Realisasi DD Ketahanan Pangan Rendah, Pj Bupati Tebo : Ini yang mengecewakan kami

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Mar 2023 23:43 0 523 jambiotoritas
Pj. Bupati Tebo H. Aspan, ST meluapkan kekecewaan terkait belum terealisasinya anggaran dana desa (DD) ketahanan pangan untuk mengendalikan inflasi dikabupaten Tebo justru sppd perjalanan dinas dan honor kepala desa yang sudah dicairkan semua, Jum’at (24/3/2023) usai Sidak dikantor dinas PMD kabupaten Tebo/foto David Asmara

JambiOtoritas.com, TEBO – Usai melakukan inspeksi mendadak di jajaran sekretariat daerah usai libur cuti bersama pasca hari raya nyepi, Jum’at (24/3/2023). Pj. Bupati Tebo turun langsung memantau harga Sembako di Pasar Lebak Bungur Muara Tebo, kecamatan Tebo Tengah. Hal ini dilakukannya dalam rangka memantau inflasi harga kebutuhan pokok dihari awal puasa ramadhan 1444 H.

Menurut Aspan, terkait penanggulangan inflasi didaerah, dia merasa kecewa dengan belum terealisasinya anggaran ketahanan pangan dana desa (DD). Justru kata dia, SPPD perjalanan dinas kepala desa yang sudah lebih didahulukan dicairkan semua.

” Kita tahu ada 20 persen ketahanan pangan yang dapat membantu penurunan inflasi. Apalagi dalam suasana puasa dan lebaran nanti,” ucap Aspan dikantor dinas PMD di komplek perkantoran pemerintah kabupaten Tebo di pal 12 kecamatan Tebo Tengah, Jum’at, siang.

Dikatakan dia, bahwa alokasi dana desa ini sudah cair 40 persen. Alokasinya 20 persen untuk honor dan lain – lain dan 20 persen untuk ketahanan pangan.

” Kenyataan dilapangan yang terjadi untuk perjalanan dinas, honor dan studi banding sudah cair semua. Sementara yang untuk ketahanan pangan ini belum bergerak. Nah, ini yang mengecewakan kami,” katanya.

Untuk itu, Aspan meminta Dinas PMD supaya betul -betul dimonitor. Ketahanan pangan ini harus digenjot, sebab kata dia, ada 19 milyar dari dana desa tahun ini untuk ketahanan pangan yang bisa membantu menurunkan tingkat inflasi daerah.

” Kalau dana ini betu – betul dimanfaatkan tentunya inflasi dikabupaten Tebo ini bisa menurun drastis. Dibulan puasa dan lebaran nanti tidak ketemu lagi harga cabe sampai 56 ribu sesuai hasil sidak dipasar Lembak Bungur tadi. Kita sudah rapatkan agar jajaran PMD melakukan itu,” tegasnya.

Sementara itu, kepala dinas PMD kabupaten Tebo, A. Malik usai menerima sidak PJ bupati Tebo, Aspan dikantor dinas PMD menyatakan anggaran ketahanan pangan dana desa digunakan untuk penyediaan tanaman -tanaman cepat panen, seperti tanaman palawija, dan untuk program peternakan dan perikanan yang dapat mendongkrak ekonomi masyarakat terutama menyambut lebaran dan pasca idul fitri tahun ini. Menurut dia, pengelolaan anggaran ketahanan pangan ini belum optimal karena beberapa desa pada saat ini yang masih dalam tahapan persiapan.

” Kalau anggaran sudah kita salurkan ke desanya, tinggal desanya untuk melaksanakan kegiatan itu tadi. Artinya desa dalam persiapan,” ujar Malik.

Dikatakannya, seperti disampaikan oleh Pj bupati Tebo tadi, bahwa ada temuan beliau tentang anggaran perjalanan dinas yang lebih didahulukan cair daripada anggaran ketahanan pangan ini. Kata Malik menjadi catatan bagi Dinas PMD. ” Kita akan lakukan evaluasi ke desa sampai berapa persen anggaran ketahanan pangan ini,” katanya. (JOS)

Penulis : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA