bagikan
Suasana tempat pemilihan suara pemilihan BPD di desa Semabu beberapa waktu lalu/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Warga desa Semabu merasa tidak puas atas preseden indikasi intervensi camat Tebo Tengah terkait pemilihan calon anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) beberapa waktu lalu. Ketidakpuasan itu, berujung pelaporan sang camat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN ) di Jakarta.

” Surat laporan ke KASN sudah dilayangkan pada Senin (18/10). Perihal indikasi dugaan pelanggaran disiplin PNS,” ungkap E.M Yani, warga desa Semabu, Jum’at (22/10/2021).

Tidak hanya sampai disitu, dia meminta panitia pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Semabu meninjau kembali penetapan calon terpilih atas nama Ramlan Saputra. Dia sebelumnya terlibat memposting foto camat Nur Badri bersama sejumlah stafnya berfose empat jari, seolah-olah memberikan arahan dukungan kepada M. Ramlan Saputra yang nota bene adalah staf honorer kantor camat Tebo Tengah merupakan calon BPD desa Semabu nomor urut 4. Meskipun postingan di FB telah dihapus, namun persoalan itu tidak membuat warga disana puas.

” Pembatalan dan peninjauan ulang Calon terpilih dalam pemilihan BPD Semabu tersebut bukan tanpa sebab, sejak awal warga menilai sudah tidak demokratis lantaran dugaan campur tangan oknum pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak netral,” ungkap Yani.

Dalam surat yang di tulisnya, Emi, M.Yani melaporkan oknum PNS tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tentang perihal dugaan pelanggaran PNS seorang oknum Camat Tebo Tengah yang terindikasi tidak independen dan cenderung memihak ke salah satu calon BPD Semabu atas nama M. Ramlan Saputra. (JOS)

Penulis : David Asmara