Penanggulangan Karhutla Butuh Kolaborasi Lintas Sektor dan Kesadaran Warga

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Jun 2025 23:03 1434 JambiOtoritas
Dandim 0416/bute,Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto, S.I.P., M.I.Pol bersama forkompinda mengecek kesiapan peralatan siaga Karhutlah,Senin (24/7/2025)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Apel gelar pasukan siaga darurat menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2025 yang dilaksanakan di lapangan Ex. Arena MTQ, kantor bupati Tebo, Selasa (24/6/2025). Komandan Kodim 0416/Bute, Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto, S.I.P., M.I.Pol, bertindak sebagai inspektur upacara dan lansung melakukan peninjauan gelar peralatan untuk mengecek kesiapan operasional baik instrumen personel dan materiil.

Apel gelar pasukan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla, baik dari segi personel maupun sarana dan prasarana pendukung.
Dalam pernyataannya, Dandim Pungky (DP) menekankan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor sangat penting dilakukan dalam menghadapi ancaman Karhutla yang kerap melanda.

“Kerjasama yang solid menjadi kunci utama pencegahan serta penanganan Karhutla. Kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, harus terus dijaga,” katanya.

Perwira Abit Akmil 2005 tersebut mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor yang berkontribusi dalam upaya pengendalian Karhutla. Pertama, kolaborasi lintas sektor yang terpimpin. Jika dulu upaya penanganan berjalan masing-masing, sekarang bergerak dalam satu koordinasi terpimpin. Kedua, upaya pencegahan dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Ketiga, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengendalian Karhutla.

Forkopimda Kabupaten Tebo berkomitmen untuk terus menguatkan langkah preventif guna melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman Karhutla di wilayah Kabupaten Tebo.

Sementara itu, usai apel siaga Karhutla itu, plt. Kepala BPBD, A. Roni mengatakan apel yang dilakukan tadi merupakan rangkaian dari kegiatan rencana kesiapan penanggulan bencana kebakaran hutan dan lahan sebagai tindaklanjut dari rapat kesiapan kemarin.

” kami tetap koordinasi dengan stackholder tekait baik TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat, Tagana serta dinas sosial. Penanganan bencana tidak hanya tanggungjawab salah satu stackholder saja,” katanya.

Menurut Roni, berdasarkan pengalaman yang terjadi Karhutla ada tiga wilayah kecamatan yang menjadi fokus kesiap siagaan di wilayah yang berpotensi cukup tinggi terjadinya Karhutlah dan munculnya hotspot.

Dia menyebutkan wilayah yang berpotensi tinggi dan perlu kesiap siagaan sejak dini ada di kecamatan Sumay, kecamatan Muara Tabir dan kecamatan VII Koto Ilir.

” ini menjadi fokus kita, jika giat patroli mandiri TRC dilapangan saya sampaikan agar koordinasikan dengan teman – teman Babinsa, Babinkambtibmas termasuk juga masyarakat yang ada disekitar,” katanya. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA