THC Ingin Pemkab. Tebo Dukung Aspek Legal Beras ASN

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jan 2020 23:26 0 108 jambiotoritas

Direktur BUMD THC Tebo, Bambang Wijokongko/foto dok JOS


Jambiotoritas.com, TEBO – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tebo Holding Company menyadari selama ini hanya menjalankan program yang sudah direncanakan sejak lama. Selain usaha rutin yang berjalan, THC ingin ada progres peningkatan profit marginnya sendiri, tidak seperti yang dialami selama ini. Ada konsep besar yang diharapkan dapat berjalan pada tahun 2020 ini, dari tambahan jenis usaha ini diharapkan mendongkrak profit usaha THC.

Menurut Direktur THC, Bambnag Wijokongko, mengatakan margin yang diperoleh dari usaha penjualan tiket pesawat, travel umroh dan packing gula belum bisa memberikan kontribusi terhadap PAD lewat profit yang dihasilkan seperti yang diharapkan.

Karena itu, THC tengah melakukan pengembangan bisnis baru, produknya dinamakan beras ASN, produk usaha baru ini diharapkan dapat berjalan tahun 2020 ini. Konsepnya THC bekerja sama dengan kelompok-kelompok tani dikabupaten Tebo, yang saat ini sedang berproses. Untuk itu dibutuhkan aspek legal (payung hukum) dari kepala daerah dalam bentuk peraturan bupati supaya beras ASN ini berjalan optimal.

“ Itulah konsep besar THC yang sudah terencana sejak lama dan baru akan dijalankan. Kenapa kita minta dukungan paying hukum untuk usaha baru ini. Dalam hal ini juga sebenarnya tidak ada aturan yang dilanggar karena kita melihat peluang yang ada pada hak ASN. Konsep usaha ini, sebenarnya kita meniru kabupaten lain yang sudah lebih dahulu berjalan,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan bahwa dari jenis usaha yang dijalankan THC, memang margin yang kita dapatkan tipis sekali. Tetapi sejak periode Agustus-Spetember 2019 lalu, THC mengubah pola system usaha yang dijalankan dan alhamdulilah keuntungan yang didapatkan cukup signifikan terutama pada sektor usaha penjualan tiket pesawat dari kerjasama dengan pemerintah kabupaten Tebo.

Dari sisi harga dengan pola yang baru, kata Bambang, THC tengah menjajaki kerjasama dengan sekretariat dewan. Dia menilai jika komitmen kerjasama yang dilakukan itu, punya potensi yang cukup baik. Jadi kerjasama yang dijalankan tidak hanya dengan OPD saja. Apa salahnya jika seketariat dewan bisa bekerjasama dengan THC secara berkesinambungan.

“ Kita sudah kerjasama dengan provider tiket, maka kami minta ada momitmen kerjasama sekretariat dewan dengan THC. Semua yang kita jalankan resmi, soal harga sama, apalagi kita sanggup berikan talangan terlebih dahulu. Kalau kaitannya dengan pemeriksaan karena menyangkut penggunaan keuangan negara, tidak perlu khawatir dengan hal itu. Lagian kita tidak membuat kwitansi sendiri, jadi tidak akan menimbulkan persoalan, semuanya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya. (red JOS/David Asmara)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA