Satlantas Terapkan “Pukul Mundur” Pemudik Paksa Masuk Jambi

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2020 00:12 0 131 jambiotoritas
Polantas akan halau pemudik yang maksa  masuk Jambi
Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Heru Santoso bersama para kasubdit memberikan keterangan kepada media, Kamis (23/4/2020) di Mapoda Jambi

JambiOtoritas.com, JAMBI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi akan melarang para pemudik yang menggunakan kendaraan angkutan umum atau pribadi untuk masuk ke Jambi. Mereka akan memaksa pemudik untuk kembali balik kanan atau balik ke tempat awal. Larangan mudik ini telah diberlakukan, untuk merealisasikannya Dirlantas Polda Jambi telah mendirikan enam pos di perbatasan antar provinsi di Sumatera, diantaranya perbatasan Jambi-Riau, Jambi-Sumatera Barat dan Jambi-Sumatera Selatan, kata Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Heru Santoso.

Pendirian pos itu bertujuan untuk mendeteksi adanya orang yang akan mudik lebaran dan nantinya di pelabuhan penyeberangan tidak akan ada penyeberangan orang yang ada hanya kapal penyeberangan kebutuhan pokok saja atau barang sembako. Polda Jambi akan menindak tegas, jika ada orang yang nekat melakukan mudik disaat adanya larangan mudik atau pulang kampung ditengah pandemi COVID-19. “Tidak ada mudik, jika kedapatan maka akan diminta putar arah kembali ke tempat asal,” katanya.

Kebijakan itu selaras dengan intruksi pemerintah, terhitung pada Jumat 24 April 2020 akan ada operasi Ketupat, dimana pelaksanaannya berbeda dengan tahun tahun sebelumnya biasanya ada pemberitahuan untuk bijak berkendara namum pada tahun ini dibebankan untuk melakukan pencegahan COVID-19. Dengan demikian, warga yang akan mudik akan ketahuan karena di setiap pos perbatasan di jaga dengan ketat, hanya bisa milintasi perbatasan hanya angkutan barang, sembako dan BBM, selebihnya di suruh balik kanan.

Untuk di malam takbiran sendiri tidak akan ada keramaian di jalan raya, seperti adanya konvoi, kerena pemerintah belum menentukan kapan pandemic corona itu berakhir. Dipasti pada malam takbiran, tidak ada keramaian, sebelum ada pencabutan status dari pemerintah, lebih baik di rumah saja lebih aman. Sementara untuk jalur udara belum termonitor, sementara ini fokus jalur darat. (red JOS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA