
JambiOtoritas.com, TEBO – Pihak ULP pemerintah kabupaten Tebo menyatakan bahwa proses penetapan pemenang tender proyek pembangunan pasar Tanjung Bungur, Muara Tebo TA 2023 lalu, sudah sesuai mekanisme yang sebenarnya. Dalam proses tender itu, ada empat perusahaan yang memgikuti, yaitu CV. Karya Putra Bungsu, kemudian CV. Putra Bintang, CV. Capital Investama Sedaya dan CV Endrotama Engineering.
Menurut kepala bagian Unit Layanan Pengadaan barang dan jasa (ULP) pada Setda kabupaten Tebo, Richi Saputra melalui sambungan telepon, Jum’at ( 13/62025) menjelaskan bahwa ada 4 peserta lelang proyek pembangunan pasar Tanjung Bungur, pemenangnya CV Karya Putra Bungsu sebagai pemenang tender dengan penawaran Rp2.710.402.376,55.
Richi meluruskan informasi yang beredar bahwa proses tender pembangunan pasar Tanjung Bungur melalui dana tugas pembantuan (TP) tahun 2023 senilai Rp 2,7 milyar dari Kemenprindag RI sudah sesuai dengan spesifikasi dan aturan.
Sebelumnya, aktivis Afriansyah menyebutkan bahwa dibalik penetapan tiga tersangka oleh Kejari Tebo dalam kasus Mark Up pembangunan pasar Tanjung Bungur itu, merupakan skandal proyek yang melibatkan banyak pihak. Menurut dia, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, tidak berhenti hanya sampai ketiga tersangka itu saja.
” Namun saya minta Kejari Tebo jangan sebatas temuan pelaksanaan pekerjaan lapangan saja, usut juga mulai dari administrasi lelang proyek tersebut saat proses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Tebo. Karena informasi yang saya dapat, dari awal proyek ini memang sudah di atur pemenang tendernya,” kata dia.
Dari Informasi yang saya dapatkan, kata Afriansyah, ada komunikasi antara Kabid yang telah di tetapkan TSK dengan Pokja dan Kepala ULP Kabupaten Tebo untuk pengkondisian pemenang tender. (JOS)
Editor : David Asmara