bagikan
kepala kejaksaan negeri Tebo, Imran Yusuf/dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Penyidikan tim pidana khusus Kejaksaan Negeri Tebo mengungkapkan terkait proyek pekerjaan jalan padang lamo di dinas PUPR provinsi Jambi ada indikasi kerugian negara. Namun demikian kepala kejaksaan negeri Tebo, Imran Yusuf masih mentupi pelaksana pekerjaan dan jumlah kerugian negara dalam pelaksanaan proyek itu.

Menurut Imran Yusup, S.H, M.H, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan indikasi kerugian uang negara dalam proyek ini sudah diekspos dihadapan auditor BPKP provinsi Jambi.

” Kita menindaklanjuti laporan masyarakat, dan setelah dilakukan penyelidikan pada awal Maret 2021 lalu. Kita menemukan indikasi kerugian uang negara terhadap kegiatan perbaikan jalan Padang Lamo. Kita juga sudah melakukan ekspos bersama auditor BPKP Jambi,” ujarnya, Selasa (12/10/2021) kemarin.

Sejauh ini, dalam penyelidikan perkara ini kejari melibatkan pihak labor jalan di Bandung hanya fokus pada satu tahun anggaran. Setelah melakukan ekspos akhirnya persoalan ini dilakukan pengembangan untuk penyelidikan selama 4 tahun anggaran pelaksanaannya.

” Kami belum bisa menyebutkan siapa pemenang tender dan berapa jumlah indikasi kerugian uang negara,” ujarnya seraya minta maaf kepada awak media.

Dikatakanya, perbaikan jalan Padang Lamo ini yang sedang kita tangani mulai anggaran tahun 2017-2020, APBD Provinsi Jambi, dengan anggaran sekitar Rp 40 miliar. Beberapa orang saksi sudah dipanggil dan kita juga mengkonfirmasi pihak BPK, PPTK, hingga pantia lelang maupun rekanan yang dimenangkan dalam kegiatan tersebut.

” Nanti hasil ini semuanya kita sharing dengan teman-teman auditor untuk menentukan siapa subjek hukum yang bertanggung jawab dan harus bertanggung jawab secara pidana,” ungkapnya. (JOS)

Penulis : David Asmara