
JambiOtoritas.com, TEBO – Proyek pembangunan jalan rigid beton TA 2025 senilai 5 milyar di blok E kecamatan Rimbo Ilir, sumber dana bagi hasil (DBH) sawit belakangan menjadi perhatian bupati Tebo, Agus Rubiyanto dan wakilnya, Nazar Efendi. Dia melihat langsung kondisi jalan sepanjang 500 meter yang dikerjakan oleh CV. Sumber Artha Bumi Swarna itu, diinformasikan mengalami banyak keretakan.
Menurut Agus Rubiyanto mengatakan secara teknis keretakan yang terjadi hanya pada sisi titik sambung pengecoran. Namun belum memberikan kesimpulan, apakah kondisi itu akibat spek teknis atau akibat lain dari angkutan mobilisasi CPO PT. Selaras Mitra Sarimba (SMS).
” Temuan kita dilapangan secara fisik pekerjaan sudah selesai. Kalau ada yang retak itu pada terlihat sambungan corannya, kalo ngecor itu’kan, ada cor yang lama dan yang baru,” kata Agus, Kamis (27/11/2025).
Dalam proses proyek pembangunan jalan itu ada pendampingan dari kejaksaan, dan ada BPK yang akan melakukan pengecekan diakhir tahun ini.
” BPK akan cek, bagaimana kondisi jalan itu, apakah sudah dibangun sesuai standar mutunya atau tidak,” katanya.
Selain itu, ada kemungkinan retaknya jalan tersebut akibat dari mobilisasi angkutan PT. SMS yang melebihi tonase melintasi jalan yang baru selesai. Bupati Tebo itu, menegaskan sudah berulang kali menegur PT. SMS agar muatan CPO itu harus sesuai dengan Andalalinnya. Sanksi teguran tertulis akan diberikan jika perusahaan masih melanggar Andalalinnya.
” Sesuai Andalalinnya itu hanya 10 ton, itu sudah kita sampaikan, kita panggil juga dan beberapa kali rapat dengan PT. SMS. Mereka harus melansir dari dalam memakai mobil (tonase) kecil,” katanya.
Sementara itu, kepala bidang bina marga dinas PUPR, Nusa Suryadi menyebutkan keretakan tidak sebanyak yang disampaikan (16 titik). Retak hanya terjadi pada sambungan cor.
” karena masih dalam masa pemeliharaan rekanan masih bertanggungjawab memperbaiki. Secara teknis pekerjaan tidak masalah,” kata Nusa, beberapa waktu lalu. (JOS)
Editor : David Asmara