Reaktif COVID, Tahanan Lapas Klas II B Meninggal di RSUD STS

Satgas Covid kabupaten Tebo tengah mempersiapkan pemulasaran jenazah tahanan Lapas kelas II B Muara Tebo yang meninggal sekitar pukul 5 sore tadi di RSUD Sultan Taha Syaifuddin Muara Tebo

JambiOtoritas.com, TEBO – Seorang tahanan Lapas Kelas II B Tebo, S (40) warga Sungai Nuri, Danau Teluk, Desa Teluk Kayu Putih Kecamatan VII Koto kabupaten Tebo, Jambi yang sebelumnya teridentifikasi reaktif covid-19. Petang tadi, Selasa (22/9/2020) meninggal meninggal dunia. Menurut Direktur RSUD STS Muara Tebo, dr. Oktavieeni mengatakan pasien S dirawat di RSUD sejak 10 Sepember 2020 lalu.

” Gejalanya sesak nafas dan pasien memiliki kelainan jantung, hasil rapid tes pertama reaktif, selanjutnya dua kali uji swab pasien hasilnya negatif,” kata Oktavienni, Selasa (22/9/2020) petang.

Disampaikan Oktavieeni, bahwa kondisi pasien sempat membaik, sehingga pada tanggal 17 September 2020 pasien diperbolehkan pulang ke LP (tahanan). Kondisi pasien pada 21 September 2020 (kemarin) kembali mengalami penurunan kesadaran, nafas sesak (koma) serta mengalami sakit pada jantungnya yang bersangkutan kembali masuk ke RS.

” Berdasarkan pemeriksaan rontsen oleh dokter pasien dinyatakan suspek covid-19. pasien dirawat diruang perawatan di ruang isolasi covid-19 RSUD STS Tebo. sekitar pukul 17.00 sore tadi pasien meninggal dunia tetapi belum sempat dilakukan uji swab,” katanya.

dr. Oktavieni selaku Ditektur RSUD STS Tebo terhadap pasien dilakukan pemakaman dengan protokol COVID. segala sesuatunya sedang dipersiapkan. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Jenazah Fabiansyah Akan di Makamkan di TPU Pusara Agung

Meninggal dunia di RSCM Jakarta

JambiOtoritas.com, JAMBI – Kabar putra bungsu Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang bernama M Fabiansyah Putra yang meninggal di Jakarta, Senin siang, mengejutkan masyarakat di Jambi. Bian panggilan kesehariannya meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sekitar pukul 13.15 WIB, Senin (21/9/2020).

Mengenai kabar itu, Wakil Wali Kota Jambi Maulana secara resmi menyampaikan kepada masyarakat Kota Jambi sekitar pukul 14.00 WIB di Mako Damkar Kota Jambi melalui video. Maulana mengimbau kepada jama’ah mesjid dan mushola di Kota Jambi melaksanakan sholat ghaib atas meninggalnya putra bungsu Wali Kota Jambi itu.

Rencananya, jenazah almarhum M Fabiansyah Putra akan dikebumikan di Pemakaman Pemerintah Kota Jambi Pusara Agung. Almarhum direncanakan diterbangkan ke Jambi, besok Pagi (Selasa).

“Almarhum besok pagi (22/9) akan diberangkatkan dari Jakarta ke Jambi, terkait pesawat apa yang digunakan masih dalam koordinasi,” kata kepala bagian humas setda Pemerintah Kota Jambi, Abu Bakar, Senin malam.

Malam ini, kata Abu Bakar, dilaksanakan pembacaan Yasin dan tahlil serta pembacaan doa di Rumah Dinas Wali Kota Jambi di rumah dinas walikota. Belum di ketahui secara pasti apa penyebab meninggal-nya putra bungsu Wali Kota Jambi. Belum ada pemberitahuan secara resmi dari kerabat terdekat maupun Pemerintah Kota Jambi terkait penyebab meninggal nya putra bungsu Wali Kota Jambi tersebut.

Namun, informasinya selama hampir tiga bulan terakhir putra bungsu Wali Kota Jambi tersebut mengidap gagal ginjal dan harus menjalani perawatan secara intensif di Jakarta. Selain itu, pada Sabtu (19/9/2020, Wakil Wali Kota Jambi melalui video konferensi persnya menerangkan bahwa Istri Wali Kota Jambi Yuliana dan Putra Bungsu Wali Kota Jambi tersebut terkonfirmasi Positif COVID-19.

Dalam video tersebut di jelaskan bahwa istri dan putra bungsu Wali Kota Jambi tersebut terpapar COVID-19 dari Putra Wali Kota Jambi Raehan Saputra. Dimana Raehan Saputra terkonfirmasi positif COVID-19 karena kontak dengan Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang sebelumnya telah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. (red JOS)

Penulis : Redaksi



ASN dan Jurnalis Jambi Positif COVID, Total Tambahan Jadi 14

Update data Gugus Tugas Provinsi Jambi, Sabtu (19/9/2020).

14 tambahan pasien positif COVID-19, diantaranya ASN dan Jurnalis

JambiOtoritas.com, JAMBI – Johanysah, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi menyatakan ada 14 orang tambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19, hari ini (Sabtu, 19/9/2020) sehingga total menjadi 372 orang.

“Pemerintah pusat hari ini mengumumkan 14 orang tambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 untuk Jambi,” kata Johansyah.

Dikatakannya, penambahan 14 orang pasien terkonfirmasi positif COVID-19, delapan orang merupakan warga Kota Jambi. “ satu diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jambi dan seora ng lagi jurnalis Jambi yang diketahui positif setelah hasil screening RDT reaktif. Hingga kini tercatat sudah dua Jurnalis Jambi yang terpapar COVID-19,” katanya.

Kemudian lima orang asal Kabupaten Kabupaten Batanghari. Dimana tiga orang sebelumnya kontak erat dengan pasien 308 dan dua orang kontak erat/terpapar dengan pasien 326. Selanjutnya satu orang lagi asal Kabupaten Tebo.

Selain tambahan pasien positif, juga ada penambahan pasien sembuh sebanyak dua orang. Yakni pasien 258 asal Kota Jambi dan pasien 285 asal Kabupaten Muarojambi. Dengan tambahan dua pasien sembuh itu, total pasien sembuh dari COVID-19 di Jambi sebanyak 254 orang. Sementara pasien meninggal masih tercacat sebanyak delapan orang. (red JOS)

penulis : Zul H

Lips Service Bupati Tebo Pasca Event Motor Cross Piala Saniatul Lativa

Ketua TGT penanganan Covid kabupaten Tebo, Bupati Tebo, DR. H. Sukandar, S.Kom. M.Si/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pernyataan bupati Tebo terkait ijin pelaksanaan sumatera open motor cross piala anggota DPR RI di Rimbo Mulyo kecamatan Rimbo bujang masih hangat dibicarakan. Pasca penutupan kegiatan, pada Minggu (6/9/2020) yang dianggap mengabaikan peraturan bupati Tebo Nomor 108 tahun 2020 tentang penegakkan disiplin dan sanksi hukum pelanggaran protokol kesehatan COVID 19. Sukandar kembali mengumbar pernyataannya bahwa kegiatan tersebut semata -mata pertimbangan ekonomi.

” Silahkan mereka berpendapat apa. Tetapi kita sudah wanti-wanti sama panitia penyelenggara agar melaksanakan protokol kesehatan. Ini event, adalah event nasional. Kita kemaren memberi ruang ke mereka supaya ada perputaran uang. Jadi kalau semua aktivitas di Pemda ini disetop. Sementara kondisi ekonomi kita butuh perhatian, lalu siapa yang bertanggungjawab. Jadi ini semata-mata pertimbangan ekonomi,” kilah Sukandar, pada Senin (7/9/2020) kepada wartawan.

Pernyataan ini kemudian berbanding terbalik dengan ucapan Sukandar sebelumnya, Bahwa bupati Tebo, DR. H. Sukandar yang menjadi ketua Tim Gugus Tugas (TGT) penanganan COVID 19 mengeluarkan pernyataan begitu mengkhawatirkan akan terjadinya penyebaran virus COVID 19 ditengah zona orange yang tengah dtetapkan untuk kabupaten Tebo. Terkait permohonan ijin pelaksanaan sumatera open motor cross tersebut.

” Kita khawatir akan ada klaster COVID baru. Karena ada indikasi yang kena Covid ini mereka yang punya riwayat perjalanan dari luar Jambi. Dan saya tidak mau ini terjadi dan mungkin tidak mengijinkan. Dan akan kita evaluasi pemberian ijin terhadap keramain-keramaian yang melibatkan peserta dari luar kabupaten Tebo,” ucap Sukandar, beberapa waktu lalu.

Walaupun kemudian acara yang membawa nama anggota DPR RI partai Golkar, Hj. Saniatul Lativa (Istri Bupati, red) itu faktanya tetap saja tak bisa ditunda pelaksanaannya. Bahkan Cawagub Ratu Munawaroh beserta kader DPC PDIP kabupaten Tebo diundang langsung oleh Saniatul Lativa dikantor DPC PDIP dengan mendatanginya.

Secara terpisah wakil ketua I DPRD Tebo, Aivandri, AB menyatakan tidak ada sanksi hukum terhadap pelanggaran Perbup itu. Sesuai Instruksi Mendagri, jika ada kepala daerah atau pejabat negara/daerah yang melanggar disiplin protokol kesehatan COVID 19 ini. Meminta kepada masyarakat agar “di bully” saja.

” bila ada yang melanggar dalam perbup itu. Memang tidak ada sanksi hukumnya. Tetapi silahkan masyarakat yang mau bully, silahkan bully saja, kepala daerah atau pejabat yang melanggar,” kata Aivandri, AB, Selasa (8/9/2020) di kantornya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Bupati Tebo Abaikan Disiplin COVID, Hingga Curi Start Cawagub Jambi ?

Bupati Tebo, Sukandar ketika membuka event sumatera open motor cross di rimbo mulyo kecamatan Rimbo bujang tampak dihadiri politisi Golkar dan PDIP Jambi bersama Bacagun Ratu Munawaroh/foto Ist

TEBO – Pemerintah kabupaten Tebo baru beberapa saat menerbitkan peraturan bupati Tebo Nomor 108 tahun 2020 tentang penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sebagai turunan dari regulasi Intruksi presiden Nomor 6 tahun 2020 dan intruksi Mendagri nomor 4 tahun 2020 tentang pedoman teknis penyusunan peraturan kepala daerah.

Dalam kaitannya dengan implementasi Perbup Tebo No. 108 tahun 2020 terindikasi event sumatera open motor cross yang dibuka pada Sabtu (5/9/2020) kemarin. Justru Bupati Tebo, H. Sukandar dianggap inkonsisten dengan pernyataannya sendiri. Menurut Wakil ketua DPRD Tebo, Syamsurizal menyatakan Bupati Sukandar mencla mencle dalam mengambil keputusan terkait pelaksanaan Event Sumatera Open Motor Cross tersebut.

Pantauan dilokasi berlangsungnya event Sumatera open motor cross, di desa Rimbo Mulyo (Unit 3) Kecamatan Rimbo Bujang, Minggu (6/9/2020). Sementara itu diperkirakan ada sekitar lebih kurang seribuan warga berkerumunan menyaksikan Open Sumatera Motor Cross, bahkan nyaris tak berjarak dan mereka tampak mengabaikan protokol kesehatan, banyak dari mereka tak menggunakan masker.

Curi Start ?

Tampak Bupati Tebo Sukandar, sendiri beserta isterinya Saniatul Lativa yang nota bene merupakan anggota DPR-RI dari partai Golkar, berikut Wabup.Tebo Syahlan, Wakil ketua I DPRD Tebo, Aivandri AB, anggota DPRD Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo, bahkan Cawagub dari PDIP, Ratu Munawaroh. Mereka menghadiri dan menyaksikan kegiatan yang sebelumnya dikhawatirkan memunculkan klaster baru penyebaran COVID 19 di kabupaten Tebo.

Sebelumnya Sukandar sebagai ketua TGT Penanganan COVID 19 mengkhawatirkan bakal muncul klaster-klaster baru covid-19 yang saat ini sedang melonjak penyebarannya di Kabupaten Tebo. Bupati Tebo ini, sempat menyatakan akan meninjau kembali ijin pagelaran motor cross tersebut. Bahwa melibatkan peserta dari luar daerah, karena terindikasi bahwa penyebaran COVID ini, mereka yang punya riwayat perjalanan dari luar. Kemungkinan, kata Sukandar, tidak akan mengizinkan, karena indikasi penyebaran COVID dari luar daerah Jambi. Dirinya akan mengevaluasi terhadap ijin keramaian yang melibatkan peserta dari luar. Demikian disampaikannya, pada Jum’at (28/8/2020) pekan lalu.

Akibatnya, dimedia sosial facebook maupun Whatsapp Grup dibanjiri komentar hingga hujatan terhadap Sukandar, selaku Bupati dia bersikukuh membuka even motor cross Sumatera Open di tengah pandemi covid-19, ketika Kabupaten Tebo berada dalam status zona kuning.

Sebelum itu, kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tebo, Taufik Khaldy, selaku tim monitoring dan evaluasi yang di tugaskan Bupati Tebo untuk penegakan Perbup Nomor 108 tahun 2020 menyatakan aturan ini segera mungkin di laksanakan.

” Sasaran pelaksanaan aturan ini antara laian ditempat umum, seperti perhotelan, penginapan, tempat wisata, fasilitas pelayanan kesehatan, area publik tempat berkerumunnya massa, tempat fasilitas umum yang harus memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Kasat Pol PP. Taufiq Khaldy, sekitar Senin (31/8/2020) lalu.

Tidak hanya itu saja, dia menjelaskan semua tempat dan fasilitas umum meliputi perkantoran/tempat kerja, usaha dan industri, sekolah atau institusi pendidikan, tempat ibadah, terminal, transportasi umum, toko, pasar modern, tradisional, apotek, warung rumah makan, cafe dan restoran, pedagang kaki lima, lapak jajanan.

” Bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan bakal di kenakan sanksi. Bagi perorangan akan dikenakan sanksi mulai dari teguran lisan dan tulisan, kerja sosial dan denda adnimistratif sebesar Rp.20 ribu,” ungkapnya.

Dikatakan dia, bahwa bagi mereka – mereka para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara penanggung jawab tempat dan fasilitas umum di kenakan sanksi teguran lisan dan tertulis, denda administratif sebesar Rp.2 juta, dan penghentian sementara hingga pencabutan izin usaha.

” Pelaksanaan penerapan sanksi ini, akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri serta ketua Gugus tugas Covid-19,” katanya. (red JOS)***

Penulis : David Asmara

Kinerja Lembaga Adat di Dusun Bangunharjo di Sorot

Surat berita acara keputusan rapat atas nama musyawarah lembaga adat dusun Bangunharjo yang dianggap tidak mencantumkan pokok persoalan yang menjadi perselisihan kedua belah pihak/foto JOS

JambiOtoritas.com, BUNGO – ” Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”, demikan sebuah pepatah adat daerah melayu Jambi yang secara umum menjadi pijakan dalam kehidupan bermasyarakat. Artinya, dimana kita hidup haruslah tunduk dan patuh dengan aturan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat adat daerahnya.

Dalam kabupaten Bungo khususnya dan provinsi Jambi umumnya, telah terbentuk struktur pengurus adat hingga ke tingkat dusun (desa). Lembaga adat melayu didesa salah satu perannya menegakkan aturan- aturan atau norma yang berlaku ditengah masyarakat adat Kabupaten Bungo.

Dalam satu permasalahan atau perselisihan yang timbul lembaga adat menjadi sarana penyelesaian yang berlandas hukum adat, norma dan etika yang hidup ditengah masyarakatnya. Tetapi apabila pihak-pihak yang merasa dirugikan dan merasa tidak puas dengan hasil keputusan yang ditetapkan dapat menempuh jalan lain hingga mendapatkan rasa keadilan.

Perasaan ketidakpuasan seorang warga, Santoso yang mengadukan tuduhan terhadap dirinya ke lembaga adat Bangunharjo menimbulkan kecewa. Hasil keputusan ‘ sidang adat’ tanggal 7 Agustus 2020 memang tidak dapat dia terima begitu saja. Dan bermaksud akan melaporkan Paimin ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik ataupun perbuatan tidak menyenangkan dirinya.

Menurut Santoso, surat berita acara yang dibuat tidak mencantumkan pokok pengaduan yang diadukan. Dalam point pertama yang ditulis ‘terjadi kesalahpahaman’ saja.

” Tidak ada memuat aduan saya yang menjadi dasar laporan ke lembaga adat. Masalah yang saya adukan tuduhan mau mengambil buah sawit (TBS) oleh Paimin,” kata Santoso, Selasa (1/9/2020).

Menurut Santoso, yang sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian sektor pelepat ilir mengatakan bahwa surat berita acara yang dibuat dan ditandatangani Ahmad Sobri pimpinan sidang, Samingan sebagai notulen rapat dan diketahui Sarwan sebagai Rio Bangunharjo, tidak mencantumkan pokok aduan yang dibahas dalam rapat. Sehingga tidak jelas persoalan yang sebenarnya terjadi. Bahkan surat keputusan itu baru diterima setelah didesak berselang lebih dari sepuluh hari.

” Kalau seperti ini kita prihatin dengan sikap pengurus lembaga adat Bungunharjo hingga datuk Rio, Sarwan. Terlihat mereka tidak profesional. Sudah dua kali saya datang meminta supaya isi suratnya diubah. Tetapi Rio menolaknya, dengan alasan takut dijadikan saksi,” ucapnya.

Sementara itu, Rio Bangun Harjo, Sarwan yang dikonfirmasi tidak banyak memberikan keterangannya. Dari sejumlah pertanyaan yang dikirimkan via Whatsapp, Sarwan hanya mengatakan berita acara keputusan itu, “sudah menjadi hasil musyawarah. Kalau mau merubah harus musyawarah lagi”.

Sementara pertanyaan lain seputar landasan berfikirnya terkait takut menjadi saksi, bila perselisihan ini berlajut ke proses hukum tidak dijawabnya. Begitu juga pertanyaan soal, apakah ada keberpihakannya ?, dan bagaimana, isi surat itu mau dirubah atau tidak, juga tidak dijawabnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Faktanya, Perijinan PMKS PT. SMS Masih Menggantung

Waka II DPRD Kabupaten Tebo, Syamsurizal yang memimpin rapat membahas persoalan aduam masyarakat, Selasa (25/8/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Sejumlah instansi terkait bakal dihadirkan oleh komisi III DPRD Tebo dalam pemecahan persoalan akibat beroperasinya PMKS PT. Selaras Mitra Salemba (SMS) di desa Giri Purno kecamatan Rimbo Ilir kabupaten Tebo. Anggota dewan melihat sengkarut masalah dari perijinan hingga dampak lingkungan dan infrastruktur pengolahan limbah B3 perusahaan tersebut.

” Koordinasi kita dengan dinas LH dan Perhubungan, dokumen-dokumen terkait limbah sebagian besar yang diwajibkan pada PT. SMS belum terpenuhi. Izin prinsip ada perbedaan data satu dengan yang lainnya. Penyertaan modal didalam NIB modal asing, tetapi izinnya modal dalam negeri,” ucap wakil ketua II DPRD, Syamsurizal, Selasa (25/8/2020).

Selain itu ditemukan perbedaan luasan bersih (net) 22 hektar tetapi luas arealnya 22,8 hektar. Masalah ini juga yang akan dicari benang merahnya, seperti apa ?. Dengan adanya persoalan itu, DPRD, kata Syamsurizal, menunda penandatanganan hasil pemeriksaan terkait limbah PT. SMS hingga satu minggu kedepan.

” Sambil rapat internal dengan pihak terkait. Menyikapi adanya perbedaan-perbedaan yang terjadi,” katanya.

Sementara itu, dalam rapat di dewan tersebut. Manajemen PT. SMS ketika di tanya soal izin – izinnya tidak dapat memberikan keterangan yang jelas dengan dalih perijinannya masih ada yang sedang dalam proses. Bahkan pihak perusahaan terkesan tidak ingin disalahkan soal angkutan yang merusak jalan kabupaten. Sebab angkutan itu milik buyer bukan dari PT. SMS sendiri. (red JOS)

Penulis : David Asmara

KNPI Tebo Gelar Kirab Anak Negeri

Ketua KNPI Tebo, Edi Hartono melakukan penanaman pohon buah hutan di areal taman makam pahlawan Sultan Thaha Saefuddin di Muara Tebo, Kamis (20/8/2020)/ foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tebo, Edi Hartono melepas peserta Kirab Anak Negeri dan Sholawat Bersama, di pelataran Masjid Agung Al-Ittihad Kabupaten Tebo, Kamis (20/08/2020) sore, di Muara kota Tebo.

“Bismillahirohmanirrohim, merdeka… merdeka…merdeka,” kata Edi Hartono saat mengangkat bendera kebesaran KNPI sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Peserta kirab unsur para pemuda /foto doj

kompak para pemuda dikabupaten yang terjalin dalam berbagai elemen dalam ikatan kesatuan bersama KNPI


Ratusan peserta dari puluhan organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas) dan komunitas ini, langsung bergerak menuju makam pahlawan nasional Sulthan Thaha Saifudin. Meski berjalan kaki para peserta tetap semangat mengibarkan bendera merah putih sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

Aksi jalan kaki ini pun menarik perhatian dari masyarakat maupun pengendara yang kebetulan melintas. Tiba di makam pahlawan Sulthan Thaha Saifudin, para peserta langsung melakukan penanam bibit tanaman endemik asli dari hutan Tebo, seperti bibit pohon buah-buahan hutan yang saat ini keberadaannya sudah sangat langka.

” Penanaman bibit pohon buah-buahan hutan ini salah satu rangkaian kegiatan kita untuk melestarikan tanaman asli Tebo,” kata Edi Hartono.

Dikatakan Edi, kegiatan Kirab Anak Negeri dan Sholawat Bersama ini dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 dan menyambut 1 Muharram atau tahun baru Islam. ” Kegiatan ini tujuannya adalah untuk mempersatukan dan merangkul seluruh pemuda dan pemudi Tebo dari berbagai elemen,” kita rangkul untuk bersama-sama membangun Tebo,” kata dia. (Red JOS)***

Bertambah Lagi 2, Kasus Positif Covid-19 di Tebo

Corona virus desease (Covid-19)

JambiOtoritas.com, TEBO – Kasus positif Covid -19 asal kabupaten Tebo, bertambah 2 orang keduanya OTG, perempuan Ny. RU (53) dan AM (32). Kepala dinas kesehatan kabupatenbTebo, dr. Riana Elizabeth menyatakan penambahan ini kontak dengan pasien, warga Muara Kilis kecamatan Tengah ilir, ST (31) yang sebelumnya sudah dinyatakan positif.

” Salah satunya merupakan tenaga kesehatan di puskesmas Sungai Bengkal. Keduanya melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing,” kata Riana, Rabu (19/8/2020) malam.

Menurutnya, Tim akan melakukan Swab terhadap 25 orang tenaga kesehatan di RSUD Sultan Thaha Saefuddin kota Muara Tebo. Riana merincikan swab dilakukan terhadap 25 orang tenaga kesehatan, diantaranya 17 orang tenaga kesehatan Puskesmas Sungai bengkal dan 8 orang Tenaga kesehatan RSUD.

” Karena sedang dilakukan tracking terhadap Nakes puskesmas sungai bengkal dan mereka yang kontak harus isolasi mandiri. Maka pelayanan dialihkan ke puskesmas Teluk rendah dan mangupeh di kecamatan Tengah Ilir,” katanya.

Penulis : David Asmara

Tracking Kontak Pasien Warga Kilis, 25 staf Puskesmas di Rapid Tes

Jubir TGT Covid-19 kabupaten Tebo, Himawan Susanto/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo, Jambi. Melansir hasil kontak tracking dengan pasien ST (21) perempuan warga desa Muara Kilis kecamatan Tengah ilir.

Menurut juru bicara gugus tugas penanganan covid 19 kabupaten Tebo, Himawan Susanto menyatakan tracking ditemuaka sebanyak 41 orang yang melakukan kontak dengan pasien ST.

” hasil tracking kontak erat dengan pasien positif covid-19 inisial ST (21) warga desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir total berjumlah 41 orang. 25 orang tenaga kesehatan pada Puskesmas Kecamatan Tebo Ilir,” kata Himawan, Selasa (18/8/2020).

Dia menjelaskan dua orang sudah di Swab, 14 orang akan diuji Swab yang kontak erat. 9 orang menjalani rapid tes. Kemudian kontak erat dengan ST di Kecamatan Tengah Ilir yang telah dilakukan tracking berjumlah 14 orang.

” Dua orang merupakan orang tua suami dari Pasien ST dan sudah menjalani Swab dan 12 orang dilakukan rapid test hasilnya semua negatif,” beber Himawan.

Himawan mengatakan bahwa hasil tracking yang di lakukan di desa Suo-suo Kecamatan Sumay merupakan orang tua pasien. Hasilnya Swab akan diketahui dalam kurun waktu 4-5 hari kedepan.

“Dengan demikian total orang-orang yang kontak erat dengan pasien ST berjumlah 41 orang. Sementara mereka yang sudah menjalani Swab hasilnya akan diketahui sekitar 4-5 hari kedepan “jelas Jubir Himawan. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Atas Dukungan Dan Kerjasama Pemkab. Tebo, Pangdam II Sriwijaya Beri Penghargaan

Bupati Tebo, Sukandar menerima penyerahan piagam penghargaan Pandam II Sriwijaya dari Dandim 0416 Bute, Kol. inf. Widi Rahman usai upacara peringatan Dirgahayu RI ke 75 di Muara Tebo/ foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Panglima daerah militer (Pangdam) II Sriwijaya Mayjend. Agus Suhardi memberikan piagam penghargaan kepada pemerintah kabupaten Tebo.
Atas dukungan dan kerjasama Pemerintah Kabupaten Tebo dengan jajaran TNI dibawah wilayah kerja Panglima Daerah Militer ( Pangdam ) II Sriwijaya selama ini berjalan dengan baik.

Piagam Penghargan dari Pangdam II Sriwijaya yang ditandatangani Mayjen TNI Agus Suhardi, diterima langsung Bupati Tebo Dr. H. Sukandar, S. Kom, M.Si melalui Dandim 0416 Bute Letkol. Inf. Widi Rahman, SH.,M.Si usai acara Peringatan HUT RI ke – 75 dihalaman Kantor Bupati Tebo, Senin (17/8/2020).

” Pemerintah Kabupaten Tebo akan selalu mendukung atas dukungan dan kerjasama jajaran TNI demi pembangunan di Kabupaten Tebo dan kesejahteraan masyarakat, ” ungkap Bupati Sukandar usai menerima Piagam Penghargaan tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Tebo Dr H. Sukandar, S. Kom,. M. Si mengucapkan salam hormat dan terima kasih kepada Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Danrem Gapu 042 / Garuda Putih Brigjen TNI Zulkifli, SIP. MM dan Dandim 0416 Bute Letkol. Inf. Widi Rahman, SH,M.Si atas penghargaan yang diberikan berkat adanya kerjasama yang terbina selama ini demi Pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tebo (red JOS).

Penulis : David Asmara

Tebo Tambah Satu Pasien Covid-19

Personil posko tim TGT Covid -19 sedang melakukan pemeriksaan diperbatasan Jambi -Sumsel, pada Rabu (1/4/2020) di desa Suka Damai, kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi/foto Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Seorang terkonfirm Covid-19 asal desa Muara Kilis, pasien perempuan ST (21) menjalani isolasi di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Muara Tebo. Menurut juru bicara tim gugus penanganan Covid kabupaten Tebo, Himawan Susanto menjelaskan tim media sedang melakukan kontak tracking terhadap pasien.

” Seorang perempuan warga Muara Kilis RT.032 Kecamatan Tengah Ilir, berinisial ST (21). Pasien terkonfirmasi positif covid-19 setelah menjalani Swab Polymerase Chain Reaction (PCR),” kata Himawan, Minggu (16/8/2020).

Terpisah Kepala desa Muaro Kilis Kecamatan Tengah Ilir, Sofwatar Rahman membenarkan warganya dirawat di RSUD STS Tebo. ” Pasien ST, menurut informasi awal, memiliki riwayat perjalanan dari Palembang Sumatera selatan (Sumsel),” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Infrastruktur Jalan Aspal Sumber Agung Hancur, Angkutan PT. SMS Bikin Warga Tak Nyaman

Truck tangki CPO yang melintas menuju PKS PT. SMS di jalan poros desa Sumber Agung kecamatan Rimbo Ilir, pada Kamis (13/8/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Memasuki tiga bulan beroperasi pabrik kelapa sawit (PKS) PT. SMS di desa Giri Purno kecamatan Rimbo Ilir telah menimbulkan dampak terhadap inprastruktur jalan yang dibangun pemerintah kabupaten Tebo. Mobilisasi angkutan TBS dan truk tangki cruide falm oil (CPO) membuat aspal jalan poros desa Sumber Agung dikecamatan tersebut.

” Jalan desa Sumber Agung sejak pabrik beroperasi mulai hancur. Karena sudah hancur kami merasa kurang nyaman,” ucap Budi, warga desa Sumber Agung, Kamis (13/8/2020).

Tidak hanya aspal jalan yang hancur, menurut warga disana boz culver mengalami kehancuran akibat angkutan kendaraan menuju dan keluar dari pabrik disana.

” Box Culver hancur akibat dilalui mobil CPO yang melintasi jalan ini. Itu diperbaiki perusahaan,” jelasnya.

Menurut warga lainnya, Gino menuturkan truk tanki CPO melintas dijalan desa bisa tiga hingga 6 unit perharinya. Pasca dilewati kendaraan-kendaraan yang bisa bermuatan 25 sampai 32 ton, jalan aspal ini hancur.

” Kondisinya yang bisa dilihat, hancur. Kalu yang baru lewat tadi itu kapasitasnya sampai 32 ton,” ungkap Gino.

Jalan kabupaten yang dibangun dengan APBD kabupaten Tebo sepanjang kurang lebih lima kilo meter menuju PKS PT. SMS terlihat sudah rusak parah, berlubang dan kontur tanah sudah bergelombang. ” Imbasnya anak-anak sekolah SMP oleh orang tua mereka diarahkan pindah pilihan sekolah. Karena para orang tua khawatir dengan lalu lintas jalan yang kecil, rusak dan dilalui kendaraan lebar dan besar-besar,” katanya.

Sementara itu, pihak managemen PKS PT. SMS tidak dapat dikonfirmasi. Kedatangan media jambiotoritas.com hanya disambut sejumlah security tanpa bertemu pihak managemen PKS. ” Manager tidak ada humas juga sedang pertemuan di Jambi dengan seluruh humas,” kata seorang security di pos depan gerbang masuk PKS.

Kemudian daripada itu, upaya melakukan konfirmasi soal aktivitas PKS dengan pemerintah kecamatan Rimbo Ilir pun juga tidak membuahkan hasil. Camat Rinto Subagyo yang hendak dijumpai dikantornya terkesan lebih memilih pergi keluar dari kantornya. Padahal sebelumnya telah dihubungi via telepon selulernya.

Ditempat terpisah kepala desa Giri Purno, Sumardi menyatakan lokasi PKS memang berada di wilayah desanya. Namun kalau kerusakan jalan bukan kapasitasnya untuk menjawab itu.

” Sudah ada kesepakatan pemerintah kabupaten dengan pihak perusahaan yang memperbaiki dengan menimbun lubang dan jalan yang rusak. Itu sudah dilakukan perusahaan. Tetapi soal kesepakatan-kesepakatan lain belum pernah didudukan,” kata Sumardi.

Kata Sumardi, kalau untuk wilayah desa Giri Purno, panjang jalannya paling hanya berkisara 500 meter saja. Dan jalan yang hancur dilalui kendaraan itu lebih banyak di desa Sumber Agung. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Isolasi Mandiri Remaja 13 Tahun di Awasi Tim Covid Kabupaten

Ketua TGT penanganan Covid-19 kabupaten Tebo/bupati Tebo, Dr.H. Sukandar dalam menyampaikan informasi adanya penambahan satu pasien covid remaja 13 tahun/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Informasi ada penambahan pasien Covid-19 anak remaja 13 tahun dikabupaten Tebo sudah clear. Tracking terhadap orang-orang yang kontak dengan yang bersangkutan setelah dilakukan rapid tes dan uji Swab semua hasilnya negatif.

” Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, cemas terhadap adanya informasi penambahan pasien Covid- 19 dikabupaten Tebo. Hasil rapid test yang kontak yang bersangkutan hasilnya, semuanya negatif,” ungkap ketua gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Tebo, Sukandar, Senin (10/8/2020) kepada wartawan dikantor Bupati Tebo.

Menurut Sukandar menyatakan bahwa penambahan pasien Covid di Tebo anak usia 13 tahun sudah dirapatkan dan disepakati bahwa yang bersangkutan di isolasi mandiri dirumah kemudian ditemani bapaknya saja. Sementara ibu dan adik kandungnya diungsikan dirumah mertua atau orang tuanya.

” Visit pasien dilakukan oleh tim Covid baik dari dinas kesehatan maupun rumah sakit. Jadi, Persoalan pasien Covid anak 13 tahun ini, sudah clear dilakukan isolasi dirawat dirumah yang besangkutan tetapi tetap dalam pengawasan tim Covid kabupaten,” kata Sukandar. (red JOS)***

Fachrori Umar Bakal Hadir di Rakerda Media Siber Jambi

Gubernur Jambi, Fachrori Umar ketika menerima kunjungan SMSI provinsi Jambi, Selasa (11/8/2020) diruang kerjanya/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, mengharapkan peran media siber semakin baik guna memberi informasi cepat terpercaya bagi masyarakat yang semakin terbuka pada kemajuan teknologi informasi ketika dirinya menerima kunjungan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Jambi, Selasa (11/8/2020) dikantornya.

“Ciptakan perusahaan profesional, berintegritas dengan kualitas jurnalistik yang baik,” ungkap Gubernur Fachrori Umar.

Gubernur Jambi menyambut baik, SMSI sudah masuk konstituen Dewan Pers bahkan dirinya berjanji akan hadir di Rakerda SMSI Jambi nanti. “Saya akan jadwalkan untuk hadir dan juga berharap bantu pemerintah dalam penyebaran informasi pembangunan Jambi Tuntas,” kata Fachrori.

Menurut dia, pada era digital telah membawa perubahan akan kebutuhan masyarakat dimulai dengan penggunaan smart phone atau alat komunikasi yang mampu memberikan beberapa fasilitas informasi, alat pembayaran, bahkan kebutuhan hidup yang dapat dipenuhi melalui layanan online. Informasi yang dikeluarkan melalui sumber dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga masyarakat semakin percaya dan mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Ketua SMSI Jambi Muhtadi Putra Nusa
menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Gubernur Jambi yang menyempatkan waktu menerima kunjungan SMSI Jambi. Muhtadi menyatakan bahwa dalam waktu dekat SMSI akan menggelar Rakerda yang direncanakan pada tanggal 29 Agustus 2020 dan Rakernas 9 September 2020.

” Terima kasih atas kesediaan Pak Gubernur menerima kunjungan kami disini dan dukungan untuk SMSI,” kata Muhtadi. Dia mengakui dengan adanya dukungan Gubernur Jambi terhadap perkembangan media yang dinilainya baik bagi perkembangan informasi dan pembangunan.(red JOS)***

Sukandar Ijinkan KBM PAUD/TK, SD Tatap Muka Dan Siapkan Bantuan Ponpes

Bupati Tebo, H. Sukandar, S.Kom ketika diwawancara wartawan beberapa waktu lalu/ft. dok. JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pemerintah kabupaten Tebo tengah proses draf produk hukum (Perda) penanganan dan penerapan protokol kesehatan COVID-19. Walaupun sebelumnya, bupati Tebo, DR.H. Sukandar sebagai ketua Tim Gugus Tugas penanganan COVID 19 telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang protokol kesehatan namun akan lebih dipertegas dengan Produk hukum daerah itu.

Sukandar mengatakan tindaklanjut Instruksi Gubernur Jambi terkait Inpres No. 6 tahun 2020 tentang percepatan pencegahan dan pengendalian COVID 19 dan penerapan penegakan hukum protokol kesehatan secara ketat. Hal itu dikatakannya sudah dibahas dalam rapat Forkompinda provinsi dengan Gubernur Jambi bersama pemerintah kabupaten/kota se provinsi Jambi.

” Turunan dari Inpres No. 6 tahun 2020 ditindaklanjuti dengan Surat edaran (SE) Nomor : 360/216/GT. Covid-19 /VIII/2020 tanggal 7 Agustus 2020, sebagai tindaklanjut meningkatnya kasus COVID di provinsi Jambi dengan membuat Peraturan bupati. Saya sudah turunkan ke Sekda dan akan diteruskan ke bagian hukum untuk diproses dalam bentuk Perda.Walaupun sebelumnya kita sudah dibuatkan Surat Edaran,” katanya.

Sukandar menegaskan lagi bahwa walaupun sebelumnya SE ketua gugus tugas Covid- 19, kabupaten tebo tentang protokol kesehatan sudah dikeluarkan. Tetapi ini harus diperkuat dan dipertegas lagi dalam bentuk Perda yang saat ini sedang proses dibagian hukum.

Soal Kegiatan Belajar siswa disekolah dalam wilayah zona hijau dikabupaten Tebo, telah diputuskan dilakukan belajar tatap muka langsung. Melalui Dinas pendidikan kabupaten Tebo setelah mendengar voting keterwakilan pendapat dari kepala sekolah dan pengawas seratus persen menginginkan adanya proses belajar tatap muka.

” Ada himbauan terakhir dari menteri pendidikan langsung bahwa pembelajaran tatap muka boleh dikembangkan ke daerah di zona kuning. Mulai hari ini kita ijinkan sekolah-sekolah PAUD,TK, SD, SMP belajar tatap muka. Kalau SMP sudah lebih dulu belajar tatap muka,” jelas Sukandar.

Disamping itu, terhadap lembaga pendidikan Ponpes yang sudah lebih dulu seperti itu (belajar tatap muka). TGT tetap menghimbau menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan sambil menyiapkan bantuan untuk Pondok pesantren dikabupaten Tebo.

” Kita nanti akan bantu Pondok pesantren dalam bentuk masker dan handsanitizer. Kalau mereka menginginkan dilakukan Rapid tes di Ponpes karena banyak yang dari luar kabupaten, kita akan lakukan Rapid Massal,” ungkapnya. (red JOS)


Penulis : David Asmara

Remaja COVID 19 Tebo Di Isolasi Mandiri di Rumah

Kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo dr. Riana Elizabeth/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pasien Konfirm COVID -19 inisial AAA (13) atas saran dokter anak di RSUD STS melakukan isolasi mandiri dirumah. Hal ini dikatakan kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth via pesan Whatsapp, kepada JambiOtoritas.com, Kamis (6/8/2020).

Menurut Riana mengatakan hasil tracking terhadap kontak pasien AAA kemarin dilakukan pada 19 orang. 10 orang di rapid tes hasilnya negatif, 5 orang menunggu hasil swab. 4 orang tidak datang untuk dilakukan rapid test.

” Keempat orang yang belum datang kemarin, sedang dijadwal ulang untuk rapid testnya,” jelas Riana.

Dikatakannya, bahwa riwayat pasien AAA tiba dari Bogor sekitar bulan April 2020 lalu. Menurut saya riwayatnya bukan dari Bogor. Terkait riwayat penularannya, apakah dari orang tua saat ini masih ditelusuri.

” Untuk orang tua AAA sendiri hasil rapid tesnya negatif. Riwayat penularan dari mana asal penularannnya masih ditelusuri,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah senada dengan pernyataan kepala dinas Kesehatan kabupaten Tebo, Direktur RSU Tebo, dr. Oktavienni membenarkan pasien AAA diisolasi dirumah dan pihaknya masih menunggu kedatangan orang yang belum melakukan rapid tes kemarin.

Namun dia menampik informasi yang beredar bahwa pihak RSUD Sultan Taha Saifuddin Muara Tebo menolak isolasi pasien tersebut.

” Kalau diisolasi di rumah benar, tapi Rumah Sakit bukan menolak. Mengingat ini anak-anak biar proses penanganan menjadi bagus,” kata Oktavienni, meyakinkan via pesan Whatsappnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Swab Anak 13 Tahun Positif COVID 19

JambiOtoritas.com, TEBO – Juru bicara tim gugus penanganan COVID 19 kabupaten Tebo, Himawan Susanto membenarkan hasil uji Swab pertama remaja 13 tahun asal Tebo tengah positif. Menurut himawan, mengatakan untuk keluarga diharuskan menjalani swab.

” Iya, uji swab anak (Aa) usia 13 tahun dinyatakan positif. Tim melakukan kontak tracking dan segera melakukan Swab keluarganya,” ucap Himawan, Selasa (4/8/2020).

Saat ini, yang bersangkutan sedang di isolasi di RSUD Sultan Taha Saifuddin Muara Tebo. Informasi positif COVID 19 ini berkembang dimasyarakat sejak pagi tadi. (red JOS)

Penulis : David Asm

Toko dan Rumah Mutmainah di Pasar Sei. Bengkal Dilahap Sijago Merah

Situasi kejadian kebakaran ditoko milik Mutmainah di pasar sungai bengkal kecamatan Tebo ilir kabupaten Tebo Jambi, Minggu (2/8/2020) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut./foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kebakaran hebat terjadi di RTv03/01 dipasar sungai bengkal, kelurahan sungai bengkal kecamatan Tebo Ilir, Minggu (2/8/2020) sekitar jam 6. 30 Wib, petang. Sijago merah menghangus dua unit kios milik Mutmainah (30), sekaligus kediamannya. Api baru dapat dipadamkan oleh pihak Damkar dan penyelamatan dibantu warga sekitar sekitar pukul 20.00 malam tadi.

Menurut Camat kecamatan Tebo Ilir, Habibie, ST. ME menyatakan penyebab terjadinya kebakaran, sementara diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Namun demikian korban sejauh ini belum dapat dimintai keterangan karena masih syok dengan kejadian tersebut.

” Kebakaran terjadi di kelurahan sei. bengkal, penyebabnya untuk sementara dikarenakan arus pendek. Akibatnya 2 toko dan 1 rumah habis terbakar. Pada jam 20.00 Wib, tadi kondisi api sudah bisa dikendalikan, satu unit pemadam dibantu masyarakat berhasil memadamkan api,” kata Habibie, Minggu (2/8/2020) malam.

Dikatakan Habibie, sejauh ini belum bisa ditaksir jumlah kerugian yang dialami korban Mutmainah. Tetapi yang jelas informasi yang didapatkan toko pertanian dan toko plafon yang disewa Adit, beserta isi dan rumahnya Mutmainah habis terbakar.

” Belum dapat ditaksir berapa kerugian yang dialami korban dalam musibah ini. Mutmainah belum bisa dimintai keterangan. Tapi ancar – ancarnya satu rumah beserta isi, toko pertanian beserta isi dan toko plafond beserta isi,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Polisi Diminta Konsisten Cegah PETI di Kabupaten Bungo

Salah seorang demonstran menggelar tuntutan Mencopot kapolres Bungo dalam aksi yang digelar, Rabu (29/7/2020)/foto Ist

JambiOtoritas.com, BUNGO – Sejumlah elemen masyarakat dikabupaten Bungo melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD kabupaten Bungo dan Mapolres Bungo, Rabu (29/7/2020). Aksi itu mendesak pihak keamanan menuntaskan penanganan PETI dikabupaten Bungo.

Ketua Forum Peduli Hijau kabupaten Bungo, H. Hasan Ibrahim, meminta pihak keamanan untuk tetap konsisten dalam rangka mencegah penambangan emas tanpa izin yang ada dikabupaten Bungo. Menurut Hasan, polisi harus memberikan keadilan dalam rangka penegakan hukum dalam kaitannya dengan ibu-ibu yang kini masih ditahan kepolisian.

” Secara umum sungai-sungai di Bungo ini, seperti sungai Batang Bungo sudah tercemar. Baik dalam kondisi keruh maupun tercemar air raksa,” ucap Hasan yang dikonfirmasi via selulernya, Rabu (29/7/2020) siang.

Dikatakannya, dalam penegakkan hukum kasus PETI yang terjadi di desa Batu Kerbau yang sedang berproses di kepolisian. Kita minta polisi menggali permasalahan kasus PETI itu hingga ke akar permasalahannya.

” Kita serahkan semua kepada pihak kepolisian. Karena mereka sebagai penyelidik dan penyidik dalam penanganan proses hukum ini harus cepat berjalan,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Hasil Swab Pasien Suspect Tirta Kencana Yang Meninggal Negatif

Wakil ketua tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Tebo, Syahlan Arfan menyatakan hasil Swab pasien meninggal warga desa Tirta Kencana kecamatan Rimbo bujang negatif/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Tim Gugus Tugas (TGT) percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi merilis hasil uji Swab 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal berinisial R warga unit 6 Kecamatan Rimbo Bujang. Menurut wakil ketua TGT Penanganan COVID- 19, Syahlan Arfan menyatakan dirinya sudah koordinasi dengan kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo. Hasil ini cukup melegakan, kedepan diharapkan tidak ada lagi kasus seperti ini.

” Betul, hasil uji Swabnya Negatif. Masih ada satu pasien lagi yang dirawat di rumah sakit yang masih menunggu hasil swab,” kata Syahlan, Selasa (28/7/2020) siang dijumpai diseputaran komplek perkantoran seentak galah serengkuh dayung.

Sementara itu kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth mengatakan satu orang PDP, warga desa Teriti Kecamatan Sumay yang sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Taha Saifuddin (RSUD STS) dinyatakan juga negatif covid-19.

Jadi, kata Riana, kedua PDP tersebut hasil uji Swab keduanya negatif. Dan selain 2 orang PDP tersebut Riana juga menyampaikan hasil rapid test terhadap 2 orang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Rimbo Ulu yang dinyatakan reaktif Covid-19 dari total 350 pegawai yang menjalani rapid test massal pada beberapa waktu lalu oleh pihak dinas kesehatan Provinsi Jambi dikantor eks kantor dinas KB, hasil uji Swabnya juga negatif.

“Dengan begitu tegas Riana Elizabeth, total 4 orang yang menjalani uji Swab tersebut semua hasilnya dinyatakan negatif covid-19,”pungkasnya.(red JOS)

Penulis : David Asmara

Abrar Pimpin IKA PMII Tebo, Janji Bawa Organisasi Lebih Baik

Aklamasi : hamd Abrar terpilih secara Aklamasi sebagai ketua umum IKA PMII Tebo dalam Muscab yang berlangsung di pendopo rumah dinas bupati Tebo, Minggu (26/7/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Musyawarah Cabang kedua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Tebo berjalan sukses. Pada kegiatan Muscab itu, Ahmad Abrar, S.Pd.I M.Pd.I terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKA PMII Tebo.

Ahmad Abrar, S.Pd.I M.Pd.I mengucapkan terimakasih kepada seluruh alumni yang telah mempercayai dirinya untuk meneruskan estafet kepemimpinan sahabat Dr. H. Jamrizal, M.Pd, dan meyakinkan dimasa kepengurusannya nanti dapat membawa organisasi tersebut menjadi lebih baik.

“Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh alumni PMII Tebo telah memberikan amanah untuk memimpin IKA PMII Tebo, saya yakin dengan solidnya kepengurusan nanti dapat membawa organisasi menjadi lebih baik, untuk itu do’a dari sahabat sahabati sangat kami harapkan,” ucapnya, Minggu (26/7/2020).

Menurut Abrar menyatakan bahwa dalam masa kepengurusannya nanti pihaknya akan menjalankan visi misi yang mengoptimalkan pengabdian dengan ilmu dan bhakti yang diberikan.

“Dimasa kepengurusan ini, kami akan menjalankan visi misi keislaman dan keindonesiaan yang memberikan ilmu dan bhakti, serta memfokuskan pendistribusian kader dan menjadikan kader PMII yang intelektual, profesional, sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu melalui IKA PMII ini kita dapat menjalin silaturrahim serta bergerak selalu dalam kontribusi pembangunan Tebo kedepan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo, Drs. Teguh Arhadi, MM, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Tebo senantiasa mendukung penuh atas segala kegiatan- kegiatan IKA PMII, dan mengingatkan agar selalu berkontribusi penuh dalam pembangunan kabupaten Tebo.

“Melalui wadah IKA PMII ini hendaknya selalu berkontribusi penuh dalam pembangunan Tebo, kami dari pemerintah senantiasa mendukung penuh atas segala inisiasi kegiatan kegiatan dari IKA PMII,” pungkasnya. (red JOS)

Rapid Test Pasien RSUD STS Non Reaktif, Dimakamkan Protokol COVID 19

Istri almarhum R tengah berkabung dirumah duka di jalan Meranti desa Tirta kencana kecamatan Rimbo bujang kabupaten Tebo/ foto screenshot youtube (Dimas Sanjaya)

JambiOtoritas.com, TEBO – Seorang warga berinisial (R) jalan Meranti desa Tirta Kencana kecamatan rimbo bujang diketahui meninggal dunia, pada Sabtu ( 25/7/2020), malam di RSUD Sultan Taha Saifuddin Muara Tebo, kabupaten Tebo provinsi Jambi. Menurut keterangan istri almarhum, Eldayenti, seperti yang diunggah dalam akun youtube Dimas Sanjaya menyatakan bahwa almarhum suaminya mengalami sakit types dan sudah beberapa hari dirawat di RSUD.

” Sakitnya types, cuman trombositnya turun. Pertama dirawat tiga hari lalu pulang (sehat). Terus masuk lagi selama empat hari,” kata Eldayanti, dikediamannya, Minggu (26/7/2020).

Menurut istri almarhum ini, pihak rumah sakit melakukan rapit test dan hasilnya negatif. Almarhum sempat pulang kerumah selama dua hari kemudian kumat lagi.

” Almarhum mengalami, panas dingin, panas dingin, begitu aja. Hasil tes rapidnya kan negatif,” katanya.

Semalam jenazah almarhum langsung dimakamkan dipemakaman umum di desa Tirta Kencana dengan protokol penanganan COVID-19 untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara secara terpisah juru bicara TGT Penanganan COVID 19 kabupaten Tebo Himawan Susanto membenarkan pasien meninggal di RSUD STS Tebo merupakan pasien Suspek/PDP Covid 19. ” Iya, pasien PDP, hasil rapid tes yang bersangkutan negatif. Terhadap sampel almarhum sudah di uji swab, tapi hasil belum keluar,” kata Himawan, Minggu (26/7/2020).

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth menyatakan hasil rapid test pasien menunjukkan non reaktif. Sementara pihaknya masih menunggu hasil uji Swab PCRnya.

” Benar, saat ini masih menunggu hasil Swab. Hasil rapid test awal pasien menunjukkan non reaktif,” ucap Riana. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Tiga Pesan Gubernur Wisuda Santri Akhir PKP Alhidayah Jambi

Fachrori : Pendidikan prioritas dalam pembangunan Sumber Daya Manusia

Gubernur Jambi tengah memberikan tanda pada santri akhir PKP Alhidayah, Sabtu (25/7/2020) di Jambi/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Provinsi Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, menyatakan pendidikan merupakan prioritas dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Jambi. Agar terbentuk insan manusia memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spritual.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jambi, Fachrori pada Wisuda Santri Akhir Pondok Karya Pembangunan (PKP) Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2019/2020, yang berlangsung di Lapangan PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi, Sabtu (25/7/2020).

“Pembangunan SDM menjadi sangat penting sekali, karena SDM yang akan melaksanakan pembangunan di Provinsi Jambi. Pembangunan SDM saat ini, diarahkan kepada terbentuknya insan yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang harus melebur dalam setiap jiwa manusia,” ujar Fachrori.

Menurut Gubernur bahwa ketiga kecerdasan tersebut harus benar benar seimbang, karena saat ini banyak SDM yang cerdas secara intelektual tetapi tidak cerdas secara emosional dan spiritual, sehingga sangat mudah sekali terprovokasi. SDM seperti wisudawan dan wisudawati ini sebagai pelaku pembangunan sudah seharusnya lebih mengasah potensi intelektual agar menjadi seorang cendikia yang cerdas, melatih kepekaan rasa agar memiliki ketajaman spiritual dan lebih mengolah daya imajinasi agar dapat lebih berkreasi dan berinovasi.

“Saya berpesan kepada semuanya, untuk bersikap optimis dan penuh percaya diri terhadap kemajuan yang sangat cepat saat ini, sehingga bisa menggapai masa depan yang lebih baik. Kita harus menyikapi kemajuan pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat saat ini secara arif, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan manusia,” kata Fachrori.

Dia mengingatkan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk terus semangat dalam belajar sepanjang hayat, karena saat ini akan memasuki masa pembelajaran yang sesungguhnya dalam kehidupan masyarakat. Hal yang sangat penting adalah harus bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada, karena peluang dan kesempatan tidak datang dua kali, sedangkan tantangan hidup yang ada akan semakin bertambah berat.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dalam pengembangan diri yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, kinerja dan harus didukung dengan teknologi informasi yang terus berkembang dengan cepat. Tantangan kedepannya menjadi lebih kompleks lagi dalam menghadapi berbagai kultur dan budaya yang masih mengakar kuat di masyarakat dan masih lemahnya dalam akses terhadap teknologi informasi,” pesan Fachrori.

“Saya sangat mengharapkan lulusan PKP Al Hidayah ini mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai tantangan saat ini, terutama dalam upaya meningkatkan pembangunan SDM di Provinsi Jambi. Saya juga mengharapkan lulusan PKP Al Hidayah memiliki berbagai keterampilan dan nilai tambah lainnya, sehingga mampu bersaing dan sejajar dengan lulusan lulusan dari sekolah lainnya,” harap Fachrori.

Sementara itu, Direktur PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi, Ustadz H.Hasan Basri Husein, SH, mengatakan sejak berdirinya PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi sampai saat ini, baru pada kesempatan ini Gubernur Jambi menghadiri acara wisuda santri akhir. Semoga dengan kedatangan Bapak Gubernur Jambi, menjadi motivasi tersendiri bagi PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi.

“Semoga kedepannya, PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi kedepannya bisa melahirkan santriwan dan santriwati yang lebih berprestasi lagi, sehingga mendukung program Pemerintah Provinsi Jambi dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berakhlak serta dapat membantu pembangunan di Provinsi Jambi,” kata Ustadz Hasan. (red JOS)***

Penulis : Herman/David Asmara

Besok, Muscab IKA PMII Tebo di Gelar

Karikatur penyelenggaraan Muscab IKA PMII Tebo/ Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Konsolidasi Ikatan Alumi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Tebo ke 2 dan Sekaligus Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih nahkoda baru akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2020, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo. Konsolidasi kali ini, untuk mempererat silaturahmi antara semua kader dengan almuni.

“Muscab kali ini harapnya, ada hubungan lebih erat lagi antara kader aktif dengan almuni,” Ucap Ahmad Abrar, M.Pd,I ketua Panitia Muscab II IKA-PMII Tebo, Sabtu (24/7/2020) malam.

Segala persiapan Muscab sudah mencapai 100 persen, namun demi suksesnya acara adalah kehadiran para kader dan alumni PMII. Pasalnya, konsolidasi kali ini yang utama bukan memilih ketua, tetapi menggedepankan distribusi kader dan tantangan aktivis PMII ke depan.

Dalam Konsolidasi dan Muscab akan dihadiri oleh alumni PMII baik lokal dan lintas dengan memberikan pemaparan tantangan kedepan aktivis PMII untuk Bangsa, Negara dan Agama

Kegiatan yang dibalut dengan acara silaturrahmi ini, akan dibuka langsung oleh Ketua IKA PMII Provinsi Jambi, Dr. H. Tagor Mulya Nasution, M.M.
Disela kesibukan menjalang akan dilaksankanya MUCAB IKA PMII ini.

Menurut sekretaris panitia, Muscab IKA II PMII Tebo, Ansori.S.Pd.I menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutinan bukan hanya pergantian estafet kepemimpinan. Namun juga forum musyawarah kerja strategis organisasi yang dimana butir-butir pikiran dan rekomendasi dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

” IKA PMII adalah wadah alumni aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) organisasi ekstra mahasiswa terbesar di Indonesia yang melahirkan banyak tokoh seperti Hamzah Haz, Khofifah Indar Parawansa, Muhaimin Iskandar, Ali Maskur Musa, Nusron Wahid dan lain sebagainya. Acara yang akan dihadiri oleh ratusan alumni PMII ini akan mengusung tema “Ilmu dan Bakti Kuberikan,” kata Aan.

“Kami berharap siapapun nanti yang terpilih akan mampu membawa gerbong IKA PMII menuju kejayaan kolektif, mampu merangkul semua golongan dan kerja nyata bagi umat,” imbuhnya

Sementara Itu Fadlin Hafizi yang akrab di sapa Jawir Hafizi, Ketua PC GP Ansor Tebo Juga menuturkan bahwa Muscab ini Bukan hanya Pertemuan Akbar para alumni PMII saja.

“Muscab adalah ajang untuk kita berkonsolidasi, berdemokrasi dan ruang menggagas nilai-nilai intelektual, agamais. Kita harus menjadi icon dalam melawan Terorisme, Radikalisme dan berdiri di bawah NKRI,”Tegas Jawir Ketum PC GP Ansor Tebo

Ditempat yang sama Ketua PC ISNU Tebo pun memberikan harapan atas terlakasananya MUSCAB IKA PMII Kabupaten Tebo. “Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar kader untuk saling menguatkan karena karena kami tetap dalam satu barisan dan satu cita pembela bangsa dan penegak agama, “Tangan Terkepal dan maju kemuka,” tutup Sukron Amin Ketum PC ISNU Tebo. (red JOS)+++

Jokowi : Alhamdulilah Swab Negatif, Ibu Juga Negatif

Jokowi bersepeda menjaga imunitas tubuh agar lebih kuat lagi/foto Setkab RI

JambiOtoritas.com, BOGOR – Presiden Joko Widodo bersyukur hasil tes swab-nya terkait COVID-19 menunjukkan hasil negatif. Presiden tengah olahraga bersepeda di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, untuk meningkatkan imunitas.

Aktivitas Jokowi bersepeda di lingkungan Istana Bogor itu diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (25/7/2020). Jokowi tampak mengenakan baju warna merah lengan panjang dilengkapi helm berwarna senada. Dia juga mengenakan masker.

“Ya baik, alhamdulillah, sehat-sehat saja, pagi hari ini saya berolahraga, bersepeda agar badan lebih sehat lagi sehingga imunitas tubuh lebih baik,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan soal tes swab yang dijalaninya pada Jumat (24/7/2020) malam. Dia mengatakan hasil Swabnya negatif COVID-19.

“Tadi malam sudah keluar hasil tes swab-nya, alhamdulillah negatif, Ibu (Iriana) juga negatif,” ujarnya.

Dia terus berulang – ulang mengingatkan agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan.

“Saya ini sudah berulang-ulang mengajak masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin, makan makanan bergizi, kemudian jangan lupa pakai masker dan cuci tangan sehabis aktivitas. Jangan masuk ke dalam kerumunan, jaga jarak. Itu yang paling penting, harus kita jaga terus,” jelasnya. (red JOS)

Sumber : Serkab RI

Dewan Sawahlunto Studi Banding Penanganan Covid-19 di kabupaten Tebo

Sekretaris TGT penanganan COVID kabupaten Tebo, Sulaiman berikan cendera mata kepada ketua DPRD kota Sawah Lunto, Eka Wahyu, SE, pada kamis (23/7/2020) diposko CVID TGT kabupaten Tebo, provinsi Jambi/ Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – DPRD kabupaten Sawah Lunto provinsi Sumatera Barat menilai kabupaten Tebo berhasil menangani pandemi COVID-19. Dengan keberhasilan Tim Gugus Covid-19 Tebo tersebut DPRD Sawah Lunto melakukan studi banding ke kabupaten Tebo.

Dipimpin Ketua Eka Wahyu, SE melakukan studi banding ke Posko Tim Gugus Tugas Covid-19Tebo, Kamis (23/7/2020). Menurut juru bicara Tim Gugus Covid-19 Tebo, Himawan Susanto bersama Sekretaris Gugus Tugas Sulaiman. Anggota DPRD Sawah Lunto menilai bahwa Tim gugus tugas Kabupaten Tebo berhasil menjadikan kabupaten zona hijau.

” Mereka melihat keberhasilan Tebo dalam menangani Pandemi Carona dari berbagai informasi dan berita- berita. Sehingga DPRD Kota Sawahlunto ingin secara lansung mengunjungi Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk mendapatkan informasi secara lansung sebagai masukan dan akan diterapkan di daerahnya,” kata Himawan, Kamis (23/7/2020)

Dikatakan Himawan bahwa Kota Sawahlunto dengan Kabupaten Tebo saat ini sama-sama masuk zona hijau Covid-19 tetapi dari anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan Covid-19 jauh berbeda.

” Kota Sawahlunto menganggarkan 28 milyar dan sudah habis 22 milyar. Sedangkan Kabupaten Tebo menganggarkan 118 milyar dan habisnya cuma sekitar 8 milyar,” jelasHimawan (red JOS)***

Gubernur Resmikan Gedung Isolasi Center Rang Kayo Hitam

Gubernur Jambi menggunting pita tanda diresmikannya gedung isolasi center Rang Kayo Hitam, di RSUD Raden Mattaher Jambi/foto Humas

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi Fachrori Umar meresmikan gedung isolasi penanganan COVID-19 Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Peresmian gedung isolasi yang diberi nama gedung Isolasi Center Rang Kayo Hitam tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh gubernur Jambi, Jum’at (17/7/2020).

Gubernur Fachrori juga menyerahkan insentif para medis untuk bulan Maret dan April, yang secara simbolis diserahkan kepada tiga orang perwakilan penerima, yakni Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp7,5 juta untuk perawat dan Rp5 juta utuk tenaga kesehatan lainnya.

Kemudian Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman didampingi Direktur Umum Rumah Sakit Umum Raden Mattaher dr Fery Kusnadi dan beberapa orang medis meninjau ruangan isolasi center. Penjabat Sekda Provinsi Jambi, Sudirman di kesempatan itu menyatakan ruang isolasi center cukup memadai untuk pasien penderita COVID-19.

Menurut dia, Ruang isolasi itu bagian dari kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengatasi dan menanggulangi Covid-19. ” Mudah-mudahan, biarlah tidak terisi daripada terisi. Kita tetap mempersiapkan diri, tetapi kita berharap segera berakhir, para pasien segera sembuh. Khusus untuk ruang isolasi yang sudah digunakan (yang lama), masih tersisa sembilan orang pasien, mudah-mudahan bisa segera sembuh dan pulih Kembali,” ujar Sudirman.

Hari ini juga diserahkan secara simbolis insentif bagi tenaga medis, dokter perawat dan juga tenaga medis yang lain. Mudah-mudahan nanti secara simbolis ini langsung ditindaklanjuti dengan transfer langsung kepada para dokter dan tenaga medis, pembayaran untuk 2 bulan, mudah-mudahan bisa membantu untuk tenaga medis.

Sementara itu, Direktur Umum Rumah Sakit Umum Raden Mattaher, dr Fery Kusnadi mengatakan, anggaran pembangunan isolasi center RSUD Raden Mattaher dari refocusing APBD Provinsi Jambi.

Fery menguraikan tentang ruang isolasi yang terdiri dari 10 tempat tidur di ruang isolasi tekanan negatif dan intensif dan empat tempat tidur TB MDR di ruang isolasi tekanan negatif intensif dengan ventilator serta delapan tempat tidur di ruang isolasi tekanan negatif insentif tanpa ventilator.(red JOS)***

Istilah ODP-PDP-OTG Diganti, Bagaimana Penilaian Pakar Kesehatan Indonesia

Pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh dikabupaten Tebo, provinsi Jambi ketika dilepas kepulangannya dari RSUD STS kabupaten Tebo/foto Dokumen JOS



JambiOtoritas.com, JAKARTA –
Pakar sebut pergantian istilah hanya berkaitan dengan data yang selama ini mencatat kasus ODP dan PDP secara terpisah. Kini kasus ODP dan PDP disatukan menjadi kasus suspek. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengganti istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG). Istilah terbaru yakni suspek hingga probable pun digunakan seperti tercantum dalam pedoman pencegahan virus corona.

Penggantian istilah itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) seperti dilihat detik.com, Senin (13/7/2020). Keputusan Menkes itu diteken Terawan pada 13 Juli.
Perubahan definisi mengenai ODP, PDP, hingga OTG ini tercantum dalam bab III terkait surveilans epidemiologi. Kini istilah-istilah mengenai penanganan corona tersebut diganti dengan 3 sebutan baru yakni kasus suspek, kasus probable, hingga kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

“Pada bagian ini, dijelaskan definisi operasional kasus COVID-19 yaitu kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian. Untuk kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG),” demikian tertulis dalam aturan tersebut.

Berikut ini pengertian dari istilah baru yang tertuang dalam Kepmenkes:
1. Kasus SuspekSeseorang yang memiliki salah satu kriteria berikut:
a). Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal**.
b). Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.c) Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat*** yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Catatan:Istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini dikenal kembali dengan istilah kasus suspek.*ISPA yaitu demam (≥38 derajat Celcius) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat**

Negara/wilayah transmisi lokal adalah negara/wilayah yang melaporkan adanya kasus konfirmasi yang sumber penularannya berasal dari wilayah yang melaporkan kasus tersebut. Negara transmisi lokal merupakan negara yang termasuk dalam klasifikasi kasus klaster dan transmisi komunitas, dapat dilihat melalui situshttps://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reportsWilayah transmisi lokal di Indonesia dapat dilihat melalui situshttps://infeksiemerging.kemkes.go.id* Definisi ISPA berat/pneumonia berat dan ARDS dapat dilihat pada tabel 5.1 di BAB V.

2. Kasus ProbableKasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

3. Kasus KonfirmasiSeseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:
a). Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
b). Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

4. Kontak EratOrang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:
a). Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
b). Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
c). Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
d). Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat (penjelasan sebagaimana terlampir).

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbulgejala. Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

5. Pelaku PerjalananSeseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestic) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

6. DiscardedDiscarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
a). Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negative selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.
b). Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

7. Selesai isolasiSelesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
a). Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
b). Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
c). Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria selesai isolasi pada kasus probable/kasus konfirmasi dapat dilihat dalam Bab Manajemen Klinis.

8. KematianKematian COVID-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable COVID-19 yang meninggal.

Kata pakar soal dampak penggantian istilah Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc menjelaskan dampak dari pergantian istilah hanya berkaitan dengan data yang selama ini mencatat kasus ODP dan PDP secara terpisah. Kini kasus ODP dan PDP disatukan menjadi kasus suspek.

“Jadi suspek adalah kontak yang dekat dengan kasus dan mengalami gejala-gejala. Mau ringan dan berat itu namanya suspek. Kalau kemarin kan dibedakan ODP yang ringan, yang sedang atau berat itu PDP, nah sekarang disatukan semuanya namanya suspek,” jelas Miko.

“Iya ke data artinya semua PDP-ODP harus disatukan menjadi suspek, kemudian yang tinggal yang suspek jadi itu disatukan aja, tapi tidak segampang menyatukan dua hal,” lanjutnya.

Sementara itu, Prof. dr. Ascobat Gani, MPH, DrPH – Guru Besar FKM UI, menjelaskan perubahan istilah ini dapat memastikan penanganan kasus corona menjadi lebih baik. Seperti dalam kasus terkonfirmasi positif oleh rapid test yang belum tentu positif karena hanya memeriksa antibodi, begitu juga sebaliknya.

“Kita periksa rapid test orang dinyatakan OTG belum tentu positif bisa jadi dia sudah sembuh kan, jadi mengacaukan, yang sudah sembuh perlu di-treatment enggak? enggak kan?” jelas Prof Ascobat kepada detikcom, Selasa (14/7/2020).

“Sehingga kita sebut kasus yang mungkin sakit atau kita curigai probable mungkin berarti orangnya harus dites PCR, harus dipastikan itu saja karena kita punya dua test rapid test dan PCR,” lanjut Prof. Ascobat. Prof. Ascobat menilai dampak dari perubahan istilah ini juga menjadi tantangan untuk dapat melakukan tes corona lebih banyak lagi, terutama dengan menggunakan tes PCR.

“Dampaknya kita harus lebih meningkatkan testing, kita harus meningkatkan testing, Indonesia paling rendah saat ini, iya kan dibandingkan dengan negara-negara lain, memang susah sih negara kita penduduknya banyak betul ya,” pungkasnya. (red JOS)

Panitia Land Reform Tebo Bersidang Penetapan Objek

Bupati Tebo, Dr. H. Sukandar, kapolres Tebo dan dinas kehutanan provinsi Jambi melaksanakan sidang pertimbangan panitia Land Reform di kantor pertanahan kabupaten Tebo, Selasa (7/7/2020)/foto Kominfo Tebo

JambiOtoritas.com, TEBO – Program reforma agraria (Land Reform) dikabupaten Tebo tahun ini segera direalisasikan pada tahun 2020. Memastikan keberhasilan program ini dikabupaten Tebo, sejumlah pihak dari pemerintah kabupaten Tebo, Pertanahan Tebo dan kepala Polres Tebo serta dinas kehutanan provinsi Jambi (KPHP IX) mengikuti sidang pertimbangan panitia Land Reform tersebut, Selasa (7/7/2020).

Mewakili pemerintah kabupaten Tebo dihadiri langsung, Bupati Tebo, Dr. H. Sukandar, S. Kom, M.Si bersama OPD terkait. Sidang Panitia Pertimbangan Landreform yang diselenggarakan di ruang rapat kantor badan pertanahan nasional Tebo.

Kegiatan tersebut sehubungan dengan Redistribusi Tanah Tahun 2020 di Kabupaten Tebo. Dimana hal tersebut nantinya memberikan kepastian dan perlindungan hukum hak atas tanah kepada petani.

Hadir pada kesempatan tersebut Kapolres Tebo AKBP Abdul Hafidz, Kepala Bakeuda Nazar Efendi, Kadis TPHKP HM. Ziadi, KPHP Barat Unit IX Joko Santoso. (red JOS)***

Perempuan Pasien COVID 119 di Kerinci, Meninggal Dunia

Juru bicara TGT penanganan COVID Provinsi Jambi, Johansyah/foto dok. JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Pemerintah pusat mengumumkan meninggalnya seorang pasien COVID-19 di kabupaten Kerinci provinsi Jambi. Menurut juru bicara Tim Gugus Tugas (TGT) penanganan COVID provinsi Jambi, Johansyah mengatakan pasien meninggal dunia akibat COVID-19 itu yakni ST, seorang perempuan usai 60 tahun. Almarhum merupakan pasien 119.

” Hari ini pemerintah pusat sudah mengumumkan satu pasien positif asal Provinsi Jambi dari Kabupaten Kerinci meninggal dunia. Pasien tersebut meninggal dunia, pada Minggu (5/7) sore di Kabupaten Kerinci,” kata Johansyah, Senin (6/7/2020).

Dikatakannya, proses pemakaman sudah dilakukan sesuai protokol kesehatan. Ini pasien positif COVID-19 pertama yang meninggal di Provinsi Jambi.

” Pasien tersebut tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota atau tidak pernah keluar dari Kabupaten Kerinci. Tim gugus tugas tengah melakukan pendalaman riwayat terpaparnya, termasuk melakukan kontak tracking kepada anggota keluarga,” jelas Johansyah. (red JOS)***

Jalankan New Normal, Tebo Telah Ditetapkan Zona Hijau

Wakil ketua TGT, penanganan COVID-19 yang juga Wakil bupati Tebo, Syahlan Arfan /foto dok. JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pemerintah kabupaten Tebo telah mendapatkan informasi penetapan kabupaten Tebo sebagai zona hijau. Ketetapan warna zona wilayah ini langsung dari pemerintah pusat.

” Ada tiga daerah diprovinsi Jambi, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo dan kabupaten Kerinci sudah ditetapkan sebagai zona hijau. Kita menunggu surat ketetapan dari pemerintah provinsi Jambi,” kata wakil ketua tim TGT penanganan COVID-19 kabupaten Tebo, Syahlan Arfan, Kamis (2/7/2020).

Menurut Syahlan, hari ini surat penetapan zona hijaunya akan dikirimkan ke Tebo. Untuk penerapannya, pemerintah kabupaten Tebo sebelumnya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bupati Tebo, pada Selasa (1/7/2020) kemarin.

Dikatakan dia, dalam rangka penerapan New normal dikabupaten Tebo, dihimbau agar semua masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan dan tetap menjaga kesehatan.

” Kalau melakukan kegiatan pesta keramaian diharuskan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ya, harus jaga kesehatan,” katanya. (red JOS)

Penulis : David

Sukandar Ingatkan Kades Jangan Politisir Program Bantuan COVID

Bupati Tebo, DR. H. Sukandar ketika diwawancara wartawan di RSUD kabupaten Tebo, beberapa waktu lalu/foto dokumen JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kisruh pembagian program bantuan penanganan COVID-19 ataupun BLT Dana Desa yang terjadi dibeberapa desa dikabupaten Tebo. Diakui Bupati Tebo, DR. H. Sukandar sebagai konsekuensi yang harus diterima. Namun demikian, menurut Sukandar, pemerintah kabupaten sebenarnya sudah mengajukan data untuk keluarga penerima manfaat (KPM) ke pusat sekitar 7600. Tetapi yang terealisasi hanya sekitar 6600, jadi memang ada yang tidak klop, nyatanya ada sekitar seribu dari yang sudah diusulkan tetapi tidak terelisasi.

“ Untuk bantuan dari pemerintah provinsi Jambi sendiri kita sudah dibatasi. Hanya boleh mengajukan 1700, kemudian kita juga sudah koordinasi dengan kementrian keuangan boleh tidak 1000 KPM yang tadinya tidak dicover dari APBN, kita ambil dari dana COVID. Jawaban dari mereka kalau dalam bentuk uang kita tidak boleh menyalurkan bantuan itu. Pemda hanya boleh menyalurkan bantuan dalam bentuk sembako,” kata Sukandar, Selasa (30/6/2020) di kantornya.

Perbedaaan usulan dengan realisasi yang diterima konsekuensinya ada sebagian masyarakat kabupaten Tebo yang tidak menikmati program bantuan sebagai dampak pandemic COVID-19 ini. Pemeritah kabupaten Tebo melalui dinas Sosial sudah melakukan verifikasi dan validasi dengan turun langsung ke lapangan untuk mendata warga yang benar-benar berhak menerima bantuan ini.

“ Tentu inikan beda ya, kita ajukan 7000 yang kita terima hanya 6000. Dan konsekuesinya harus seperti itu, tentunya ada sebagian orang yang tidak terima. Dan usulan yang disampaikan itu, kami sudah minta melalui dinas sosial untuk memverifikasi dan memvalidasi data, memang betul – betul berhak itulah yang mereka terima,’ katanya.

Dikatakan Sukandar lagi bahwa prosesnya yang dilakukan dinas Sosial dalam melakukan pemutakhiran data’kan tidak gampang, kita harus turun ke desa dan persoalan itu setelah ditelusuri kebawah. Ada ditemukan beberapa indikasi, dari pihak oknum RT, oknum kepala desa yang ada kepentigan mereka dalam persoalan pembagian BLT DD ini. “ Jadi memang tidak Pure (murni) yang berhak harus menerima,” ungkap Sukandar.

Oleh karena itu, Sukandar berpesan kepada kepala-kepala desa, dirinya minta bantuan COVID-19 ini. Jangan dipolitisir karena kita sebentar lagi mau Pilkades. “ Tolong kepada kepala desa, ajukan data-data masyarakat yang memang betul-betul berhak untuk menerima. Karena data dari kepala desa akan kami input melalui dinas social untuk kami laporkan ke pusat,” jelasnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Pemdes Pagar Puding Tidak Mengakomodir Tuntutan Protes Warganya

Kedatangan warga desa Pagar Puding kecamatan Tebo, ke kantor dinas PMD dan kantor Bupati kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020) pagi/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kedatangan warga desa Pagar Puding kecamatan Tebo, ke kantor dinas PMD dan kantor Bupati kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020) pagi. Diakui kepala desa Pagar Puding, Azwan merupakan warga Dusun Muaro sungai, desa Pagar puding. Namun demikian, menurut Azwan, pemerintah desa Pagar Puding tetap tidak akan mengakomodir tuntutan sejumlah warganya itu. Keputusan dengan jumlah data 30 KPM Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tetap akan dilanjutkan dan itu tidak akan dirubah lagi.

” Tadi dengan asisten satu, sudah saya disampaikan kejadian yang sebenarnya. Arahannya asalkan sudah mengikuti alur penetapannya tadi silahkan dijalankan saja. Warga yang telah disalurkan BLT ini (30 KPM) tetap akan dilanjutkan. Tidak ada penambahan lagi, keputusan ini sudah disepakati sebagai titik aman,” terang Azwan, dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020) petang, usai bertemu asisten I, Setda kabupaten Tebo, Amsiridin.

Awalnya kami anggarkan 309 KPM, karena banyak penerima PKH mau minta juga. Sudah kami cek list lagi, jadi sudah kami kerucutkan pada titik aman menjadi 30 orang yang sudah dievaluasi camat tebo Ulu. Semua KPM ini merupakan janda – janda yang tidak ada mendapatkan bantuan apapun.

Baca berita terkait : Warga Pagar Puding Tuntut Pembagian BLT DD Datangi Dinas PMD

“ Penetapan jumlah KPM ini sudah dilakukan melalui tiga kali musyawarah. Pertama 309 karena diprotes, maka selanjutnya dimusyawarhkan lagi menjadi 130 KPM. Itupun masih diprotes sehingga akhirnya dimusyawarahkan lagi sampai pada jumlah 30 KPM. Intinya warga maunya BLT DD ini dibagi rata,” jelas Azwan.

Soal tudingan penyerahan BLT tahap pertama diserahkan pada malam hari, dibantah Azwan. Dia mengatakan saat penyerahan secara simbolis dikantor camat beberapa orang KPM tidak dapat hadir. Makanya diserahkan langsung kerumah –rumah penerimannya.

“ Sebelum penyerahan itu, sudah dikonsultasikan dengan kapolsek bersama Danramil. Jadi semua diberikan pada siang hari. Tidak ada penyaluran itu dilakukan pada malam hari,” ucapnya.

Diketahui anggaran dana desa Pagar Puding mencapai Rp. 1.589.220.000. dengan anggaran itu berdasarkan aturannya 35 persen (Rp. 556.227.000) untuk program BLT DD akibat dampak COVID-19. Sisa dana yang tidak bisa dialurkan sebagai BLT DD dengan Keluarga Penerima Manfaatnya yang tidak layak. Pada perubahan APBDes nanti bisa dikembalikan diposkan unutk program yang bisa dijalankan.

“ Jadi Bukan sayo dak sayang ke masyarakat, bodoh sayo sekali kalu begitu. Menyerahkan BLT ini kepada keluarga yang tidak layak menerima sesuai kriteria ataupun membagikan ke warga secara merata,” katanya menambahkan. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Warga Pagar Puding Tuntut Pembagian BLT DD, Datangi dinas PMD

Warga desa pagar puding kecamatan Tebo ulu menuntut BLT DD, di dinas PMD kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Puluhan warga desa pagar puding terdiri ibu – ibu dan sejumlah pria mendatangi kantor dinas PMD kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020). Kedatangan mereka menuntut kepala desa, Azwan merealisasikan bantuan COVID-19, BLT dana desa disana.

Menurut penuturan warga itu, sebelumnya pihak desa sudah membuat surat keputusan (SK) mendata sebanyak 309 penerima BLT dana desa. Tetapi akhirnya kepala desa hanya memberikan BLT kepada 30 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

” Penyerahan BLT untuk 30 orang itu dilakukan pada malam hari. Bahkan dari penerima itu, ada yang sudah naik haji,” ungkap Hifni, dikantor dinas PMD.

Menurut dia, sewaktu BLT tahap I, untuk 309 penerima BLT itu sudah mau diserahkan. Karena ada satu orang yang protes akhirnya dibatalkan kepala desa.

” BLT tahap dua yang menerima tetap 30 orang itu. Kami berharap juga diberikan BLT DD sesuai dengan SK yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.

Sementara iti, sekretaris dinas PMD, A. Malik mengatakan 309 data KPM yang sebelumnya sudah ditetapkan. Ada warga yang melakukan protes karena ada yang tidak layak dan bahkan juga menerima bantuan lain.

” Kami sudah klarifikasi dari kepala desa. Jumlah 309 KPM, setelah dilakukan musyawarah khusus desa ditetapkan 30 KPM. Karena ada yang tidak layak dan ada juga yang menerima bantuan lainnya, jadi tumpang tindih,” kata Malik.

Dikatakannya, keinginan warga yang lain untuk mendapatkan BLT DD ini tergantung dari hasil musyawarah khusus di desa. Pemerintah tidak bisa mengintervensi desa menetapkan penerima PKM didesa.

” Diakomodir atau tidak mereka sebagai calon PKM BLT desa tergantung hasil musyawarah khusus desa. Kalau mereka tidak layak menerima tidak bis,” kata Malik (red JOS)

Penulis : David Asmara

Gubernur Tinjau Layanan KB Gratis BKKBN Jambi

Gubernur Jambi, Fachrori Umar dalam kegiatan pelayanan KB gratis di BKKBN Jambi pada peringatakan hari keluarga nasional ke 27, Senin (29/6/2020)/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tahun 2020, diprovinsi Jambi, Senin (29/6/2020). Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum meninjau pelaksanaan pelayanan KB gratis yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyaksikan setiap jenis pelayanan KB yaitu Metode Operasi Pria (MOP), pemasangan implant, IUD, suntik/pil, dan kondom. Dia juga berdialog dengan petugas kesehatan dan masyarakat yang telah hadir untuk melakukan pelayanan KB. Turut mendampingi gubernur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Provinsi Jambi, Drs.H Apani Saharuddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Dra.Lutpiah, Plh. Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Sri Banun Saragih.

Pemerintah provinsi Jambi, menyatakan mendukung program BKKBN melakukan pelayanan bagi peningkatan kualitas keluarga di Provinsi Jambi. Dalam peringatan Harganas ke-27 Tingkat Provinsi Jambi, BKKBN bertekad membangun cara dan semangat baru dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Peringatatan Harganas ke-27 Tahun 2020 ini mengambil tema sentral BKKBN Baru dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir dalam Keluarga. Kampung KB yang telah dibentuk dan dicanangkan di Provinsi Jambi sebanyak 202 kampung KB yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Fachrori mengatakan revolusi mental harus dimulai dari tingkat keluarga karena keluarga adalah lini terkecil dalam masyarakat dan wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa.

“ Keluaga adalah pilar pembangunan bangsa, keluarga paling pertama dan utama yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh sebagai implementasi pelaksana fungsi keluarga. Pada acara yang strategis ini, yaitu pada kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pesan bagi keluarga tentang kegiatan persiapan pelayanan kontrasepsi untuk melayani kebutuhan para keluarga,” ungkap Fachrori.

Pemerintah Provinsi Jambi mendukung kegiatan KB serentak sejuta akseptor, karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Jambi. Saya berharap semoga peringatan Harganas Tingkat Provinsi Jambi dapat dijadikan sebagai daya ungkit bagi sinergitas BKKBN dan Pemprov Jambi, TP PKK, serta Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk membangun bangsa Indonesia yang sejahtera.

Plh. Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Sri Banun Saragih menyatakan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menargetkan 11.903 peserta KB (akseptor) pada momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 Tahun 2020, terdiri dari implant, IUD sebanyak 831 akseptor, suntik 3.702 akseptor, dan kondom/pil 6.560 akseptor.

Dalam rangka Harganas ini, total pelayanan KB serentak secara nasional sebanyak satu juta akseptor dan target pelayanan KB serentak Provinsi Jambi sebanyak 11.903 akseptor. Dalam pencatatan dan pelaporan Pelayanan KB serentak ini dilakukan secara sistematis dan langsung dapat diterima oleh Tim Panitia Pusat pada hari yang sama melalui sistem pencatatan dan pelaporan untuk pelayanan KB serentak yang sedang disusun oleh Kedeputian Bidang ADPIN secara real time. Kemudian, seluruh hasil pelayanan pada kegiatan Pelayanan KB serentak ini tetap dicatat dan dilaporkan pada Sistem Pencatatan dan Pelaporan Rutin BKKBN.

Sri mengatakan, jari ini kita melakukan pemantauan seluruh pelayanan KB di kabupaten/kota. Dan, pada Harganas ke-27 ini, seluruh pelayanan yang dilakukan hari ini dilaporkan secara online.

” Kita akan terus pantau di setiap binaan masing-masing. Program yang kita laksanakan hari ini telah diinformasikan kepada masyarakat secara online, baik melalui media elekronik maupun media sosial FB, semua kita manfaatkan, bahwa pada hari ini kita memberikan pelayanan KB dan semua alat kontrasepsi, akan dilayani dengan gratis. Kami pun tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan rapid test bagi peserta MOP. Kita optimis target 11.903 akseptor tercapai. BKKBN terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan ditengah pandemi Covid- -19,” jelas Sri Banun Saragih. (red JOS)***

Wilayah Kabupaten Tebo Dalam Kategori Zona Kuning

ilustrasi status wilayah – wilayah penyebaran COVID-19/foto Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Merujuk ketetapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana penanganan COVID-19 status kabupaten Tebo termasuk dalam wilayah penyebaran dengan kategori zona kuning. Versi lain, menurut penilaian dari kementrian dalam negeri kabupaten Tebo termasuk dalam kategori zona merah.

” Penetapan status zona wilayah untuk daerah pandemi COVID-19 ada dua versi lembaga, yakni BNPB dan Kemendagri. Kalau Kemendagri menetapkan Tebo berada dalam wilayah zona merah. Sedangkan BNPB menetapkan status zona kuning,” kata pelaksana Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Tebo, Sulaiman, dalam rapat bersama media center, Rabu (24/6/2020) dikantor dinas Kominfo.

Menurut Sulaiman, semua daerah tidak mempunyai kewenangan menentukan sendiri status zona ini. Hingga saat ini dalam penanganan penyebaran COVID-19 secara nasional masih berada dalam status tanggap darurat. Sebelum status darurat dicabut oleh presiden, penanganan bencana pandemi COVID-19 ini akan terus berlanjut.

” Saat ini kita masih pada status tanggap darurat bencana non alam COVID-19. Untuk kabupaten Tebo statusnya pada zona kuning. Jadi, kita cenderung merujuk dari ketetapan dari BNPB,” katanya. (red JOS)

Penulis : David

Pelaksanaan Tes SKB CPNS, Ini Perkiraan Jadwalnya!

Peserta ujian CAT CPNS/foto Ilustrasi

JambiOtoritas.com, TEBO – Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Tebo masih menunggu surat resmi jadwal tes kompetensi bidang (SKB) seleksi lanjutan penerimaan CPNS Tahun 2019 dari BKN Jakarta. Diperkirakan jadwal pelaksanaannya antara bulan Agustus dan September 2020, tahun ini.

” Statement kepala BKN pusat, SKB perkiraan dilaksanakan antara bulan Agustus dan September. Kami menunggu surat dari sana bagaimana teknis pelaksanaannya,” kata sekretaris BKPSDM Kabupaten Tebo, Suwarto, Jum’at (19/6/2020) di Muara Tebo.

Menurut Suwarto secara teknis pelaksanaannya juga menunggu keputusan dari sana. Apakah diatur dengan physical distancing karena situasi pandemic COVID-19 saat ini. Bisa saja jumlah peserta dikurangi tidak seperti tes yang dilakukan sebelumnya.

” Mungkin jumlah pesertanya diatur atau dikurangi sesuai juknis dari sana. Sehingga ada jarak sesuai protokol, bisa saja diterapkan 50 orang peserta per sisi nantinya,” katanya.

Tidak ada perubahan jumlah peserta tes SKB ini, masih sesuai dengan pengumuman hasil tes SKD lalu sebanyak 585 peserta. Kalau kemudian ada kendala lain, sementara kita tidak tahu, apa yang terjadi terhadap peserta kedepan.

” Selama ini memang banyak yang mencari informasi tentangjadwal tes. Mereka langsung mengakses di web pemkab tebo. Selain itu kita ada grup WA sehingga informasi dan komunikasi tetap ada,” jelas Suwarto. (red JOS)

Penulis : David

Dewan Tebo Turut Andil Distribusi Beras Bantuan JPS Anggaran COVID-19

Beras bantuan JPS mengatasi dampak COVID-19/fot Ilustrasi

JambiOtoritas.com, TEBO – Penggunaan anggaran COVID-19 untuk bantuan jaring pengaman social (JPS) dikabupaten Tebo senilai 1,5 Milyar dalam bentuk pembagian beras ke masyarakat. Kepala dinas Sosial kabupaten Tebo, Riswan Pasaribu menyebutkan sejauh ini sudah disalurkan 1069 zak beras premium/10 Kg ke sejumlah desa dalam kabupaten Tebo. Sementara pos anggaran COVID-19 ini tetapi di badan keuangan daerah (Bakeuda).

“ Dengan anggaran itu, disiapkan 15000 ton beras. Masih tersisa sekitar 4031 ton yang bakal kembali disalurkan ke beberapa desa dikecamatan VII koto, Sumay dan Muara Tabir,” kata Riswan, Kamis (18/6/2020) dikantornya.

Pihak dinas Sosial dalam hal ini hanya sebagai pengguna anggaran melakukan pemesanan kebutuhan beras dari Bulog. Itupun berdasarkan, apabila ada permohonan yang disampaikan dari desa, baru kemudian dilakukan pemesanan ke Bulog.

Dia mengakui bahwa memang ada anggota dewan yang datang kemari membantu mendistribusikannya. Tetapi, kata Riswan, anggaran beras ini bukan dari anggaran mereka ( sekretariat dewan, red ), tetapi dari anggaran APBD yang direfocussing.

“ Hanya saja setiap pembayaran disesuaikan dengan ajuan kebutuhan di Bakeuda. Distribusi beras bantuan untuk JPS dampak COVID-19 ini juga dibantu sejumlah anggota DPRD Tebo. Anggota dewan hanya membantu menyalurkan saja, bukan dari anggaran mereka,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Provinsi Jambi Kumpulkan Data Terbaru Persiapan New Normal

Kebutuhan data baru dalam rangka menghadapi New Normal/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Wakil Ketua Gugus Tugas H.Sudirman, SH,MH, juga selaku Pj.Sekda Provinsi Jambi memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Kondisi Epidemiologi terkait penanganan serta pelaksanaan New Normal Covid-19 di Provinsi Jambi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda, Kamis (18/6/2020). Diikuti Balitbangda, Direktur Rumah Sakit Umum Raden Mattaher, TNI, Polri, Kejaksaan,BPKP, Dinas Kesehatan, BPBD, serta pihak terkait Gugus Tugas Covid-19 itu. Dibahas beberapa indikator untuk penentuan status atau zona Covid-19 yang dapat mengacu pada kriteria WHO, Kepmendagri dan Gugus Tugas Covid-19.

Berdasarkan indikator masih perlu dicarikan datanya terlebih dahulu, pengumpulan data akan dilakukan mulai 18-25 Juni 2020. Kemudian untuk mendapatkan hasil analisis lengkap akan disajikan dalam suatu FGD dengan seluruh unsur pemerintahan dan akademisi.

Penilaian menurut Gugus Tugas Covid-19 merupakan adaptasi dari versi WHO menggunakan data-data yang mungkin diperoleh saat ini. Kesepakatan menggunakan indikator yang mana untuk penilaian kategorisasi Zonasi di Provinsi Jambi telah disepakati dan ditetapkan bersama dan siapa yang memiliki kewenangan dalam penetapan Zonasi resiko kesehatan. (red JOS)***

Atasi Dampak Pandemi Covid-19, Bupati dan Forkopimda Tebo Deklarasikan Program Desa Tangguh

General Manager PT LAJ Widyarsono (kanan) mendapat penghargaan dari Polres Tebo, atas partisipasi perusahaan dalam menciptakan Desa Tangguh Karhutla, dan Pangan/foto, Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Bupati Kabupaten Tebo, H Sukandar bersama Kepala Kepolisian Resort Tebo, AKBP. Abdul Hafidz beserta pimpinan sejumlah instansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tebo, seperti Dandim, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Ketua Pengadilan Negeri, melakukan deklarasi pencanangan program Desa Tangguh Karhutla, Desa Tangguh Pangan dan Desa Tangguh Narkoba, di Mapolres Tebo. Program yang diinisiasi oleh Polres Tebo tersebut, bertujuan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi virus Corona (Covid-19).

Bupati Tebo Sukandar, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan berbasis pada pendekatan problem solving (pemecahan masalah dengan solusi) dalam rangka persiapan memasuki fase new normal.

“Melalui deklarasi program ini, seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintahan desa, masyarakat, perusahaan, TNI dan Polri bertekad memperkuat resiliensi (ketangguhan), dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menaati protokol kesehatan,” papar Sukandar.

Selain itu, Kapolres Tebo AKBP. Abdul Hafidz turut menyatakan dukungan terhadap deklarasi bersama tersebut. Menurut dia, hal itu sebagai upaya positif bersama dalam menangani berbagai dampak sosial dan kesehatan yang ditimbulkan dari pandemic Covid-19.

“Kami percaya ketangguhan pangan melalui pertanian terpadu adalah solusi tepat dalam mengatasi kegelisahan masyarakat ditengah pandemi covid-19,” ucap Abdul Hafidz.

Pada acara tersebut, Polres Tebo juga memberikan penghargaan kepada dua perusahaan karet dikabupaten Tebo, yakni PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa (WMW) – keduanya anak perusahaan PT. Royal Lestari Utama), karena telah berpartisipasi dalam rangka menciptakan Desa Tangguh Nusantara Karhutla, Pangan dan Narkoba. Kedua perusahaan telah mengimplementasikan program tersebut di Desa Napal Putih; Kecamatan Serai serumpun, Desa Kuamang; Kecamatan VII Koto, serta di Desa Sungai Karang; Kecamatan VII Koto Ilir.

General Manager PT LAJ dan PT WMW Widyarsono menyatakan bahwa keberadaan PT Lestari Asri jaya dan PT Wanamukti Wisesa di Kabupaten Tebo ini bertujuan untuk meningkatkan penghidupan para petani, melalui pemberian lapangan pekerjaan dan program kemitraan salah satunya pertanian terpadu.

“Selanjutnya, berbagai program pertanian terpadu bersama para petani kecil yang kami lakukan, akan disinergikan dengan Program Desa Tangguh yang telah dicanangkan oleh Polres Tebo dan pimpinan Forkopimda Tebo lainnya. Harapannya, program desa tangguh ketahanan pangan dapat mensejahterahkan petani dan masyarakat,” ujar Widyarsono.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari, Desa Napal Putih, Miswanto, yang berharap melalui program Desa Tangguh, dapat membuat masyarakat merasa aman dan sejahtera, karena mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, kepolisian dan juga PT LAJ. Sebab, situasi akibat pandemic Covid-19 telah menyulitkan kehidupan masyarakat.

“Untung saja kami mendapat pembinaan pertanian terpadu seperti sayur mayur, cabai, terung, jagung, kolam ikan sehingga membantu kami dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Kami juga senang sekali perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Polres Tebo melalui program Desa Tangguh sehingga kami sebagai warga masyarakat bisa lebih mandiri dan sejahtera terutama saat situasi COVID ini,” papar Miswanto. (red JOS)***

Pasien COVID-19 Klaster Gowa Sembuh, Ketua TGT Lepas Kepulangannya

Ketua TGT COVID-19 kabupaten Tebo yang juga Bupati kabupaten Tebo,Sukandar melepas sepasang pasien positive COVID setelah dinyatakan sembuh secara klinis dan Laboratorium/PCR dua kali dilabkesda Jambi pada (10/6/2020) lalu./foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pasien positif COVID-19 klaster Gowa yang disebut pasien 41 dan 47 yang telah menjalani perawatan selama 51 hari di RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muara Tebo dinyatakan sembuh. Terakhir setelah dua kali dilakukan PCR dilaboratorium kesehatan daerah provinsi Jambi pada tanggal 7 Juni 2020 dan 10 Juni 2020 dengan hasil negatif.

Menurut direktur rumah sakit umum daerah STS kabupaten Tebo, dr. Oktavienni mengatakan kedua pasien yang dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu lalu, pada saaat ini sudah dinyatakan sembuh baik secara klinis maupun secara laboratorium. Menurutnya, pihak rumah sakit melakukan pelepasan secara resmi, baik dari pemerintah kabupaten Tebo maupun dari RSUD sendiri.

“ Tidak lain, tidak bukan. Tidak ada maksud-maksud tertentu, tujuan kami hanyalah untuk memulihkan kondisi sosial dan kondisi psikis dari kedua pasien kami dan pihak keluarga,” kata dr Oktavienni, bersama TGT COVID-19 kabupaten Tebo, Rabu (17/6/2020) di RSUD STS kabupaten Tebo, di Muara Tebo.

Oktavienni mengatakan bahwa pasien 41 dan pasien 47 dirawat diruang isolasi yang sudah sangat lama dan tidak dikunjungi pihak keluarganya. Karena pasien sebenarnya membutuhkan support, tetapi pihak manajemen rumah sakit tidak bisa memberikan ekspresi dengan senyum karena memang semua perawat, semua dokter menggunakan APD lengkap sehingga pasien mungkin merasa kurang diberi perhatian dan sentuhan.

“ kendala lain komplain keluarga mengenai tranfaransi tentang hasil swab, karena memang hasil swab ini adalah wewenang daripada pemerintah pusat untuk menyatakan pasien itu positif atau tidak. Selama perawatan pasien diberikan pelayanan dokter, perawat, laboratorium, gizi semuanya melakukan PC test setiap hari. Komunikasi via HP kepada pak Tabri dan ibu Juni maupun ke pihak keluarga. Dan juga melakukan pemantauan dengan CCTV karena memang mengurangi kontak langsung,” katanya.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan takut lagi untuk berkunjung ke RSUD. Karena screning dan rapid test sudah dilakukan rutin di rumah sakit sesuai dengan arahan dokter spesialis. Dan RSUD sudah mempunyai ruangan khusus untuk isolasi.

Tekankan Isolasi

Sementara itu ketua TGT penanganan COVID -19 kabupaten Tebo, H. Sukandar menyampaikan kepada pasien sembuh tersebut, selamat berkumpul kembali dengan keluarga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dan berharap pasien 41 dan 47, menjadi pasien yang pertama dan terakhir yang dirawat di RSUD STS kabupaten Tebo yang telah menjadi rumash sakit rujukan sejak April lalu.

“ Setelah berkumpul dengan keluarga tetap bisa melaksankan jaga jarak, jaga imun, jaga kesehatan dan setelah poulang dari rumah sakit tetap melakukan isolasi. Dengan kesembuhan ini, menunjukkan bahwa bersama kita bisa menangani, melawan COVID- 19 ini. Kita buktikan bahwa RSUD kabupaten Tebo siap memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Sukandar.

Sukandar berharap kepada seluruh masyarakat kabupaten Tebo, tidak ada lagi klaster-klaster yang sudah dialami. Seperti yang dikatakannya, kabupaten Tebo menghadapi klaster Gowa, klaster Muara Tabir yang kontak dengan dengan positif covid juga dan dihadapkan juga klaster silaturahim dari Sumatera barat.

“ Tetapi semua hasil rapid test yang dilakukan tim covid melalui rumah sakit umum semuanya dinyatakan negative. Kita berharap kepada seluruh masyarakat tetap waspada dengan orang-orang yang kita hadapi, tetaplah waspada dan jaga jarak, jaga kesehatan demi kebaikan semua,” kata Bupati Tebo ini. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Dinsos Tebo Terima bantuan 100 Paket Sembako Penyaluran Balai Alyatama Jambi

Dinas Sosial,P3A kabupaten Tebo terima penyaluran paket sembako dari kementrian sosial melalui balai Alyatama Jambi, Senin (15/6/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Balai Alyatama Jambi melalui dinas sosial perberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten Tebo menyalurkan bantuan seratus paket sembako (beras, telur, roti dan lain-lain) dari kementrian social. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di kantor dinas Sosial, P3 A kabupaten Tebo, dikomplek perkantoran Pemerintah kabupaten Tebo, di pal 12 desa sungai alai kecamatan Tebo tengah, Senin (15/6/2020).

Menurut kepala dinas Sosial, P3A, Riswan Pasaribu, mengatakan bantuan ini diberikan pihak Balai Alyatama dalam rangka penanganan dampak COVID-19 di kabupaten Tebo, khusunya dan seluruh provinsi Jambi umumnya.

“ Kita berterimakasih dengan adanya bantuan ini. Sesuai rencana bantuan ini disalurkan untuk Pospes Nurul Falah dan Ahmadiyah rimbo bujang. Tadsi sudah diserahkan secara simbolis, dan nantinya bantuan ini diberikan kepada anak –anak tidak mampu yang terdampak akibat COVID-19 ini,” kata Riswan.

Dikatakannya, bantuan ini diberikan langsung dari kementrian social tidak hanya kabupaten tebo saja. Tetapi semua kabupaten diprovinsi mendapatkan bantuan yang sama. (red JOS)
Penulis : David

Lapak Liar Pedagang Pasar Tanjung Bungur Muara Tebo di Tertibkan

Dinas perindustrian perdagangan dan tenaga kerja kabupaten Tebo,melalui bidang perdagangan tampak melakukan penertiban lapak-lapak liar para pedagang dipasar Tanjung Bungur Muara Tebo, kabupaten Tebo,Senin (15/6/2020) dibackup Satpol PP Tebo, dan kepolisian setempat/Foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Seitdaknya puluhan lapak pedagang dipasar tanjung Bungur, kelurahan Muara Tebo kecamatan Tebo tengah kabupaten Tebo dilakukan penertiban. Penertiban pedagang ini dilakukan kepala bidang perdagangan dinas perindustrian perdagangan dan tenaga kerja kabupaten Tebo, dibackup satuan Polisi Pamong Praja, pihak kepolisian dan Babinsa setempat.

Menurut kepala bidang perdagangan, Edi Sopian mengatakan ada sekitar 17 lapak liar dan 20 lapak pedagang ikan dan ayam yang berada didepan kios pasar milik pemerintah daerah yang dibongkar. Penertiban lapak-lapak ini karena cukup mengganggu bahkan ada pula ditemukan lapak itu disewakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.

“ Sebelumnya, kami sudah kasih tempo hingga Kamis (10/6) pekan lalu, agar para pedagang membongkar sendiri lapak dagangan yang dianggap mengganggu dipasar itu. Dan tadi ketika kita turun kesana, sudah ada yang membongkat sendiri,” kata Edi Sopian, Senin (15/6/2020) usai melakukan penertiban dipasar tersebut.

Alasan para pedagang itu, kata Edi, mereka sepi pembeli ditempat yang disediakan dibagian belakang, makanya mereka membuat lapak didepan kios-kios ditengah pasar tersebut. Selain mengganggu kenyamanan yang mengakibatkan tidak ada cahaya matahari masuk didalam pasar. Hingga bau busuk dan becek ditengah pasar dikarenakan banyak sekali sampah bertumpuk ditengah pasar.

“ Maslah sampah yang menumpuk itu kita sudah koordinasikan dengan pihak bagian kebersihan dinas lingkungan hidup. Selain menertibkan lapak-lapak yang bikin semrawut. Dalam waktu dekat pagar seng dipelataran kios pemda disana. Kita akan surati (peringatan) dahulu hingga teguran, bila tidak diindahkan kita akan ambil langkah penindakan,” ujarnya. (red JOS)

Penulis : David

Kapolda Ingatkan Pemerintah Kabupaten/Kota Pastikan Warna Zona Daerah

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shatyabudi memimpin rapat di tim gugus tugas penangganan pandemi COVID-19 Provinsi Jambi di kantor BPBD provinsi Jambi,Kamis (11/6/2020)/ Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI – Berdasarkan parameter BNPB Pusat, Provinsi Jambi masuk zona kuning dan perlu memastikan kembali kepada pemerintah pusat, dimana posisi Jambi apakah sudah bisa melaksanakan new normal sesuai aturan yang berlaku. Sementara untuk menerapkan  normal baru harus berdasarkan zona warna daerah masing-masing. Demikian dikatakan Kapolda Jambi, Irjen. Pol. Firman Shantyabudi, Kamis (11/6/2020) usai memimpin rapat Gugus Tugas penanganan COVID-19 , di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi.

Firman mengatakan agar tim gugus tugas mengkomunikasikan dengan litbang dan pemerintah pusat untuk mengetahui kondisi Jambi. New normal adalah adaptasi kehidupan baru dengan melaksanakan aktivitas secara normal baru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kapolda  juga mengingatkan kembali kepada pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk memastikan sendiri warna zona daerah masing-masing ukuran parameternya untuk bisa menerapkan new normal sesuai protokol kesehatan.

“Baru kita bisa merekomendasikan langkah-langkah apa yang harus dikerjakan untuk masuk ke new normal karena jika masuk zona hijau, baru wilayah tersebut bisa menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal,” kata Firman.

Sesuai ketentuan pusat new normal tidak sama di seluruh kabupaten dalam Provinsi Jambi dimana harus diketahui lebih dahulu kabupaten atau kota mana yang bisa melaksanakan new normal agar mereka bisa melaksanakannya. (red JOS)***

DAK Fisik Pendidikan kabupaten Tebo Belum Berjalan

Kabupaten Tebo menerima alokasi anggaran DAK fisik bidang pendidikan tahun anggaran 2020 sebesar 17 milyar/foto Ilustrasi

JambiOtoritas.com, TEBO – Dana Alokasi Khusus (DAK ) Fisik pendidikan dikabupaten Tebo masih belum terealisasi. Sejauh ini pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Tebo baru akan mempersiapkan MoU dengan pihak penerima DAK ini.

Menurut kepala bidang pendidikan dasar, dinas pendidikan Tebo, Hoirul Akmal mengatakan belum berjalannya kegiatan DAK pendidikan dikabupaten Tebo karena petunjuk teknis pelaksanaannya baru diterima. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada sekolah- sekolah penerima SD dan SMP se kabupaten Tebo.

“ Petunjuk teknis pelaksanaannya baru turun dari pusat, makanya dalam waktu dekat kami baru akan sosialisasikan kepada para kepala sekolah. Setelah itu baru kita lakukan MoUnya, kemudian dilaporkan kepusat,” kata Hoirul Akmal, Kamis (11/6/2020).

Dikatakanya masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum realisasi kegiatan berjalan. Sampai saat ini dana juga belum ditransfer ke kas daerah. Namun dirinya tetap optimis kegiatan akan selesai hingga akhir Desember tahun ini.

“ Nanti yang mencarikan langsung kepala sekolah masing-masing. Dinas dalam hal ini hanya melakukan pembinaan sesuai aturan yang ada, kita yakin kegiatan akan selesai akhir Desember,” katanya.

Tahun anggaran 2020 ini, kata dia, kabupaten Tebo mendapatkan alokasi anggaran DAK pendidikan sebesar 17 milyar. Dana itu akan digunakan dalam kegiatan rehabilitasi sekolah, pembangunan perpusatakaan dan pengadaan alat multi media. (Red JOS)

Penulis : David Asmara

Baznas Diharapkan Bersinergi Entaskan Kemiskinan

Gubernur Jambi, Fachrori pada Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Baznas Provinsi Jambi Periode 2020-2025, yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Rabu (10/6/2020)./foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum., mengemukakan, pemanfaatan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Jambi dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jambi. Hal tersebut dikemukakan Fachrori pada Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Baznas Provinsi Jambi Periode 2020-2025, yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Rabu (10/6/2020).⁣

“Kita sangat mengharapkan pengelolaan zakat oleh Baznas dilakukan dengan sebaik baiknya, sehingga dapat membantu fakir miskin yang sangat membutuhkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jambi dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jambi,” ujar Fachrori.⁣

“Pemanfaatan zakat yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jambi dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jambi ini untuk memperkecil gap (jurang) antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin yang ada di Provinsi Jambi,” katanya.

Baznas merupakan lembaga Pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri, dimana tidak hanya memiliki kewenangan dalam melaksanakan tugas pengelolaan zakat secara nasional, tetapi berfungsi dalam melaksanakan pembinaan, pengembangan dan penyadaran kewajiban berzakat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan kehidupan masyarakat, khususnya di Provinsi Jambi.⁣

“Zakat salah satu instrumen kunci dalam menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian di masyarakat. Pemerintah berupaya dalam mengelola zakat melalui Baznas, dengan harapan agar zakat dikelola dengan benar dan tepat sesuai dengan syariat islam, sehingga memberikan dampak yang luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Fachrori.⁣

Lebih lanjut, Fachrori memberikan selamat kepada Ketua dan Wakil Ketua Baznas Provinsi Jambi Periode 2020-2025 dan mengingatkan, mulai saat ini segenap kepengurusan merupakan tumpuan dan harapan anggota Baznas Provinsi Jambi dalam memajukan organisasi.(red JOS)***

Tak Indahkan Protokol Kesehatan, Positif COVID Catat Rekor Baru

Corona virus deasese

JambiOtoritas.com, JAKARTA -Kasus positif corona di Indonesia kembali menyentuh rekor baru. Data terakhir yang dikeluarkan BNPB per hari ini, Rabu (10/6/2020), disebutkan bahwa terdapat peningkatan 1.241 kasus positif dari total 34.316 kasus.

Secara rinci, peningkatan kasus positif Covid-19 ini terjadi di 5 Provinsi Indonesia. Peringkat pertama diduduki oleh Jawa Timur dengan penambahan 273 kasus positif, diikuti Sulawesi Selatan dengan 189 kasus positif, DKI Jakarta 157 kasus positif, Jawa tengah 139 kasus positif, dan Kalimantan Selatan 127 kasus positif baru.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Dokter Achmad Yurianto mengatakan bahwa peningkatan kasus positif ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam melalukan tracing yang sangat agresif.

“Kabar baiknya, 6 provinsi tidak melaporkan kasus positif sama sekali meski telah dilakukan tracing,” ungkapnya dalam konferensi pers di BNPB, Rabu (10/6/2020), seperti dilansir, Okezone.

Yuri menjelaskan, peningkatan kasus hari ini juga menjadi bukti bahwa masih terjadi penularan yang sangat masif di tengah masyarakat. Dalam arti lain, masih banyak orang yang sakit namun tidak melakukan isolasi dengan baik. Kemungkinan besar, masih banyak pula masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

“Semua ini harus diperhatikan untuk mengendalikan dampak dari Covid-19. Kalau kita ingin menekan dan mencegah penularan, maka disiplin dalam menerapkan protokol-protokol kesehatan tersebut. Terlebih kita sedang memasuki masa transisi New Normal,” katanya.(red JOS)

Sanksi Pelanggar Wajib Masker, Denda Uang Hingga Tak Terbitkan KTP

Sanksi denda sebesar Rp50 ribu bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum di Kota Jambi di masa pandemi COVID-19./ (foto : Antara)

JambiOtoritas.com, JAMBI – Pemerintah kota Jambi mulai menerapkan peraturan walikota Jambi No. 21 tahun 2020 tentang pedoman penanganan COVID-19 ditempat umum,lingkungan usaha dan masyarakat dalam pemberlakukan relaksasi ekonomi, social dan kemasyarakatan dalam masa pandemi. Penerapan aturan ini ditindaklanjuti dengan razia penggunaan masker terhadap penggunan jalan, pada Senin (8/6/2020).

Razia masker yang melibatkan tim gabungan dari pemerintah kota Jambi, TNI dan Polri, tersebut. Dalam waktu singkat sedikit 25 orang pengendara kendaraan di jalan umum berhasil ditindak karena tidak menggunakan masker.
“ ada sekitar 25 pengendara yang terjaring tidak menggunakan masker,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, Senin (8/6/2020) siang.

Sebagian besar yang terjaring adalah pengendara roda dua. Mereka yang terjaring razia harus membayar denda Rp. 50 ribu. Jika tidak membayar denda itu, maka KTP atau SIM kendaraan bermotor di tahan oleh petugas. Bagi yang telah membayar denda dapat mengambil SIM atau KTP di posko Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi yang terletak di Mako Damkar.

“ Uang denda tersebut langsung di setorkan ke kas daerah melali petugas layanan pajak BPPRD Kota Jambi yang bersiap di lapangan. Jika ada pengendara yang tidak membayar denda maka SIM atau KTP akan di tahan,” kata Ridho.

Dengan penerapan aturan ini diharapkan masyarakat dapat memahami akan pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi COVID-19. Lokasi razia akan dilakukan diberbagai tempat termasuk diantaranya di pasar tradisonal dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat keramaian.

Sebelumya pemerintah kota Jambi sudah melakukan sosialisasi terkait penggunaan masker ini, termasuk sanksi denda akan dilakukan bagi yang tidak menggunakan masker. Bahkan tidak hanya itu, hasil koordinasi dengan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kota Jambi. Bagi yang telah terjaring razia untuk tidak menerbitkan KTPnya. (red JOS)

Penulis : Herman

Kerinci Terima Program JPS Pemerintah Provinsi Jambi

Gubernur Jambi, Fachrori Umar serahkan langsung bantuan program JPS kepada KPM di kabupaten Kerinci, Rabu (3/6/2020)/foto Ist

JambiOtoritas.com, KERINCI – Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk masyarakat Kabupaten Kerinci, berupa paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona. Penyaluran JPS tersebut berlangsung di Kantor Camat Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci, Rabu (3/6/20).

Penyaluran JPS Covid-19 ini untuk mengurangi beban masyarakat yang sangat terdampak Covid-19. Selain itu, Gubernur Jambi juga memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi berupa 3.000 masker kepada masyarakat Kabupaten Kerinci.

Penyediaan Jaring Pengaman Sosial menjadi upaya dan kontribusi Pemerintah Provinsi membantu mengurangi beban Pemerintah Kabupaten/Kota, dilaksanakan sesuai prinsip 3T, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

“Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci menetapkan besaran alokasi daftar calon penerima JPS Kabupaten Kerinci sebanyak 2.415 KPM setara Rp1,49 Miliar, juga diserahkan 3.000 masker untuk masyarakat,” ungkap Fachrori .

Fachrori menjelaskan, alokasi JPS Covid-19 sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang telah melakukan berbagai kebijakan refocusing anggaran dalam alokasi bantuan bagi masyarakat yang terdampak diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Pembebasan Biaya Listrik Subsidi dan lain sebagainya. “Pemerintah Provinsi Jambi melakukan berbagai kebijakan alokasikan anggaran dalam penyediaan bantuan kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat yang terdampak atau memiliki risiko sosial akibat Covid-19 untuk 30.000 rumah tangga, sebesar Rp600.000 per rumah tangga yang tersebar di 11 kabupaten/kota,” jelas Fachrori. (red JOS)***