bagikan

Jambiotoritas.com, BUNGO – Sejumlah warga yang terlanjur mengalokasikan biaya untuk persiapan penerimaaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari kementrian PUPR mengaku kecewa. Betapa tidak, atas perintah tim BSPS kabupaten Bungo mereka terlanjur membuat pondasi yang menghabiskan dana sekitar 5 juta rupiah. Namun kemudian BSPS yang mereka harap ternyata batal dilaksanakan tanpa alasan jelas.

Kepala dinas perumahan dan kawasan permukiman kabupaten Bungo, H. Muhamad Zen mengakui sekitar 250 unit BSPS tidak terealisasi tahun ini. Meskipun diakuinya, namun dia tidak menjawab alasan sebab musabab tidak terrealisasinya pada dusun Tanah bekali, dusun Teluk Pandak dan dusun Tenam.

” Ya, ada 250 unit bantuan perumahan BSPS di kabupaten Bungo yang belum bisa di realisasikan tahun ini, tanya saja dengan kasi perumahan, ” ucapnya sembari berlalu.

Sementara itu, kepala seksi perumahan dinas Perkim kabupaten Bungo, Torus Situmorang berdalih tidak terealisasinya 250 unit BSPS di Bungo merupakan penilaian tim verifikasi dari pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten Bungo hanya sebatas melakukan usulan saja.

” Kita hanya mengusulkan saja. Apakah usulan kita disetujui atau tidak, itu adalah kewenangan dari pihak pemerintah pusat, ” kata Torus, seperti dikutip Bungo News, belum lama ini.

Torus berjanji kepada warga yang belum menerima manfaat program BSPS tahun 2019 akan diprioritaskannya pada tahun depan (2020). Dia meyakinkan masyarakat bahwa sudah melakukan koordinasi dengan tim dari pusat.

” Akan kita prioritaskan usulan tahun 2019 yang tertunda untuk di realisasikan tahun 2020 mendatang. Kami harap masyarakat dusun Tanah Bekali, dusun Teluk Pandak dan dusun Tenam bersabar. Kami sudah berkoordinasi dengan tim dari pusat, ” katanya.

Dari informasi yang diperoleh informasi sebelumnya, kepala desa Lubuk Tenam, kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Zam Sopwan menyatakan kekecewaan warganya itu. Warga sebenarnya telah menyiapkan pondasi bahkan untuk itu mereka rela menjual ternak, kebun bahkan kredit pinjaman Bank.

” Warga sangat kecewa karena sudah menjual tanah, ternak dan minjam bank dengan harapan bisa mendapat bantuan BSPS. Tapi kenyataannya tidak bisa di realisasikan, ” ujar Zam Sopwan.(red JOS)

Editor : David Asmara