
JambiOtoritas.com, TEBO – Persoalan pembayaran kompensasi ratusan buruh harian lepas (BHL) di PT. Tebo plasma inti lestari yang ditolak pihak koperasi mitra mandiri lestari (MML) seperti akan panjang. Sejauh ini pihak Koperasi MML bersikukuh terindikasi tidak kooperatif dengan manajemen perusahaan untuk membayar dengan argumen tidak termaktub dalam MoU yang dibuat keduanya.
Media ini berusaha mengkonfirmasi pihak koperasi MML melalui ketua, Sumarno, pada Senin (21/5/2024) melalui sambungan Whtasapp. Hanya saja, panggilan tidak tersambung. Selang beberapa saat kemudian saluran komunikasi dengan ketua Koperasi MML langsung di blokir.
Seperti dilansir jambiotoritas.com sebelumnya, dinyatakan oleh angota Komisi II DPRD kabupaten Tebo, Suwarno dalam rapat dengar pendapat (RDP) disarankan olehnya agar pemerintah kabupaten Tebo memberikan penekanan kepada pihak – pihak supaya nanti pembayaran uang kompensasi dapat terealisasi pada bulan Juni 2024 sesuai dengan kesepakatan yang ada.
” Apabila nanti pihak koperasi MML mengelak atau mengabaikan dari ketentuan yang sudah disepakati. Arahnya memang harus diarahkan ke pihak hukum. Inikan hak karyawan dan sudah ada ketentuannya dan sudah ada pula kesepakatan mitra dengan perusahaan,” katanya.
Dia menyarankan kepada pihak pemerintah kabupaten Tebo harus ada penekanan supaya nanti pada bulan juni sudah terealisasi. Pemerintah harus membuat langkah – langkah cepat supaya pembayaran terealisasi karena pihak perusahaan sudah sanggup menanggulangi anggaran yang sudah ditentukan nilai nominal yangtertera dalam perjanjian itu. (JOS)
Editor : David Asmara