KWF Tinjau Wilayah Konservasi dan Koridor Gajah di Tebo

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Jun 2019 20:06 0 91 jambiotoritas
Delegasi KFW Jerman ketika audiesi dengan pemkab Tebo/ ft. Jambi otoritas

TEBO, Jambiotoritas.com – Pemerintah kabupaten Tebo siap bekerjasama dalam hal pelaksanaan project BKSDA wilayah Jambi bersama KWF Bankengruppe (grup perbankan) merupakan bank pembangunan pemerintah jerman yang berbasis di Frankfurt. Menurut wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan, mengatakan gajah Sumatera paling banyak berada dikabupaten Tebo. Wilayah konservasi gajah sudah semakin menipis, sedangkan perkembangan masyarakat kabupaten Tebo sangat pesat. Kondisi demikian memunculkan konflik gajah dan masyarakat.

” Sementara gajah sudah masuk dalam perkebunan masyarakat. Karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terjadilah konflik yang menimbulkan korban. Selama ini kami, dengan kewenangan yang terbatas hanya bisa melakukan sosialisasi dan himbaun jangan sampai gajah – gajah menjadi korban,” kata Syahlan dihadapan para delegasi KFW,  terkait Konservasi Gajah Sumatera dalam Forest Programme II yang fokus pada bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengembangan DAS Terpadu dikabupaten Tebo, Kamis (20/6/201) di Muara Tebo.

Dikatakannya dalam forum itu, bahwa koordinasi selama ini sudah berjalan untuk menekan konflik antara masyarakat dan kawanan gajah dengan BKSDA bersama TNI/Polri untuk meminimalisir konflik. Diluar kemampuan ternyata masih ada timbulnya korban.

Diindonesia setidaknya telah dibangun enam koridor gajah, seperti dikalimantan dan salah satunya di Sumatera adalah diprovinsi Bengkulu. Pembangunan koridor gajah ini, peran pemerintah daerah dan balai konservasi sumber daya alam (BKSDA). Apalagi habitat gajah diwilayah kabupaten Tebo sudah beradaptasi diluar kawasan konservasi. Demikian dikatakan staf dirjen KSDA kementrian kehutanan dan lingkungan hidup, Mirawati, dalam audiensi bersama pemerintah kabupaten Tebo, dinas LH Tebo, Bappeda Tebo, BKSDA wilayah Jambi, dinas kehutanan provinsi Jambi dan lembaga KWF Jerman di ruang rapat sekretaris daerah itu.

Dalam audiensi itu, tertuang beberapa program kerja KWF yang akan dilaksanakan pada kecamatan Sumay dan kecamatan Tebo ilir. Selain membahas upaya konservasj gajah Sumatera di Tebo. Juga dibicarakan bantuan dana hibah luar negeri untuk menjalankan program konservasi yang berbasis lingkungan. Diantaranya membentuk hutan larangan, konservasi daerah aliran sungai, konservasi satwa, pembangunan kebun yang sehat dengan berbagai jenis tanaman dan pembangunan perhutanan sosial.

“ Program ini adalah mendesain koridor gajah agar dapat membiayai dirinya sendiri, misalnya dijadikan kawasan wisata. Kita mencoba memandang project ini untuk memberdayakan masyarakat, sehingga kedepannya dapat menekan konflik. Kita akan membangun kerja yang berbasis masyarakat dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam program ini,” jelas delegasi KWF. (red 01 JOS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA