Pengamat Hatta : Isu itu pengingat dan koreksi politisi PDIP

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Apr 2025 12:59 1329 JambiOtoritas

JambiOtoritas.com, TEBO – Kabar di goyang dari jabatannya sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tebo, Ihsanuddin yang direspon internal fraksi PDIP DPRD Tebo dan jajaran DPC PDIP kabupaten Tebo. Situasi itu dianggap suatu pengingat dan koreksi terhadap politisi PDIP tersebut. Demikian disampaikan pemerhati Politik kabupaten Tebo, M Hatta yang mengamati perkembangan politik di DPRD Tebo.

Menurut Hatta mengatakan bahwa dia melihat sikap waka I itu memang sempat menjadi perbicangan internal dikalangan anggota DPRD Kabupaten Tebo Fraksi PDIP. Bahkan jika dibiarkan akan menjadi bola panas terhadap Ihsanuddin dan Fraksi PDIP itu sendiri.

“Ihsanuddin cukup intens dan lebih cenderung komunikasi dengan anggota Dewan partai koalisi pengusung ARB – Nazar saat Pilkada Tebo lalu, jelas masih kental suasana Pilkada lalu didalam Gedung DPRD kabupaten Tebo ini. Ketika Ihsanuddin cukup dekat dengan mereka, itu yang menjadi kekhawatiran rekan – rekannya yang ada didalam Fraksi PDIP maupun anggota Dewan Partai Koalisi Aston,” ungkap Hatta, pada Rabu (16/4/2025).

Dia menilai ada semacam ke khawatiran rekan – rekan didalam Fraksi PDIP, seperti contohnya, sebagai salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Tebo, dikhawatirkan lebih jauh sikap yang diambil bisa jadi nanti kurangnya memperjuangkan program – program masyarakat yang dibawa oleh rekan – rekannya di Fraksi PDIP. Atau malah cenderung mendukung program – program yang dibawa oleh Fraksi partai koalisi sebelah.

“Nuansa Politik Pilkada lalu masih kental dan tentunya keputusan – keputusan di DPRD Kabupaten Tebo terkait realisasi program pembangunan jelas sangat berdampak dan terlebih lagi Ketua DPRD Kabupaten Tebo berasal dari partai koalisi pengusung ARB – Nazar, yang dikhawatirkan akan banyak program yang dibawa oleh Fraksi PDIP kurang diakomodir,” ujarnya.

Hatta mengungkapkan ketika muncul kekhawatiran para anggota Fraksi PDIP seperti itu, pasti menjadi agenda evaluasi kinerja di internal DPC PDIP Tebo. Bila itu benar tentunya akan mengancam posisi Ihsanuddin sebagai unsur pimpinan (Waka I).

“Mudah – mudahan Ihsanuddin dapat merubah perilakunya yang sudah membuat rasa khawatir rekan – rekan Fraksinya di Gedung DPRD Kabupaten Tebo karena kita juga tahu bahwa di PDIP, syarat untuk menjadi unsur Pimpinan di DPRD adalah SKB atau Sekretaris, Ketua dan Bendara, jika diganti yang berhak menggantikan Ihsanuddin adalah Aivandri,” katanya.(JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA