bagikan
Kepala bidang perdagangan dinas Perindagnaker kabupaten tebo, Edi Sopain, S.Ag/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Pemerintah kabupaten Tebo tak bergeming dengan pemberlakukan kebijakan tarif sewa dasar terhadap 44 bangunan rumah toko atau RUKO di jalan pahlawan kelurahan Wiroto Agung kecamatan Rimbo Bujang. Diketahui HGB atas asset pemerintah daerah itu sudah sejak setahun lalu masa HGBnya telah berakhir dan tidak memberikan ijin untuk perpanjangannya.

Namun demikian terhadap kebijakan pemerintah kabupaten Tebo yang tidak memberi ruang pengajuna perpanjangan HGB terhadap RUKO tersebut. Setidaknya 20 orang pemegang HGB sebelumnya telah melunak dengan keputusan tersebut. Tetapi sebahagian lagi 24 orang lainnya masih menunggu kabar dari kantor pertanahan kabupaten Tebo terkait pengajuan perpanjangan HGBnya.

“ Kami sudah mempertimbangkan kembali harga sewa sebelumnya dengan SK Bupati Tebo No. 631 tahun 2020 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 5 sampai 6 juta/pertahun. SK itu kami revisi dan dilakukan pengkajian ulang dengan mempertimbang situasi pandemic yang tengah terjadi saat ini,’ ujar kepala bidang perdagangan dinas perindustrian dan perdagangan dan Tenaga kerja kabupaten Tebo, Edi Sopian, Selasa (5/10/2021).

Dengan SK bupati yang telah direvisi ini penetapan tarif dasar sewa disesuaikan mejadi Rp 4,468.000,- untuk ruko dibagian depan dan Rp 4.052.000 dibagian belakang. Nilai besaran sewa ini berdasarkan perhitungan KPKNL dan SK Bupati akan segera diterbitkan dalam waktu dekat ini.

“ Mereka tinggal menunggu berit adari kantor pertanahan kabupaten Tebo. Sementara langkah kami akan menyurati ikuti aturan pemkab atau bertahan dengan sikap menolak kebijakan ini. Kalaupun surat kami tidak di indahkannya, aturan tetap kita tegakkan. Tentunya Satpol PP yang akan lakukan eksekusi,” ungkap Edi.

Kebijakan ini segera diberlakukan setelah surat keputusan bupati tentang perubahan atas keputusan bupati No. 631 tahun 2020 tentang tarif dasar sewa ruko tersebut. Dalam hal ini pemerintah kabupaten Tebo tidak menghitung biaya penempatan (sewa) selama setahun terakhir pasca masa HGB ruko itu telah berakhir. (JOS)

Penulis : David Asmara