Proyek Turap Teluk Rendah, Jaksa Pidsus Klarifikasi Lapangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Feb 2022 14:02 0 269 jambiotoritas
kepala seksi pidana khusus kejaksaan negeri Tebo, Wawan Kurniawan berikan keterangan pers dikantor kejari Tebo, 14 Februari 2022/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Poyek pembangunan turap di Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir dari APBD Provinsi Jambi tahun 2021 dengan pagu anggaran 2,8 milyar saat ini nyaris ambruk. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan anggota DPRD Provinsi Jambi, M. Amin lok. Bahkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo turut memantau kwalitas pekerjaan rekanan CV. Layagama persada itu.

“Kita sudah melaporkan ke dinas terkait dan pihak ketiga agar segera memperbaiki,” ungkap M. Amin Lok anggota fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi.

Memang, kata Amin lok, pekerjaan proyek pembangunan turap tidak jauh dari rumah pribadinya. Dia mengatakan pembangunan tersebut diprioritaskan disana karena sering terjadi longsor dan juga jalan tersebut merupakan akses penghubung tiga desa, jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan semakin parah.

” pembangunan tersebut masih dalam pemeliharaan, jika bermasalah tentu ada pertanggung jawaban dari pihak terkait. Kondisi bangunan tersebut sekarang rusaknya semakin parah, apabila tidak sesuai dengan bastek tentu ada yang mengauditnya,” katanya.

Sementara itu dilain pihak, Tim Kejari Tebo melalui Kasi Pidsus pada Senin (7/2/2022) melakukan pengecekan ke lokasi pembangunan. Menurut Kasi Pidsus, Wawan Kurniawan menyatakan terus melakukan pemantauan dan pengumpulan data untuk mengetahui spesifikasi pekerjaan, apakah sesuai perencanaan atau tidak.

“Kita telah turun kelokasi dan melakukan klarifikasi lapangan. pihak rekanan sudah kita panggil karena masih dalam tanggung jawab mereka untuk pemeliharaan. Rekanan sudah membuat surat pernyataan untuk membangun kembali,” tukasnya.

Dikatakannya, untuk diketahui kondisi bangunan turap yang dibangun menggunakan dana 2,8 milyar dari APBD Provinsi tersebut memang kini sudah semakin parah.

“Sepekan sebelumnya hanya retak, kini kondisinya mulai terbelah. Tanah merah yang diperuntukkan untuk menimbun turap kini sudah amblas dan hanyut di sungai batang hari. Pasalnya dinding turap pun sudah terbelah, jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan runtuh dan terbawa arus sungai,” jelasnya.(JOS)

Penulis : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA