Bupati Bungo Ungkap 104 Kotak Amal di Bungo Terafiliasi Jaringan Teroris

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 21:31 737 JambiOtoritas
Bupati Bungo, Dedy Putra dalam kegiatan pengungkapan masalah kotak amal.di kota Muara Bungo yang terafiliasi teroris/foto JOS

JambiOtoritas.com, BUNGO – Verifikasi yang dilakukan pihak Dendsus 88 terhadap 104 kotak amal tersebar dibeberapa tempat usaha dalam kota Muara Bungo terbukti terafiliasi dengan jaringan teroris. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bungo, H. Dedy Putra ketiak memggelar konferensi Pers terkait tindakan pengamanan 303 Kotak Amal yang dilakukan Satpol PP beberapa waktu lalu.

Bupati, Dedy Putra mengatakan, hasil verifikasi pihak Dendsus 88 bahwa 104 diantaranya terafiliasi dengan jaringan teroris.
Sementara itu 199 lainnya diketahui milik Yayasan, Panti Sosial, Panti Asuhan, Pondok Pesantren hingga Masjid yang memiliki kedudukan jelas dan terdata.

“Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan pihak Densus 88, ternyata 104 dari 303 Kotak amal yang kini diamankan di kantor Satpol PP terafiliasi dengan jaringan teroris, sehinga harus kita sita,” kata Dedy, dalam keterangannya di halaman kantor Satpol PP Bungo, Selasa (10/2/2026),

Terkait dengan isi dari kotak amal tersebut, kata Decy, akan diserahkan kepada pihak Baznas Bungo untuk dimanfaatkan.

“Hasil rembug kita bersama seluruh unsur Forkopimda, kotak-kotak yang 104 ini akan diserahkan kepada Baznas Bungo. Nanti akan kita hitung bersama jumlahnya,” ucapnya.

Dia mengatakan bahwa 199 kotak amal lainnya akan dikembalikan ke tempat semula, dan sebelumnya akan dilakukan pendaftaran terlebih dahulu oleh Dinas Sosial.

“Seluruhnya nanti kalau ada yang mau menitipkan kotak amal di toko-toko harus diverifikasi dan didaftarkan dulu melalui dinas sosial agar jelas kepemilikannya dan sedekah jariyah yang diberikan oleh umat benar-benar tersampaikan dengan baik,” katanya.

Dengan kejadian ini,Dedy Putra menegaskan kepada pihak Dinas Sosial agar tidak mempersulit proses pendaftaran kotak amal. Tujuan kami tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menertibkan agar kemurahan hati umat Islam yang bersedekah ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.(JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA