Dampak Kemarau, 450 Ha sawah Alami Kekeringan

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Sep 2019 19:22 0 113 jambiotoritas

Dinas TPHKP terima bantuan APBN percepat pengelohan tanah anstisipasi kekeringan

Kepala bidang Tanaman pangan holtikuktura, dinas TPHKP Kabupaten Tebo, Nanang/ft. Jambi otoritas

Jambiotoritas.com, TEBO – Kondisi musim kemarau yang terjadi berdampak langsung terhadap hasil produksi pertanian dan penundaan jadwal tanam sepanjang tahun 2019. Pemerintah kabupaten Tebo targetkan percepatan musim tanam hingga pertengahan Oktober 2019 akan terealisasi. 

Berdasarkan data dinas tanamanan pangan, holtikultura dan ketahanan pangan kabupaten Tebo, Jambi. Kemarau panjang mengakibat 58,49 hektar lahan persawahan kelompok tani usaha bersama, desa Sungai Aro kecamatan Tebo ilir mengalami puso (gagal panen) diproyeksikan dari luas lahan sawah yang mengalami puso itu bakal menghasilkan 150 ton beras.

” Dampak kemarau secara langsung dialami 517 hektar pertanaman semua umur padi sawah alami kekeringan. Tetapi hanya 58,49 hektar saja sawah petani terkena dampak kekeringan ini, dinyatakan mengalami puso,” kata kepala dinas TPHKP melalui kepala bidang Tanaman pangan dan holtikultura, Nanang, Selasa (24/9/2019).

Diakuinya, ada 450 hektar lahan persawahan di kecamatan Sumay dan Tebo ulu mengalami kekeringan. Pemerintah pusat melalui (APBN) sudah merealisasikan bantuan benih untuk 907 hektar, dan bantuan untuk gerakan percepatan pengelolaan tanah, sebagai antisipasi kekeringan yang akan ditanam pada bulan Oktober nanti. 

” Pemerintah pusat berikan empat paket bantuan senilai 21 juta/seratus hektar berupa BBM, upah operator dan biaya gerakan petani. Sementara untuk peralatan traktor dan mesin pompa air dibantu dari brigade kita,” katanya.

Dijelaskan Nanang, bahwa sebenarnya pemerintah pada tahun 2019 mencanangkan target luas tanam padi sawah dan padi ladang seluas 9000 hektar yang telah didukung bantuan benih dari kementrian yang sudah didropping kepada semua petani. Semestinya sudah mulai penanaman pada Juli 2019 lalu. Tetapi karena kondisi kemarau menjadi tertunda penanamannya hingga mencapai 4500 hektar. Targetnya pertengahan Oktober ini sudah tanam, karena menunggu musim hujan tiba.

” Karena kemarau yang terjadi, baru terealisasi 4500 hektar, selebihnya tertunda penanamannya. Ditargetkan sampai akhir September sudah tertanam semua sesuai target awal,” ungkapnya.(red JOS)

Penulis : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA