Kesepakatan Raflesia Dorong Percepatan Konektivitas Jawa – Sumatera

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Jul 2019 21:15 0 104 jambiotoritas
Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar dalam forum rapat koordinasi gubernur se Sumatera di provinsi Bengkulu, Selasa (9/7/2019)/ft. Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI – Rapat koordinasi Gubernur se Sumatera di Bengkulu, Selasa (9/7/2019) menandatangani Program Kesepakatan Raflesia. Kesepakatan ini merupakan  komitmen bersama gubernur se-Sumatera untuk meningkatkan peran pulau Sumatera dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional. 

Isi dari kesepakatan ini adalah mendorong percepatan pembangunan jalur kereta api Sumatera, percepatan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera, pengembangan pelabuhan di pesisir barat Sumatera, penguatan program tol laut, percepatan realisasi pembangunan Selat Sunda dan mendorong pemerintah untuk percepatan KEK di wilayah Sumatera. Hasil kesepakatan bersama ini akan langsung disampaikan kepada presiden Republik Indonesia. 

Menurut Gubernur Jambi, H. Fachrori  Umar, menyatakan pertemuan seluruh Gubernur se Sumatera di Bengkulu itu. Membahas isu konektivitas pulau Sumatera dan penguatan komoditas unggulan seluruh provinsi Sumatera. Menciptakan sinergi agar pemerintah pusat membangun jembatan selat sunda, sehingga tercipta konektivitas pulau Jawa dan Sumatera.

” Seluruh kesepakatan yang dibuat ini tentunya diperuntukkan untuk meningkatkan peranan kita, peranan seluruh provinsi di Sumatera dalam peningkatan percepatan pembangunan nasional, dan jika seluruh kesepakatan ini dilaksanakan efeknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat terutama dalam peningkatan kesejahteraan,” kata Fachrori di Bengkulu.

Gubernur Provinsi Jambi ini, memaparkan, bahwa pulau Sumatera memiliki kekayaan alam yang sangat besar diantaranya kopi, karet dan kelapa sawit yang menjadi andalan. Dia berharap, seluruh gubernur berkomitmen bersama-sama menjadikan komoditas ini menjadi andalan dari seluruh Sumatera.

 ” Seperti disepakati membuat namanya, Sumatera Coffee Trading House, memiliki pusat perdagangan kopi yang terkoordinasi, sehingga Kopi Sumatera betul-betul punya pasar yang baik di nasional maupun menjadi komoditas ekspor,” ujarnya.

Dikatakan Fachrori, komitmen untuk kemajuan bersama ini dapat dilakukan bukan hanya di Pulau Sumatera, tetapi juga seluruh wilayah di Indonesia. Dampak pemerataan pembangunan dan kemajuan serta percepatan pembangunan dapat dirasakan di seluruh Indonesia baik Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, tujuannya agar kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. (red JOS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA