JambiOtoritas.com, TEBO – Banggar DPRD telah merampungkan pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBDP) tahun anggaran 2025 dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Tebo, Rabu (9/7/2025) petang. DPRD selanjutnya akan membawa hasil pembahasan pada rapat pandangan akhir fraksi.
Menurut Ketua fraksi PDI-P, DPRD Tebo, Aivandri, AB mengatakan bahwa salah satu dalam pembahasan tersebut adalah terkait dengan pendapatan dan belanja daerah.
Aivandri menyebutkan bahwa total pendapatan pada perubahan kebijakan umum anggaran (KUA) TA 2025 diproyeksikan sebesar Rp1.212.806.874.974,10 bila di banding dengan APBD tahun 2025 Rp1.240.599.787.474,00 menurun sebesar Rp27.792.912.499,90.
Sektor pendapatan asli daerah (PAD) perubahan pada KUA, tahun 2025 di proyeksikan sebesar Rp122.118.712.631,10, bila dibanding dengan APBD tahun anggaran 2025 Rp177.565.900.131,00 meningkat sebesar Rp4.552.812.500,10.
Sementara dari pendapatan transfer pada perubahan KUA TA 2025 di proyeksikan sebesar Rp1.090.688.162.343,00 bila di banding dengan APBD Ta 2025 yaitu Rp1.123.033.887.343,00 menurun sebesar Rp32.345.725,00.
Pemkab Tebo mengalokasikan belanja daerah yang di prioritaskan untuk yang mengikat dan belanja wajib terkait pelayanan dasar masyarakat, rencana kenaikan gaji ASN pemberian perbaikan penghasilan untuk PNS.
Selain itu, mempertahankan mandatory bidang pendidikan dan kesehatan, penyesuaian belanja dengan terbitnya Inpres No 1/2025 tentang efisiensi belanja pelaksanaan APBN dan APBD yang di utamakan untuk pembayaran tunda bayar, gaji CPNS dan P3K pengangkatan tahun 2024 dan tenaga alih daya.
Total belanja pada perubahan KUA, Tahun anggaran 2025 di proyeksikan Rp1.277.694.178.239,94 dibanding dengan APBD tahun anggaran 2025, Rp1.279.880.364.573,00 turun sebesar Rp 2.186.186.333,06.
” Untuk penyesuaian belanja dari BNPB dan menyiapkan dana sharing untuk ekspedisi hibah kendaraan operasional bencana ke BPBD Kab Tebo dan untuk memenuhi anggaran SKPD terkait belanja yang harus dibayarkan hingga akhir tahun 2024,”jelas Aivandri.
Selain dari itu kata Aivandri, terkait pembiayaan daerah diutamakan untuk pembayaran kewajiban terhadap pinjaman daerah terkait pemulihan ekonomi nasional (PEN) Kab Tebo di antaranya:
1.Total penerimaan pembiayaan pada perubahan KUA 2025 diproyeksikan Rp84.879.531.481,84 bila dibanding dengan APBD tahun 2025 Rp59.272.805.315,00 meningkat sebesar Rp25.606.726.166,84.
2.Total pengeluaran pembiayaan pada perubahan KUA tahun 2025 di proyeksikan Rp19.992.228.216,00 sama dengan APBD tahun 2025.
Diperlukan sinergitas dan penyelarasan program pemerintah daerah provinsi dan Pemkab Tebo terhadap pembangunan nasional, sinkronisasi kebijakan Pemkab Tebo dengan prioritas pembangunan provinsi dan prioritas masing-masing daerah yang tercantum pada perubahan RKPD tahun 2025. (JOS)
Editor : David Asmara