bagikan
Plt kadis PUPR kabupaten Tebo, Sardi, ST. M. Eng/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Temuan laporan hasil pemeriksaan pekerjaan rehabilitasi jalan dan jembatan, proyek swakelola dinas PUPR senilai 5 milyar TA. 2020 sejauh ini belum ada progres tindaklanjut pengembalian. Padahal perhitungan waktu pengembalian sudah berjalan lebih dari satu bulan.

Pelaksana tugas kepala dinas PUPR kabupaten Tebo, Sardi, ST. M. Eng mengakui bahwa dinas PUPR sudah menerima surat dari inspektorat tentang tindaklanjut LHP BPK RI tersebut.

” Suratnya, sudah diterima, tindaklanjutnya kami koordinasi dengan tim pelaksana kemarin, ya dengan semua tim yang terlibat disana. Sampai hari ini memang belum ada progres,” ujar Sardi, Rabu (9/6/2021).

Soal temuan LHP BPK RI perwakilan Jambi itu, ada kelebihan pembayaran sebesar Rp. 156.770.565,49,- tersebut. Ditanya apakah sudah sesuai realisasi pekerjaan atau dinas PUPR punya perhitungan lain. Menurut Sardi, mengatakan bahwa kami tidak memiliki perhitungan lain, kami menyerahkan semuanya ke auditor, merekakan orang profesional.

” Sejauh ini kami baru menyurati sekali. Belum ada koordinasi kapan waktunya mereka akan mengembalikan temuannya, ” katanya.

Rental Alat

Sementara itu rekanan tim pelaksana kegiatan swakelola, GN sebagai orang yang dipercaya mengurus alat berat (milik PT. Kaster) mengakui bahwa tim pelaksana proyek swakelola merental dua unit alat berat jenis glader dan vibro, namun satu unit alat jenis Vibro dikeluarkan dari lokasi.

“Hanya satu unit alat glader saja yang tegak disitu. Itu ada hitungan casnya selama 40 jam. Masalahnya sampai sekarang tidak dibayar. Kerugian yang saya alami sekitar 12 juta,” ungkap GN saat dihubungi via ponselnya, Rabu (9/6/2021) siang.

GN mengaku terkejut mendengar kabar, ada berita dimedia tentang dirinya yang dipanggil pihak kejaksaan tidak hadir (mangkir) sampe empat kali panggilan.

” Saya dengar kabar agak terkejut, kok ada berita dimedia gitu. Ada dipanggil tetapi tidak ada dipanggil. Misalkan dipanggil tentu ada surat. Tetapi saya sampai detik ini, sampai hari ini tidak ada sama sekali,”katanya.

Menurut GN menyatakan sudah tahu informasi bahwa kejaksaan sedang proses menyelidiki masalah ini. Dalam hal ini, GN akan bekerja sama dan akan menceritakan apa adanya.

” Ada terakhir anggota yang bekerja dilapangan, ada nelpon saya, minta tolong tanda tangan, katanya ada pencairan. Sudah saya ditandatangani, tapi uang tidak dikirim sampai sekarang. Saya siap memberikan keterangan, saya akan ceritakan apa adanya. Saya berharap uangnya dibayar, ” katanya. (JOS)

Penulis : David Asmara