Komisi III Tekankan Proyek Dana Hibah BNPB di Pagar Puding Sesuai Perencanaan

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Okt 2025 23:49 1683 JambiOtoritas
RDP komisi III terkait proyek rehabilitasi dan rekonstruksi sungai di desa pagar puding, Senin (20/10/2025)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Rapat dengar pendapat (RDP), Komisi III DPRD Tebo memanggil sejumlah pihak terkait proyek rehabilitasi dan rekonstruksi tanggal penahan tebing sungai batanghari di desa pagar puding, kecamatan Tebo Ulu yang menelan anggaran 20,4 milyar itu, pada, Senin (20/10/2025). Komisi III mengklarifikasi sejumlah temuan lapangan ketika inspeksi mendadak (Sidak) mereka beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi III DPRD Tebo, Dimas Cahya Kusuma yang memimpin jalannya RDP di dampingi Ketua DPRD Khalis Mustiko, Waka I DPRD, Ihsanuddin, Waka II Sahendra, anggota Komisi III, dihadiri oleh Sekban BPBD, Ahmad Rony, Kadis PUPR Hendry Nora, dua orang konsultan pengawas supervisi Anzil Fitri, Ahmad Tarmizi, rekanan pelaksana PT. Pulau Bintan Bestari (PT PBB), Joko, S dan masyarakat desa Pagar Puding.

Dalam forum RDP itu, konsultan pengawas supervisi enginering PT. Dinarianda, Anzil Fitri,
mengatakan waktu pelaksanaan pekerjaan dilapangan memang sudah mepet. Pihaknya telah menginstruksikan percepatan teknis pekerjaan.

Menurut Anzil, soal teknis metode pekerjaan sudah merekomendasikan percepatan di bagian konstruksi bawah untuk antisipasi air sungai naik agar tidak mengganggu pekerjaan.

Sementara, untuk pekerjaan sheet pile sudah selesai, mini pile sedang pancang, dan pipa baja struktur utama juga sudah selesai. Sedangkan sisa potongan sheet pile yang dipertanyankan oleh warga itu dikumpulkan di gudang di blok F. ” berapa sisanya kita akan di lakukan contrac change order (CCO) agar volume lebih bisa dialihkan ke pekerjaan lain. Namun butuh surat dukungan warga untuk izin ke pusat,” katanya.

Sementara itu perwakilan warga desa Pagar Puding, Ahmad Dauri yang turut ikut saat RDP sempat mempertanyakan soal pemancangan tiang turap. Namun kemudian saat ini sudah selesai kita sampaikan ke Komisi III dan sudah dijawab kontraktor.

” Kami berharap pekerjaan pembangunan turap dapat segera selesai dan jangan sampai terulang seperti pembangunan bronjong pada tahun 2014 lalu, namun masyarakat akan tetap memantau pelaksanaan turap tersebut,” ujar Dauri.

Sementara itu, ketua Komisi III DPRD Tebo Dimas Cahya Kusuma mengungkapkan bahwa pemanggilan terhadap pihak terkait dan rekanan dalam RDP komisi III, pointnya beberapa sudah di jelaskan masyarakat. Pada saat proyek itu di mulai sampai dengan berakhir dibulan Desember nanti, mereka menanyakan sesuai tidaknya teknis pekerjaan dan perencanaannya dilakukan oleh rekanan.

Pasalnya, masyarakat desa Pagar Puding pernah trauma pada tahun 2014 lalu, pernah ada proyek pengerjaan turap/bronjong tidak selesai dan tidak sesuai dengan perencanaan.

” Oleh karena itu Komisi III DPRD Tebo merekomendasikan proyek turap Pagar Puding harus sesuai perencanaan,” ucap Dimas.

Selain itu BPBD Tebo tadi telah menyampaikan, terkait kendala atau force majeure-nya pekerjaan turap adalah faktor alam yaitu banjir, karena hulu sungai di Sumatera Barat saat ini sudah mulai musim hujan, makanya Komisi III menegaskan, agar proyek turap tersebut harus tepat sasaran dan tidak terganggu oleh faktor cuaca. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA