Jambi Kini Miliki Lembaga Survei Dengan Instrumen Teknologi IT

waktu baca 4 menit
Minggu, 15 Des 2019 17:31 0 192 jambiotoritas

Tim ADRC Jambi

Tim Lembaga Survei ADRC Saat Acara Peresmian Kantor Lembaga Tersebut/Foto, Ist


Jambiotoritas.com, JAMBI – Sebuah lembaga bernama Survey Aksara Data Research Center (ADRC)
hadir di provinsi Jambi. Lembaga ini menggunakan instrumen analisis data berbasis smartphone/perangkat pintar pertama di Jambi. Memiliki tim peneliti yang berskala nasional bahkan internasional.

Pada konferensi Pers dalam rangka peresmian kantor Lembaga Survei Aksara Data Research Center (ADRC) yang berkantor di Jl. Pangeran Hidayat Paal V, Perumahan Taman Adipura Indah Blok C. 20, Kota Jambi. Direktur Yayasan ADRC, David Hadiosman mengatakan lembaga survei yang Ia dirikan bersama teman-temannya ini merupakan lembaga yang telah berbadan hukum resmi. ADRC memiliki tim peneliti terpercaya yang sejajar dengan peneliti lembaga survei skala nasional, berpengalaman di bidangnya masing-masing hingga tim ITnya cukup tangguh.

“Jadi untuk lembaga survei yang kita dirikan ini merupakan lembaga survei pertama dan satu-satu di Provinsi Jambi yang mengadopsi sistem IT dalam mengambil data survei dilapangan. Sehingga nantinya hasil dari survei yang telah didapatkan oleh teman-teman dilapangan akan terbaca dengan baik dan rapi oleh sistem,” ujar David Hadiosman, dihadapan sejumlah wartawan di Jambi.

Menurut dia sistem yang telah dibangun ADRC mampu mendeteksi perangkat yang digunakan oleh para resonden yang akan mengisi angket survei. Sehingga tidak akan terjadi masukkan ganda dari satu perangkat baik itu dari komputer, laptop maupun ponsel pintar.

Dikatakan David, bahwa mengenai transparansi data, bahwa penerapan sistem IT dalam proses survei juga akan sangat mendukung dalam menyusun data yang masuk. Karena selama ini menurutnya lembaga survei yang lebih dulu menjalankan survei selalu menggunakan kertas dalam mengisi angket. Sehingga bisa saja data yang diisi dan disampaikan oleh tim survei lapangan tersebut adalah hasil rekayasa, diisi sendiri oleh petugas tersebut dan lain sebagainya.

“ Selain hemat biaya dalam melakukan pengambilan data dilapangan, laporan data yang masuk juga akan sangat transparan dan tidak bisa direkayasa oleh tim yang turun dilapangan. Karena semua data yang masuk akan terekam secara sempurna oleh sistem kita mulai dari lokasi, perangkat dan provider yang digunakan, waktu pengerjaan, hingga melalui siapa dia mengetahui angket survei tersebut. Itu semua bisa dibaca sistem kita,” jelasnya.

Peneliti Skala Nasional

Masih pada kesempatan yang sama, Dr. Sofian, selaku dewan Pembina dan anggota tim peneliti Lembaga Survei ADRC mengatakan kepada awak media bahwa ADRC yang Ia dirikan ini melibatkan peneliti yang telah memiliki jurnal dan penelitian di tingkat nasional hingga internasional.

“Kebetulan saat ini saya mengajar di program studi pasca sarjana Universitas Jambi, kita di Unja kan memiliki dosen dan peneliti yang hebat. Sehingga pada waktu mendirikan lembaga ini saya bersama pak Amirul Mukminin, PhD yang merupakan ketua tim peneliti kita di ADRC dan ketua Prodi pasca sarjana Unja berdiskusi, melakukan seleksi ketat, dan kita sepakat untuk mengajak 9 orang tim peneliti kita untuk bergabung di ADRC,” ujarnya.

Sofyan menerangkan bahwa rekan-rekan nya yang terlibat dalam Lembaga Survei ADRC ini sendiri merupakan lulusan terbaik dari berbagai universitas nasional dan internasional seperti lulusan Groningen University Belanda, Florida State University Amerika, Australian Nation University Australia, University Of Essex Inggris, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi dan universitas ternama lainnya.

Sofyan menekankan bahwa dirinya dan rekan tidak akan pernah mempertaruhkan gelar nya hanya untuk kepentingan politik semata. Dia mengatakan bahwa tim peneliti memiliki kode etik tersendiri yang tidak boleh dilanggar. Sehingga berani menjamin akan memberikan rasa percaya kepada masyarakat dalam melakukan survei hingga ke tahap publikasi hasil survei bahwa data yang diberikan adalah murni data aspirasi masyarakat yang telah diserap melalui Lembaga Survei ADRC.

“ Disini untuk pengambilan data dilapangan kita melibatkan rekan-rekan mahasiswa dari beberapa universitas yang ada di Jambi. Nanti nya mereka (petugas sample) ini lah yang akan langsung menghampiri masyarakat untuk diserap aspirasinya. Kita juga memastikan bahwa kalangan mahasiswa yang terlibat dalam pengambilan data adalah mahasiswa terbaik yang murni tidak berpihak ke satu pasangan atau calon ataupun pastisipan politik manapun,” terang Sofyan.

Tim yang terbentuk akan lebih berfokus memberian edukasi politik kepada kalangan pemilih pemula dan milenian. Dan juga jika nantinya momen pilgub telah usai, timnya akan selalu melalukan survei secara rutin terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Sementara itu, ketika ditanya awak media, kenapa ADRC hadir disaat moment pilkada sedang hangat dan akan berlangsung. Sekretaris Yayasan ADRC, Ferry Prayitno menyatakan lembaga ADRC bisa berdiri setelah melalui beberapa tahapan, seperti pengurusan izin, perekrutan tim, hingga saat ini bisa diperkenalkan kepada masyarakat di Jambi.

“ Kalo ide sebenarnya sudah lama, namun untuk peresmian, kan baru terlaksana sekarang. Kita disini juga seharusnya patut berbangga karena sebenarnya putera-puteri Jambi memiliki potensi yang luar biasa bisa membuat sebuah lembaga survei yang seperti ini. Karena kan selama ini lembaga survei yang selalu melakukan survei di Jambi pasti dari luar Jambi,” ungkap Fery, yang pernah menjabat komisioner KPUD kota Jambi ini. (red JOS)

Penulis : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA