Forkompincam Tebo Tengah Mediasi Klaim Mangunjayo Terhadap Desa ABT

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Jun 2022 10:11 0 197 jambiotoritas
Camat Tebo Tengah Nur Badri pimpin rapat mediasi konflik wilayah antar desa Mangunjayo dan Aburan batang Tebo, Kamis (2/6/2022) di aula kantor camat Tebo Tengah kabupaten Tebo/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Rapat mediasi penyerobotan lahan di desa Aburan Batang Tebo (ABT) dusun Sungai Tilan dan Teluk Tanah liat yang telah diklaim sebagai wilayah administrasi desa Mangunjayo memanas. Dihadapan forum komunikasi pimpinan kecamatan Tebo Tengah (Forkompincam) juga dihadiri Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Tebo, UPTD dinas kehutanan provinsi Jambi KPHP Timur (unit 10) kepala desa Mangunjayo, Ihsan menyebutkan bahwa sekelompok orang Semabu dulu zaman pimpinan Depati (Kades sekarang, red) hanya menumpang bertanam pertanian tapi tidak boleh menguasai lahan yang ditempati.

Ironisnya, Ihsan sampai bersikap emosional hingga mengajak kades ABT ‘berduel’. Dihadapan unsur forkompincam saat itu, Ihsan mengeluarkan data peta desa hingga mengajak kades ABT, Tarmizi berkelahi.

Baca berita terkaitnya :

” Jangan ngomong nyerobot, ABT mano wilayahnya. Adapula lahan yang sudah ada SHM, itu di wilayah Mangunjayo. Bangga nian kau jadi Kades, kagek kutangani kau. Mangunjayo punya data sejarah dan peta wilayah desa, mana desa data dan peta ABT,” cetus Ihsan.

Kades ABT, Tarmiji sempat terpancing dengan ucapan Ihsan itu. Namun situasi dapat terkendali, sehingga forum kembali berjalan tertib.

” Dulu orang semabu diberi ijin bertani diwilayah sungai tilan tidak boleh menanam tanaman keras diwilayah mangunjayo, yang bertanam disitu, mereka membayar upeti ke Mangunjayo,” ucap Ihsan, berapi – api dalam forum yang difasilitasi camat Tebo tengah, di aula kantor camat Tebo Tengah, Kamis (2/6/2022).

Sementara Camat Tebo Tengah, Nur Badri meminta kades Mangunjayo, Ihsan dapat menahan emosi. Agar suasana mediasi berjalan kondusif. Menurut Camat, dikecamatan Tebo Tengah, tahun ini hanga desa Mangunjayo yang menganggarkan DD untuk program pemetaan desa.

Dikatakan Nur Badri bahwa semua desa yang berada dalam kecamatan Tebo Tengah belum punya peta desa definitif. Seharusnya, kegiatan pemetaan wilayah administrasi desa Mangunjayo berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

” Perlu didudukan antara kedua belah pihak desa tetangga sehinga tidak menimbulkan keresahan warga. Klaim wilayah tidak mempengaruhi kepemilikan lahan warga yang telah disana, ” ucapnya.

Menurut Badri, pemberikan hak milik atau bukti sah kepemilikan lahan sudah diatur dalam UU pokok Agraria, terkait lahan yang sudah dikelola secara terus menerus bisa diberikan oleh negara sertipikat hak milik. (JOS)

Penulis : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA