Jambi Siaga Darurat Bencana Karhutla Selama Tiga Bulan

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Jul 2020 20:33 0 116 jambiotoritas
Petugas memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di provinsi Jambi,beberapa waktu lalu/fot Antara Ist

JAMBI – Wilayah provinsi terdapat 258 desa yang rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), demikian dikatakan, Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Dia mengungkapkan data angka tersebut berdasarkan kejadian karhutla sepanjang tahun 2015–2019.

“Desa rawan bencana karhutla tersebut, tersebar disejumlah kabupaten di Provinsi Jambi, seperti di Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Batang Hari, Sarolangun, Merangin, Tebo, dan Bungo,” kata Fachrori, Minggu (5/7/2020).

Gubernur Jambi ini, berharap kepada seluruh pihak sebisa mungkin mencegah terjadinya karhutla di tahun ini. Namun, kalaupun terjadi karhutla, agar secepat mungkin bisa dipadamkan, tidak sampai menjadi kebakaran besar.

Menurut Fachrori bahwa dalam menanggulangi bencana karhutla di Provinsi Jambi pihaknya mendapatkan dukungan dari semua pihak. Di antaranya juga dukungan sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari 1 SSY (360) orang prajurit TNI, 1.427 orang prajurit Polri, 285 orang personil Manggala Agni, 172 orang Brigdalkarhutla di setiap UPTD dan UPTD Tahura.

Ada juga 398 orang TRC BPBD se-Provinsi Jambi, 300 orang Masyarakat Peduli Api, 475 orang Masyarakat Destana Bentukan BNPB/BPBD (19 desa), serta personil dari perusahaan di bidang kehutanan/perkebunan 771 orang Regu Inti dan 1.556 Regu bantuan. Jadi total seluruhnya 5.744 orang.

Sebelumnya, dirinya telah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 0532/Kep.Gub/BPBD-3/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2020, yang berlangsung selama 90 hari, yakni sejak 29 Juni sampai 26 September 2020.

” Pemerintah Provinsi Jambi siap bersinergi dengan TNI dan Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, serta dengan seluruh instansi terkait dan pemangku kepentingan untuk mencegah dan mengendalikan karhutla di Provinsi Jambi. termasuk semua pihak sepakat agar kondisi karhutla di Provinsi Jambi dengan kabut asap tahun 2019 tidak terjadi tahun ini dan seterusnya, namun harus benar-benar berkurang besar-besaran,” kata Fachrori.(red JOS)

penulis : Herman

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA