bagikan
Rapat DPRD Tebo bersama warga, dinas kehutanan , camat tengah ilir pada selasa. (14/10/2020) lalu/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Konflik lahan antar warga Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo dengan perusahaan PT.WKS terus bergulir. Tahapan verifikasi subjek dan objek lahan yang diklaim tiga kelompok tani di Lubuk Mandarsah masih berproses.

Bersama komisi II DPRD Kabupaten Tebo, Senin (19/10/2020) Kelompok Tani Sungai Landai Bersatu menghadiri tindak lanjut hasil rapat dengan pihak dinas kehutanan provinsi Jambi bersama DPRD Tebo, Selasa (13/10/2020) diaula kantor camat Tengah Ilir.

Sayangnya, pertemuan dengan agenda verifikasi kepemilikan lahan oleh warga dengan Kepala KPHP IX Tebo Timur hanya dihadiri satu KT Sungai Landai Bersatu. Sedangkan dua KT lainnya tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut wakil ketua DPRD Tebo, Syamsu Rizal.SE.M.Si, Selasa (20/10/2020) mengatakan DPRD menyarankan kepada warga tetap menempuh jalan sesuai prosedur dan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis.

” Alhamdulillah mereka sampai saat ini masih patuh dengan apa yang kita sarankan. Kita yakin dalam waktu dekat ada titik terangnya. Hak mereka yakin akan dikembalikan,” ucap Syamsu Rizal.

Ketidak hadiran dua kelompok tani kemarin, kata dia, dewan perintahkan pada pemerintah kecamatan tengah ilir dan pemerintah desa Lubuk Mandarsah untuk menindaklanjuti verifikasi data petani dan legalitas KT. Sungai landai bersatu. Dalam forum itu Kelompok tani sungai landai mandiri dan ketalo jaya tidak hadir.

” Kita mau semua terverifikasi, artinya masih kita kasih waktu satu minggu kedepan. Kita serahkan ke pihak kecamatan dan kades memverifikasinya. Kita minta mereka kooperatif. Kita inginkan dalam menyelesaikan masalah ini bisa sekaligus,” katanya.

Dilanjutkannya, semua harus terdata dan di ketahui kepala desa setempat. Bila sudah selesai, hasilnya nanti kita serahkan ke Jakarta dan kita antar sendiri. (JOS)

Penulis : David Asmara