Oknum Manajer PT. TAL Obral Janji, Telantarkan Keluarga Harahap dari Sibolga

waktu baca 3 menit
Minggu, 15 Feb 2026 21:40 124 JambiOtoritas
Pekerja PT. TAL, Harahap dijanjikan pekerjaan dengan fasilitas kerja dan perumahan layak oleh oknum manajer PT. TAL di desa Semambu kabupaten Tebo, Jambi/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Harahap dan anggota keluarga besarnya, berjumlah 18 orang harus menanggung derita selama bekerja di kebun PT. Tebo Alam Lestari. Cerita mereka rupanya di imingi janji kerja dengan upah tinggi dan kuantitas panen TBS dengan penghasilan memadai. Mirisnya, janji manis tersebut hanya menghasil kekecewaan dan frustasi yang dirasakan, karena tertipu dengan janji manajer PT. TAL.

Harahap dan keluarganya yang berasal dari Sibolga itu, terbujuk rayu janji manis oknum manajer PT. TAL, Ginting. Mereka akhirnya terdorong untuk bekerja sebagai pemanen di PT. Tebo Alam Lestari yang diberada didesa Semambu, Kecamatan Sumay kabupaten Tebo.

Dalam benak mereka, dengan janji manis ancak sawit yang akan dia panen, 600 tandan perhari dikali Rp 1.500 pertandan jika dikali satu bulan hasilnya tentu sangat menggiurkan, dikalkulasi pendapatan yang bisa diterima mencapai Rp. 27.000.000. Merekapun di janjikan rumah tinggal (mess) yang layak dengan penerangan Listrik, kontrak kerja, BPJS, hingga kondisi kebun yang tidak semak dan datar.

Harahap mengungkapkan bahwa sebelum ke PT. TAL, mereka masih berstatus pekerja di salah satu perusahaan perkebunan di Dumai, Riau. ” karena iming iming penghasilan yang lebih tinggi dari Jega dan Ginting (Manager Kebun PT. TAL) kami akhirnya mau berangkat ke desa Semambu untuk bekerja di PT. TAL,” ungkap Harahap, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Harahap ditempatnya bekerja sebelumnya. Mereka punya hutang 18 juta. Karena ada sangkutan hutang dia meminta agar sebelum keluar dari perusahaan disana hutangnya diminta diselesaikan.

” kami memang ditebus oleh Ginting, karena di perusahaan lama kami punya utang sebesar 18 juta, dan saya berjanji akan membayar tebusan tersebut. Tapi dengan kondisi disini, bagaimana mau bayar hutang untuk makan saja nggak dapat,” kata Harahap.

Namun di PT. TAL, faktanya janji manajer Ginting tidak sesuai harapan. Tenaga harahap dan keluarganya ‘peras’. Tapi dengan hasil hanya cukup bertahap hidup dengan kekurangan, bahkan ironisnya mereka sampai kelaparan dan menghadapi kenyataan pahit.

“Dalam satu bulan ( Januari/ Februari ) kami sudah bekerja pak, bahkan sawit yang kami panen jumlahnya lebih kurang 624 tandan, karena ancak yang kami panen tak sesuai dengan apa yang dijanjikan kepada kami sebelumnya, hanya bisa mendapatkan 12 tandan dalam lima petak, lebih kurang 6 Ha. Tapi gaji yang kami terima hanya Rp 1.049.000. Dan anehnya mertua saya juga mendapat gaji lebih kurang sama dengan saya. Sementara panen yang ia dapat lebih dari 1000 tandan, dengan hasil seperti ini bagaimana kami bisa membayar tebusan, sementara hutang buat kebutuhan makan saja sudah mencapai Rp. 5.000.000, jadi kami bekerja hanya untuk bayar hutang itupun tidak mencukupi lagi,” keluhnya.

Kecewa dan tertipu

Rasa kecewa dengan keadaan yang diterima saat ini, ibarat pil pahit yang harus ditelan keluarga tersebut. Perusahaan ternyata tak penuhi hak atas kerja yang telah dijanjikan sebelumnya. Semua bungkam, tidak ada fasilitas kesehatan di kebun. Untuk mendapat layanan bidan desa setempat harus ditempuh sejauh 10 KM itupun dengan menggunakan angkong (gerobak sorong).

” sekeluarga hampir mati karena kelaparan, mertua saya mengalami lumpuh tidak bisa bergerak dan harus dibawa ke bidan desa pakai angkong. Tidak ada kepedulian perusahaan ini. Bahkan kami hampir mati karena mengkonsumsi ubi setiap hari,” ucap Harahap sambil menangis.

Lantas keluarga malang itu, berhasil dievakuasi keluar kebun PT. TAL di bantu warga desa dan Pengurus Koperasi. Keberadaan Harahap dan keluarga saat ini masih tinggal dirumah warga di desa Semambu.

” Saya ini diminta oleh perusahaan untuk bekerja, dan saya bekerja untuk mendapatkan upah, bukan untuk cari hutang,” katanya.(JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA