Isolasi Mandiri Remaja 13 Tahun di Awasi Tim Covid Kabupaten

Ketua TGT penanganan Covid-19 kabupaten Tebo/bupati Tebo, Dr.H. Sukandar dalam menyampaikan informasi adanya penambahan satu pasien covid remaja 13 tahun/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Informasi ada penambahan pasien Covid-19 anak remaja 13 tahun dikabupaten Tebo sudah clear. Tracking terhadap orang-orang yang kontak dengan yang bersangkutan setelah dilakukan rapid tes dan uji Swab semua hasilnya negatif.

” Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, cemas terhadap adanya informasi penambahan pasien Covid- 19 dikabupaten Tebo. Hasil rapid test yang kontak yang bersangkutan hasilnya, semuanya negatif,” ungkap ketua gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Tebo, Sukandar, Senin (10/8/2020) kepada wartawan dikantor Bupati Tebo.

Menurut Sukandar menyatakan bahwa penambahan pasien Covid di Tebo anak usia 13 tahun sudah dirapatkan dan disepakati bahwa yang bersangkutan di isolasi mandiri dirumah kemudian ditemani bapaknya saja. Sementara ibu dan adik kandungnya diungsikan dirumah mertua atau orang tuanya.

” Visit pasien dilakukan oleh tim Covid baik dari dinas kesehatan maupun rumah sakit. Jadi, Persoalan pasien Covid anak 13 tahun ini, sudah clear dilakukan isolasi dirawat dirumah yang besangkutan tetapi tetap dalam pengawasan tim Covid kabupaten,” kata Sukandar. (red JOS)***

Sukandar Ijinkan KBM PAUD/TK, SD Tatap Muka Dan Siapkan Bantuan Ponpes

Bupati Tebo, H. Sukandar, S.Kom ketika diwawancara wartawan beberapa waktu lalu/ft. dok. JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pemerintah kabupaten Tebo tengah proses draf produk hukum (Perda) penanganan dan penerapan protokol kesehatan COVID-19. Walaupun sebelumnya, bupati Tebo, DR.H. Sukandar sebagai ketua Tim Gugus Tugas penanganan COVID 19 telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang protokol kesehatan namun akan lebih dipertegas dengan Produk hukum daerah itu.

Sukandar mengatakan tindaklanjut Instruksi Gubernur Jambi terkait Inpres No. 6 tahun 2020 tentang percepatan pencegahan dan pengendalian COVID 19 dan penerapan penegakan hukum protokol kesehatan secara ketat. Hal itu dikatakannya sudah dibahas dalam rapat Forkompinda provinsi dengan Gubernur Jambi bersama pemerintah kabupaten/kota se provinsi Jambi.

” Turunan dari Inpres No. 6 tahun 2020 ditindaklanjuti dengan Surat edaran (SE) Nomor : 360/216/GT. Covid-19 /VIII/2020 tanggal 7 Agustus 2020, sebagai tindaklanjut meningkatnya kasus COVID di provinsi Jambi dengan membuat Peraturan bupati. Saya sudah turunkan ke Sekda dan akan diteruskan ke bagian hukum untuk diproses dalam bentuk Perda.Walaupun sebelumnya kita sudah dibuatkan Surat Edaran,” katanya.

Sukandar menegaskan lagi bahwa walaupun sebelumnya SE ketua gugus tugas Covid- 19, kabupaten tebo tentang protokol kesehatan sudah dikeluarkan. Tetapi ini harus diperkuat dan dipertegas lagi dalam bentuk Perda yang saat ini sedang proses dibagian hukum.

Soal Kegiatan Belajar siswa disekolah dalam wilayah zona hijau dikabupaten Tebo, telah diputuskan dilakukan belajar tatap muka langsung. Melalui Dinas pendidikan kabupaten Tebo setelah mendengar voting keterwakilan pendapat dari kepala sekolah dan pengawas seratus persen menginginkan adanya proses belajar tatap muka.

” Ada himbauan terakhir dari menteri pendidikan langsung bahwa pembelajaran tatap muka boleh dikembangkan ke daerah di zona kuning. Mulai hari ini kita ijinkan sekolah-sekolah PAUD,TK, SD, SMP belajar tatap muka. Kalau SMP sudah lebih dulu belajar tatap muka,” jelas Sukandar.

Disamping itu, terhadap lembaga pendidikan Ponpes yang sudah lebih dulu seperti itu (belajar tatap muka). TGT tetap menghimbau menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan sambil menyiapkan bantuan untuk Pondok pesantren dikabupaten Tebo.

” Kita nanti akan bantu Pondok pesantren dalam bentuk masker dan handsanitizer. Kalau mereka menginginkan dilakukan Rapid tes di Ponpes karena banyak yang dari luar kabupaten, kita akan lakukan Rapid Massal,” ungkapnya. (red JOS)


Penulis : David Asmara

Remaja COVID 19 Tebo Di Isolasi Mandiri di Rumah

Kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo dr. Riana Elizabeth/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pasien Konfirm COVID -19 inisial AAA (13) atas saran dokter anak di RSUD STS melakukan isolasi mandiri dirumah. Hal ini dikatakan kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth via pesan Whatsapp, kepada JambiOtoritas.com, Kamis (6/8/2020).

Menurut Riana mengatakan hasil tracking terhadap kontak pasien AAA kemarin dilakukan pada 19 orang. 10 orang di rapid tes hasilnya negatif, 5 orang menunggu hasil swab. 4 orang tidak datang untuk dilakukan rapid test.

” Keempat orang yang belum datang kemarin, sedang dijadwal ulang untuk rapid testnya,” jelas Riana.

Dikatakannya, bahwa riwayat pasien AAA tiba dari Bogor sekitar bulan April 2020 lalu. Menurut saya riwayatnya bukan dari Bogor. Terkait riwayat penularannya, apakah dari orang tua saat ini masih ditelusuri.

” Untuk orang tua AAA sendiri hasil rapid tesnya negatif. Riwayat penularan dari mana asal penularannnya masih ditelusuri,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah senada dengan pernyataan kepala dinas Kesehatan kabupaten Tebo, Direktur RSU Tebo, dr. Oktavienni membenarkan pasien AAA diisolasi dirumah dan pihaknya masih menunggu kedatangan orang yang belum melakukan rapid tes kemarin.

Namun dia menampik informasi yang beredar bahwa pihak RSUD Sultan Taha Saifuddin Muara Tebo menolak isolasi pasien tersebut.

” Kalau diisolasi di rumah benar, tapi Rumah Sakit bukan menolak. Mengingat ini anak-anak biar proses penanganan menjadi bagus,” kata Oktavienni, meyakinkan via pesan Whatsappnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Swab Anak 13 Tahun Positif COVID 19

JambiOtoritas.com, TEBO – Juru bicara tim gugus penanganan COVID 19 kabupaten Tebo, Himawan Susanto membenarkan hasil uji Swab pertama remaja 13 tahun asal Tebo tengah positif. Menurut himawan, mengatakan untuk keluarga diharuskan menjalani swab.

” Iya, uji swab anak (Aa) usia 13 tahun dinyatakan positif. Tim melakukan kontak tracking dan segera melakukan Swab keluarganya,” ucap Himawan, Selasa (4/8/2020).

Saat ini, yang bersangkutan sedang di isolasi di RSUD Sultan Taha Saifuddin Muara Tebo. Informasi positif COVID 19 ini berkembang dimasyarakat sejak pagi tadi. (red JOS)

Penulis : David Asm

Toko dan Rumah Mutmainah di Pasar Sei. Bengkal Dilahap Sijago Merah

Situasi kejadian kebakaran ditoko milik Mutmainah di pasar sungai bengkal kecamatan Tebo ilir kabupaten Tebo Jambi, Minggu (2/8/2020) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut./foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kebakaran hebat terjadi di RTv03/01 dipasar sungai bengkal, kelurahan sungai bengkal kecamatan Tebo Ilir, Minggu (2/8/2020) sekitar jam 6. 30 Wib, petang. Sijago merah menghangus dua unit kios milik Mutmainah (30), sekaligus kediamannya. Api baru dapat dipadamkan oleh pihak Damkar dan penyelamatan dibantu warga sekitar sekitar pukul 20.00 malam tadi.

Menurut Camat kecamatan Tebo Ilir, Habibie, ST. ME menyatakan penyebab terjadinya kebakaran, sementara diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Namun demikian korban sejauh ini belum dapat dimintai keterangan karena masih syok dengan kejadian tersebut.

” Kebakaran terjadi di kelurahan sei. bengkal, penyebabnya untuk sementara dikarenakan arus pendek. Akibatnya 2 toko dan 1 rumah habis terbakar. Pada jam 20.00 Wib, tadi kondisi api sudah bisa dikendalikan, satu unit pemadam dibantu masyarakat berhasil memadamkan api,” kata Habibie, Minggu (2/8/2020) malam.

Dikatakan Habibie, sejauh ini belum bisa ditaksir jumlah kerugian yang dialami korban Mutmainah. Tetapi yang jelas informasi yang didapatkan toko pertanian dan toko plafon yang disewa Adit, beserta isi dan rumahnya Mutmainah habis terbakar.

” Belum dapat ditaksir berapa kerugian yang dialami korban dalam musibah ini. Mutmainah belum bisa dimintai keterangan. Tapi ancar – ancarnya satu rumah beserta isi, toko pertanian beserta isi dan toko plafond beserta isi,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Polisi Diminta Konsisten Cegah PETI di Kabupaten Bungo

Salah seorang demonstran menggelar tuntutan Mencopot kapolres Bungo dalam aksi yang digelar, Rabu (29/7/2020)/foto Ist

JambiOtoritas.com, BUNGO – Sejumlah elemen masyarakat dikabupaten Bungo melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD kabupaten Bungo dan Mapolres Bungo, Rabu (29/7/2020). Aksi itu mendesak pihak keamanan menuntaskan penanganan PETI dikabupaten Bungo.

Ketua Forum Peduli Hijau kabupaten Bungo, H. Hasan Ibrahim, meminta pihak keamanan untuk tetap konsisten dalam rangka mencegah penambangan emas tanpa izin yang ada dikabupaten Bungo. Menurut Hasan, polisi harus memberikan keadilan dalam rangka penegakan hukum dalam kaitannya dengan ibu-ibu yang kini masih ditahan kepolisian.

” Secara umum sungai-sungai di Bungo ini, seperti sungai Batang Bungo sudah tercemar. Baik dalam kondisi keruh maupun tercemar air raksa,” ucap Hasan yang dikonfirmasi via selulernya, Rabu (29/7/2020) siang.

Dikatakannya, dalam penegakkan hukum kasus PETI yang terjadi di desa Batu Kerbau yang sedang berproses di kepolisian. Kita minta polisi menggali permasalahan kasus PETI itu hingga ke akar permasalahannya.

” Kita serahkan semua kepada pihak kepolisian. Karena mereka sebagai penyelidik dan penyidik dalam penanganan proses hukum ini harus cepat berjalan,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Hasil Swab Pasien Suspect Tirta Kencana Yang Meninggal Negatif

Wakil ketua tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Tebo, Syahlan Arfan menyatakan hasil Swab pasien meninggal warga desa Tirta Kencana kecamatan Rimbo bujang negatif/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Tim Gugus Tugas (TGT) percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi merilis hasil uji Swab 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal berinisial R warga unit 6 Kecamatan Rimbo Bujang. Menurut wakil ketua TGT Penanganan COVID- 19, Syahlan Arfan menyatakan dirinya sudah koordinasi dengan kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo. Hasil ini cukup melegakan, kedepan diharapkan tidak ada lagi kasus seperti ini.

” Betul, hasil uji Swabnya Negatif. Masih ada satu pasien lagi yang dirawat di rumah sakit yang masih menunggu hasil swab,” kata Syahlan, Selasa (28/7/2020) siang dijumpai diseputaran komplek perkantoran seentak galah serengkuh dayung.

Sementara itu kepala dinas kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth mengatakan satu orang PDP, warga desa Teriti Kecamatan Sumay yang sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Taha Saifuddin (RSUD STS) dinyatakan juga negatif covid-19.

Jadi, kata Riana, kedua PDP tersebut hasil uji Swab keduanya negatif. Dan selain 2 orang PDP tersebut Riana juga menyampaikan hasil rapid test terhadap 2 orang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Rimbo Ulu yang dinyatakan reaktif Covid-19 dari total 350 pegawai yang menjalani rapid test massal pada beberapa waktu lalu oleh pihak dinas kesehatan Provinsi Jambi dikantor eks kantor dinas KB, hasil uji Swabnya juga negatif.

“Dengan begitu tegas Riana Elizabeth, total 4 orang yang menjalani uji Swab tersebut semua hasilnya dinyatakan negatif covid-19,”pungkasnya.(red JOS)

Penulis : David Asmara

Rapid Test Pasien RSUD STS Non Reaktif, Dimakamkan Protokol COVID 19

Istri almarhum R tengah berkabung dirumah duka di jalan Meranti desa Tirta kencana kecamatan Rimbo bujang kabupaten Tebo/ foto screenshot youtube (Dimas Sanjaya)

JambiOtoritas.com, TEBO – Seorang warga berinisial (R) jalan Meranti desa Tirta Kencana kecamatan rimbo bujang diketahui meninggal dunia, pada Sabtu ( 25/7/2020), malam di RSUD Sultan Taha Saifuddin Muara Tebo, kabupaten Tebo provinsi Jambi. Menurut keterangan istri almarhum, Eldayenti, seperti yang diunggah dalam akun youtube Dimas Sanjaya menyatakan bahwa almarhum suaminya mengalami sakit types dan sudah beberapa hari dirawat di RSUD.

” Sakitnya types, cuman trombositnya turun. Pertama dirawat tiga hari lalu pulang (sehat). Terus masuk lagi selama empat hari,” kata Eldayanti, dikediamannya, Minggu (26/7/2020).

Menurut istri almarhum ini, pihak rumah sakit melakukan rapit test dan hasilnya negatif. Almarhum sempat pulang kerumah selama dua hari kemudian kumat lagi.

” Almarhum mengalami, panas dingin, panas dingin, begitu aja. Hasil tes rapidnya kan negatif,” katanya.

Semalam jenazah almarhum langsung dimakamkan dipemakaman umum di desa Tirta Kencana dengan protokol penanganan COVID-19 untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara secara terpisah juru bicara TGT Penanganan COVID 19 kabupaten Tebo Himawan Susanto membenarkan pasien meninggal di RSUD STS Tebo merupakan pasien Suspek/PDP Covid 19. ” Iya, pasien PDP, hasil rapid tes yang bersangkutan negatif. Terhadap sampel almarhum sudah di uji swab, tapi hasil belum keluar,” kata Himawan, Minggu (26/7/2020).

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth menyatakan hasil rapid test pasien menunjukkan non reaktif. Sementara pihaknya masih menunggu hasil uji Swab PCRnya.

” Benar, saat ini masih menunggu hasil Swab. Hasil rapid test awal pasien menunjukkan non reaktif,” ucap Riana. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Dewan Sawahlunto Studi Banding Penanganan Covid-19 di kabupaten Tebo

Sekretaris TGT penanganan COVID kabupaten Tebo, Sulaiman berikan cendera mata kepada ketua DPRD kota Sawah Lunto, Eka Wahyu, SE, pada kamis (23/7/2020) diposko CVID TGT kabupaten Tebo, provinsi Jambi/ Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – DPRD kabupaten Sawah Lunto provinsi Sumatera Barat menilai kabupaten Tebo berhasil menangani pandemi COVID-19. Dengan keberhasilan Tim Gugus Covid-19 Tebo tersebut DPRD Sawah Lunto melakukan studi banding ke kabupaten Tebo.

Dipimpin Ketua Eka Wahyu, SE melakukan studi banding ke Posko Tim Gugus Tugas Covid-19Tebo, Kamis (23/7/2020). Menurut juru bicara Tim Gugus Covid-19 Tebo, Himawan Susanto bersama Sekretaris Gugus Tugas Sulaiman. Anggota DPRD Sawah Lunto menilai bahwa Tim gugus tugas Kabupaten Tebo berhasil menjadikan kabupaten zona hijau.

” Mereka melihat keberhasilan Tebo dalam menangani Pandemi Carona dari berbagai informasi dan berita- berita. Sehingga DPRD Kota Sawahlunto ingin secara lansung mengunjungi Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk mendapatkan informasi secara lansung sebagai masukan dan akan diterapkan di daerahnya,” kata Himawan, Kamis (23/7/2020)

Dikatakan Himawan bahwa Kota Sawahlunto dengan Kabupaten Tebo saat ini sama-sama masuk zona hijau Covid-19 tetapi dari anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan Covid-19 jauh berbeda.

” Kota Sawahlunto menganggarkan 28 milyar dan sudah habis 22 milyar. Sedangkan Kabupaten Tebo menganggarkan 118 milyar dan habisnya cuma sekitar 8 milyar,” jelasHimawan (red JOS)***

Perempuan Pasien COVID 119 di Kerinci, Meninggal Dunia

Juru bicara TGT penanganan COVID Provinsi Jambi, Johansyah/foto dok. JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Pemerintah pusat mengumumkan meninggalnya seorang pasien COVID-19 di kabupaten Kerinci provinsi Jambi. Menurut juru bicara Tim Gugus Tugas (TGT) penanganan COVID provinsi Jambi, Johansyah mengatakan pasien meninggal dunia akibat COVID-19 itu yakni ST, seorang perempuan usai 60 tahun. Almarhum merupakan pasien 119.

” Hari ini pemerintah pusat sudah mengumumkan satu pasien positif asal Provinsi Jambi dari Kabupaten Kerinci meninggal dunia. Pasien tersebut meninggal dunia, pada Minggu (5/7) sore di Kabupaten Kerinci,” kata Johansyah, Senin (6/7/2020).

Dikatakannya, proses pemakaman sudah dilakukan sesuai protokol kesehatan. Ini pasien positif COVID-19 pertama yang meninggal di Provinsi Jambi.

” Pasien tersebut tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota atau tidak pernah keluar dari Kabupaten Kerinci. Tim gugus tugas tengah melakukan pendalaman riwayat terpaparnya, termasuk melakukan kontak tracking kepada anggota keluarga,” jelas Johansyah. (red JOS)***

Sukandar Ingatkan Kades Jangan Politisir Program Bantuan COVID

Bupati Tebo, DR. H. Sukandar ketika diwawancara wartawan di RSUD kabupaten Tebo, beberapa waktu lalu/foto dokumen JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kisruh pembagian program bantuan penanganan COVID-19 ataupun BLT Dana Desa yang terjadi dibeberapa desa dikabupaten Tebo. Diakui Bupati Tebo, DR. H. Sukandar sebagai konsekuensi yang harus diterima. Namun demikian, menurut Sukandar, pemerintah kabupaten sebenarnya sudah mengajukan data untuk keluarga penerima manfaat (KPM) ke pusat sekitar 7600. Tetapi yang terealisasi hanya sekitar 6600, jadi memang ada yang tidak klop, nyatanya ada sekitar seribu dari yang sudah diusulkan tetapi tidak terelisasi.

“ Untuk bantuan dari pemerintah provinsi Jambi sendiri kita sudah dibatasi. Hanya boleh mengajukan 1700, kemudian kita juga sudah koordinasi dengan kementrian keuangan boleh tidak 1000 KPM yang tadinya tidak dicover dari APBN, kita ambil dari dana COVID. Jawaban dari mereka kalau dalam bentuk uang kita tidak boleh menyalurkan bantuan itu. Pemda hanya boleh menyalurkan bantuan dalam bentuk sembako,” kata Sukandar, Selasa (30/6/2020) di kantornya.

Perbedaaan usulan dengan realisasi yang diterima konsekuensinya ada sebagian masyarakat kabupaten Tebo yang tidak menikmati program bantuan sebagai dampak pandemic COVID-19 ini. Pemeritah kabupaten Tebo melalui dinas Sosial sudah melakukan verifikasi dan validasi dengan turun langsung ke lapangan untuk mendata warga yang benar-benar berhak menerima bantuan ini.

“ Tentu inikan beda ya, kita ajukan 7000 yang kita terima hanya 6000. Dan konsekuesinya harus seperti itu, tentunya ada sebagian orang yang tidak terima. Dan usulan yang disampaikan itu, kami sudah minta melalui dinas sosial untuk memverifikasi dan memvalidasi data, memang betul – betul berhak itulah yang mereka terima,’ katanya.

Dikatakan Sukandar lagi bahwa prosesnya yang dilakukan dinas Sosial dalam melakukan pemutakhiran data’kan tidak gampang, kita harus turun ke desa dan persoalan itu setelah ditelusuri kebawah. Ada ditemukan beberapa indikasi, dari pihak oknum RT, oknum kepala desa yang ada kepentigan mereka dalam persoalan pembagian BLT DD ini. “ Jadi memang tidak Pure (murni) yang berhak harus menerima,” ungkap Sukandar.

Oleh karena itu, Sukandar berpesan kepada kepala-kepala desa, dirinya minta bantuan COVID-19 ini. Jangan dipolitisir karena kita sebentar lagi mau Pilkades. “ Tolong kepada kepala desa, ajukan data-data masyarakat yang memang betul-betul berhak untuk menerima. Karena data dari kepala desa akan kami input melalui dinas social untuk kami laporkan ke pusat,” jelasnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Pemdes Pagar Puding Tidak Mengakomodir Tuntutan Protes Warganya

Kedatangan warga desa Pagar Puding kecamatan Tebo, ke kantor dinas PMD dan kantor Bupati kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020) pagi/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Kedatangan warga desa Pagar Puding kecamatan Tebo, ke kantor dinas PMD dan kantor Bupati kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020) pagi. Diakui kepala desa Pagar Puding, Azwan merupakan warga Dusun Muaro sungai, desa Pagar puding. Namun demikian, menurut Azwan, pemerintah desa Pagar Puding tetap tidak akan mengakomodir tuntutan sejumlah warganya itu. Keputusan dengan jumlah data 30 KPM Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tetap akan dilanjutkan dan itu tidak akan dirubah lagi.

” Tadi dengan asisten satu, sudah saya disampaikan kejadian yang sebenarnya. Arahannya asalkan sudah mengikuti alur penetapannya tadi silahkan dijalankan saja. Warga yang telah disalurkan BLT ini (30 KPM) tetap akan dilanjutkan. Tidak ada penambahan lagi, keputusan ini sudah disepakati sebagai titik aman,” terang Azwan, dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020) petang, usai bertemu asisten I, Setda kabupaten Tebo, Amsiridin.

Awalnya kami anggarkan 309 KPM, karena banyak penerima PKH mau minta juga. Sudah kami cek list lagi, jadi sudah kami kerucutkan pada titik aman menjadi 30 orang yang sudah dievaluasi camat tebo Ulu. Semua KPM ini merupakan janda – janda yang tidak ada mendapatkan bantuan apapun.

Baca berita terkait : Warga Pagar Puding Tuntut Pembagian BLT DD Datangi Dinas PMD

“ Penetapan jumlah KPM ini sudah dilakukan melalui tiga kali musyawarah. Pertama 309 karena diprotes, maka selanjutnya dimusyawarhkan lagi menjadi 130 KPM. Itupun masih diprotes sehingga akhirnya dimusyawarahkan lagi sampai pada jumlah 30 KPM. Intinya warga maunya BLT DD ini dibagi rata,” jelas Azwan.

Soal tudingan penyerahan BLT tahap pertama diserahkan pada malam hari, dibantah Azwan. Dia mengatakan saat penyerahan secara simbolis dikantor camat beberapa orang KPM tidak dapat hadir. Makanya diserahkan langsung kerumah –rumah penerimannya.

“ Sebelum penyerahan itu, sudah dikonsultasikan dengan kapolsek bersama Danramil. Jadi semua diberikan pada siang hari. Tidak ada penyaluran itu dilakukan pada malam hari,” ucapnya.

Diketahui anggaran dana desa Pagar Puding mencapai Rp. 1.589.220.000. dengan anggaran itu berdasarkan aturannya 35 persen (Rp. 556.227.000) untuk program BLT DD akibat dampak COVID-19. Sisa dana yang tidak bisa dialurkan sebagai BLT DD dengan Keluarga Penerima Manfaatnya yang tidak layak. Pada perubahan APBDes nanti bisa dikembalikan diposkan unutk program yang bisa dijalankan.

“ Jadi Bukan sayo dak sayang ke masyarakat, bodoh sayo sekali kalu begitu. Menyerahkan BLT ini kepada keluarga yang tidak layak menerima sesuai kriteria ataupun membagikan ke warga secara merata,” katanya menambahkan. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Warga Pagar Puding Tuntut Pembagian BLT DD, Datangi dinas PMD

Warga desa pagar puding kecamatan Tebo ulu menuntut BLT DD, di dinas PMD kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Puluhan warga desa pagar puding terdiri ibu – ibu dan sejumlah pria mendatangi kantor dinas PMD kabupaten Tebo, Selasa (30/6/2020). Kedatangan mereka menuntut kepala desa, Azwan merealisasikan bantuan COVID-19, BLT dana desa disana.

Menurut penuturan warga itu, sebelumnya pihak desa sudah membuat surat keputusan (SK) mendata sebanyak 309 penerima BLT dana desa. Tetapi akhirnya kepala desa hanya memberikan BLT kepada 30 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

” Penyerahan BLT untuk 30 orang itu dilakukan pada malam hari. Bahkan dari penerima itu, ada yang sudah naik haji,” ungkap Hifni, dikantor dinas PMD.

Menurut dia, sewaktu BLT tahap I, untuk 309 penerima BLT itu sudah mau diserahkan. Karena ada satu orang yang protes akhirnya dibatalkan kepala desa.

” BLT tahap dua yang menerima tetap 30 orang itu. Kami berharap juga diberikan BLT DD sesuai dengan SK yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.

Sementara iti, sekretaris dinas PMD, A. Malik mengatakan 309 data KPM yang sebelumnya sudah ditetapkan. Ada warga yang melakukan protes karena ada yang tidak layak dan bahkan juga menerima bantuan lain.

” Kami sudah klarifikasi dari kepala desa. Jumlah 309 KPM, setelah dilakukan musyawarah khusus desa ditetapkan 30 KPM. Karena ada yang tidak layak dan ada juga yang menerima bantuan lainnya, jadi tumpang tindih,” kata Malik.

Dikatakannya, keinginan warga yang lain untuk mendapatkan BLT DD ini tergantung dari hasil musyawarah khusus di desa. Pemerintah tidak bisa mengintervensi desa menetapkan penerima PKM didesa.

” Diakomodir atau tidak mereka sebagai calon PKM BLT desa tergantung hasil musyawarah khusus desa. Kalau mereka tidak layak menerima tidak bis,” kata Malik (red JOS)

Penulis : David Asmara

Wilayah Kabupaten Tebo Dalam Kategori Zona Kuning

ilustrasi status wilayah – wilayah penyebaran COVID-19/foto Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Merujuk ketetapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana penanganan COVID-19 status kabupaten Tebo termasuk dalam wilayah penyebaran dengan kategori zona kuning. Versi lain, menurut penilaian dari kementrian dalam negeri kabupaten Tebo termasuk dalam kategori zona merah.

” Penetapan status zona wilayah untuk daerah pandemi COVID-19 ada dua versi lembaga, yakni BNPB dan Kemendagri. Kalau Kemendagri menetapkan Tebo berada dalam wilayah zona merah. Sedangkan BNPB menetapkan status zona kuning,” kata pelaksana Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Tebo, Sulaiman, dalam rapat bersama media center, Rabu (24/6/2020) dikantor dinas Kominfo.

Menurut Sulaiman, semua daerah tidak mempunyai kewenangan menentukan sendiri status zona ini. Hingga saat ini dalam penanganan penyebaran COVID-19 secara nasional masih berada dalam status tanggap darurat. Sebelum status darurat dicabut oleh presiden, penanganan bencana pandemi COVID-19 ini akan terus berlanjut.

” Saat ini kita masih pada status tanggap darurat bencana non alam COVID-19. Untuk kabupaten Tebo statusnya pada zona kuning. Jadi, kita cenderung merujuk dari ketetapan dari BNPB,” katanya. (red JOS)

Penulis : David

Dewan Tebo Turut Andil Distribusi Beras Bantuan JPS Anggaran COVID-19

Beras bantuan JPS mengatasi dampak COVID-19/fot Ilustrasi

JambiOtoritas.com, TEBO – Penggunaan anggaran COVID-19 untuk bantuan jaring pengaman social (JPS) dikabupaten Tebo senilai 1,5 Milyar dalam bentuk pembagian beras ke masyarakat. Kepala dinas Sosial kabupaten Tebo, Riswan Pasaribu menyebutkan sejauh ini sudah disalurkan 1069 zak beras premium/10 Kg ke sejumlah desa dalam kabupaten Tebo. Sementara pos anggaran COVID-19 ini tetapi di badan keuangan daerah (Bakeuda).

“ Dengan anggaran itu, disiapkan 15000 ton beras. Masih tersisa sekitar 4031 ton yang bakal kembali disalurkan ke beberapa desa dikecamatan VII koto, Sumay dan Muara Tabir,” kata Riswan, Kamis (18/6/2020) dikantornya.

Pihak dinas Sosial dalam hal ini hanya sebagai pengguna anggaran melakukan pemesanan kebutuhan beras dari Bulog. Itupun berdasarkan, apabila ada permohonan yang disampaikan dari desa, baru kemudian dilakukan pemesanan ke Bulog.

Dia mengakui bahwa memang ada anggota dewan yang datang kemari membantu mendistribusikannya. Tetapi, kata Riswan, anggaran beras ini bukan dari anggaran mereka ( sekretariat dewan, red ), tetapi dari anggaran APBD yang direfocussing.

“ Hanya saja setiap pembayaran disesuaikan dengan ajuan kebutuhan di Bakeuda. Distribusi beras bantuan untuk JPS dampak COVID-19 ini juga dibantu sejumlah anggota DPRD Tebo. Anggota dewan hanya membantu menyalurkan saja, bukan dari anggaran mereka,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Pasien COVID-19 Klaster Gowa Sembuh, Ketua TGT Lepas Kepulangannya

Ketua TGT COVID-19 kabupaten Tebo yang juga Bupati kabupaten Tebo,Sukandar melepas sepasang pasien positive COVID setelah dinyatakan sembuh secara klinis dan Laboratorium/PCR dua kali dilabkesda Jambi pada (10/6/2020) lalu./foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pasien positif COVID-19 klaster Gowa yang disebut pasien 41 dan 47 yang telah menjalani perawatan selama 51 hari di RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muara Tebo dinyatakan sembuh. Terakhir setelah dua kali dilakukan PCR dilaboratorium kesehatan daerah provinsi Jambi pada tanggal 7 Juni 2020 dan 10 Juni 2020 dengan hasil negatif.

Menurut direktur rumah sakit umum daerah STS kabupaten Tebo, dr. Oktavienni mengatakan kedua pasien yang dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu lalu, pada saaat ini sudah dinyatakan sembuh baik secara klinis maupun secara laboratorium. Menurutnya, pihak rumah sakit melakukan pelepasan secara resmi, baik dari pemerintah kabupaten Tebo maupun dari RSUD sendiri.

“ Tidak lain, tidak bukan. Tidak ada maksud-maksud tertentu, tujuan kami hanyalah untuk memulihkan kondisi sosial dan kondisi psikis dari kedua pasien kami dan pihak keluarga,” kata dr Oktavienni, bersama TGT COVID-19 kabupaten Tebo, Rabu (17/6/2020) di RSUD STS kabupaten Tebo, di Muara Tebo.

Oktavienni mengatakan bahwa pasien 41 dan pasien 47 dirawat diruang isolasi yang sudah sangat lama dan tidak dikunjungi pihak keluarganya. Karena pasien sebenarnya membutuhkan support, tetapi pihak manajemen rumah sakit tidak bisa memberikan ekspresi dengan senyum karena memang semua perawat, semua dokter menggunakan APD lengkap sehingga pasien mungkin merasa kurang diberi perhatian dan sentuhan.

“ kendala lain komplain keluarga mengenai tranfaransi tentang hasil swab, karena memang hasil swab ini adalah wewenang daripada pemerintah pusat untuk menyatakan pasien itu positif atau tidak. Selama perawatan pasien diberikan pelayanan dokter, perawat, laboratorium, gizi semuanya melakukan PC test setiap hari. Komunikasi via HP kepada pak Tabri dan ibu Juni maupun ke pihak keluarga. Dan juga melakukan pemantauan dengan CCTV karena memang mengurangi kontak langsung,” katanya.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan takut lagi untuk berkunjung ke RSUD. Karena screning dan rapid test sudah dilakukan rutin di rumah sakit sesuai dengan arahan dokter spesialis. Dan RSUD sudah mempunyai ruangan khusus untuk isolasi.

Tekankan Isolasi

Sementara itu ketua TGT penanganan COVID -19 kabupaten Tebo, H. Sukandar menyampaikan kepada pasien sembuh tersebut, selamat berkumpul kembali dengan keluarga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dan berharap pasien 41 dan 47, menjadi pasien yang pertama dan terakhir yang dirawat di RSUD STS kabupaten Tebo yang telah menjadi rumash sakit rujukan sejak April lalu.

“ Setelah berkumpul dengan keluarga tetap bisa melaksankan jaga jarak, jaga imun, jaga kesehatan dan setelah poulang dari rumah sakit tetap melakukan isolasi. Dengan kesembuhan ini, menunjukkan bahwa bersama kita bisa menangani, melawan COVID- 19 ini. Kita buktikan bahwa RSUD kabupaten Tebo siap memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Sukandar.

Sukandar berharap kepada seluruh masyarakat kabupaten Tebo, tidak ada lagi klaster-klaster yang sudah dialami. Seperti yang dikatakannya, kabupaten Tebo menghadapi klaster Gowa, klaster Muara Tabir yang kontak dengan dengan positif covid juga dan dihadapkan juga klaster silaturahim dari Sumatera barat.

“ Tetapi semua hasil rapid test yang dilakukan tim covid melalui rumah sakit umum semuanya dinyatakan negative. Kita berharap kepada seluruh masyarakat tetap waspada dengan orang-orang yang kita hadapi, tetaplah waspada dan jaga jarak, jaga kesehatan demi kebaikan semua,” kata Bupati Tebo ini. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Lapak Liar Pedagang Pasar Tanjung Bungur Muara Tebo di Tertibkan

Dinas perindustrian perdagangan dan tenaga kerja kabupaten Tebo,melalui bidang perdagangan tampak melakukan penertiban lapak-lapak liar para pedagang dipasar Tanjung Bungur Muara Tebo, kabupaten Tebo,Senin (15/6/2020) dibackup Satpol PP Tebo, dan kepolisian setempat/Foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Seitdaknya puluhan lapak pedagang dipasar tanjung Bungur, kelurahan Muara Tebo kecamatan Tebo tengah kabupaten Tebo dilakukan penertiban. Penertiban pedagang ini dilakukan kepala bidang perdagangan dinas perindustrian perdagangan dan tenaga kerja kabupaten Tebo, dibackup satuan Polisi Pamong Praja, pihak kepolisian dan Babinsa setempat.

Menurut kepala bidang perdagangan, Edi Sopian mengatakan ada sekitar 17 lapak liar dan 20 lapak pedagang ikan dan ayam yang berada didepan kios pasar milik pemerintah daerah yang dibongkar. Penertiban lapak-lapak ini karena cukup mengganggu bahkan ada pula ditemukan lapak itu disewakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.

“ Sebelumnya, kami sudah kasih tempo hingga Kamis (10/6) pekan lalu, agar para pedagang membongkar sendiri lapak dagangan yang dianggap mengganggu dipasar itu. Dan tadi ketika kita turun kesana, sudah ada yang membongkat sendiri,” kata Edi Sopian, Senin (15/6/2020) usai melakukan penertiban dipasar tersebut.

Alasan para pedagang itu, kata Edi, mereka sepi pembeli ditempat yang disediakan dibagian belakang, makanya mereka membuat lapak didepan kios-kios ditengah pasar tersebut. Selain mengganggu kenyamanan yang mengakibatkan tidak ada cahaya matahari masuk didalam pasar. Hingga bau busuk dan becek ditengah pasar dikarenakan banyak sekali sampah bertumpuk ditengah pasar.

“ Maslah sampah yang menumpuk itu kita sudah koordinasikan dengan pihak bagian kebersihan dinas lingkungan hidup. Selain menertibkan lapak-lapak yang bikin semrawut. Dalam waktu dekat pagar seng dipelataran kios pemda disana. Kita akan surati (peringatan) dahulu hingga teguran, bila tidak diindahkan kita akan ambil langkah penindakan,” ujarnya. (red JOS)

Penulis : David

Status Tanggap Darurat COVID-19 Jambi di Perpanjang Sampai 1 Juli 2020

Kepala biro humas protokoler Setda provinsi Jambi, Johansyah/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubenur provinsi Jambi menetapkan memperpanjang masa tanggap darurat bencana non alam akibat virus Corona (COVID-19) di wilayah Provinsi Jambi hingga 1 Juli 2020. Perpanjangan status tanggap darurat tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 475/KEP.GUB/BPBD/2020.

Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Minggu (31/5/2020), Johansyah mengatakan segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan gubernur tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi tahun 2020.

Sementara itu, berdasarkan update data Gugus Tugas Provinsi Jambi, dinyatakannya bahwa sampai hari ini, jumlah ODP sebanyak 86 orang dan jumlah PDP 52 orang. Untuk pasien terkonfirmasi positif sebanyak 97 orang dan 15 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara pasien menunggu hasil uji swab sebanyak 22 orang. (red JOS)***

Uji Swab Covid -19 di Jambi Dilakukan Dua RSUD

Karo humas protokoler setda provinsi Jambi Juru bicara TGT Covid-19, Johansyah/foto ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Uji Swab pasien hasil rapid tes reaktif sudah bisa dilakukan di Jambi. Menurut juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 provinsi Jambi, Johansyah uji swab akan dilakukan dalam dua zona, barat dan timur. Namun demikian, pengumuman positif tetap terverifikasi dari pemerintah pusat.

” Uji sweb (PCR) baik itu pada pasien ODP, PDP dan hasil rapid test positif dan akan dibagi dalam dua zona. Untuk wilayah timur dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi sementara wilayah barat nanti akan dilakukan di RS Hanafie Bungo,” kata Johansyah, Selasa (26/5/2020).

Dikatakan Johansyah bahwa pada hari ini tim laboratorium di RS Raden Mattaher telah melakukan pemeriksaan swab dengan alat test cepat molekuler (TCM) dari program TBC dengan menggunakan cathrige yg diberikan oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan swab pasien terduga COVID-19 yang ada di RS Raden Mattaher

“Alhamdulillah hasil pemeriksaan kita sudah bisa mendeteksi virus COVID-19 dimana laboratorium RS Raden Mattaher ini sudah di SK kan oleh Kementerian Kesehatan utk memfungsikan alat TCM yg sdh ada agar bisa juga digunakan untuk COVID-19 dengan chatrige yang sudah diberikan oleh Kemenkes,” katanya.

Alat TCM atau RT PCR dari program TBC, kata Johansyah, ada 15 alat. Sudah diajukan sembilan alat untuk bisa dioperasikan untuk COVID-19. Kementerian kesehatan menetapkan RSUD Raden Mattaher dan RS Hanafi Bungo untuk melakukan uji swab. Dan sudah dikirimkan sebanyak 120 cathrige dan akan ditambah apabila cathrige habis pakai.

” Untuk pengumuman positifnya kita tetap harus menunggu verifikasi dari pusat. Karena sistem pelaporan kita menggunakan sistem informasi tuberculosis (SITB) secara online dan nanti akan diverifikasi oleh Pos Kedaruratan Kesehatan Masyarakat atau Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan,” kata Johansyah.(red JOS)***

Warga Jambi di Himbau Shalat Ied di Rumah dan Patuhi Protokol Kesehatan COVID-19

Kapolda Jambi, Firman Shantyabudi usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran dalam operasi Nusa Aman II/2020/fot Ist

JambiOtoritas.co, JAMBI – Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Irjen. Pol. Firman Shantyabudi mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan penanganan COVID-19, yang salah satunya adalah melaksanakan shalat Ied di rumah.

Pernyataannya tersebut disampaikan Kapolda Jambi, Firman Shantyabudi bersama Danrem 042 Gapu, Kolonel Kav Zulkifli usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran dalam operasi Nusa Aman II/2020 sekaligus mencegahan penyebaran COVID-19 di lapangan Mapolda Jambi, Sabtu (23/5/2020).

“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan ibadah di rumah masing-masing dan ini sekali lagi bukan kami dari kepolisian dan TNI melarang masyarakat untuk tidak boleh shalat id, tetapi ini kami lakukan karena untuk menjaga dan melindungan masyarakat jangan sampai terkena COVID-19,” kata Firman.

Imbauan pemerintah agar tetap diikuti dan dilaksanakan dan saya minta seluruh masyarakat Provinsi Jambi agar bersama sama kita patuhi protokol kesehatan agar Jambi bisa berlalu dari COVID-19. Sampai malam ini saya berserta jajaran bersama TNI terus mengupayakan situasi kamtimbmas di Wilayah hukum Polda Jambi, sangat kondusif dan semoga sampai seterusnya situasi kamtibmas bisa ditangani dengan baik.

Semoga tidak ada kegiatan masyarakat yang menjadi atensi kepolisian pada situasi akhir Ramadhan dan sampai saat ini belum ada laporan dari Polres dan jajarannya atas kejadian yang luar biasa dan tetap melakuka pencegahan persuasif dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjadi situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

“ Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan arak arakan takbiran keliling dan petugas kepolisian sudah disiagakan pada beberapa lokasi yang dianggap menjadi titik kumpul warga. Kemudian kepada warga Jambi untuk tidak berkumpul malam ini dan tetap patuhi protokol kesehatan dalam mencegahan dan menanganan COVID-19 di Provinsi Jambi. Kepada warga tetap perbanyak tabiran di rumah masing-masing karena corona belum berlalu dari Provinsi Jambi untuk saat ini, kata Firman Shantyabudi. (red JOS)

Penulis : David/Herman

NU Haramkan Sholat Idul Fitri di Masjid Daerah Zona Merah Pandemi COVID-19

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) mengeluarkan fatwa haram menggelar sholat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan. Terutama bagi umat islam di daerah zona merah pandemi virus Corona (COVID-19) yang ditetapkan pemerintah/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) mengeluarkan fatwa haram menggelar sholat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan. Terutama bagi umat islam di daerah zona merah pandemi virus Corona (COVID-19) yang ditetapkan pemerintah.

“Di daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah, haram hukumnya melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid atau tanah lapang. Sebab, menghindari kerumunan banyak orang yang diduga kuat sebagai salah satu sarana penyebaran virus corona adalah wajib. Dan secara fiqhiyyah, menjaga diri agar tidak tertular virus tersebut merupakan perkara wajib yang harus diutamakan daripada menjalankan sholat Idul Fitri di masjid atau tanah lapang yang disunnahkan,” terang LBM NU dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari laman situs Okezone, Sabtu (23/5/2020).

Pernyataan LBM NU tersebut dirumuskan oleh sembilan ulama, yaitu KH Afifuddin Muhajir (Rais Syuriyah PBNU), KH Miftah Faqih (Katib Syuriah PBNU), KH Najib Hasan (LBM PBNU), KH Abdul Moqsith Ghazali (LBM PBNU), KH Azizi Hasbullah (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi (LBM PBNU), KH Asnawi Ridhwan (LBM PBNU), KH Sarmidi Husna (LBM PBNU), dan KH Darul Azka (LBM PWNU DIY).

Sementara untuk umat Islam yang berada di wilayah kuning pandemi COVID-19, LBM NU menganjurkan mengambil dispensasi hukum (rukhshoh), yaitu memilih melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing daripada melaksanakannya di masjid atau tanah lapang.

Dasar pertimbangannya dari hadist yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah senang manakala rukhsah-rukhsah-Nya (keringanan) diambil sebagaimana Dia pun senang manakala azimah-azimah-Nya dilaksanakan.” (HR. Ath-Thabarani dan al-Baihaqi)
Anjuran LBM NU ini juga selaras dengan anjuran pemerintah yang meminta semua orang terutama yang tinggal di zona kuning dan merah untuk tetap berada di rumah, kecuali ada hal-hal mendesak yang menuntut harus ke luar rumah.

“Apabila ada pertentangan antara yang wajib dan yang sunnah, maka yang wajib didahulukan dari yang sunnah,” bunyi pernyataan LBM NU.
Lantas apa solusi bagi umat yang ingin melaksanakan sholat Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19?

LBM NU mengajak publik memahami bahwa sholat Jumat dan sholat Idul Fitri memiliki bobot hukum berbeda. Sholat Jumat adalah perkara wajib berbasis individu (fardhu ‘ain), sementara sholat Idul Fitri adalah perkara sunnah atau maksimal fardhu kifayah. “Perkara wajib bagi umat Islam pada tanggal 1 Syawal itu bukanlah shalat Idul Fitri-nya melainkan tidak berpuasanya.

Abu Ishaq al-Syairazi dalam kitab al-Muhaddzab berkata: “Sholat Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya adalah sunnah, dan menurut Abu Said al-Ishtakhri hukumnya fardlu kifayah. Pendapat pertama adalah pendapat madzhab Syafi’i. Tidak boleh berpuasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, dan barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka puasanya tidak sah.

Sebagai perkara sunnah atau mandub, maka sholat Idul Fitri masuk dalam pengertian mandub yang dinyatakan sebagai sesuatu yang jika dikerjakan dapat pahala dan jika ditinggalkan tak dapat hukuman. والمندوبَمنَحيثَوصفهَبالندبَماَيثابَعلىَفعلهَولَيعاقبَعلىَتركه

Dengan demikian, sebagai perkara sunnah, shalat idul fitri bukan hanya diizinkan dan dianjurkan untuk dilakukan ( مأذونَفىَفعله dan )مطلوبَالفعل melainkan juga boleh sekiranya mau ditinggalkan ( ).جوازَالترك Intinya bagaimana umat Islam bisa melaksanakan sholat Idul Fitri yang berpahala sunnah tersebut dengan aman dan nyaman, tanpa ada kekhawatiran akan terjangkit virus COVID-19.

Penelitian singkat yang berhasil dilakukan menunjukkan bahwa dari sudut fikih Islam ternyata dimungkinkan bagi umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah bersama keluarga atau sendirian. Sebab, berbeda dengan pelaksanaan shalat Jumat yang dalam madzhab Syafi’i disyaratkan dilaksanakan secara berjamaah dengan minimal 40 orang, maka shalat Idul Fitri tak mempersyaratkan itu. Dengan demikian, shalat Idul Fitri maupun Idul adha boleh dilaksanakan di rumah, baik secara berjamaah bersama keluarga minimal dua orang maupun sendirian.

Begitu juga disyariatkan shalat Idul Fitri bagi munfarid (shalat sendirian), hamba sahaya, perempuan dan musafir, khunsa, dan anak kecil. Sholat Idul Fitri tidak harus memenuhi syarat-syarat shalat Jumat, seperti harus dilaksanakan berjamaah, jumlah jamaahnya dan selainnya. (red JOS)***

DPC PDIP Tebo Minta Lurah & Kades Tak Hambat Proses Pencairan BST

Peneriman BLT dari kemensos RI dikantor camat rimbo bujang Tebo setelah tertunda beberapa hari kemarin, hari ini mulai dicairkan PT. POS/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Adanya surat permintaan penundaan pencairan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI dari Pemerintah Kelurahan Wirotho Agung dan Kades di Kecamatan Rimbo Bujang yang dikirimkan kepada pihak Kantor Pos Rimbo Bujang, ditanggapi serius oleh DPC PDIP Kabupaten Tebo.

Sebelum Lurah dan Kades, Penundaan pencairan BST juga telah terjadi. Pihak kantor Pos Rimbo Bujang menerima surat perintah penundaan pencairan BST dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tebo sampai pada tanggal 19 Mei 2020 yang sejatinya pencairan dilakukan pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2020.

Kemudian, diatas tanggal 20 Mei, pihak kantor Pos Rimbo Bujang juga belum berani menyalurkan dana BST kepada masyarakat dikarenakan pihak kantor Pos mendapatkan surat permintaan penundaan pembayaran dari pihak Kelurahan Wirotho Agung dan para Kades.

Padahal, pada tanggal tersebut, ratusan warga telah mendatangi kantor Pos untuk mengambil dana BST. Terpaksa, Ratusan warga yang terdampak Covid-19 tersebut pun harus kembali pulang dengan tangan hampa. Padahal, harapan mereka dana BST tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC PDIP Kabupaten Tebo, Budi mengatakan bahwa atas nama DPC PDIP Tebo meminta agar pihak Pemerintahan Kelurahan Wirotho Agung dan desa di Kecamatan Rimbo Bujang tak menghambat proses penyaluran BST kepada semua masyarakat yang terdampak Covid-19 sesuai dengan data daftar penerima.

“DPC PDIP Tebo mengajukan kuota BST ke Kemensos RI untuk Kabupaten Tebo, karena sebelumnya DPC PDIP Tebo memang diberikan kuota untuk pendataan kepada masyarakat Kabupaten Tebo yang terdampak Covid-19 karena situasi sekarang ini dalam masa darurat. Alhamdulillah, data nama yang keluar sebagai penerima BST sesuai dengan nama yang diajukan sebelumnya,” urai Budi.

DPC PDIP Tebo sangat menyayangkan langkah Lurah dan para Kades yang menghambat proses pencarian BST. Mestinya, pihak Kelurahan dan desa bersyukur karena masyarakatnya ditengah situasi darurat seperti ini mendapatkan BST dari Kemensos RI yang akan diterima bulan Mei, Juni dan Juli.

“Kepada pihak kantor Pos, sudah diberikan kewenangan untuk menyalurkan sesuai dengan daftar nama yang ada dari Kemensos RI, silahkan berikan semuanya. Pihak kantor Pos tidak bisa diintervensi oleh siapapun untuk tidak menyalurkan BST kepada semua warga yang terdata oleh Kemensos RI, BST wajib disalurkan secara keseluruhan. Saya yakin kalau kantor Pos tidak membayarkan kepada semua nama yang terdata karena intervensi, nanti akan timbul masalah,” kata Budi.

Alhamdulillah lanjut Budi, Rimbo Ulu pencairan BST sudah dilakukan dan hari ini pencairan dilakukan di kantor Pos Rimbo Bujang meskipun dihadiri langsung oleh Kades.(red JOS)***

Kacau!! Buruh di Kota Jambi Menang Lelang Motor Listrik Presiden

Motor listrik metic yang bikin heboh warga Jambi, karena ketidaktahuannya ikuti lelang dan menangkan lelang dengan harga 2,55 miliar/foto Ist

Kapolda : Pemenang lelang motor tak paham acara, mengira dapat hadiah


JambiOtoritas.com, JAMBI – Kepolisian daerah Jambi melakukan pemeriksaan terhadap M. Nuh (46) seorang yang dinyatakan pemenang acara lelang sepeda motor listrik yang bertandatangan Presiden Joko Widodo senilai Rp2,5 miliar dalam acara donasi penanganan COVID-19. Dari keterangan yang diperoleh dia ternyata tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang.

Menurut Kapolda Jambi, Irjen. Firman Shantyabudi mengatakan M Nuh (46) dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi. Warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya dilakukan wawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.

” Memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang,” kata Kapolda Jambi, Firman, Kamis (21/5/2020) kepada wartawan di Jambi.

Karena dia ditagih, sebagai pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar. Dia minta perlindungan kepolisian.

” Dikarena ketakutan ditagih, dia malah justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi,” katanya.

Sementara itu, sosok M. Nuh diketahui adalah warga yang tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Dia bukanlah seorang pengusaha tetapi melainkan hanya seorang buruh bangunan.

Ketua RT 20, kampung manggis, Ibrahim mengakui M.Nuh adalah warganya tetapi dia bukan pengusaha. Ibrahim justru mengetahui kabar yang viral melalui WhatsApp (WA). Bahkan bahkann banyak para wartawan dan instansi lain mendatanginya.

“Memang ada warga saya nama M Nuh, tapi dia bekerja sebagai buruh bangunan, bukan pengusaha,” jelas Ibrahim.(red JOS)

Penulis : David/Herman

Rapid Test COVID-19 di 13 Pasar Tradisional Kota Jambi, Reaktif 25 Pedagang Terinfeksi

TGT Kota Jambi menyampaikan penanganan COVID-19/foto dok

JambiOtoritas.com, JAMBI – Hasil uji rapid test Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi terhadap para padagang di 13 pasar tradisional di kota Jambi menunjukkan 25 pedagang reaktif atau terinfeksi virus corona. Pedagang yang rapid tesnya positif, empat orang berasal dari luar Kota Jambi dan 21 orang merupakan warga Kota Jambi. Empat orang yang berasal dari luar daerah itu diantaranya berasal dari Kabupaten Muaro Jambi dua orang dan dua orang lainnya berasal dari Provinsi Lampung.

“Gugus Tugas COVID-19 sudah melakukan rapid tes masal di 13 pasar yang di kelola oleh pemerintah dan pihak swasta, hasilnya 25 pedagang reaktif atau positif terinfeksi virus,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Rabu (13/5/2020).

Sementarar untuk 21 orang pedagang yang hasil rapid tesnya positif tersebut berinisial MC, RT, OP, DS, RAW, ED, LM, MT, MA, AK, MR, AT, RB, SP, M, JV, HSY, MN, MDS, JND, dan SGW. Mereka semuabberasal dari delapan kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Kota Jambi. Diantaranya di Kecamatan Danau Sipin 4 orang, Telanai Pura 3 orang, Jelutung 2 orang, Pelayangan 2 orang, Kota Baru 4 orang, Paal Merah satu orang, Kecamatan Pasar 2 orang dan Kecamatan Alam Barajo 3 orang.

“Dari 21 orang yang hasil rapid tesnya positif terinfeksi virus, dua orang sudah di rawat di Rumah Sakit Abdul Manap, dan selebihnya akan menyusul untuk di isolasi di Rumah Sakit Abdul Manap,” kata wali kota Jambi, Syarif Fasha.

Selanjutnya, pedagang yang hasil rapid tesnya positif, pada Kamis (14/5/2020) akan di ambil sampel oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilakukan uji Swab. Terhadap empat orang warga yang berasal dari luar Kota Jambi, Dinas Kesehatan Kota Jambi telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi agar pedagang tersebut dapat di tindak lanjuti dengan segera.

Pemerintah Kota Jambi melakukan tracking kontak terhadap pedagang yang hasil rapid tesnya positif terinfeksi virus serta melacak riwayat perjalanan dari masing-masing pedagang. Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi juga akan melakukan pengetatan terhadap pasar-pasar tradisional. Diantaranya mewajibkan pedagang menggunakan masker serta menggunakan sarung tangan. Melatih pengelola pasar untuk tegas dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Para pedagang di 13 pasar yang di rapid tes secara masal tersebut merupakan pasar yang dikelola oleh pemerintah dan dikelola oleh pihak swasta. Diantaranya di Pasar Angso Duo, Pasar TAC, Pasar Baru, Pasar Mama, Pasar Aurduri, Pasar Olak Kemang, Pasar Keluarga, Pasar Kita, Pasar Kasang, Pasar Wajo, Pasar Kebun Handil, Pasar Kebun Kopi dan Pasar Villa Kenali. (red JOS)

Penulis : Herman

Fachrori Berikan 500 Paket Sembako Dari PUSKUD

Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengecek sembako yang akan diberikan langsung kemasyarakat yang membutuhkan Senin (11/5/2020)/foto Humas

Bantuan Ringankan Beban Masyarakat Dalam Kondisi Pandemi Covid-19



JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr. Drs.H. Fachrori Umar, M.Hum, mengungkapkan pemberian bantuan sembako dari seluruh elemen, diantaranya dari Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Provinsi Jambi kepada masyarakat yang membutuhkan dapat meringankan beban masyarakat ditengah wabah covid-19 saat ini. Hal tersebut dikemukakan Fachrori saat Memberikan Bantuan Sembako dari PUSKUD Provinsi Jambi kepada masyarakat di Kantor PUSKUD Provinsi Jambi, Telanaipura – Jambi, Senin (11/5/2020).

“Saya mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi pemberian sembako yang telah dilakukan PUSKUD Provinsi Jambi, karena ini merupakan salah satu upaya mendukung dan membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam meringankan beban masyarakat, terlebih lagi ditengah wabah covid-19 yang melanda dunia, khususnya Provinsi Jambi,” ujar Fachrori.

Pemberian bantuan oleh PUSKUD Provinsi Jambi bisa menjadi contoh bagi dunia usaha atau para pelaku usaha dalam memberikan bantuan serupa kepada karyawan atau masyarakat yang kurang mampu dan terkena dampak Covid-19, sehingga dapat sedikit mengurangi beban masyarakat.

“Pemberian bantuan sembako yang dilaksanakan oleh PUSKUD Provinsi Jambi ini sangat tepat momennya, mengingat saat ini roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Provinsi Jambi sedikit terhambat dan berjalan pelan karena wabah Covid-19 yang melanda, dan masyarakat yang kurang mampu sangat membutuhkan sembako dengan harga yang terjangkau,” tutur Fachrori.

“Momen ini juga sangat baik karena saat ini kita tengah berada dibulan Suci Ramadan, bulan penuh berkah yang mana setiap orang berlomba-lomba berbuat kebaikan terutama dalam bersedekah. Jadi hendaknya kita juga harus saling berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan bantuan, tentunya mereka sangat membutuhkan bantuan kita bersama,” tambah Fachrori.(red JOS)***

Gubernur Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir Batanghari

Bersama Kapolda dan Danrem Tinjau Tinggi Permukaan Air Sungai Batang Hari

Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar berikan bantuan kepada masyarakat terkena dampak banjir akibat meluapnya air sungai batanghari Minggu (10/5/2020)/foto Humas

JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum secara langsung memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat terdampak banjir, saat melakukan peninjauan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batang Hari di Kelurahan Tahtul Yaman dan Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Minggu (10/5/2020).

Peninjauan tinggi permukaan air Sungai Batang Hari tersebut sehubungan dengan seringnya hujan deras dan lama (hujan dengan intensitas tinggi) akhir-akhir ini di Provinsi Jambi. Gubernur melihat langsung kondisi warga yang mengalami banjir tersebut, serta memberikan bantuan sembako untuk mengurangi beban warga. Kedatangan Gubernur, Kapolda, dan Danrem, beserta rombongan disambut baik warga. Pun dengan bantuan yang diberikan, diapresiasi warga.

Gubernur Jambi bersama Kapolda Jambi dan Danrem 042/Garuda Putih melakukan peninjauan tinggi muka air dan memberikan bantuan berupa 250 paket sembako bagi masyarakat Kota Jambi yang lokasi pemukimannya terkena banjir, dengan menggunakan speed boat, bertolak dari depan peranginan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

“Kami tadi bersama Bapak Kapolda dan Bapak Danrem meninjau TMA dan menyapa masyarakat Kota Jambi yang terkena banjir secara langsung, dan memberikan bantuan untuk sedikit meringankan beban mereka. Saya prihatin melihat kondisi masyarakat yang rumahnya terendam banjir, terlebih lagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadan dan tengah menghadapi wabah covid-19,” ujar Fachrori.

Fachrori mengatakan, kondisi banjir seperti ini dapat menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit seperti, penyakit kulit, malaria, dan demam berdarah. Dia berpesan agar masyarakat terus menjaga kondisi tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit, serta segera ke Puskesmas atau pos kesehatan terdekat untuk memeriksakan kesehatan jika mulai timbul timbul gejala penyakit.

“Saya imbau masyarakat yang terkena banjir untuk senantiasa menjaga kondisi badan supaya tidak mudah terserang penyakit disaat kondisi banjir seperti ini, terlebih lagi dengan adanya wabah covid-19 di Provinsi Jambi,” katanya.

Fachrori mengungkapkan, setelah melakukan peninjauan TMA di Sungai Batanghari, untuk kondisi saat ini masih pada level siaga 2 di Kota Jambi. Ada beberapa Kabupaten/Kota yang daerahnya terendam banjir yaitu Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kota Jambi.

“Kita mengharapkan curah hujan di Provinsi Jambi menurun, sehingga daerah-daerah di Provinsi Jambi yang terendam banjir bisa segera surut karena dalam beberapa hari ini, curah hujan di Provinsi Jambi cukup tinggi dan frekuensinya tergolong lama,” ungkap Fachrori. (red JOS)***

Tambah 4 Positif, Pasien COVID-19 di Jambi 47 Orang

Juru bicara Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan perkembangan Covid-19 di Jambi, Rabu (6/5/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 provinsi Jambi, melalui juru bicaranya, Johansyah mengatakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab yang keluar hari ini, Rabu (6/5/2020) pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jambi bertambah empat orang.

Total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 47 orang dan satu pasien yakni pasien 01 sudah dinyatakan sembuh. Dikatakannya, bahwa empat orang tambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yakni pasien 44 seorang perempuan umur 23 tahun asal Kabupaten Sarolangun yang memiliki riwayat perjalanan dari Sumatera Barat yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Chatib Quesen Sarolangun.

Kemudian pasien 45 seorang laki-laki usia 52 tahun asal Kabupaten Muarojambi yang kini dirawat di RSUD Mat Ripin Muarojambi yang berstatus PDP memiliki riwayat perjalanan dari Tegal. Selanjutnya pasien 46 usia 15 tahun asal Kabupaten Muarojambi yang sebelumnya berstatus PDP. Pasien 46 merupakan seorang santri Tembora, Jawa Timur.

Terakhir pasien 47 seorang laki-laki usia 64 tahun asal Kabupaten Tebo yang kini dirawat di Rumah Sakit Sultan Thaha Kabupaten Tebo. Pasien 47 ini merupakan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. (red JOS)***

Pasien COVID-19 Jambi Bertambah 6 Orang Lagi

Data penanganan covid-19 dari tim gugus tugas provinsi Jambi/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Pasien positif COVID-19 diprovinsi Jambi terus mengalami pertambahan. Penambahan pasien ini, diungkapkan Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Jambi, Johansyah pada Minggu (3/5/2020). Dengan demikian jumlah pasien COVID-19 Provinsi Jambi menjadi 38 orang.

Menurut Johansyah mengatakan penambahan sebanyak 6 orang ini berdasarkan hasil uji swab/PCR terhadap pasien sebagai berikut. Orang yang dinamakan pasien 33, laki – laki inisial MD (14) asal kabupaten Tanjungjabung Timur dengan status orang tanpa gejala ( OTG) dirawat di rumah sakit Nurdin Hamzah, riwayat perjalanan dari Tabora, Magetan provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya pasien 34, perempuan inisial Y (49) dirawat di RS. Abdul Manaf kota Jambi dari klaster Gowa. Pasien 35, perempuan inisial ID (39) asal kota Jambi dirawat di RS Abdul Manaf dari klaster Gowa. Pasien 36 laki-laki inisial H (45) asal kota Jambi dirawat di RS. Abdul Manaf kota Jambi dari klaster Gowa.

Dilanjutkan Johansyah, berikutnya pasien 37, laki -laki inisial AP (47) dirawat di RSUD Raden Mattaher dari klaster Gowa. Dikatakan dia, bahwa hasil uji swab pertama negatif dan hasil uji swab kedua positif, maka pasien dinyatakan positif.

Berikut pasien 38, perempuan inisial LA (20) asal Tanjung Jabung Barat dirawat dirumah sakit Dul Arif dengan status (OTG). Riwayat kontak langsung dengan klaster Gowa dengan pasien 17 yang dirawat di Tebing Tinggi kabupaten Tanjung Jabung Barat. (red JOS)

Penulis : David

Buruh Terdampak Covid-19 Terima Sembako dari Pemprov. Jambi

Fachrori: Pemrov Jambi berupaya tingkatkan perhatian kepada buruh

Peringatan May Day tingkat provinsi Jambi dikantor Gubernur Jambi, Jum’at (1/5/2020)/foto JOS. Humas



JambiOtoritas.com, JAMBI – Gubernur provinsi Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak buruh yang dirumahkan, untuk itu aksi solidaritas kemanusiaan perlu ditingkatkan. Dengan demikian Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan perhatiannya kepada buruh.

Hal itu disampaikan Fachrori dalam Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2020, di Lapangan Parkir Merah depan Biro Umum Setda Provinsi Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Jum’at (01/05/2020). Hari Buruh Internasional tingkat Provinsi Jambi ini diperingati sangat jauh beda, dan hanya dihadiri perwakilan saja, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menurut Fachrori mengatakan sejalan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, memberikan apresiasi yang besar kepada buruh, karena telah mengikuti imbauan pemerintah tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19, dimana setiap tahunnya diperingati dengan berbagai kegiatan dan aksi damai. Namun saat ini dialihkan dengan kegiatan Bhakti Sosial.

Lebih lanjut, Fachrori juga menjelaskan, pembangunan ketenagakerjaan mempunyai banyak dimensi dan keterkaitan, tidak hanya dengan kepentingan tenaga kerja selama, sebelum dan sesudah kerja, tetapi juga keterkaitan dengan kepentingan pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.

“Disini peran pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan pembinaan, mengarahkan, membuat regulasi dan peraturan yang menyeimbangkan aspek perlindungan tenaga kerja di wilayahnya, juga kelangsungan usaha,” jelas Fachrori.

Berdasarkan data yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, diketahui banyak pekerja/buruh yang terdampak Covid-19 per 30 April 2019 – 2020, terdapat 4.356 orang yang dirumahkan dan 19 orang di-PHK dari beberapa perusahaan yang ada di Provinsi Jambi. (red JOS)

Penulis : Herman

11 pasien positif, 10 orang klaster Gowa dan Seorang Riwayat Perjalanan dari Sumbar

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi memberikan keterangan pers terkait penambahan pasien positif COVID-19 di Jambi, Minggu (26/4/2020). (FOTO : Humas Prov)

JambOtoritas.com, JAMBI – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi mengatakan pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah 11 orang dari sebelumnya 21 orang.

“Berdasarkan hasil uji swab, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah 11 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 32 orang dan satu pasien yakni pasien 01 sudah dinyatakan sembuh,” kata Johansyah, Minggu (26/4/2020).

11 orang tambahan pasien positif COVID-19 berasal dari Kabupaten Merangin tujuh orang, Muarojambi dua orang, Batanghari satu orang dan Sarolangun satu orang. 10 pasien asal Kabupaten Merangin, Muarojambi dan Batanghari merupakan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Di antara 10 orang itu ada yang ikut kegiatan di Gowa Sulawesi Selatan dan beberapa orang dekat dari beberapa pasien tersebut ikut terjangkit termasuk anak usia 7 tahun asal Kabupaten Merangin.

Sementara satu orang asal Kabupaten Merangin memiliki riwayat perjalan dari Provinsi Sumatera Barat. 11 pasien terkonfirmasi positif tersebut berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masing-masing di rawat di rumah sakit kabupaten tempat mereka tinggal.

Johansyah mengatakan Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap pasien tersebut. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test.Dia tetap menghimbau agar masyarakat tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini berjumlah 318 dan jumlah PDP 56 orang didominasi klaster Gowa. Sementara pasien menunggu hasil uji lab sebanyak empat orang. (redJOS)***

Bertambah 3 Orang, Pasien Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Jambi Menjadi 21 Orang

Kepala biro humas protokoler setda Provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan perkembangan pasien covid-19 di Jambi, Sabtu (25/4/2020)/foto JOS

JambiOtoritas.com, JAMBI – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah kembali menyampaikan penambahan pasien positif COVID-19 di Jambi yang bertambah tiga orang. Hasil uji swab terkonfirmasi positif menjadi 21 orang.

“Berdasarkan hasil uji swab, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah tiga orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 21 orang dan satu pasien yakni pasien 01 sudah dinyatakan sembuh,” kata Johansyah, Sabtu (25/4/2020).

Menurut Johansyah bahwa tiga orang tambahan pasien positif COVID-19 diberi nama pasien 19 seorang laki-laki usia 40 tahun dan pasien 20 laki-laki usia 36 tahun. Sebelumnya status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani, Kabupaten Merangin.

Selanjutnya pasien 21 adalah seorang perempuan usia 25 tahun, yang sebelumnya juga berstatus PDP dan kini dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi. Pasien 19, 20 memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan.

” Begitu juga dengan pasien 21 yang memiliki hubungan erat dengan pasien yang mempunyai riwayat perjalan ke Gowa,” jelasnya.

Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap pasien tersebut. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test. Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah. (red JOS)***

Jambi Tambah Tiga Orang Pasien Positif COVID-19, Selain di Dominasi Provinsi di Jawa

Sebanyak 1.042 orang sudah sembuh dari COVID-19, Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA)


JambiOtoritas.com, JAMBI – Jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan test PCR masih terus bertambah, DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim masih terbanyak. Sedangkan Provinsi Jambi bertambah tiga orang. Berikut penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 , Sabtu (25/4/2020) petang yang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Penambahan jumlah kasus positif COVID-19 terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia, yakni Aceh (1), Bali (6), Banten (11), Yogyakarta (2), Jakarta (85), Jambi (3), Jawa Barat (45), Jawa Tengah (46), Jawa Timur (80), Kalimantan Barat (1), Kalimantan Timur (12), Kalimantan Tengah (6), Kalimantan Selatan (14), Kalimantan Utara (6), Nusa Tenggara Barat (27), Sumatera Selatan (13), Sumatera Barat (1), Sumatera Utara (9), Sulawesi Selatan (12), Sulawesi Tengah (4), Riau (2), Maluku (5), Papua Barat (1), Sulawesi Barat (2), Gorontalo (2).

Jumlah kasus positif terbanyak hingga saat ini terdapat di DKI Jakarta dengan total kasus 3.684 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat dengan total kasus positif COVID -19 sebanyak 907 orang, Jawa Timur dengan 770 kasus positif COVID-19, Jawa Tengah dengan 621 kasus positif COVID-19, Sulawesi Selatan dengan 432 kasus positif, dan Banten dengan total 370 kasus positif COVID-19.

Sementara itu, sebanyak 45 laboratorium beroperasi untuk uji PCR deteksi COVID-19, dengan jumlah spesimen yang diperiksa sejak 1 April 2020 hingga saat ini sebanyak 67.828 spesimen dan jumlah kasus yang diperiksa sebanyak 52.541 orang. Dari hasil pemeriksaan PCR, didapatkan 8.607 orang positif COVID-19 dan 43.934 orang negatif COVID-19.(red JOS)

Sumber : Antara

Total Positif COVID-19 Jambi Tambah Lima Menjadi 13

Warga Jambi positif COVID-19 bertambah lima, total 13 orang
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi memberikan keterangan pers terkait penambahan lima orang positif COVID-19, Selasa (21/4/2020). (FOTO ; Humas)

JambiOtoritas.com, JAMBI – Berdasarkan penyampaian juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan bahwa pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah lima orang. sehingga total pasien positif COVID-19, 13 orang.

“Berdasarkan hasil uji swab yang keluar hari ini, pasien positif COVID-19 di Jambi bertambah lima orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 13 orang,” kata Johansyah, Selasa (21/4/2020). Lima orang tambahan pasien positif COVID-19 diberi nama pasien 09 seorang perempuan usai 49 tahun yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kemudian pasien 10 seorang perempuan juga berusia 21 tahun yang sebelumnya berstatus PDP. Selanjutnya pasien 11 perempuan usai 54 tahun juga sebelumnya berstatus PDP dan pasien 12 seorang laki-laki usia 56 tahun juga berstatus PDP.  Keempat orang tersebut semuanya dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi.

Sementara pasien 13 juga seorang perempuan usia 31 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Abunjani, Kabupaten Merangin yang sebelumnya berstatus PDP di rumah sakit tersebut. “Jadi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 ada 13 orang namun pasien 01 sudah dinyatakan sembuh,” katanya

Tim Gugus segera menginventarisir dan tracking kontak terhadap lima pasien tersebut. Semua orang yang kontak akan dilakukan rapid test. Johansyah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, jaga kesehatan selalu cuci tangan dan wajib menggunakan masker jika harus ke luar rumah. (red JOS)

Pasien COVID 01 Asal Tebo di Dinyatakan Sembuh

Jumpa Pers jubir TGT Penanganan CoVID-19 provinsi Jambi, Johansyah bersama tim dokter RSUD Raden Mattaher Jambi, Senin (20/4/2020)/foto Ist

JambiOtoritas.com, JAMBI – Dua kali uji Sweb terhadap pasien 01 asal Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, hari ini, Senin (20/4/2020) dinyatakan sembuh dari virus COVID-19. Hal itu dinyatakan dr. Medianto dalam jumpa Pers, bersama Tim Gugus Tugas penanganan penyebaran COVID-19 provinsi Jambi.

” Pasien 01 akan dipulangkan ke rumahnya. Namun yang bersangkutan tetap melakukan isolasi di rumah hingga 14 hari ke depan untuk memulihkan kondisi kesehatannya,” kata Medianto.

Medianto mengatakan bahwasanya pasien 01 sudah sembuh. Dia berharap dengan kesembuhan pasien ini, tidak ada muncul stigma lain, pasien 01 sudah sembuh.

Pasien 01 tersebut merupakan pasien pertama di Jambi yang dinyatakan positif COVID-19 dan menjadi pasien pertama di Jambi yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. (red JOS)

Penulis : Herman

Wabup Syahlan Terima Bantuan Penanganan Covid-19 dari Persatuan Notaris

Wakil bupati Tebo, Syahlan Arfan menerima bantuan penanganan Covid-19 dari persatuan Notaris/foto Diskominfo Tebo

JambiOtoritas.com, TEBO – Dengan mewabahnya pandemi Covid-19 saat ini maka dari berbagai pihak sudah banyak terketuk hatinya untuk memberikan bantuan guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Seperti halnya baru-baru ini, Wakil bupati Tebo Syahlan Arfan, SH menerima bantuan dari Persatuan Notaris Wilayah Tanjab Timur, Tanjab Barat, Muaro Jambi dan Batanghari, berupa baju APD, Masker, Sarung Tangan, Handsanitizer dan susu kaleng. Hal tersebut disampaikannya kepada, Syahrulrozi Bidang IKP Diskominfo.

Menurut Wakil Gugus Tugas Covid-19 Tebo ini, bantun yang dia terima merupakan bentuk kepedulian dari rekan-rekan Persatuan Notaris di empat Kabupaten tersebut. ” Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian rekan-rekan Persatuan Notaris empat Kabupaten,” ungkap Syahlan.

Selanjutnya Wabup Syahlan megingatkan masyarakat agar selalu mengikuti anjuran Pemerintah seperti jaga kesehatan, keluar rumah pakai masker, selalu cuci tangan sehabis beraktifitas dan hindari berkumpul (physical distancing). (red JOS)

Pasien PDP RSUD STS Tebo Meninggal Dunia

Jenazah pasien PDP di RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muara Tebo Tebo yang akan dibawa pulang ke rumah duka di desa Penapalan kecamatan Tengah Iir kabupaten Tebo/foto Ist

Jambiotoritas.com, TEBO – Pasien RSUD STS kabupaten Tebo, HL (65) asal desa Penapalan kecamatan tengah ilir meninggal dunia sekitar pukul 13.30 Wib. Namun penanganan almarhum dilakukan dengan standar prosedur penanganan COVID-19. Menurut Direktur RSUD Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo, dr. Octavieni mengatakan bahwa satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD STS Tebo meninggal dunia pada pukul 13.00 wib siang.

“ Pasien baru satu malam berstatus PDP Covid-19 dan dirawat dirumah sakit.  Karena gejala klinisnya mengarah kepada PDP. Namun, ketika pasien di Rapidtes, hasilnya negative,” katanya.

Dikatakannya bahwa meskipun hasil Rapidtestnya negatef, namun tetap diperlakukan sesuai SOP karena itu anjuran dari Kemenkes untuk antisipasi, waspada dan hati – hati karena ini PDP atau sangkaan.

“ Jenazah dibawa pulang ke rumah duka pukul 17.00 wib. Penanganannya hingga sampai ke pemakaman sesuai SOP,” jelasnya.(red/JOS)

Sumber : Tebo Online

Gubernur Jambi Naikkan Status Siaga Darurat COVID-19 Menjadi Tanggap Darurat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, memberikan keterangan pers terkait peningkatan status Provinsi Jambi dari Siaga menjadi Tanggap Darurat COVID-19, Senin (13/4/2020). (FOTO: Humas)

JambiOtoritaS.com, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi, Senin (13/4/2020) hari ini, menaikkan status penanganan penyebaran Covid-19 di provinsi Jambi dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat COVID-19. Perubahan status ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan pandemi COVID-19 di Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan Gubernur Jambi Fachrori Umar telah mengeluarkan surat keputusan No.301/Kep/Gub/BPBD/2020 tentang peningkatan status tersebut.

“Berdasarkan kajian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi dan telaah instansi terkait, Dinas Kesehatan dan BPBD Provinsi Jambi, maka Gubernur Jambi berdasarkan keputusan beliau menaikkan status menjadi Tanggap Darurat dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 yang ada di Provinsi Jambi,” kata Bachyuni.

Status Tanggap Darurat COVID-19 akan berlaku sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Hingga saat ini warga Jambi yang positif COVID-19 terkonfirmasi sebanyak empat orang. (red JOS)

Sumber : Antara

Uji Swab ke Tiga Belum Keluar, PDP 01 Mau Isolasi di Rumah di Jemput TGT

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI – Pasien positif COVID-19, 01 dari Tebo berulah. Keinginannya dan keluarga agar yang bersangkutan menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah pribadi di Kota Jambi. Menjadi sorotan berbagai pihak.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, mengatakan isolasi dirumah atas permintaan keluarga. Dari keterangan Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi kondisi pasien secara klinisnya bagus.

“ Keterangan Dirut RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi (dr. Feri) membenarkan pasien 01 atas permintaan keluarga menjalani isolasi mandiri di rumah,” kata juru bicara Johansyah, Selasa (07/04/2020) malam.

Baca berita terkait : http://www.jambiotoritas.com/2020/03/23/satu-lelaki-jambi-positif-covid-19-identik-sekda-tebo/


Menurut Johansyah, atas keputusan pihak RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi ini. Kadinkes Provinsi Jambi, Samsiran kecewa. Pihak dinas kesehatan akan menjemput kembali pasien dibawa ke RSUD Raden Mattaher.


“ Dinas kesehatan akan menjemput kembali pasien positif 01 ini kembali ke RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Mengingat akan membahayakan orang lain, sementara uji swab/lab keduanya dari pasien 01 ini masih dinyatakan positif. Dan untuk hasil swab yang ketiga saat ini belum keluar,” katanya. (red JOS)

Pasien dalam Pengawasan (PDP) Asal Bungo Uji Sweb

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto ISt

Jambiotoritas.com, JAMBI – Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Johansyah dalam keterangannya membenarkan ada penambahan PDP di RSUD Raden Mattaher yang diambil sample untuk dilakukan uji laboratorium/Swab. Sebelumnya, dikabarkan ada dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Desease atau Covid -19 asal Kabupaten Bungo dilarikan ke RSUD Raden Mattaher untuk mendapatkan perawatan medis disana.


“Kondisinya stabil, uji swab hari ini diambil, 5-7 hari kedepan, baru tahu hasilnya (positif atau negatif-Red),” kata Johansyah, Minggu (5/4/2020).


Dari informasi yang berkembang diduga pasien yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi merupakan pengusaha dan kontraktor ternama di Jambi yang berdomisili di kota Muara Bungo, kabupaten Bungo. Sedangkan pasien PDP satunya merupakan sopir pengusaha tersebut.


Sementara itu, sebelumnya juru bicara gugus tugas penanganan penyebaran Covid-19 kabupaten Bungo, dr. Safarudin Matondang menyatakan pasien yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi membenarkan pasien tersebut telah dilakukan rapid Test. Tetapi kepastian positif COVID -19 belum bisa dipastikan.


” Rapid tes iya, tapi COVID-19 belum dipastikan dan yang bersangkutan sudah minta isolasi di rumah sakit. Sementara keluarganya negatif,” kata Safarudin, di konfirmasi via Whatsapp, Sabtu (4/4/2020) malam.


Dikatakan Kadis Kesehatan Bungo ini, beliau di rujuk dan minta rujuk ke rumah sakit Jambi. Sepengetahuannya, beliau (pasien) juga covid belum positif masih rencana akan tes laboratorium/ swab.


” Yg jelas Tn. X DI RUJUK KE JAMBI DGN STATUS PDP PAK..sebab ada keluhan penyakit lain mungkin pak..kalo yang TN.X dari perumnas minta di isolasi rs biar dia lebih tenang dengan tidak ada keluhan pak..akan di swab juga..bila negatif akan di pulangkan,” jelasnya.(red JOS)


Penulis : David Asmara

Tiba di Jambi, Belasan Calon Perwira Polda Dilakukan Isolasi

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Kuswahyudi Tresnadi/Foto Ist.

Jambiotoritas.com, JAMBI – Pasca pemulangan sejumlah calon perwira Polda Jambi yang masih dalam pendidikan di Sukabumi Jawa Barat. Kini mereka semua tengah melakukan isolasi diri di SPN Kepolisian Daerah Jambi di pondok Meja, kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi.


Menurut kabid Humas Polda Jambi, Kombes. Pol. Kuswahyudi Tresnadi mengatakan setelah dipulangkan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Dia mengatakan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Pandemi Virus Corona atau Covid-19.


“Belasan calon perwira asal Polda Jambi tersebut harus dipulangkan, beserta calon perwira lain yang berasal dari daerah masing-masing untuk mencegah penularan Virus Corona atau COVID-19 di Jawa Barat dan kini mereka diisolasi di SPN Jambi dan sudah menjalaninya beberapa hari lalu,” kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Sabtu (4/4/2020) seperti dilansir Antara di Jambi.


Namun, hingga kini Polda Jambi juga belum mendapatkan informasi terkait ada atau tidaknya calon perwira dari Jambi yang masuk dalam kategori ODP tersebut.


“Untuk saat ini belum dapat datanya, apakah ada perwira kita masuk dalam ODP. Akan tetapi yang pasti semua yang pulang dari Sukabumi, itu langsung kita lakukan isolasi,” kata Kuswahyudi Tresnadi. (red JOS)


Sumber : Antara


Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Salat Tarawih di Rumah

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran PBNU dengan Nomor 3953/C.I.034/04/2020.


Jambiotoritas.com, JAMBI – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama turut melakukan segala cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, PBNU mengimbau kepada warga nahdliyin dan seluruh umat muslim untuk menjalankan salat tarawih di rumah masing-masing pada bulan Ramadan2020.


Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran PBNU dengan Nomor. 953/C.I.034/04/2020. Surat edaran itu dibuat pada Jumat, 3 April 2020 dan diteken oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj serta pejabat PBNU lainnya. Dalam surat tersebut disampaikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, ranting, anak ranting, lembaga dan badan otonom di bawah naungan PBNU, warga nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk senantiasa melaksanakan peribadahan wajib dan memperbanyak amalan sunnah.


Namun ada catatan yang diberikan PBNU yakni melaksanakan salat tarawih dan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

“Termasuk menjalankan saalat tarawih selama bulan Ramadan dan salat Idul Fitri selama pandemi Covid-19 di rumah masing-masing atau sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah masing-masing,” demikian dikutip dari yang tertulis dalam surat edaran yang diterima Suara.com, Jumat (3/4/2020).


Kemudian PBNU juga mengimbau kepada seluruh umat Islam pada umumnya serta warga nadhliyin untuk tetap memperkuat tali silahturahmi dan hubungan sosial antar sesama dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.


Tapi dengan catatan, tetap memberlakukan jaga jarak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. PBNU juga mengimbau kepada seluruh warga nahdliyin agar selalu menaati keputusan, kebijakan, dan imbauan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mengenai mudik lebaran.


Dalam kesempatan itu, PBNU juga meminta kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama membentuk Gugus Tugas Penaggulangan Covid-19.


“Gugus Tugas NU-Peduli COVID-19 bisa dikembangkan ke tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama atau dengan membentuk Relawan-relawan NU-Peduli COVID-19 di tingkat Ranting/Anak Ranting,” demikian tertulis dalam surat edaran tersebut. (red JOS)

2.400 Rapit Test Tiba di Jambi disebar diseluruh Rumah Sakit

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Dinas Kesehatan telah menerima sebanyak 2.400 rapid test COVID-19 dari pemerintah pusat. Sementara Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis sudah dijemput ke Jakarta dan akan tiba di Jambi dalam dua hari ke depan.

” Rapid tes itu dan sudah disebarkan di seluruh rumah sakit di Jambi terutama lima rumah sakit rujukan COVID-19,” kata Johansyah, Jumat, (27/3/2020) malam.

Dengan demikian penanganan COVID-19 dengan sarana dan prasarana telah dapat kita lakukan pada hari berikutnya nanti. Beberapa pasien yang diisolasi di RSUD Raden Mattaher Jambi juga sudah dilakukan rapid test dan hasilnya adalah negatif.

Sementara data update, Jumat (27/3/2020) pukul 17.00 WIB yang dirilis Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi, menyebutkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 22 orang. Dari jumlah itu, satu orang positif COVID-19, 10 orang negatif dan tujuh orang menunggu hasil uji lab dan sisanya baru akan dilakukan uji lab. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 sebanyak 1011 orang.

Untuk ODP dan PDP tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jambi dengan rinciannya, Kota Jambi ODP 221 orang dan PDP 12 orang. Kabupaten Tebo ODP 98 orang dan PDP satu orang. Kemudian Kabupaten Bungo ODP 108 orang dan PDP dua orang.

Selanjutnya Kabupaten Kerinci ODP tujuh orang dan PDP satu orang. Kota Sungaipenuh ODP lima orang PDP nihil. Kabupaten Merangin ODP 11 orang PDP nihil. Sarolangun ODP 242 dan PDP nihil.

Kemudian Kabupaten Batanghari ODP 211 orang PDP nihil. Kabupaten Tanjungjabung Timur ODP enam orang dan PDP satu orang. Kabupaten Tanjungjabung Barat ODP tiga orang dan PDP dua orang dan Kabupaten Muarojambi ODP 86 orang dan PDP dua orang. (red JOS)

Penulis : Herman

Se Provinsi Jambi, ODP COVID – 19 Capai Angka 783 orang

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi melansir data update, pada Kamis (26/3/202) sekitar pukul 17.00 WIB, petang. Data terbaru diinformasikan bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 di provinsi Jambi 738 orang.

Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 provinsi Jambi, Johansyah menyebutkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 21 orang. Dari 21 orang tersebut satu pasien dinyatakan positif COVID-19, sembilan pasien negatif dan 11 pasien masih menunggu hasil uji lab/swab.

ODP dan PDP tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jambi. Johans merincinya, Kota Jambi ODP 258 orang dan PDP 11 orang. Kabupaten Tebo ODP 92 orang dan PDP satu orang. Kemudian Kabupaten Bungo ODP 18 orang dan PDP satu orang. Kabupaten Kerinci ODP 18 orang dan PDP tiga orang. Kota Sungaipenuh ODP lima orang PDP nihil. Kabupaten Merangin ODP tiga orang PDP nihil. Sarolangun ODP 242 dan PDP nihil.

Sementara di Kabupaten Batanghari ODP 52 orang PDP nihil. Kabupaten Tanjungjabung Timur ODP enam orang dan PDP satu orang. Kabupaten Tanjungjabung Barat ODP tiga orang dan PDP dua orang dan Kabupaten Muarojambi ODP 62 orang dan PDP dua orang.

Penulis : Herman
editor : David

Kepala OPD Tebo, Belum Berstatus ODP

Tampak sejumlah pejabat daerah dilingkungan Setda Tebo dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah pemkab Tebo yang mengikuti acara jumpa Pers pada selasa (24/3/2020) lalu./foto JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Sejumlah ASN termasuk pejabat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat kabupaten Tebo melakukan pemeriksaan kesehatan diri. Menyusul meningkatnya orang dalam pengawasan (ODP) yang khawatir akan pandemic Corona virus deases/COVID 19 yang berlangsung saat ini.

“ Ada, sudah banyak yang datang memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit.,” kata direktur RSUD Sultan Thaha Syaifudin Tebo, dr. Oktavieni, melalui pesan Whatsappnya, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, untuk ASN kabupaten Tebo yang ada dari luar kota sudah melalukan self assessment. Untuk kepala organisasi perangkat daerah juga melakukan hal yang juga sama. Data-data realnya ada dengan pihak dinas kesehatan (kadinkes).

“ Iya, mereka yang datang memeriksakan dirinya, sebagian dari mereka menyatakan pernah kontak dengan pasien yang dirujuk ke rumah sakit di Jambi. Para kepala OPD, statusnya belum ODP karena sampai hari ini masih dalam kondisi sehat,” katanya.

Oktavieni mengatakan bahwa selain dari ASN, kepala OPD dan masyarakat. Sejumlah anggota DPRD kabupaten Tebo yang baru pulang dari dinas luar daerah telah memeriksakan diri mereka masing-masing.

“ Sejauh ini belum ada yang melaporkan lagi, dalam keadaan sakit. Jadi mereka masih mengisolasikan diri sendiri,” jelasnya.(red JOS)

Penulis : David Asmara

Pasien Positif Covid 19 di Jambi, Ada Kesamaan Pasien Rujukan dari Tebo

Keterangan pers pemerintah kabupaten Tebo melalui gugus tugas pengendalian penyebaran Covid 19 kabupaten Tebo, Selasa (24/3/2020) di kantor Bupati Tebo/foto JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Pemerintah kabupaten melalui gugus tugas penanganan penyebaran covid -19 kabupaten Tebo, Syahlan Arfan, menyampaikan bahwa saat ini tidak ada pasien Suspect Corona yang dirawat (PDP) atau yang diobservasi di RSUD Sultan Thaha Syaifudin Tebo. Namun, menurut dia, beberapa hari yang lalu memang ada dua orang dari kabupaten Tebo yang dikirim ke salah satu rumah sakit di Kota Jambi.

Dia menjelaskan, salah satu pasien yang dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Jambi sudah kembali dan sekarang dalam status ODP. Dan satu lagi pasien yang dirujuk sampai saat ini masih dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Menurut Syahlan terkait dari informasi pasien yang positif Covid 19 yang disampaikan pemerintah pusat. Dan seperti yang disampaikan juru bicara penanganan penyebaran covid pemerintah provinsi Jambi, Johansyah, kemarin.

Kata Syahlan, memang ada kesamaan pada pasien yang dirujuk yang sampai saat ini masih dirawat. Kesamaannya pada usianya, yakni sama- sama berusia 55 tahun.

” Tidak tertutup kemungkinan pasien yang kita rujuk adalah yang dimaksud. Sampai saat ini masih dirawat,” katanya.(ref JOS)

Penulis : David Asmara

Jambi Belum Ditemukan Pasien Positif COVID – 19, ODP dan PDP Meningkat

Juru bicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah/foto ISt


Jambiotoritas.com, JAMBI – Jurubicara Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyatakan bahwa update terbaru dari posko Penanganan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Provinsi Jambi. Terjadi peningkatan terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jambi, update terbaru saat ini bertambah menjadi 132 orang yang sebelumnya hanya 13 orang.

“ Termasuk rombongan siswa SMAN 1 Kota Jambi beserta guru dan kru angkutan bus pariwisata yang baru pulang melakukan “field trip” di Jakarta, Yogyakarta dan Bandung,” kata Johansyah, sabtu (20/3/2020).

Menurut kepala biro humas protokoler setda provinsi Jambi ini, mengatakan saat ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang, 7 orang diantaranya dalam proses uji lab/swab dan diisolasi. Sementara untuk pasien positif Covid-19 di Jambi belum ditemukan.

Sebelumnya, rombongan siswa SMAN 1 yang dalam beberapa hari terakhir menjalani perjalanan ke Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Malang terdiri dari 64 siswa dan siswi, lima guru pendamping, lima supir dan tiga kru dari pihak travel. Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, seluruhnya bagus dan diperbolehkan pulang ke rumah, namun masuk ODP dan diminta peran sangat aktif dari orangtua untuk memonitor kondisi kesehatan anak-anaknya. (red JOS)

Penulis : Herman

Dinsos Bungo Diduga Terlantarkan Pasien SAD

Yanti warga SAD yang menjalani perawatan di RSUD STS Tebo sebelum dirujuk ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo/foto JOS


Jambiotoritas.com, BUNGO – Warga Suku Anak Dalam (SAD) asal Kabupaten Bungo, Yanti (23) didampingi suaminya pada Senin lalu (09/03/2020) berobat ke RSUD STS Tebo. Karena mengalami pendarahan yang cukup serius, tim medis RSUD STS Tebo langsung melakukan penanganan terhadap Yanti.

“Yanti terpaksa dicuret karena mengalami pendarahan yang serius,” kata Ahmad Firdaus Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) yang mendampingi Yanti berobat di RSUD STS Tebo, Jumat (13/03/2020).

Firdaus menjelaskan, Yayasan ORIK telah berMoU dengan RSUD STS Tebo. Pada MoU tersebut, setiap warga SAD Tebo yang berobat di RSUD STS Tebo mendapatkan perlakuan khusus. Namun kata dia, dari pengakuan suami Yanti, mereka berasal dari Kabupaten Bungo.

” Sudah saya tanya langsung kepada mereka, dan mereka mengaku berasal dari Kabupaten Bungo, tepatnya di Desa Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat,” ujar Firdaus.

Karena berasal dari Kabupaten Bungo, Firdaus langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tebo. Dia minta difasilitasi untuk bisa berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bungo.

” Kita tidak punya dana untuk pengobatan Yanti, makanya kita minta difasilitasi bisa berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo,” katanya.

Hasil koordinasinya dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo. Dinsos berjanji akan menjenguk Yanti di RSUD STS Tebo, tetapi sudah kita tunggu-tunggu kedatangan mereka, namun tak kunjung datang.

Karena tak kunjung datang, akhirnya Firdaus kembali menghubungi pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo. Pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo minta agar Yanti dirujuk ke RSUD Bungo agar biaya perobatannya bisa diklaim.

Namun, setelah dirujuk ke RSUD Bungo, penjelasan dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Bungo mereka tidak bisa mengklaim dana untuk pengobatan Yanti.

” Kita terkesan seperti dimain-main oleh Dinas Sosial Kabupaten Bungo. Janjinya mau mengunjungi Yanti, sudah kita tunggu-tunggu tapi tak kunjung datang. Kita diarahkan merujuk Yanti ke RSUD Bungo, telah kita rujuk, tapi tetap saja tidak ada solusi dari mereka,” kesal Firdaus.

Untuk itu Firdaus minta kepada Pemkab Bungo untuk serius menangani SAD,” Jangan seperti ini, kesannya Pemkab Bungo tidak serius memperhatikan SAD,” ucapnya.

Pemkab Bungo melalui staf Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Kabupaten Bungo belum bisa dikonfirmasi. Berkali dihubungi via telepon seluler maupun pesan Whatsapp, belum terjawab. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Kilat Nilai PemKab Tebo Lalai

Ketua LSM Kilat Tebo, Slamet Iriyanto/foto : JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Persoalan batas tanah pemerintah kabupaten Tebo yang disoal Buyung Honan di lokasi proyek pembangunan Mapolsek Tebo tengah, kecamatan Tebo Tengah dinilai kelalaian pemerintah daerah. Menurut ketua LSM kelompok intelektual anak Tebo (Kilat) Slamet Iriyanto mengatakan kejadian itu mengakibatkan kerugian pihak lain.

Dia menyatakan dengan kejadian itu artinya Pemda sudah melakukan kelalaian, kenapa patok batasnya sampai hilang. Seharusnya waktu land clearing patok itu harus dijaga. Kalau sekarang inikan Pemda jadi meraba – raba. Hal itu jadi mengakibatkan merembet ke tanah orang, inikan jadi konflik.

” Patok itu tidak boleh sampai hilang. Jadi yang terjadi OPD itu terlihat laporan ke pimpinan, asal bapak senang saja,” kata Slamet Iriyanto, Kamis (5/3/2020).

Sebelumnya, Tapal batas lahan lokasi proyek pembangunan Mapolsek Tebo tengah, Rabu (4/3/2020) disamping kantor lembaga adat pal XI bermasalah. Seorang warga, bernama Buyung Nohan mengklaim patok batas tanah pemerintah kabupaten Tebo keliru.

Menurut Buyung Nohan, menyatakan lahan yang kini digarap pemkab untuk pembangunan Mapolsek dulu atas nama Siti Aisyah, warga pulau Temiang. Memang sudah dijual kepada Pemkab Tebo.

” Kalau sertipikat kita belum ada, hanya dasar yang kita pegang SKT tahun 1974. Sekarang batas H. Syarifudin dengan Aisyah yang sepertinya salah. Pihak pemda sudah salah dengan menggusur tanah haknya Syarifudin yang diperkirakan lebar sekitar 26,5 meter dan panjangnya 200 meter yang tergusur,” Buyung dilokasi, Rabu(4/3/2020) petang dihadapan pejabat pemkab Tebo. (Red JOS)

Penulis : David Asmara

Kadis PU Tegur Rekanan Islamic Center Rimbo Ilir

Kondisi sisi mesjid agung mini di Rimbo Ilir/foto : Ist


Jambiotoritas.com, TEBO – Kepala dinas PUPR kabupaten Tebo, Erwanto menyatakan sudah meminta rekanan proyek Islamic Center TA 2019 memperbaiki kondisi pekerjaan dikecamatan Rimbo Ilir. Terkait beberapa sisi bangunan yang terlihat kurang elok.

” Sudah kita kirimkan surat permintaan untuk perbaikannya. Karena memang masih dalam masa tahapan pemeliharaan,” kata Erwanto, Selasa (25/2/2020).

Menurut Erwanto, kondisi sisi mesjid Rimbo Ilir tu hanya terjadi penurunan tanah timbunan. Kalau dikatakan pondasinya yang turun, tidak seperti itu. Dan kalau seperti itu, pasti terjadi keretakan dibagian dinding bangunannya.

” Bukan pondasi mesjidnya, saya kira itu cuman tanah timbunan saja. Kalau benar masalah dipondasinya bisa rubuh bangunan mesjidnya. Makanya, soal itu akan kita minta rekanan melaksanakan perbaikan secepatnya. Memang tidak enak kelihatannya,” katanya.

Dikatakannya bagi masyarakat sudah boleh memanfaatkan sebagaimana peruntukkannya. ” Boleh dimanfaatkan, kalau jamaahnya ada,” ucapnya. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Kantor Camat Rimbo Ilir Jadi Pusat Penerimaan Loker PT. SMS

Tanda buktibpenerimaan berkas lamaran PT. SMS atas nama dinas Perindagnaker kab Tebo/foto : JOS



Jambiotoritas.com, TEBO – Perekrutan tenaga kerja pada PT. Selaras Mitra Sarimba (SMS) di desa Giripurno kecamatan Rimbo ilir kabupaten Tebo, Jambi yang membuka lowongan kerja (Loker) mulai menjadi sorotan masyarakat setempat. Kesempatan lamaran kerja diperusahaan itu, sejak dibukanya lowongan kerja hingga 13 Februari 2020 tercatat 750 orang pelamar.

Penerimaan berkas lamaram kerja itu, tidak dilakukan dikantor perusahaan PT. SMS sendiri. Justru hal yang disorot kemudian adalah proses penerimaan karyawan perusahaan itu dilaksanakan di gedung aula kantor camat Rimbo Ilir.

” Semua lamaran ditujukan ke kantor kecamatan. Malah yang menerima berkas lamaran ada juga dengan oknum pegawai kantor camat Rimbo Ilir, ” kata salah seorang pelamar, yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Rimbo ilir menyayangkan pemanfaatan kantor pemerintah untuk kepentingan perusahaan. Apalagi sampai melibatkan pegawai dikantor camat setempat.

” Tindakan perusahaan itu tidak benar, masalahnya penyebaran brosur mengalamatkan ke kantor camat. Penerimaan dikantor camat itu sudah menyimpang, pihak swasta itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah kecamatan,” ujar tokoh ini.

Terpisah camat Rimbo ilir, Rinto Subagyo dikonfirmasi enggan menjawab konfirmasi media ini. Pesan singkat yang dikirimkan via ponselnya tidak dibalas Rinto Subagyo.

Dilain pihak dinas Perindagnaker kabupaten Tebo, Tulus Widodo menyatakan penerimaan berkas lamaran kerja PT. SMS dikantor kecamatan Rimbo Ilir adalah kesepakatan yang diputuskan antara dinas Perindagnaker kabupaten Tebo, camat Rimbo Ilir dan pihak perusahaan.

Menurut Tulus, keputusan itu dikondisikan untuk meredakan kehebohan yang terjadi disana. Tadinya ada pihak tertentu misalkan dari kades minta perusahaan meloloskan orang – orang tertentu.

” Karena itu hasil keputusan rapat disarankan pengumuman penerimaan karyawan PT. SMS ini lewat disnaker kabupaten Tebo. Penerima berkas lamaran adalah staf dinas Perindagnaker dibantu dengan pegawai kantor camat,” katanya, Selasa (18/2/2020) di kantornya.

Dikatakannya bahwa kantor perusahaan PT. SMS memang ada disana. Dan kita menjadi bagian memperjuangkan pencari kerja lokal agar mendapatkan pekerjaan. Ini salah satu fungsi yang kita jalankan. Dalam hal ini tercatat pelamar yang masuk mencapai 750 orang, sementara untuk penerimaan tahap pertama yang diprioritaskan tenaga kerja teknis lokal hanya 20 orang saja.

” Nanti akan dilakukan tes berikutnya, semua akan transparan. Kalau pembukaan lowongan dikantor perusahaan mereka, kesempatan tenaga kerja lokal mungkin sangat kecil. Rasanya, bagus ada campur tangan disnaker untuk memperjuangkan pencari kerja lokal,” katanya. (red JOS)

Penulis : David Asmara