bagikan
Gambar konsep pembangunan taman hijau dikelurahan wiroto agung kecamatan rimbo bujang yang dibangun investor /foto Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Pembangunan Taman Hijau, di Witoro Agung, kecamatan Rimbo Bujang merupakan solusi pengembangan ekonomi masyarakat dimasa pandemi Covid 19. Sejumlah pedagang menyambut baik investor yang bersedia membangun sarana wisata dan pusat perdagangan disana.

Namun dalam prosesnya warga Rimbo Bujang menilai ada sekelompok orang yang mengusiknya dengan mempolitisir pembangunan itu dengan informasi yang menyesatkan. Menurut warga, sekelompok orang tersebut tidak memikirkan azas keuntungan untuk pertumbuhan perekonomian di tengah masa pandemi Covid-19.

“Jangan selalu dipolitisir setiap program pemerintah. Kita menyambut baik, ini merupakan langkah Pemerintah daerah kabupaten Tebo dalam rangka mempercepat laju pembangunan Kabupaten Tebo pada sektor kepariwisataan, bidang ekonomi dan perdagangan. Disini kita sebagai pedagang sangat diuntungkan dengan hadirnya investor pembangunan,” kata pihak pengembang CV. Maha karya, di Rimbo bujang, Selasa (2/3/2021).

Sementara itu terpisah seorang pedagang Bobi, saat diminta tanggapannya mengatakan sama sekali tidak merasa dirugikan. Sebagai calon konsumen dan pedagang tentu sudah melakukan hitung-hitungan tersendiri.

” Tidak mungkin kita mau rugi, malah keberadaan kios menjadi solusi untuk laju pertumbuhan perekonomian masyarakat. Taman terpadu ini akan menjadi objek tujuan wisata semua masyarakat dan kami sebagai pedagang sangat diuntungkan karena kami bisa sewa kios yang posisinya cukup strategis, soal harga kami sudah sepakat dan sama-sama suka,” ucap Bobi.

Menurut dia menuturkan bahwa kesepakatannya dalam tempo waktu 10 tahun setelah habis perjanjian dengan pemerintah kabupaten. Pihak pengembang akan memperpanjang izin sewanya dan pada 5 tahun ketiga, konsumen akan menyewa langsung dengan Pemda karena pihak pengembang harus menyerahkan bangunan kios itu ke Pemda.

“Kita minta dipahami, bandingkan dengan daerah lain. Jangan beruat gaduh untuk kepentingan pribadi, ” katanya.(JOS)***