bagikan
Lampiran Surat keputusan panitia pemilihan BPD desa Teluk Langkap yang menuat nama orang yang bukan terpilih/foto dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Sekretaris desa Teluk Langkap, Muhammad Hatta buka suara. Terkait pemberitaan Jambiotoritas.com dengan judul Sekdes Teluk Langkap di Tengarai Manipulasi Nama Calon BPD Terpilih. Dalam hak jawab yang diterima redaksi media ini. Muhammad Hatta menampik keras jika dirinya diduga melakukan manipulasi. Justru dia menyatakan kesalahan nama – nama dalam surat penetapan calon anggota BPD terpilih, tertanggal 13 April 2021, itu sudah diperbaikinya.

Baca berita terkaitnya : Sekdes Teluk Langkap di Tengarai Manipulasi Nama Calon BPD Terpilih

Menurut dia Kesalahan lampiran nama-nama itu diinformasikan kasi pemerintahan Amra Muslimin melalui telepon pada Rabu (13/4/2021) sore. Diapun mengakui kesalahan tersebut dan berjanji memperbaikinya. Perbaikan lampiran nama itu diantarkan pada Jum’at (16/4/2021) oleh sekretaris panitia pemilihan BPD ke kantor kecamatan Sumay.

Dikatakan Hatta, meskipun baru ditengarai atau mungkin dimaksud baru diduga. Tetapi saya merasa aneh, bagaimana mungkin saya diduga memanipulasi hasil pemilihan BPD. Sedangkan pihak kecamatan melalui saudara Amra Muslimin sudah mengetahui bahwa ada kesalahan pada berkas tersebut.

” Dan kamipun selaku panitia pemilihan BPD sudah memperbaiki. Apa maksud dari pihak kecamatan dengan memberikan berkas yang saya antar pertama pada hari Rabu(13/4/2021) itu. Yang jelas dan sudah sama-sama dicek dan diketahui bahwa ada kesalahan, ” tulis Sekdes dalam surat klarifikasinya, Selasa (20/4/2021).

Dikatakan Hatta, disini saya melihat seolah -olah menggiring opini banyak orang bahwa saya benar-benar sengaja melakukan kesalahan tersebut. Bukankah sudah menjadi tugas dari pihak kecamatan selaku pembina kami di desa untuk mengecek setiap dokumen atau berkas yang kami berikan kepada pihak kecamatan?

” Efek yang timbul dari berita ini jelas menimbulkan kegaduhan dimasyarakat desa Teluk Langkap. Apalagi saya sebagai orang yang disangkakan atau diduga melakukan manipulasi hasil pemilihan tersebut, ” jelasnya. (JOS) ***2