Direktur RSUD Sebut Grounding System Dicuri, Temuan BPK Capai 93 juta
waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 21:45 38 JambiOtoritas
JambiOtoritas.com, TEBO – Manajemen RSUD STS Muara Tebo mengklaim mengalami kerugian yang mencapai lebih dari 10 juta rupiah. Kerugian itu diperhitungkan hilangnya barang milik daerah (BMD) berupa aset alat Grounding System dari proyek pembangunan gedung Cathlab yang dikerjakan dengan APBD Tebo TA 2025 lalu. Berdasar temuan pemeriksaan BPK terkait dengan fisik pekerjaan diketahui terdapat beberapa item pekerjaan yang hilang yaitu instalasi grounding system pada ruangan Catchlab serta tiga exhaust fan pada bangunan/ruang ICU/ICCU/IGD/CMU/NICU.
Menurut Direktur RSUD STS, dr. Oktavienni mengatakan telah terjadi pencurian terhadap peralatan pengadaan Grounding System (penangkal aliran petir) setelah diserahterimanya pekerjaan dari pihak rekanan. Alat itu sifatnya sangat penting untuk mengalirkan arus listrik ketanah jika ada petir.
” Hilang karena dicuri, setelah serahterima pekerjaan, bukan tidak terpasang. Kami sudah melapor kasus ini ke polres Tebo untuk diproses lebih lanjut,” kata Oktavienni, Selasa (7/7/2026)
Dikatakan dia, PPK mendokumentasikan semua item pekerjaan yang terpasang. Kalau memang tidak dipasang pihak rekanan, saya tentu akan meminta tanggungjawab rekanan.
” Gedung cathlab itu saat ini belum dimanfaatkan, karena cathlabnya belum ada. Temuan hasil pemeriksaan dalam proses tindaklanjut. Sementara pekerjaan yang terlihat kami minta rekanan melakukan perbaikan,” katanya.
Sementara itu, BPK perwakilan Jambi dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) APBD TA 2025 menyatakan bahwa tidak ditemukan pemasangan instalasi Grounding System pada pembangunan gedung Cathlab RSUD STS dan Exshaust fan tidak terpasang di gedung ruangan gedung bangunan/ruang ICU/ICCU/IGD/CMU/NICU. Diketahui TA 2025 ada tiga paket pekerjaan di RSUD dengan total anggaran mencapai Rp 6,242 milyar. Pertama adalah pembangunan bangunan/ruang ICU/ICCU /IGD/CMU/NICU dikerjakan oleh CV. SABS 3.570.417.957,00 ditemukan kelebihan bayar/kurang volume senilai Rp 58.878.082,19, kedua, paket pembangunan ruangan Cathlab dikerjakan CV. MW dengan nilai kontrak 2.030.823.544,66 terjadi kelebihan bayar Rp 29.486.523,72, dan ketiga, terhadap belanja modal bangunan gedung kantor dikerjakan CV. ABP senilai Rp641.215.884,07 dan terjadi kelebihan bayar Rp. 4.940.055,99. Sehingga atas ketiga paket pekerjaan tersebut terdapat kekurangan volume atau lebih bayar mencapai Rp 93.304.661,90. (JOS)