Protes Ulah Pelansir BBM Solar di SPBU, Ratusan Truk ‘Tegak’ di DPRD Bungo

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Sep 2025 13:59 966 JambiOtoritas

JambiOtoritas.com, BUNGO – Ratusan sopirnya truk melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD dan kantor bupati kabupaten Bungo. Ratusan mobil truk memblokir jalan di sepanjang jalur kantor bupati Bungo, Selasa (16/9/2025). Kehadiran para sopir itu memprotes ulah pelansir disejumlah SPBU dikabupaten Bungo. Akibat dari itu mereka tidak kebagian BBM solar yang ada di SPBU.

Perwakilan demonstran itu, sempat melakukan audiensi dengan ketua DPRD dan anggota dewan. Namun mereka kecewa, sebab dewan meminta menunda waktu esok hari dengan alasan ingin memanggil bupati, manager SPBU, Polres, Dandim semua stackholder untuk mencari solusi.

Pantauan disana, ratusan sopir enggan bergerak meninggalkan gedung DPRD. Mereka tidak berniat menganggu sidang paripurna Penyampaian nota pengantar bupati Bungo terhadap Ranperda tentang perubahan APBDP TA 2025 yang sudah diagendakan.

Hingga pukul 12.20 wib sidang masih tertunda, satu persatu sopir memasukkan mobil ke halaman kantor DPRD. Disisi kanan, bupati terlihat sudah berdiri tepat di gedung sebelah ( Kantor Bupati) dan akhirnya bupati berjalan kaki menuju gedung DPRD.

Para sopir langsung berteriak-teriak agar bupati bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menjadi tuntutan. Bupati pun langsung disodorkan sebuah kertas atas tuntutan mereka.

” Kok bisa seperti ini. Baru tahu saya. SPBU betul punya mereka, tapi BBM punya negara. Saya selesaikan ini,” ujar bupati Bungo, Dedi Putra, seraya meminta para sopir pulang.

Namun massa sontak menyatakan bahwa tidak akan kembali kerumah sebelum pemerintah bisa menyelipkan tuntutan mereka.

” Kami lah sensaro bupati, tolong kami, kami dak balik sebelum ada titik terang dari tuntutan kami,” ucap massa.

Akhirnya, tampak bupati menelpon langsung. Terdengar dalam pembicaraannya meminta segera semua manager SPBU di Kabupaten Bungo bisa berkumpul di gedung DPRD.

” kami minta semua manager SPBU berkumpul di gedung DPRD pukul 13.00 wib. Saya tunggu disini. Jangan sampai tidak hadir, Tanpa terkecuali, ya,” ucap Dedi menutup sambungan telepon selulernya. Sementara para sopir tetap bertahan di halaman kantor Bupati.

Lima poin tuntutan ;

1.Audiensi dengan Forkopimda dan seluruh manajer SPBU dalam waktu 2 x 24 jam.
2.Penertiban pelangsir oleh aparat kepolisian.
3.Akses truk dan kendaraan roda enam untuk mengisi BBM di seluruh SPBU Bungo.
4.Perpanjangan jam operasional SPBU hingga sore hari, dan
5.Audit menyeluruh terhadap SPBU yang diduga melakukan praktik oplosan.

Para sopir juga mengancam untuk tidur di halaman kantor DPRD sebelum semua tuntutan tidak dikabulkan. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA