
JambiOtoritas.com, TEBO – Sejumlah wilayah kecamatan dikabupaten Tebo mengalami banjir untuk yang ketiga kalinya. Kondisi demikian mengakibatkan ratusan rumah warga yang posisinya pada dataran rendah terendam hingga mencapai ketinggian dua meter bahkan lebih dari itu.
Kepala pelaksana penanggulangan bencana (BPBD) kabupaten Tebo, Nafri Junaidi menyatakan banjir terparah saat ini di desa Teriti kecamatan Sumay. Diperkirakan luapan air dari hulu sungai batang Sumay, dari diwilayah hutan lindung bukit tigapuluh. Dikhawatirkan terjadi banjir bandang seperti yang pernah terjadi didesa Lubuk Mandarsah, beberapa waktu lalu.
” Status di kabupaten Tebo masih dalam darurat bencana, belum dicabut hingga akhir bulan Februari ini. Tetapi berdasar prediksi BMKG kondisi ini akan berlangsung hingga di bulan April mendatang,” ucap Nafri, Selasa (20/2/2024).
BPBD menghimbau masyarakat agar tetap waspada dengan informasi yang telah diprediksi BMKG. Kondisi tingginya curah hujan dan pasang surutnya atau meluapnya sungai Batanghari masyarakat juga diharapkan telah menentukan tempat – tempat untuk pengungsian sementara menjelang kondisi air surut.
” Jadi dengan kondisi banjir yang berulang kali terjadi masyarakat sudah lebih waspada. Dengan begitu warga juga sudah dapat menentukan tempat pengungsiannya masing – masing, ” kata dia.
Dikatakan Nafri, pemerintah kabupaten Tebo, kalau dengan kondisi ini (debit air meningkat) akan berupaya memberikan suply bantuan sesuai kemampuan anggaran yang ada. Sejauh ini bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial sudah ada yang disalurkan ke masyarakat.
” Sejauh ini belum ada informasi dari pihak swasta atau perusahaan yang memberi bantuan kemanusiaan terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana disekitar usaha perusahaan. Jadi memang hanya dari pemerintah kabupaten, sekarang kita sudah ada menerima proposal permintaan bantuan dari desa yang terkena musibah banjir ini,” katanya. (JOS)
Editor : David Asmara