bagikan

BKSDA Jambi kembangkan kawasan koridor gajah Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Audiensi BKSDA jambi, dirjen BKSDA, dan pihak KWF Jerman dengan pemkab Tebo untuk pembangunan koridor Gajah /ft. Dok Jambi otoritas

Jambiotoritas.com, JAMBI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi sedang mengembangkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) untuk jalur lintasan atau koridor khusus gajah Sumatera di area Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) bekerjasama dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ). Menurut kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmad Saleh mengatakan BKSDA Jambi menggandeng berbagai pihak, termasuk PT. LAJ dalam upaya perlindungan terhadap gajah secara berkesinambungan.

” Pemerintah berkomitmen untuk melindungi ekosistem gajah dan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan agar lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya, Senin (8/7/2019) di Jambi.

Dijelaskannya, bahwa di lansekap Bukit Tigapuluh saat ini populasi gajah diperkirakan berjumlah 120 ekor yang menjadi kantung gajah terbesar di Sumatera. Selain mengembangkan Kawasan Ekositem Esensial untuk koridor gajah, BKSDA juga berencana membuat pagar listrik agar sebagai upaya menghindari konflik dengan manusia.

Sementara itu, Direktur PT. LAJ, Meizani Irmadhiany mengatakan Lestari Asri Jaya (LAJ) merupakan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bergerak di bidang pengembangan karet alam berkelanjutan di area seluas 61.000 hektare di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. PT. LAJ memiliki visi untuk mengelola area tersebut secara lebih baik, termasuk melakukan konservasi dan pengembangan perkebunan karet yang mengedepankan aspek-aspek sosial dan ramah lingkungan.

” Salah satu komitmen LAJ dalam konservasi diwujudkan dalam Wildlife Conservation Area (WCA) yang merupakan area konservasi dan produksi, inisiatif LAJ bekerjasama dengan WWF yang bertujuan untuk memberikan area jelajah bagi gajah Sumatera yang terancam punah,” kata Meizani.

Kawasan WCA, kata Meizani, memiliki luas total 9.700 hektar. Lokasi WCA berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan berperan sebagai kawasan penyangga di bagian selatan TNBT yang menjadi habitat bagi berbagai satwa liar dan keanekaragaman hayati.

LAJ saat ini bekerjasama dengan TNBT untuk memperkuat kawasan penyangga TNBT melalui kegiatan perlindungan kawasan, pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem dan pemberdayaan masyarakat. Melalui inisiatif WCA, LAJ dan mitranya berupaya membangun bersama program jangka panjang untuk menyediakan wilayah jelajah bagi gajah Sumatera yang terancam punah dan memitigasi terjadinya konflik gajah-manusia. (red JOS)