
JambiOtoritas.com, TEBO – Dua kebakaran dilahan permukiman terjadi dalam tempo satu jam pada siang hari di Kabupaten Tebo, Rabu (19/8/2026) sekira jam 13.15 hingga jam 14.00 Wib. Petugas Damkarmat berjibaku di dua lokasi berbeda di tengah cuaca panas ekstrim yang melanda.
Dua titik api tersebut berada di Jalan 21, Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang seluas 1 hektar dan di kawasan GOR Sri Maharaja Batu, Muara Tebo. Petugas masih melakukan pendinginan di dua lokasi untuk mencegah api kembali menyala.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Tebo, Habibie, membenarkan laporan tersebut.
“Hari ini tim dinas Damkarmat di lapangan melaporkan dua peristiwa kebakaran di lokasi berbeda. Lokasi pertama di Jalan 21 Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang dan lokasi kedua di seputar GOR Sri Maharaja Batu Muara Tebo,” ujarnya, Rabu, siang.
Habibie mengungkapkan, akumulasi lahan terbakar di Tebo hingga hari ini sudah sangat mengkhawatirkan. Luasnya mencapai 59,4 hektare.
Angka itu merupakan hasil pendataan langsung petugas di lapangan. Selain memadamkan api, setiap tim diwajibkan melaporkan estimasi luasan lahan yang terbakar secara akurat.
“Petugas kita di lapangan selain tugas utama pemadaman, teman-teman juga melaporkan data perkiraan luasan lahan yang terbakar,” kata dia.
Dia menegaskan, penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Dibutuhkan informasi yang detail, kecepatan respon, dan kesiagaan penuh seluruh personil Satgas.
Menurutnya, ego sektoral menjadi penghambat terbesar di lapangan. Bila perlu setiap pos Damkar di setiap kecamatan disiagakan tim TRC.
“Sinergitas yang terjalin baik antar Satgas berdampak langsung pada penanganan kebakaran yang terjadi. Jangan ada ego sektoral dalam tindakan,” tegas Habibie.(JOS)
Editor : David Asmara