Bupati Tebo : Tanpa pinjaman PT. SMI pembangunan infrastruktur tidak maksimal

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 22:57 1246 JambiOtoritas

JambiOtoritas.com, TEBO – Desakan efisiensi anggaran terhadap alokasi APBD TA 2026, pemerintah kabupaten Tebo memutuskan kebijakan program pembangunan infrastruktur harus bisa berjalan maksimal hingga tuntas. Menurut bupati Tebo, Agus Rubiyanto mengatakan pemotongan TKD menjadikan APBD TA 2026 terserap hingga 45 persen untuk alokasi belanja pegawai. Meskipun pembangunan infrastruktur tetap ada tetapi anggaran sangat kecil. Sehingga tidak bisa berbuat maksimal dan menuntaskan semua. Alasan itu, yang mengharuskan pemerintah kabupaten Tebo memutuskan mengusulkan pinjaman ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

” pinjaman Rp140 milyar ke PT SMI sudah berproses di DPRD dan dibahas dalam KUA PPAS 2026, tinggal menunggu pengesahan APBD,” kata Agus, Kamis (27/11/2025) petang.

Awal usulan pengajuan pinjaman ke PT SMI itu mencapai Rp350 miliar. Melihat penilaian dari kondisi fiskal Pemkab Tebo, hanya disetujui Rp140 milyar.

Dikatakan dia, dana Rp140 miliar dari PT SMI tersebut pada awal usulan untuk membiayai 8 titik pembangunan infrastruktur jalan. Namun dengan adanya penurunan dana transfer ke daerah (TKD) tinggal menjadi 3 titik ditambah 1 titik untuk pembiayaan beberapa sarana prasarana di rumah sakit umum daerah (RSUD).

Tidak semua daerah yang mengajukan pinjaman ke PT SMI semuanya di setujui, dan hanya beberapa Kabupaten saja se- Indonesia. Hal ini sudah dianjurkan, kata dia, baik saat kami retreat kemarin, dan direview oleh Kemendagri setiap otonomi daerah yang pasti harus minjam.

” Untuk bunga pinjaman PT SMI lebih kecil, sekitar 0,5 persen perbulan di banding dengan pinjaman bank lainnya, ini kaya pinjaman KUR lah,” jelas Agus Rubiyanto.(JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA