Gas Subsidi Tetap Mahal dan ‘Menghilang’ di Pangkalan

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Mar 2025 22:26 1341 JambiOtoritas

Agen Gas Subsidi Harus Kontrol Harga dan Ketersedian di Pangkalan

JambiOtoritas.com, TEBO – Pemerintah kabupaten Tebo melakukan rapat koodinasi menyikapi ketersediaan pasokan dan distribusi gas elpiji subsidi 3 kg ke masyarakat dan UMKM. Situasi beberapa pekan terakhir diketahui gas melon itu seakan ‘menghilang’ dipangkalan akibat transaksi dengan pengecer dengan melebih ketentuan (HET Rp 19.000,-).

Kepala bagian sumber daya alam (SDA) sekretariat daerah pemerintah kabupaten Tebo, Heru Purnomo mengatakan dari rapat koordinasi dengan pihak agen (penyalur resmi) di kabupaten Tebo terkonfirmasi bahwa pasokan gas elpiji (3 kg) masih normal. Terjadi hambatan distribusi ke daerah disebabkan mobilisasi angkutan untuk SPBE dan penundaan jadwal dropping agen.

” ada kemacetan angkutan gas cair didaerah bayung lincir (Sumsel) untuk pengisian di SPBE. Seharusnya ada jadwal yang normal, nah itu, jadi ada penundaan pengisian di SPBE,” kata Kabag. SDA, Heru Purnono, Selasa (4/3/2025).

Selain itu, kebijakan drop distribusi terjadi di tanggal merah (libur) dibulan Januari kemarin tidak dihitung jam kerja. Artinya pada tanggal itu, tidak ada dropping ke kabupaten Tebo. Agen yang seharusnya pada tanggal itu dropping tabung, diatur kembali jadwal dropping tabungnya. Kepastian waktu itu yang tidak bisa dipastikan waktunya tergantung dari kebijakan pihak Pertamina PT. Patra Niaga.

” Secara umum yang menjadi kendala – kendala teknis yang dihadapi itu. isu – isu kelangkaan itu mulai kencang di minggu terakhir Februari menjelang puasa hingga sampai hari ini. Saya belum bisa menyatakan terjadinya kelangkaan gas ini. Ini semacam efek panik pasar,” kata Heru.

Meskipun diakuinya, harga eceran gas subsidi ini jauh lebih tinggi dari HET yang ditetapkan kementrian ESDM. Tetapi hal itu memang sesuatu yang tidak diinginkan oleh pemerintah.

” Maunya pemerintah harga ini sesuai aturan. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Perindag, saran saya Operasi Pasar Gas ini harus di evaluasi, lebih bagus langsung di drop ke pangkalan saja,” ujarnya.

Pemerintah kabupaten menekankan kepada agen untuk menjaga stabilitas ketersediaan gas ini di pangkalan. Diminta agen juga mengontrol semua pangkalan menjual gas sesuai HET dan aturan yang berlaku. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA