447 Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci, 3 Orang Hilang Misterius

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Jul 2025 11:36 1419 JambiOtoritas
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latif /foto Ist

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latif (tengah) menegaskan, pemerintah terus berupaya mencari jejak tiga calon haji asal Indonesia dinyatakan hilang saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi

JambiOtoritas.com, JAMBI – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 447 haji Indonesia wafat di tanah suci sepanjang pelaksanaan ibadah Haji 1446 H/2025 M. Meski jumlahnya tergolong tinggi, angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 461 orang wafat. Selain itu, Kemenag juga melaporkan masih ada 25 haji yang dirawat di Arab Saudi dan tiga orang dinyatakan hilang hingga saat ini.

“Mereka semua akan terus mendapat pendampingan dari Kantor Urusan Haji KBRI di Jeddah,” ujar Dirjen PHU Hilman Latief, dalam rapat kerja nasional evaluasi penyelenggaraan ibadah Haji 2025 di Atria Hotel Gading Serpong, Selasa (29/7/2025).

Terkait tiga calon haji yang masih hilang, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan hilangnya jemaah haji bukan hal baru. Umumnya, mereka merupakan lansia yang mengalami demensia, yakni penurunan fungsi kognitif yang menyebabkan lupa terhadap identitas diri maupun keluarga.
“Mereka ini tidak ingat namanya sendiri, tidak ingat keluarganya. Namun, mereka secara fisik masih bisa berjalan,” ungkapnya. Nasaruddin memastikan pemerintah akan terus berupaya mencari jemaah yang hilang hingga ditemukan.

Tes DNA
Tiga calon haji asal Indonesia dinyatakan hilang saat menjalankan ibadah haji hingga kini pemerintah terus berupaya mencari jejak mereka, termasuk dengan langkah terbaru, yaitu melakukan tes DNA terhadap keluarga korban.
Ketiga yang hilang tersebut adalah Nurimah (80) dari Kloter 19 Embarkasi Palembang, Sukardi (67) dari Kloter 79 Embarkasi Surabaya, dan Hasbulah (73) dari Kloter 7 Embarkasi Banjarmasin. Mereka dilaporkan tidak kembali setelah pelaksanaan ibadah haji yang rampung awal Juli 2025.

“Tes DNA akan dilakukan untuk mencocokkan dengan jenazah tanpa identitas yang ada di Arab Saudi,” kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latif, Senin (28/7/2025).

Menurut dia, upaya pencarian terus dilakukan dengan menyisir rumah sakit dan kamar jenazah, meski hasilnya masih nihil. Selain itu, dari sekitar 40 jemaah yang sempat tertahan di Arab Saudi karena alasan kesehatan, sebagian sudah kembali ke Tanah Air. Namun, ada juga jemaah yang wafat dan dimakamkan langsung di tanah suci. (JOS)

editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA