Produksi Cabe Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan

bagikan
Pj. Bupati Tebo, H. Aspan, ST melakukan tinjauannya kepasar tradisional di kabupaten Tebo untuk memantau harga cabe dan kebutuhan pokok lainnya, pasca kenaikan harga BBM, Sabtu (10/9/2022)/foto Diskominfo Tebo/JOS

JambiOtoritas.com,TEBO – Menilik kebutuhan cabe untuk kabupaten Tebo mencapai 1.773 ton pertahun. Meskipun begitu produksi petani daerah belum signifikan menyokong produksi untuk konsumsi lokal. Saat ini, produksi cabe lokal dengan luas tanam 15 hektar yang tersebar dibeberapa kecamatan dalam kabupaten Tebo, capaian produksinya baru sekitar diangka 75 ton pertahun.

Dalam pekan ini, pemerintah kabupaten Tebo akan menerima bantuan benih cabe untuk luasan tanam 20 hektar. ” Insya Allah Minggu depan, bantuan pemerintah pusat akan sampai di Tebo,” ujar kepala dinas tanaman pangan, holtikuktura dan ketahanan pangan, H. M. Ziadi, SP, Jum’at (9/9/2022) lalu.

Menurut Ziadi, estimasi produksinya dengan luasan tanam itu diperkirakan bisa mencapai 100 ton. Kalaupun ditambahkan dengan hasil produksi yang ada baru menyumbangan diangka produksi 175 ton. Masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah kebutuhan kabupaten Tebo.

” Bantuan benih cabe dari pemerintah pusat ini akan disalurkan ke poktan. Dalam pemikiran kami tentu, harus didukung juga bantuan penunjang produksinya, seperti pupuk dan obat -obatan dan alat pertanian semisal sprayer. Inilah yang sedang kami pelajari dengan kekuatan APBD,” katanya.

Hanya saja, Dinas TPHKP, dalam hal untuk bantuan ini belum bisa memastikan bantuan tambahan untuk petani cabe ini dari anggaran APBD kabupaten Tebo. Kalau merujuk standar anggaran pemerintah pusat sekitar 40 juta per hektarnya. ” Kami (Dinas) sudah menyampaikan permintaan dukungan anggaran APBD kepada Pj. bupati. Saya sendiri belum bisa memastikan bantuan tambahan petani ini, apakah APBD kita mampu membiayai bantuan seperti itu,” ujarnya.

Solusi pemerintah kabupaten Tebo menghadapi lonjakan harga cabe ini bisa dilakukan dengan menjaga distribusi saja. Harga cabe ini mengikuti mekanisme harga pasar. Dalam hal ini pemerintah tidak bisa melakukan intervensi harga pasar. Disamping itu, pemerintah kabupaten menghimbau setiap masyarakat menanam cabe dipekarangan rumah (Polibek) atau memanfaatkan lahan – lahan kosong yang bisa dipersiapkan menaman tanaman budidaya cabe. (JOS)

Penulis : David Asmara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *