Konflik SMB dan PT. WKS, Polda Jambi Proses Hukum Puluhan Orang

waktu baca 5 menit
Jumat, 19 Jul 2019 22:55 0 991 jambiotoritas
Pangdam Ii/Sriwijaya, Kapolda Jambi, Gubernur Jambi dan Danrem 042/ Gapu Jambi, melihat BB senjata kelompok SMB, usai jumpa Pers di Mapolda, Jum’at (19/7/2019)/ft. Ist

Jambiotoritas.com, JAMBI – Pemerintah provinsi Jambi bersama Forkompinda mengutuk keras peristiwa tindak kekerasan yang dilakukan kelompok massa yang mengatas nama Serikat Mandiri Batanghari (SMB). Serikat Mandiri Batanghari merupakan kelompok masyarakat yang beberapa waktu yang lalu melakukan penyerangan terhadap anggota TNI di area PT WKS dan merusak kantor perusahaan di wilayah distrik VIII, Belanti Jaya, Mersam kabupaten Batanghari.

Atas kejadian itu, Kapolda Jambi dan Danrem 042/Garuda Putih membentuk tim gabungan untuk memburu para pelaku. “ Kita berharap ini yang terakhir. Penegakan hukum harus kita lakukan sesuai dengan kewajiban kita,” tegas Kapolda Jambi, Irjen.Pol. Muchlis, AS dalam konfrensi Pers di Mapolda Jambi, bersama Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar dan Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI. Irwan, Jum’at (19/7/2019).

Menurut Muchlis, tim gabungan polda dan Korem 042/Gapu. Jambi berhasil mengangkap 45 anggota SMB, termasuk ketua SMB, Muslim beserta puluhan senjata berbagai jenis yang digunakan dalam aksi rusuh yang mereka lakukan.

” Dari 45 orang yang ditangkap itu, setelah dilakukan pemeriksaan sampai jam 04.00 WIB, 20 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan 25 orang lagi masih dalam proses pemeriksaan. Dalam penangkapan Ketua dan anggota SMB itu, disita puluhan senjata api rakitan, samurai, tombak, parang, dan sangkur,” kata Muchlis.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar menyatakan untuk menjaga situasi kondusif di provinsi Jambi. Penegakan hukum adalah tindakan yang sangat tepat. Menurut dia, dirinya dan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dan Korem 042/Garuda Putih dalam penanganan situasi dan proses hukum yang dilakukan tim gabungan.

” Saya sangat mengapresiasi langkah dan upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Polda Jambi. Negara harus hadir dan tidak boleh kalah terhadap aksi-aksi kriminal dan premanisme. Tindakan perusakan, penjarahan, dan penganiayaan yang dilakukan Muslim dan kelompoknya sungguh telah melampaui batas dan sangat kita disesalkan,” ujar Fachrori.

Muslim dan beberapa anggota SMB yang patut diduga telah melakukan tindakan kriminal berupa perambahan kawasan hutan, perusakan dan penjarahan fasilitas kantor perusahaan, serta tindakan penganiayaan terhadap anggota masyarakat, karyawan perusahaan dan bahkan terhadap aparat TNI/Polri yang tengah melaksanakan tugas. Pemerintah provinsi Jambi, sejak 1,5 tahun lalu dengan tim terpadu telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan upaya mediasi dan dialog dengan kelompok Muslim (SMB) untuk mencari solusi terhadap konflik yang terjadi antara kelompok SMB dengan pihak PT. WKS.

 ” Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Provinsi Jambi telah menyusun Rencana Aksi Penanganan Konflik dalam rangka upaya penyelesaian konflik secara damai. Namun, pihak SMB sangat tidak kooperatif dan tidak pernah hadir setiap kali diundang rapat oleh Timdu,” ucap Fachrori. 

Meski demikian, Timdu tetap berupaya menyikapi  dengan cara mengunjungi Muslim dan kelompoknya di lokasi yang bersangkutan di Distrik VIII Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Akan tetapi tetap saja Muslim dan kelompoknya selalu memaksakan kehendak dan justru melakukan tindakan-tindakan anarkis yang justru kontra produktif.

” Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif, serta mempercayakan sepenuhnya penegakan hukum terhadap Muslim dan kelompoknya kepada Polda Jambi,” katanya.
 Selain dari pada itu, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan menegaskan siap membantu Polda Jambi dan mengimbau masyarakat untuk menghindari cara-cara kekerasan dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. 
” Apalagi sampai menggunakan senjata. Semua warga negara harus tunduk pada hukum,” kata Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen. Irwan. 

Perang saudara” ?

Bentrok berdarah antar dua massa pecah. Sekitar, pukul 15.00 Wib, Rabu (10/7/2019) sore hari. Suasana di depan Masjid Baitul Mustakim RT 09 Desa Belanti Jaya Kecamatan Mersam mencekam. Tampak dua unit truck Colt Diesel hancur. Tiga warga luka-luka, salah satunya Hendriyanto, Kepala Desa Sengkati Baru.

” Perang saudara” itu rupanya bermula, ketika kepala desa Sengkati Baru, Hendriyanto bersama 150 orang anggota Koperasi Rimbo Kehidupan Lestari datang ke lokasi untuk memperbaiki ruas jalan bekas PT Indotani. Hendrianto menjelaskan insiden itu pecah ketika mereka hendak melakukan perbaikan jalan produksi  yang direncanakan selama tiga hari. Kegiatan yang mereka lakukan itu, bagian dari MoU antara koperasi dan PT WKS, menyusul persiapan panen kayu Akasia disana.

Dengan angkutan tiga unit truk Colt Diesel rental dari warga Sungai buluh, Muara Bulian dengan nomor polisi BH 8194 GJ, BH 8062 FI, dan BH 8529 LO. Hendriyanto memimpin langsung pergerakan massa. Sekitar jam dua siang, mereka tiba di Desa Belanti Jaya Mersam dan langsung istirahat makan siang serta sholat. Setengah jam berselang, mereka bergerak lagi dan berhenti di depan masjid Baitul Mustakim RT 09 Desa Belanti Jaya. 

Anggota koperasi Rimbo Kehidupan Lestari ini mengklaim berhak atas lahan seluas 3.400 hektar itu. Karena mereka memiliki konsensi IUPHHK HTR yang sudah didapat dari pemerintah pusat. Melalui sistem kemitraan, lantas bekerjasama dengan PT Wira Karya Sakti (Sinarmas Grup) untuk berbisnis kayu. Lahan itu kemudian oleh WKS ditanami pohon Akasia.

Dipihak lain, kelompok SMB pimpinan Muslim mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut. Menurutnya, lahan itu warisan nenek moyang mereka. Mereka justru menuding WKS menyerobot lahan warga itu. Sejak setahun lalu kelompok SMB sudah menguasai lahan tersebut. Muslim memboyong 170 orang mendatangi massa koperasi yang tengah berkumpul, didepan mesjid. Saat itulah, terjadi Adu argumen. Hingga akhirnya berujung bentrok berdarah. Karena kalah jumlah, massa koperasi lari tunggang-langgang.

Akibatnya, dua truk hancur, tiga anggota koperasi luka-luka. Sementara, kades Sengkati Baru, Hendriyanto mengalami luka memar dan robek di bagian gigi. Sedangkan Bahrun (50) mengalami luka Memar dan Mudar Aidi (38) juga mengalami luka memar dan robek di bagian tangan. (red01 JOS

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA