
JambiOtoritas.com, JAMBI – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jambi menyambangi Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Selasa (22/9/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mencegah praktik maladministrasi.
Rombongan Balai POM Jambi dipimpin langsung Kepala Balai, Agus Riyanto, didampingi jajaran tim kerja bidang penindakan, pemeriksaan, pengawasan, hingga infokom. Kedatangan mereka disambut hangat Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi.
Saiful menegaskan, keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi tidak boleh mengurangi semangat pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai kedua lembaga memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kepentingan publik.
“Kita punya tugas masing-masing yang pada akhirnya bermuara ke masyarakat. Kami memastikan pelayanan publik berjalan maksimal, sementara Balai POM memastikan makanan dan obat-obatan yang beredar tetap aman. Walau ada efisiensi, kita harus tetap bekerja semaksimal mungkin,” ujar Saiful.
Sementara itu, Kepala Balai POM Jambi Agus Riyanto menyatakan komitmennya menghadirkan layanan yang transparan, profesional, dan sesuai SOP. Ia memaparkan sejumlah inovasi layanan yang tengah dikembangkan, salah satunya pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk layanan pengaduan dan informasi 24 jam.
Inovasi lain, Balai POM di Jambi membuka titik layanan tatap muka di kawasan Kota Baru (Anjungan) yang dilengkapi fasilitas video call langsung dengan petugas dan pengawasan CCTV.
“Kami juga rutin menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) setiap tahun untuk menyerap aspirasi dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pelaku usaha. Kami memastikan seluruh fasilitas layanan ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta mengelola tim PPID secara optimal,” jelas Agus.
Dukungan terhadap ekonomi lokal juga menjadi perhatian. Balai POM di Jambi memiliki program pendampingan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terkendala biaya.
“Kami memberikan bantuan pengujian laboratorium kandungan makanan secara gratis bagi UMKM yang membutuhkan. Harapannya, produk mereka bisa dipastikan aman dan memiliki daya saing di pasaran,” tambahnya.
Menanggapi inovasi digital tersebut, Saiful memberikan apresiasi. Namun ia mengingatkan bahwa tantangan utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat untuk aktif memanfaatkan saluran pengaduan.
“Pemanfaatan AI ini sangat bagus sebagai penambah kekuatan kerja. Tugas kita sekarang adalah meyakinkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kendala. Ingat, pengawas utama pelayanan publik itu adalah masyarakat sendiri, dan Ombudsman hadir sebagai perantara perbaikan,” kata Saiful.
Melalui pertemuan ini, kedua lembaga sepakat memperketat pengawasan dan menindaklanjuti setiap masukan masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan terpercaya di Provinsi Jambi.(JOS)
Editor : David Asmara