bagikan
Kadis pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) kabupaten Tebo, Nafri Junaidi, SH menanggapi program APDESI membawa sejumlah kades dan perangkat desa ke lombok yang tidak sampai kesana/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Asosiasi pemerintahan desa seluruh Indonesia (APDESI) kabupaten Tebo tengah menjadi sorotan publik. Sebab musababnya, tahun anggaran 2021 ini, melalui organisasi ini memfasilitasi program studi banding perangkat desa se kabupaten Tebo sesuai rencana awalnya ke daerah wisata Lombok, Provinsi NTB.

Namun belakangan terjadi miskomunikasi dan kesimpangsiuran antara studi banding perangkat desa atau Bimtek. Tak jelas informasinya, sehingga sejumlah perangkat desa yang telah menganggarkan APBDes untuk program APDESI ini berangkat seperti tak terarah.

Kepala dinas PMD kabupaten Tebo, Nafri Junaidi yang dikonfirmasi sejumlah wartawan tidak mengetahui detil teknis keberangkatan sejumlah tokoh dan perangkat desa melalui APDESI ini.

” Saya tidak tahu, apakah studi banding atau bimtek, bagaimana keberangkatannya. Kalau rencana studi banding ke lombok memang sudah lama direncanakan. Tetapi teknis pelaksana bukan dari PMD, melainkan APDESI, ” kata Nafri, Senin (4/9/2021) dikantornya.

Dalam hal dinas PMD kabupaten Tebo sebenarnya hanya mengetahui saja rencana kerja APDESI. Tetapi dinas PMD menekankan harus sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kata Nafri, dalam penggunaan anggaran itu penanggungjawabnya pihak desa. Jadi sifatnya, dari desa untuk orang desa.

” APDESI kabupaten Tebo ada melakukan MoU dengan APDESI pusat. Karena itu, kita tidak bisa masuk (mencampuri) kegiatan mereka, katanya itu tadi ada MoUnya dipusat sana,” katanya.

Dikatakanya, sebagai bentuk pembinaan nantinya, dinas PMD akan memanggil ketua APDESI untuk koordinasi tentang kegiatannya. ” Kita tunggu mereka pulang. Karena kami butuh laporan pelaksanaan kegiatan mereka,” jelasnya. (JOS)

Penulis : David Asmara