingin daerah kami dibangun seperti daerah-daerah lain agar kami dapat meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan. Bukan bermaksud menyudutkan apalagi menjatuhkan kelompok atau person tertentu. Bahkan menurut kami pernyataan yang dilontarkan pak AJB itu sangat membantu pihak kabupaten Tebo untuk mensuarakan aspirasi pembangunan ke pihak pemerintah provinsi Jambi,” ujar Muslim.

Dikatakan juga oleh Usman warga Tebing Tinggi, bahwa kami masyarakat Tebo khususnya masyarakat aliran sungai Batanghari sekali lagi sangat berterima kasih kepada bapak AJB yang telah mendengar dan menyuarakan aspirasi ini semoga Tebo menjadi bagian dari Jambi dan berkeadilan. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Korem 042/Gapu Jambi Fasilitasi Sosialisasi Program Asabri

Sosialisasi PT. Asabri di Makorem 042/Gapu Jambi

Kolonel Arh Elphis Rudy,M,Sc,S.S Saat berikan sambutan dihadapan prajurit Korem 043/Gapu, Rabu (23/10/2019)/Ist.


Jambiotoritas.com, JAMBI – PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Persero Cabang Palembang menggelar sosialisasi di Balai Prajurit Makorem 042/Gapu Jambi, Rabu (23/10/2019). Sosialisasi diikuti para Dan/Kasatbalak, Para Kasi/Pasi Korem 042/Gapu seluruh Pa/Ba/Ta, PNS dan Persit jajaran Korem 042/Gapu, serta Keluarga Besar TNI (KBT).

Kapenrem 042/Gapu Mayor Inf Firdaus melalui Lers rilisnya mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk tanggungjawab PT. Asabri (Persero) terhadap pesertanya. Dengan tujuan agar para prajurit memperoleh penjelasan, pemahaman dan pengetahuan tentang hak dan kewajiban peserta, prosedur dan administrasi pengurusan santunan dan pensiun serta program-program kerja PT. Asabri (Persero) terkait dengan diberlakukannya PP Nomor 102 Tahun 2015 pengganti PP Nomor 67 Tahun 1991.

Adapun bentuk penyelenggaraan program PT. Asabri, seperti Program Asuransi Sosial yang meliputi Program Tabungan Hari Tua (THT), Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Jaminan Kematian (Jkm) dan Program Pensiun, ujar Firdaus.

Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy,M,Sc,S.S dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kedatangan PT. Asabri beserta tim sosialisasi yang memberikan sumbangan pengetahuan dan informasi tentang ketentuan peraturan PP nomor 102 tahun 2015.

“Sosialisasi yang dilaksanakan ini merupakan sebagai bentuk tanggung jawab PT. Asabri terhadap pesertanya guna memberikan informasi tentang penjelasan, pemahaman dan pengetahua tentang hak dan kewajiban peserta, prosedur dan administrasi pengurusan santunan dan tunjangan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiunan serta program-program kerja PT ASABRI (Persero) bagi Prajurit TNI, anggota Polri, dan pegawai ASN di lingkungan Kemhan dan Polri terkait dengan diberlakukannya PP nomor 102 tahun 2015 pengganti PP nomor 67 tahun 1991,” ujar Kolonel Arh Elphis Rudy,M,Sc,S.S

Diakhir sambutannya, Danrem berpesan kepada seluruh peserta sosialisasi agar mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kesungguhan, sehingga segala materi tentang program Asabri yang disampaikan dari tim sosialisasi benar-benar dapat dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sosialisasi disampaikan Sugi Sunatrio, S.E Kepala Cabang PT. Asabri (Persero) cabang Palembang beserta rombongan (penremgapu). (red JOS)

Hari Santri Nasional di Jambi, Sy Fasha : Semoga santri mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI

Santiwati Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Hidayah dalam peringatan Hari Santri yang ke-4 tahun 2019. Santri se-Kota Jambi tampilkan kreatifitas dalam peringatan hari santri. (sumber ; ANTARAJAMBI)


Jambiotoritas.com, JAMBI – Peringatan Hari Santri ke 4 tahun 2019, se Kota Jambi di pusatkan di Pondok Pesantren Modern Al-Hidayah Kota Jambi, Selasa (22/10/2019). Para santri se-Kota Jambi itu melakukan upacara pengibaran bendera yang dirangkai dengan penampilan keterampilan kreatifitas dan kesenian santri dan santriwati dari tiap-tiap pondok pesantren.

Dalam peringatan hari santri tersebut, santri di kota itu ingin menunjukkan bahwa selain menuntut ilmu agama, santri turut di ajarkan berbagai disiplin ilmu lainnya yang menuntut kreatifitas para santri. Berbagai Kreativitas dan kesenian di tampilkan para santri di kota itu, mulai dari penampilan shalawat, hadrah, marching band, kolosal hingga silat ditampilkan santri di kota itu di hadapan Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Dalam peringatan hari santri itu, Wali Kota Jambi, Sy Fasha menyatakan diharapkan lembaga pendidikan pondok pesantren kedepan mampu menjadi pilihan utama orang tua dan anak dikota Jambi sebagai sarana tempat menuntut ilmu.

” Pondok pesantren mengajarkan agar berada di depan memimpin kelompoknya, di tengah mengayomi kelompoknya dan di belakang mendorong kelompoknya untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Dalam peringatan hari santri tersebut, Fasha menyampaikan program pemerintah kota terhadap lulusan pondok pesantren yang menjadi penghafal Al Qur’an atau hafiz dan hafizoh. Menurut dia, pemerintah kota Jambi, dalam beberapa tahun terakhir telah merekrut lulusan pondok pesantren penghafal Al Qur’an untuk menjadi guru tahfiz di SD dan SMP negeri di kota itu. Dengan merekrut guru tahfiz tersebut diharapkan anak-anak di Kota Jambi mampu menjadi penghafal Al Qur’an minimal satu juz.

“Saya bukan penghafal Al Qur’an, tapi dengan kewenangan yang saya miliki, kita akan mencetak sebanyak-banyaknya penghafal Al Qur’an, dan semoga santri mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI,” kata Syarif Fasha. (red JOS)

Demo Siswa SMA 3 Tebo, Firdaus : Saya siap undur diri, mungkin ini sudah ketetapan Allah

Plt. SMA 3 tebo, Firdaus memberikan klarifikasi atas semua tuduhan yang disampaikan siswa dan guru-guru dalam mediasi bersama kapolsek tebo tengah, Iptu. M. Hasyim di aula sekolah itu,Senin (21/10/2019) siang/ft. jambi otoritas


Jambiotoritas.com, TEBO – Kepemimpinan pelaksana tugas(plt) kepala sekolah SMA negeri 3 kabupaten Tebo, Firdaus selama dua tahun, akhirnya berujung demonstrasi siswa sekolah itu menuntut pengunduran dirinya terjadi pada , Senin (10/10/2019) pagi. Sementara surat memo keberatan atas kebijakan kepala sekolah SMAN 3 Tebo, tanggal 16 September 2019 yang ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi Jambi sudah disampaikan dan tinggal menunggu keputusan pihak Diknas.

Mediasi yang digagas pihak kepolisian sektor Tebo tengah akhirnya menyimpulkan bahwa keinginan siswa untuk mengikuti kegiatan – kegiatan kesiswaan keluar kabupaten Tebo dan provinsi Jambi tidak didukung anggaran dana dari kepala sekolah. Kemudian menyangkut transfaransi pengelolaan keuangan sekolah (BOS) apabila penjelasan dan data yang disampaikan kurang puas, maka hal ini dapat disampaikan ke pihak Aparatur Pemeriksaan Internal Pemerintah (APIP) atau diaudit BPKP atau BPK. Dan selanjutnya, kepala sekolah (Firdaus) beliau berjiwa besar, siap mundur dari jabatan Plt. Kepala sekolah SMA Negeri 3, sepanjang pimpinan menyetujuinya, sambil menunggu surat ketetapannya dari dinas pendidikan provinsi Jambi. Demikan disampaikan kepaka kepolisian sektor tebo tengah, Iptu. M. Hasyim, dalam forum mediasi siswa guru dan kepala sekolah, Firdaus di aula SMA N 3 Tebo, Senin (10/10/2019) siang.

Sementara itu dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Plt. Kepala sekolah, Firdaus membantah sejumlah tuduhan yang dianggapnya menjurus fitnah. Meskipoun demikian dia menjelaskan berapa point yang dilaporkan ke dinas pendidikan itu, sebagian tidaklah benar, namun dia mengakui bahwa keputusan yang diambilnya adalah dengan mengubah sisten yang berjalan selama ini.

Dia mendelegasikan kepada satu orang kemudian dia berhak menentukan anggota yang dipilih sendiri olehnya, kebijkan seperti itu dimaksudkan agar semuanya bergerak cepat.

“Sepenuhnya memang dilakukan tidak secara musyawarah dengan guru-guru disekolah. Mengingat kalau dilakukan musyawarah akan makan waktu lama, akibatnya proses belajar dan mengajar akan terlambat,” kilah Firdaus.

Kalau dikatakan semua kegiatan tidak dilaksanakan, itu tidak benar sama sekali. Tetapi memang ada beberapa kegiatan siswa yang kita cancel, karena banyaknya kegiatan- kegiatan siswa yang mau diikuti di tingkat kabupaten dan provinsi. Dia mencontohkan, seperti kegiatan yang dikabupaten Darmasraya, Sumbar karena pembiayaan yang diajukan pembinanya mencapai 27 juta yang dianggap terlalu besar. Bahkan kalau diperbandingkan sekolah lain dengan hanya dana 10 juta bisa berjalan. Setelah dikomunikasikan akhirnya kegiatan itu kita cancel dan diganti dengan mengadakan kegiatan penerimaan tamu amalan yang bisa dilakukan.

Kemudian masalah siswa yang tidak bayar uang komite tidak dapat ujian. Tidak ada anak yang tidak ikut ujian bahkan ada 40 orang siswa yang dibebaskan pembayaran komite, kalau ada yang tidak ujian itu karena itu, tidak benar.

“ Saya akui ini ada, mised komunikasi. Apa yang telah saya lakukan pada mereka, mereka sendiri belum jelas. Saat ini atas desakan mundur ini, saya nunggu dari diknas provinsi jJambi seperti apa tindak lanjutnya. Tetapi dengan situasi yang tidak kondusif seperti ini, saya juga tidak mungkin mimpin SMA 3 ini. Ketua MKKS sudah tahu, tadi kepala bidang diknas provinsi sudah saya hubungi juga, sepertinya dia lagi sibuk. Saya tunggu dalam beberapa hari ini, saya menunggu saja,” katanya.

Sementara menunggu, kata dia, kewajiban saya sebagai kepala skeolah tetap saya lakukan, saya berharap kegiatan KBM tetap berjalan, apapun keputusannya dari jambi saya terima. Secepatnya saya juga akan buat surat pengunduran diri.

“ Tidak semua yang kita kehendaki sesuai dengan yang kita inginkan, itulah hidup, mungkin ada hikmahnya bagi saya, mungkin Allah meminta saya sudahlah sampai disitu. Kalau kau terus disitu nanti musuhmu akan bertambah banyak, mungkin dia minta saya berhentilah, saya siap, mungkin ini sudah ketetapan allah,” ujarnya.( red JOS)

Penulis : David Asmara

Stand Capil Tetap Layani Masyarakat Sampai Penutupan Tebo Expo

Masyarakat tebo yang melakukan rekam KTP dan KIA di srand dinas capil Tebo, / ft. Jambiotoritas

Jambiotoritas.com, TEBO –  Sepanjang berjalannya Tebo expo dalam rangka ulang tahun kabupaten Tebo ke 20. Stand dinas catatan sipil kabupaten Tebo paling banyak dikunjungi masyarakat. Tecatat kunjungan masyarakat sejak dibukanya stand pada 12 Oktober 2019 hingga 17 Oktober 2019 dinas capil telah menerbitkan 656 kartu identitas anak (KIA) dan KTP sebanyak 161 keping.

” Rata – rata jumlah kunjungan masyarakat ke stand kita mencapai ratusan orang setiap harinya. Pelayanan pencatatan KIA dan KTP masih dilayani sampai penutupan jam 9 malam nanti,” kata kepala dinas catatan sipil Drs. H. Abu Bakar melalui kepala bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan, Samsir, SE, Kamis (17/9/2019).

Menurut Samsir, bagi masyarakat yang masih belum melakukan perekaman KTP atau KIA akan tetap dilayani. Tetapi untuk hari ini pencetakan KIA mengalami kendala karena tidak bisa langsung dicetak seperti sebelumnya.

” Untuk KIA hari inintidak langsung jadi. Tetapi pengambilan foto tetap bisa dilakukan. KIA akan diserahkan paling lambat pada hari selasa, minggu depan. Sementara untuk pelayanan KTP tetap berjalan normal,” katanya.

Dia menghimbau bagi masyarakat yang ingin mencetak KIA dan KTP di stand dinas Catatan Sipil hari ini pelayanan terakhir dalam rangka Tebo expo, menjelang penutupan malam nanti. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Kabut asap, Pemkot Jambi Mulai Liburkan Sekolah

Bagi masker dilakukan yayasan orang rimbo kito dikota muara Tebo, Selasa (15/10/2019)/ft.Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI -Pemerintah Kota Jambi kembali mengambil kebijakan meliburkan sekolah PAUD dan Taman Kanak-kanak, negeri dan swasta sederajat di kota itu, Selasa (15/1/2019). Kebijakan walikota Jambi itu menyusul semakin pekatnya kabut asap yang mendera kota Jambi.

Melalui siaran pers yang dirilis pemerintah kota itu pada Senin (14/10/2019) malam, kebijakan pemerintah kota itu meliburkan sekolah berdasarkan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, dimana kondisi kualitas udara dalam 24 jam terakhir berada di atas baku mutu, berfluktuasi dari kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kepala bagian hubungan masyarakat pemerintah Kota Jambi, Abu Bakar mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan memperhatikan kondisi udara sebagaimana amanat maklumat Wali Kota Jambi nomor 180/179 /HKU/2019 tentang antisipasi dampak kabut asap.

Dengan memperhatikan hal itu, pemerintah kota itu meliburkan siswa PAUD dan TK selama empat hari, mulai dari tanggal 15-18 Oktober 2019. Sementara, untuk siswa SD dan SMP negeri dan swasta sederajat pada hari Selasa-Rabu, 15-16 Oktober 2019 tetap masuk sekolah namun jam masuk sekolah di undur menjadi pukul 08.30 WIB.

Selain itu kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya di luar sekolah, untuk sementara waktu ditiadakan. Sebagai pencegahan dini dampak kabut asap maka kepada siswa, guru dan karyawan Tata Usaha (TU) sekolah diimbau menggunakan masker selama perjalanan dan beraktifitas di sekolah.

Selama kabut asap menyelimuti kota itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS/ DLHD Kota Jambi, yang direlease Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Humas Pemerintah Kota Jambi melalui saluran-saluran komunikasi, seperti sambungan telepon, pesan singkat whatsapp, media sosial maupun media massa. (red JOS).

Bupati Serahkan Kebijakan KBM Dampak Asap ke Diknas

Kondisi kabut asap dimuara Tebo, Selasa (15/10/2019)/ft. Jambiotoritas

Jambiotoritas.com, TEBO – Sejak sepekan terakhir wilayah kabupaten Tebo dan sekitarnya diselimuti kabut asap. Tetapi hari ini, Selasa (15/10/2019) kabut asap makin pekat. Pantauan ISPU yang dikeluarkan dinas lingkungan hidup kabupaten Tebo pada pukul 15.00 WIB tingkat ISPU berada pada angka 418 PM10, kabut asap sudah dalam kategori berbahaya.

Menurut kepala bagian humas pemerintah kabupaten Tebo, Defrianto menyatakan bupati Tebo H. Sukandar menyerahkan sepenuhnya kebijakan proses kegiatan belajar dan mengajar satuan pendidikan pada instansi yang menaunginya. Menurut Defri pernyataan bupati itu disampaikannya ketika membuka lomba pacu perahu di taman tanggo rajo di kelurahan Muara Tebo.

” Tadi disampaikan bapak Bupati pada event pacu perahu tadi untuk dampak kabut asap terhadap KBM diserahkan ke instansi terkait utk mengambil langkah yg diperlukan,” ucapnya.

Disampaikannya, bahwa saat ini kita (kabupaten Tebo) hanya menerima laporan 1 titik api. Jadi, menurut bupati dia meyakini kabut asap yang sekarang terjadi ini merupakan kiriman dari kabupaten tetangga.

Orik Bagi Masker

Yayasan ORIK tengah bagikan masker kepada siswa sekolah Al Walshliyah Muara Tebo

Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo dianggap mengkhawatirkan bagi kesehatan siswa siswi sekolah dikota Muara Tebo. Khawatir dengan kondisi ini, Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik) membagikan masker gratis kepada ratusan siswa-siswi Al-Walshliyah. Pembagian dilakukan Ketua Yayasan Orik, Ahmad Firdaus bersama Ketua Yayasan Al-Walshliyah dilaksanakan pada pelataran Masjid Agung Al-Ittihad Kabupaten Tebo, saat ratusan siswa-siswi tersebut berkumpul hendak mengunjungi lokasi Tebo Expo 2019 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) taman Sport Center Tebo, Selasa (15/10/2019) pagi. 

” Pemberian masker ini salah satu bentuk kepedulian kami (Yayasan Orik) terhadap kesehatan anak-anak. Soalnya, hari ini kabut asap sudah sangat pekat sekali, “kata Firdaus sembari memberikan masker. 

Apa yang dilakukan oleh Orik ini direspon positif oleh guru Al-Walshliyah. “Makasih Orik telah perduli dengan anak-anak kami. Mudah-mudahan ini menjadi kebaikan bagi kita semua, “kata salah seorang guru Al-Walshliyah, Jefri. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Tiga Dusun Batal Terima BSPS, Perkim Bungo Obral Janji

Jambiotoritas.com, BUNGO – Sejumlah warga yang terlanjur mengalokasikan biaya untuk persiapan penerimaaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari kementrian PUPR mengaku kecewa. Betapa tidak, atas perintah tim BSPS kabupaten Bungo mereka terlanjur membuat pondasi yang menghabiskan dana sekitar 5 juta rupiah. Namun kemudian BSPS yang mereka harap ternyata batal dilaksanakan tanpa alasan jelas.

Kepala dinas perumahan dan kawasan permukiman kabupaten Bungo, H. Muhamad Zen mengakui sekitar 250 unit BSPS tidak terealisasi tahun ini. Meskipun diakuinya, namun dia tidak menjawab alasan sebab musabab tidak terrealisasinya pada dusun Tanah bekali, dusun Teluk Pandak dan dusun Tenam.

” Ya, ada 250 unit bantuan perumahan BSPS di kabupaten Bungo yang belum bisa di realisasikan tahun ini, tanya saja dengan kasi perumahan, ” ucapnya sembari berlalu.

Sementara itu, kepala seksi perumahan dinas Perkim kabupaten Bungo, Torus Situmorang berdalih tidak terealisasinya 250 unit BSPS di Bungo merupakan penilaian tim verifikasi dari pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten Bungo hanya sebatas melakukan usulan saja.

” Kita hanya mengusulkan saja. Apakah usulan kita disetujui atau tidak, itu adalah kewenangan dari pihak pemerintah pusat, ” kata Torus, seperti dikutip Bungo News, belum lama ini.

Torus berjanji kepada warga yang belum menerima manfaat program BSPS tahun 2019 akan diprioritaskannya pada tahun depan (2020). Dia meyakinkan masyarakat bahwa sudah melakukan koordinasi dengan tim dari pusat.

” Akan kita prioritaskan usulan tahun 2019 yang tertunda untuk di realisasikan tahun 2020 mendatang. Kami harap masyarakat dusun Tanah Bekali, dusun Teluk Pandak dan dusun Tenam bersabar. Kami sudah berkoordinasi dengan tim dari pusat, ” katanya.

Dari informasi yang diperoleh informasi sebelumnya, kepala desa Lubuk Tenam, kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Zam Sopwan menyatakan kekecewaan warganya itu. Warga sebenarnya telah menyiapkan pondasi bahkan untuk itu mereka rela menjual ternak, kebun bahkan kredit pinjaman Bank.

” Warga sangat kecewa karena sudah menjual tanah, ternak dan minjam bank dengan harapan bisa mendapat bantuan BSPS. Tapi kenyataannya tidak bisa di realisasikan, ” ujar Zam Sopwan.(red JOS)

Editor : David Asmara

Kapolda : Rakernis fungsi humas wujudkan Polri promoter

Jambiotoritas.com, JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol. Muchlias AS mengatakan peran bidang humas di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) penting untuk mewujudkan Polri yang promoter (profesional, modern, terpercaya) dalam menjalani tugasnya melayani masyarakat. Kapolda juga berharap bidang kehumasan bisa masuk dalam kurikulum kepolisian di semua tingkatan, sehingga seluruh anggota Polri paham tentang pentingnya kehumasan, “public relation”.

“Selain itu, peran bidang humas Polda Jambi juga bisa masuk dalam tiga kebijakan utama Polda Jambi yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media,” kata Muchlis AS saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Jambi, Kamis (10/10/2019) di Mapolda Jambi.

Kapolda Jambi mengucapkan terima kasih kepada tim bidang humas Polda Jambi, yang telah menyelenggarakan Rakernis fungsi humas Polda Jambi tahun 2019 dengan tema “Strategis Manajemen Kehumasan Melalui Pengemban Kapasitas Organisasi Dalam Rangka Mewujudkan Polri yang Promoter” bertempat di Balai Bhayangkara Siginjai Polda Jambi. Sehingga kegiatan rakernis ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Hadir dalam acara rakernis fungsi humas itu Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Hary Nartanto, Pejabat Utama Polda Jambi, Kapolres Muarojambi, Kapolres Tanjab Barat, perwakilan pimpinan redaksi media cetak dan online di Jambi, para pejabat PPID Satker Polda Jambi dan jajaran, dan para peserta rakernis Bidang Humas Polda Jambi.

Dalam kesempatan ini Kapolda memberikan penghargaan kepada Polres terbaik dalam manajemen media, selain itu Kapolda juga menyerahkan piagam penghargaan kepada media lokal dan kabupaten serta masyarakat yang membantu tugas Polri dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kapolda Jambi memberikan penghargaan kepada dua polres terbaik dalam hal pemberitaan terbaik dan beberapa media lokal di acara Rakernis Humas itu. Penghargaan polres terbaik tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS kepada Kapolres Tanjabbar AKBP ADG Sinaga dan Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono dan perwakilan media lokal.

Muchlis mengatakan penghargaan diberikan kepada media lokal yang aktif dan berperan serta membantu pemberitaan Polri khususnya di polres-polres. Untuk polres terbaik dalam hal publikasi diberikan kepada Polres Tanjabbar dan Polres Muaro Jambi yang diterima langsung Kapolres.

“Dengan adanya penghargaan yang diberikan diharapkan antara Polri dan media bisa terus bersinergi sesuai program Kapolri sehingga menjadikan Polri Promoter,” katanya. (red JOS)

Giliran Buruh Unjuk Rasa Damai, Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Massa buruh dari berbagai elemen berunjuk rasa di sekitaran gedung DPR, Jakarta, Rabu 2 Oktober 2019./ft. Ist

Jambiotoritas.com, JAKARTA – Demonstrasi buruh menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, yang berjalan damai di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/10/2019), menuai pujian. Unjuk rasa yang diakhiri dengan joget bareng massa dan Wakil Kapolda Metro Jaya itu dinilai bisa menjadi pembanding dengan demo anarkistis yang marak belakangan ini.

“Demonstrasi kalau sudah ada komunikasi yang baik antara demonstran dan pemangku kebijakan, pasti jauh dari anarkistis. Kedua belah pihak sama-sama ingin titik temu dari kepentingan masing-masing, bukannya ekspresi kekerasan yang akhirnya merugikan semua pihak,” kata pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Ari membandingkan demonstrasi super damai buruh dengan sejumlah aksi mahasiswa dan pelajar yang menolak sejumlah RUU kontroversial dan berkahir anarkistis belakangan ini. Menurutnya, demonstrasi mahasiswa dan pelajar seharusnya tidak anarkistis, bahkan bisa lebih damai dari aksi para buruh.

“Tuntutan buruh yang menolak kenaikan iuaran BPJS Kesehatan serta menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan PP 78/2015 ini urusannya langsung ke perut, ke penghasilan mereka. Tetapi, kalau komunikasi dilakukan dengan kepala dingin, urusan perut itu tidak akan melahirkan amuk massa,” ujar Ari.

Ari melanjutkan, demonstrasi mahasiswa dan pelajar juga seharusnya tidak anarkistis dan bahkan bisa lebih baik dari buruh, karena tuntutan sudah dipenuhi. Sementara, tuntutan buruh, meski sudah dikomunikasikan dengan pemerintah, belum ada titik temu yang final.

“Inilah anehnya. Tuntutan penolakan empat dari lima RUU kontrovesial dari mahasiswa sudah dipenuhi Presiden dan DPR dengan penundaan pengesahan. Presiden juga sudah menyatakan mempertimbangkan penerbitan Perppu KPK, tetapi kenapa masih saja anarkistis,” ujar Ari.

Melihat keanehan tersebut, kata Ari, maka tidak heran banyak muncul dugaan di masyarakat bahwa aksi-aksi anarkistis mahasiswa dan pelajar tersebut ada yang menunggangi. “Wajar jika orang kebanyakan akan berpikir seperti itu (ditunggangi). Apalagi, kerusakan dan gangguan keamanan yang ditimbulkan sudah membuat jengkel banyak orang,” kata Ari.

Doktor ilmu komunikasi itu mengatakan, komunikasi publik yang dijalankan pemerintah sebenarnya sudah cukup baik. Presiden Jokowi juga selalu sigap merespon setiap isu yang ada masyarakat dengan baik.

“Demikian pula para pembantunya. Seskab, misalnya, juga sudah menjadi komunikator publik yang baik. Tetapi, namanya ada faktor X di balik berbagai demonstrasi anarkistis itu, ya, yang harus mengendalikan selebihnya adalah kepolisian, karena sudah menyangkut keamanan,” kata Ari.

Sumber : Suara Pembaruan

BMKG : Masyarakat Masih Harus Waspadai Karhutla

Petugas melakukan pemadam di lahan yang terbakar di Muaro Jambi/ft. AntaraJambi
_______________________________________________________________________________________________

Jambiotoritas.com, JAKARTA  – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan dalam tiga hari terakhir hotspot (titik panas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turun signifikan. Meski begitu BMKG tetap meminta masyarakat terus waspada sebaran asap akibat karhutla di wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. BMKG mendeteksi penurunan signifikan jumlah titik panas di wilayah Indonesia. berdasar pantauan satelit Modis (Terra Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama 3 hari terakhir (26-28 September 2019) sebesar 78%, dibandingkan sepekan lalu.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo mengatakan, lokasi titik panas tersebut di antaranya berada di wilayah Indonesia seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

“Jumlah titik panas di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Timur fluktuatif. Sementara di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan fluktuatif cenderung menurun sampai 28 September 2019,” katanya dari siaran pers, Minggu (29/9/2019).

Prabowo menjelaskan kecenderungan penurunan jumlah titik panas di Indonesia dan negara Asia Tenggara, dan secara tidak langsung dapat menurunkan sebaran asap di wilayah Indonesia. Namun masyarakat masih harus mewaspadai terjadinya karhutla karena potensi hujan masih belum signifikan di daerah tersebut.

Saat ini dalam mengupayakan peningkatan potensi hujan di daerah terjadinya karhutla, BMKG bekerja sama dengan TNI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mereka melakukan kegiatan teknologi modifikasi cuaca yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi hujan di wilayah karhutla yang sudah dilaksanakan di beberapa tempat di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

“BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah dekat dengan karhutla, untuk selalu mewaspadai potensi karhutla,” ucapnya.

Satelit Modis yang digunakan BMKG yang menjadi standar kondisi cuaca di ASEAN menunjukkan pada 23 September 2019 jumlah titik panas seluruh Indonesia berjumlah 1.374 titik, di mana di Riau terdapat 134 titik, Jambi 324 titik, Sumatera Selatan 337 titik, Kalimantan Barat 20 titik, Kalimantan Tengah 279 titik, Kalimantan Selatan 49 titik, serta Kalimantan Timur 11 titik.

Pada tanggal 25 September 2019, Riau dan enam wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan nasional lainnya, semuanya mengalami penurunan. Secara nasional jumlah titik api seluruh Indonesia sebanyak 554 titik, dengan sebaran Riau 68 titik, Jambi 15 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Kalimantan Barat 9 titik, Kalimantan Tengah 268 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Kalimantan Timur 60 titik.

Sementara pada Kamis (26/9/2019), satelit modis menangkap kenaikan jumlah titik api, di mana pada pukul 18.55 WIB, setelit mencatat ada 915 titik api seluruh Indonesia, dengan Riau tanpa titik api, Jambi 33 titik api, Sumatera Selatan 18 titik api, Kalimantan Barat 59 titik api, Kalimantan Tengah 674 titik api, Kalimantan Selatan 28 titik api, Kalimantan Timur 38 titik api.

Selanjutnya penurunan kembali terjadi pada Jumat (27/9/2019) satelit mencatat ada 231 titik panas di seluruh Indonesia, di mana Riau hanya 9 titik panas, Jambi 96 titik, terdapat 8 titik panas di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat 1 titik, Kalimantan Tengah 1 titik panas, Kalimantan Selatan 1 titik panas, Kalimantan Timur 33 titik panas.

Pada Sabtu (28/9/2019) pukul 06.02 WIB tren penurunan kembali terjadi. Terdapat 136 titik panas di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah rawan karhutla, di Riau terdapat 2 titik, Jambi 17 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Kalimantan Barat tidak ditemukan titik panas, Kalimantan Tengah terdapat 4 titik, Kalimantan Selatan 1 titik, dan Kalimantan Timur terdapat 27 titik.

Sementara itu, pantauan hari Minggu (29/9/2019), sebagian wilayah mengalami kenaikan jumlah titik panas, yaitu Jambi 34 titik, Sumsel 50 titik, Kalimantan Barat 2 titik, Kalimantan Tengah 48 titik, dan Kalimantan Selatan 31 titik. Beberapa daerah rawan karhutla juga ada yang mengalami penurunan titik panas yaitu Riau 1 titik dan Kalimantan Timur 14 titik. Sehingga pantauan titik panas di seluruh Indonesia pada Minggu (29/9/2019) ada 263 titik.

Membuahkan Hasil

Terkait turunnya titik panas, setelah Presiden Joko Widodo melakukan rapat terbatas di Riau beberapa waktu lalu, BNPB akan lakukan operasi pemadaman karhutla menggunakan TMC lebih intensif. TNI mengerahkan 4 pesawat untuk membantu proses TMC di Sumatera dan Kalimantan. Upaya TMC yang digawangi oleh BNPB bersama BPPT dan BMKG pun sudah membuahkan hasil. Hujan turun di beberapa tempat yang menjadi daerah operasi TMC seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengungkapkan, pantauan Minggu (29/9/2019) di wilayah Sumatera menunjukkan kondisi cuaca secara umum terpantau cerah berawan hingga hujan. Jarak pandang di beberapa bandara di Pulau Sumatera terpantau berada pada level baik, dengan visibility lebih dari 5 km.

Kemudian berdasarkan pantauan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hingga pukul 16.00 WIB menunjukkan bahwa titik api dengan kategori sedang dan tinggi terdeteksi masing-masing berada di Riau dengan 3 titik, Muaro Jambi 1 titik, dan Sumatera Selatan 124 titik. “Hal tersebut menunjukkan bahwa titik api terpantau cenderung berkurang,” ucapnya.

Sementara itu, pantauan cuaca di Pulau Kalimantan menunjukkan kondisi cuaca cerah, berawan hingga hujan. Sedangkan untuk jarak pandang terpantau sudah lebih dari 5 km. Kendati demikian, asap tipis masih terpantau berada di wilayah Palangkaraya Kalimantan Tengah dan Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Sedangkan pantauan titik api kategori sedang dan tinggi hingga Minggu (29/9/2019) sore terdeteksi masing-masing di Kalimantan Barat 4 titik dan Kalimantan Selatan 4 titik. Merujuk tren laporan yang dihimpun berdasarkan citra satelit terkini dan tinjauan langsung di lapangan lanjutnya, bisa disimpulkan bahwa episode karhutla 2019 tak lama lagi segera usai.

“Oleh karena itu, dari seluruh pencapaian atas hasil usaha pemadaman darat, udara dengan waterbombing, dan TMC, ditambah prediksi BMKG tentang musim hujan yang akan segera datang semakin membuat kami optimis bahwa bencana asap karhutla ini akan segera berlalu,” paparnya.

Sumber : Suara Pembaruan

Paksa Masuk Gedung DPRD Jambi, Mahasiswa Terlibat Bentrok

Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Jambi menuntut pemerintah membatalkan revisi KUHP dan RUU KPK terus berlanjut hari ini, Senin (30/9/2019) berujung bentrok/ft. Ist
________________________________________________________________________________________________

Jambiotoritas.com, JAMBI – Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Jambi menuntut pemerintah membatalkan revisi KUHP dan RUU KPK terus berlanjut hari ini, Senin (30/9/2019). Aksi mereka yang berlangsung di gedung DPRD provinsi Jambi itu, disaat dewan melakukan sidang paripurna, massa yang memkasa masuk dalam sidang dewan akhirnya terlibat bentrok dengan aparat pengamanan.

Pantauan dilapangan terlihat massa yang bergerak memaksa masuk gedung DPRD dan ingin melakukan sidang paripurna. Aksi saling dorong aparat dan pengunjuk rasa pun tidak bisa dihindarkan hingga akhirnya mereka dibubarkan dengan menembakkan gas air mata.

Dalam aksi unjuk rasa itu ada empat tuntutan massa. Pertama meminta pemerintah membatalkan Revisi KHUP dan meminta pemerintah mengeluarkan Perpu RUU KPK, penuntasan HAM di Indonesia dan keberlangsungan reformasi termasuk meminta pertanggungjawaban Kapolri terkait meninggalnya dua mahasiswa di kendari.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto terlihat keluar dari gedung DPRD Jambi itu. Dia menemui mahasiswa akan tetapi keinginan demonstran tetap menginginkan masuk ke dalam kantor DPRD Jambi untuk berdiskusi bersama di ruang sidang paripurna. (red JOS)

Polisi Tetapkan Puluhan Pelaku Rusuh Demo DPR Sebagai Tersangka

12 Pelajar dan 24 Mahasiswa Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kerusuhan Demonstrasi di gedung DPR pada 24-25 September 2019 lalu/ft. Ist

Jambiotoritas.com, JAKARTA – Usai aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada 24-25 September lalu di sekitar Gedung DPR, polisi mencatat ada 36 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari 12 pelajar dan 24 mahasiswa.

Berdasarkan data yang dimiliki Polda Metro Jaya, pada tanggal tersebut polisi mengamankan sebanyak 105 mahasiswa. Rinciannya, 24 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 81 orang lainnya telah dipulangkan. 

Sementara itu, polisi turut mengamankan 15 pelajar SMP dan SMA.12 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tiga orang lainnya dikembalikan ke orang tua masing-masing. 

Tidak hanya itu, pada 25-26 September, polisi kembali mengamankan 15 mahasiswa dan 83 pelajar. Kendati demikian, belum ada informasi lebih lanjut terkait apakah ada yang ditetapkan tersangka dan jumlah orang yang dipulangkan.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, mengatakan 24 mahasiswa dan 12 pelajar yang telah ditetapkan sebagai tersangka melakukan penyerangan dan pengerusakan terhadap fasilitas umum.

“Macam-macam (alasan ditetapkan sebagai tersangka), seperti menyerang petugas, pengerusakan secara bersama-sama dan bahkan ada yang melakukan pembakaran,” kata Suyudi kepada wartawan, Jumat (27/9).

Dia menyebut, hingga kini, para tersangka itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Sementara, para pelajar yang masih berusia di bawah 18 tahun telah dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, Jakarta.

“Ditahannya dengan dititipkan ke balai aman Handayani setelah melalui proses diversi dengan didampingi pihak Bapas,” ungkap Suyudi.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa dilakukan aliansi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat sipil terjadi pada tanggal 24-25 September. Aksi unjuk rasa itu berakhir ricuh antara massa pendemo dengan aparat keamanan di sekitar Kompleks Parlemen Senayan. 

Demo tersebut digelar untuk menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).

sumber : republika

Dampak Kemarau, 450 Ha sawah Alami Kekeringan

Dinas TPHKP terima bantuan APBN percepat pengelohan tanah anstisipasi kekeringan

Kepala bidang Tanaman pangan holtikuktura, dinas TPHKP Kabupaten Tebo, Nanang/ft. Jambi otoritas

Jambiotoritas.com, TEBO – Kondisi musim kemarau yang terjadi berdampak langsung terhadap hasil produksi pertanian dan penundaan jadwal tanam sepanjang tahun 2019. Pemerintah kabupaten Tebo targetkan percepatan musim tanam hingga pertengahan Oktober 2019 akan terealisasi. 

Berdasarkan data dinas tanamanan pangan, holtikultura dan ketahanan pangan kabupaten Tebo, Jambi. Kemarau panjang mengakibat 58,49 hektar lahan persawahan kelompok tani usaha bersama, desa Sungai Aro kecamatan Tebo ilir mengalami puso (gagal panen) diproyeksikan dari luas lahan sawah yang mengalami puso itu bakal menghasilkan 150 ton beras.

” Dampak kemarau secara langsung dialami 517 hektar pertanaman semua umur padi sawah alami kekeringan. Tetapi hanya 58,49 hektar saja sawah petani terkena dampak kekeringan ini, dinyatakan mengalami puso,” kata kepala dinas TPHKP melalui kepala bidang Tanaman pangan dan holtikultura, Nanang, Selasa (24/9/2019).

Diakuinya, ada 450 hektar lahan persawahan di kecamatan Sumay dan Tebo ulu mengalami kekeringan. Pemerintah pusat melalui (APBN) sudah merealisasikan bantuan benih untuk 907 hektar, dan bantuan untuk gerakan percepatan pengelolaan tanah, sebagai antisipasi kekeringan yang akan ditanam pada bulan Oktober nanti. 

” Pemerintah pusat berikan empat paket bantuan senilai 21 juta/seratus hektar berupa BBM, upah operator dan biaya gerakan petani. Sementara untuk peralatan traktor dan mesin pompa air dibantu dari brigade kita,” katanya.

Dijelaskan Nanang, bahwa sebenarnya pemerintah pada tahun 2019 mencanangkan target luas tanam padi sawah dan padi ladang seluas 9000 hektar yang telah didukung bantuan benih dari kementrian yang sudah didropping kepada semua petani. Semestinya sudah mulai penanaman pada Juli 2019 lalu. Tetapi karena kondisi kemarau menjadi tertunda penanamannya hingga mencapai 4500 hektar. Targetnya pertengahan Oktober ini sudah tanam, karena menunggu musim hujan tiba.

” Karena kemarau yang terjadi, baru terealisasi 4500 hektar, selebihnya tertunda penanamannya. Ditargetkan sampai akhir September sudah tertanam semua sesuai target awal,” ungkapnya.(red JOS)

Penulis : David Asmara

BMKG : Soal langit merah di Muaro Jambi, Tingginya Polutan

Kondisi kabut asap dikota Jambi, Minggu (22/9/2019)/ft. Jambi Otoritas

Jambiotoritas.com, JAMBI – Fenomena warna langit di Muaro Jambi berubah menjadi warna merah. Secara ilmiah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan akibat tingginya kadar polutan diwilayah itu. Hasil analisis citra satelit Himawari-8 pada 21 September di sekitar Muaro Jambi, tampak terdapat banyak titik panas dan sebaran asap yang sangat tebal.

” Asap dari kebakaran hutan dan lahan ini berbeda dari daerah lain yang juga mengalami kebakaran, wilayah lain pada satelit tampak berwarna cokelat namun di Muaro Jambi menunjukkan warna putih yang mengindikasikan bahwa lapisan asap yang sangat tebal,” kata kepala Subbidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/9/2019).

Hal ini dimungkinkan karena kebakaran hutan/lahan yang terjadi di wilayah tersebut, terutama pada lahan-lahan gambut. Menurut dia, tebalnya asap juga didukung oleh tingginya konsentrasi debu partikulat polutan berukuran kurang dari 10 mikron (PM10).

” Tengah malam di Jambi, pengukuran konsentrasi PM10 didapati banyaknya volume polutan di udara yakni 373,9 ug/m3, menunjukkan kondisi tidak sehat,” ujarnya.

Kondisinya serupa dan lebih parah terjadi di pekan baru, Riau. Angka konsentrasi debu polutan PM10 kategori berbahaya dengan banyaknya polutan mencapai 406,4 ug/m3. Jika ditinjau dari teori fisika atmosfer pada panjang gelombang sinar tampak, langit berwarna merah ini disebabkan oleh adanya hamburan sinar matahari oleh partikel mengapung di udara yang berukuran kecil (aerosol), dikenal dengan istilah hamburan mie (Mie Scattering).

Mie scattering terjadi jika diameter aerosol dari polutan di atmosfer sama dengan panjang gelombang dari sinar tampak (visible) matahari. Panjang gelombang sinar merah berada pada ukuran 0,7 mikrometer.

” Kita mengetahui bahwa konsentrasi debu partikulat polutan berukuran kurang dari 10 mikrometer sangat tinggi di sekitar Jambi, Palembang, dan Pekanbaru. Tetapi langit yang berubah merah terjadi di Muaro Jambi. Ini berarti debu polutan di daerah tersebut didominasi berukuran sekitar 0,7 mikrometer atau lebih dengan konsentrasi sangat tinggi. Selain konsentrasi tinggi, tentunya sebaran partikel polutan ini juga luas untuk dapat membuat langit berwarna merah,” jelasnya.

Langit yang berubah warna ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Pada 2015, di Palangkaraya juga pernah diberitakan beberapa kali mengalami langit berwarna oranye akibat kebakaran hutan dan lahan, yang berarti ukuran debu partikel polutan (aerosol) saat itu dominan lebih kecil atau lebih halus (fine particle) daripada fenomena langit memerah di Muaro Jambi kali ini. (red JOS)

Dinkes : Sebagian besar anak – anak paling banyak terserang ISPA

Kabut asap yang menyelimuti komplek perkantoran kabupaten Tebo, Kamis (19/9/2019) siang/ft. Jambi otoritas

Jambiotoritas.com, TEBO – Sepanjang September 2019, data terupdate dinas kesehatan kabupaten Tebo, terbaru jumlah penderita Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menurun hampir 50 persen dari bulan agustus kemarin sekitar 3047 orang. Dari data masuk didinas kesehatan yang dilaporkan puskesmas, pekan ini, tercatat 1539 orang terpapar ISPA yang sebagian besar adalah anak-anak.

Akibat menurunnya kualitas udara dikabupaten Tebo. Pemerintah sendiri menghadapi situasi bencana kabut asap menetapkan status siaga pada semua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk penanganan langsung masyarakat yang terserang ISPA ini.

Menurut kepala bidang pelayanan, pencegahan dan pengendalian penyakit masyarakat dinas kesehatan kabupaten Tebo, Sri Wahyuti, Rabu (18/9/2019) petang kemarin. Menyatakan sementara ini, pemerintah menghimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas anak bermain diluar ruangan. Dan tetap menggunakan masker, karena udara diluar semua sudah terpapar kabut asap. 

” Setelah pembagian masker kepada masyarakat angka paparan ISPA mulai menurun. Dinas kesehatan masih memiliki stok masker 15.000 untuk kebutuhan beberapa hari kedepan. Bahkan pemprop Jambi siap memberikan bantuan bila dibutuhkan,” jelas Sri Wahyuti

Menurutnya, masyarakat harus cepat tanggap jika terpapar ISPA segera membawa ke Puskesmas. Pemerintah sendiri memberikan layanan gratis penanganan yang sifatnya insidentil. Karena ini bencana alam dan terjadi dimana – mana. 

Berdasarkan pantauan kualitas udara dinas lingkungan hidup kabupaten Tebo, kemarin (Rabu, 18/9/2019) hasil sementara pada jam 12.00 pm10 241,6 ISPU 146 artinya, kualitas udara dalam kota muara Tebo dalam kategori tidak sehat. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Temuan Disbunkannak Tebo, Jajanan Bakso Mengandung Bahan Borax

Ilustrasi /ft. Net

Jambiotoritas.com, TEBO – Pemeriksaan sampel jajanan olahan pangan dikabupaten Tebo positif mengandung borax. Kandungan bahan kimia berbahaya itu, menurut pihak dinas perkebunan, perikanan dan perternakan terdapat pada jajanan  bakso yang mereka ambil sampelnya pada awal September 2019 diseluruh kecamatan dalam kabupaten Tebo.

” Sampel- sampel makanan itu dikirin ke labor BPVET Bukit tinggi, sumatera barat dan labaoratorium di probinsi Jambi, hasilnya positif mengandung borax. Tetapi kandungannya masih relatif dalam tingkatan yang wajar,” kata kepala dinas Perkebunan Peternakan dan perikanan, melalui kepala seksi kesehatan masyarakat veteriner dan pengolahan produksi hasil peternakan, Hendri Sugestianto, Rabu (18/9/2019) di Muara Tebo.

Menurut Hendri, pemeriksaan sampel makanan dilakukan dengan membeli langsung dari pedagang. Sehingga bila pemeriksaan labornya positif. Dinas langsung berikan warning agar tidak mengulangi perbuatannya.

”  Pemeriksaan serupa kita lakukan secara berkala tiga bulan sekali. Para pedagang ini, kita warning agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Khusus pedagang bakso, dan pedagang – pedagang jajanan lainnya yang berkaitan dengan produk olahan ternak,” jelasnya. 

Dikatakannya bahwa biasanya bahan pengenyal (borak) digunakan sebagai pengawet. Karena bahan olahan pangan paling lama bertahan paling hanya dua hari saja. Atas temuan itu, pengakuan (pedagang) mereka ditawarkan pada proses penggilingan. Disamping itu juga kandungan borax banyak ditemukan pada jenis jajanan – jajanan anak – anak seperti bakso bakar, sosis dan lain – lain. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Selamatkan Lahan Pertanian, BPN Dorong Pemkab Tebo Bentuk Gugus Tugas Penyedia TORA

Unjuk rasa petani di kantor bupati Tebo, Senin (16/9/2019)/ ft. Jambi otoritas

Jambiotoritas.com, TEBO – Amanat peraturan presiden No. 18 tahun 2017 tentang penyelesaian dan penggunaan tanah dalam kawasan hutan diharuskan menjadi pedoman penyelesaian konflik agraria. Terlebih negara harus tetap menjaga lahan – lahan pertanian.

Aspirasi yang disampaikan massa forum keluarga besar petani Tebo terkait pelaksanaan penyelesaian tanah objek reforma agraria (TORA). Gugus tugas penyedia TORA kabupaten Tebo harus dibentuk.

” BPN Tebo sudah bersurat, intinya akan merapatkan untuk mendorong pembentukan gugus tugas TORA. Kendalanya selama ini adalah masalah koordinasi. Atas tanah yang dikuasai negara banyak kewenangan para pihak terhadap tanah itu,” kata Kasi Penyediaan dan pemanfaatan kantor pertanahan Tebo, Yuni Paturnawan pada dialog dengan pemerintah kabupaten Tebo bersama massa petani, (16/9/2019) di DPRD Tebo, kemarin.

Menurut dia, BPN bersama pemerintah kabupaten Tebo sebenarnya sudah bergerilya memberi legalisasi tanah negara yang sudah diserahkan ke petani mencapai 2000 sertipikat. Legalisasi itu dilakukan dengan program redistribusi BPN.

” Masalahnya sekarang pertanahan kabupaten Tebo kekurangan objek (tanah) yang mau dilegalisasi mencapai 4000, redistribusi 2000, Bahkan sesuai dengan kuota tahun 2019 ini Tebo dapat 11.000 sertipikat untuk program PTSL. Kami harus mencari objeknya,” katanya.

Sementara itu, kepala KPHP timur, dinas kehutanan provinsi Jambi, Joko Sutrisno menyatakan bahwa untuk melakukan proses pelepasan hutan (tanah) seperti aspirasi yang disampaikan tetapi berpedoman pada peraturan presiden (Perpres) No. 18 tahun 2017. Persoalannya penguasaan yang terjadi adalah seperti permukiman, munculnya fasilitas umum dan fasilitas sosial (sekolah, rumah ibadah). Dan lahan garapan untuk perkebunan sawit, karet, kopi dan lain – lain.

Menurut Joko bahwa program TORA harus tepat sasaran, subjek (pemohon) dan objeknya (tanah yang dimohonkan). Jadi harus jelas bagaimana kronologi perolehan tanah itu.

” Pemerintah hanya memberikan opsi hibah tanah yang dicadangkan untuk TORA. Dan pinjam pakai selama 35 tahun yang dikelola secara perhutanan sosial ataupun Hutan Tanaman Rakyat (HTR),” jelas Joko. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Lahan Konsensi Tiga Perusahaan di Tebo Dituntut Demonstran Untuk TORA

Forum keluarga besar petani Tebo unjuk rasa mendesak bupati Tebo H. Sukandar merekomendasi lahan dalam hutan kawasan dan konsesi perusahaan yang telah dikelola masyarakat untuk disertakan dalam program tanah objek reforma agraria ( TORA ), Senin (16/9/2019) di Muara Tebo Jambi/ft. Jambi otoritas

Jambiotoritas.com, TEBO – Forum keluarga besar petani Tebo mendesak pemerintah kabupaten Tebo dalam hal ini bupati Tebo mengeluarkan rekomendasi lahan mereka kelola yang berada dalam kawasan hutan dan konsensi perusahaan. Aksi unjuk rasa ratusan massa petani itu, menindaklanjuti pertemuan dengan wakil bupati, Syahlan beberapa waktu lalu. Karena jadwal yang tunggu tidak pernah terpenuhi.

Menurut orator aksi damai di gerbang masuk kantor bupati Tebo, Senin (16/9/2019), massa hanya ingin menyampaikan itikad baik mereka bahwa mereka hanya ingin berjumpa dengan bupati Tebo, H. Sukandar. Melalui wakil bupati Tebo,  sebelumnya sudah dijadwalkan pertemuan langsung untuk menyampaikan aspirasi para petani itu dengan bupati Sukandar.

” Kami menunggu respon bupati terhadap petani. Menunggu saran dari beliau. Berikanlah waktu kepada kami, dan kedatangan kami tidak akan membuat keributan,” kata salah satu orator.

Sekiranya, tuntutan massa dari beberapa kelompok tani itu, sebagian besar menuntut pelepasan lahan dalam konsensi perusahaan PT. WKS dan PT. LAJ yang berada diwilayah desa pemayung kecamatan sumay dan desa lubuk Mandrasah kecamatan tengah ilir kabupaten Tebo. Reforma agraria tidak berjalan. Petani dan masyarakat kabupaten Tebo butuh alat produksi berupa tanah. Supaya petani bisa produktif untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

” Banyak permasalahan yang belum diselesaikan. Dalam pengelolaan lahan dalam hutan dikabupaten Tebo ini. Padahal kami lahan yang kami kelola sudah dikuasai selama 20 tahun. Maka dari itu pula, kami minta rekomendasi pelepasan lahan dalam kawan hutan sebut,” kata seorang petani lainnya.

Terkait RUU pertanahan yang akan disahkan pemerintah pusat 24 Oktober 2019 mendatang. Massa menilai jika RUU itu disahkan, maka yang terjadi adalah bencana bagi petani. Reforma agraria adalah solusi, redistribusi harus dijalankan. 

  ” Maka dari itu, Tolak RUU pertanahan itu. Hari ini yang kami inginkan bersama pemerintah daerah kabupaten Tebo dan dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Tebo menyampaikan penolakan RUU Pertanahan kepada pemerintah,” tukas frans dodi. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Wabup Syahlan Harapkan Jamaah Haji Jadi Contoh di Tengah Masyarakat

Wakil bupati Tebo, Syahlan Arfan ketika menyambut kedatangan jamaah haji kloter 27 kabupaten Tebo di Masjid Agung Al Ittihad Muara Trbo, Jum’at (13’9/2019)/ ft. Humas

Jambiotoritas.com, TEBO – Rombongan jamaah haji Kabupaten Tebo Kelompok Terbang (Kloter) 27 tiba di Muara Tebo dengan selamat di kota Muara Tebo, tepat pukul 10.30 WIB, kedatangan 172 jamaah haji itu di sambut langsung oleh Wakil Bupati Tebo Syahlan, SH., di Masjid Agung Al-Ittihad, Jumat (13/9/2019) di Muara Tebo.

Wakil Bupati Syahlan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut serta mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji khususnya untuk jamaah haji dari Kabupaten Tebo.  Dia berharap para jamaah haji yang tiba kembali ke tanah air, mendapatkan haji yang mabrur. 

” Harapannya sepulang dari tanah suci, para jamaah haji dapat menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat sekitarnya,” ucap Syahlan.

Syahlan juga mengajak mendo’ akan jamaah haji Kabupaten Tebo yang meninggal dunia di Arab Saudi. Serta jamaah haji yang sedang terbaring sakit dan dirawat di Madinah. Dalam rangkaian acara penyambutan kepulangan jamaah haji itu, secara resmi pemerintah Kabupaten Tebo menyerahkan kembali 172 jamaah haji dari kloter 27 Kabupaten Tebo tahun 2019 kepada keluarga masing-masing.

Sementara itu, Plt. kepala kementrian agama kabupaten Tebi, Drs. H. M. Sawi., mengatakan dari 175 jamaah haji kloter 27, dua orang jamaah meninggal dunia, mereka adalah Jaslinar (61) asal Teluk Singkawang dan Tarmono (72) asal Rimbo Ulu. Sedangkan 1 orang jamaah yang sakit atas nama Siyamto (72) asal Rimbo Ulu yang masih dirawat di Madinah.

Menurut Sawi, sebelumnya sebanyak 175 orang Jamaah Calon Haji (JCH) ditambah 1 orang TPHD Kabupaten Tebo Kloter 27 tahun 2019 resmi diberangkatkan langsung oleh Bupati Tebo H. Sukandar, S.Kom., M.Si., dan Anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj. Saniatul Lativa, SE., MM., serta Wakil Bupati Tebo Syahlan, SH., di Masjid Agung Al-Ittihad, Senin malam (29/7/2019) lalu.

Turut hadir pada acara penyambutan ini unsur Forkopimda Kabupaten Tebo atau yang mewakili, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Setda Kabupaten Tebo, Kepala OPD, Kepala Badan, Kepala Kantor dan Kepala Bagian di lingkup Pemerintah Kabupaten Tebo, Danramil Muara Tebo, Kapolsek Tebo Tengah, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Tebo. (red JOS)


Editor : David Asmara
Sumber : Humas Tebo