671 Hektar Tanaman Padi di Tebo Terjadi Puso

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Mar 2025 00:35 1529 JambiOtoritas
Tanaman padi sawah yang terdampak banjir hingga mengalami puso/foto Ist

JambiOtoritas.com, TEBO – Banjir disejumlah wilayah kecamatan di kabupaten Tebo sejak sepekan terakhir. Berdampak terhadap produksi padi di lahan – lahan pertanian dikabupaten Tebo. Berdasarkan data dinas pertanian dan tanaman pangan, holtokultura kabupaten Tebo.

Lahan sawah yang terdampak banjir dikabupaten Tebo seluas 1021,25 per hari ini. Dan itu dari jumlah lahan pertanaman padi yang terdata 1370 ha di kabupaten Tebo. Menurut kepala dinas Pertanian, melalui kabid ketahanan pangan, Nanang, mengatakan 671 ha lahan tanaman padi terdampak puso atau gagal produksi musim ini.

” Diperkirakan hasil rata-rata produksi yang alami puso perhektar mencapai 4,6 ton. Kerugian produksi karena puso ini mencapai 3086,6 ton,” kata Nanang, Senin (10/3/2025) dikantornya.

Nanang menyebutkan dampak banjir ini juga melanda 88 hektar tanaman padi di desa Sungai keruh kecamatan Tebo tengah, dalam kondisi padi bunting tidak bisa diselamatkan. Selain itu juga terjadi didesa Punti kalo kecamatan Sumay, dalam kondisi sedang panen seluas 45 ha, tetapi hanya 5 ha yang bisa dipanen. Bahkan yang tidak bisa diselamatkan, luas semaian padi mencapai 131 Ha.

” Dengan kerugian yang dialami petani akibat terdampak banjir saat ini. Upaya dinas akan diusulkan bantuan benih cadangan bencana nasional, kita update terus situasi dan kondisinya sampai hari ke 6, data – datanya, kita kirim berjenjang ke provinsi dan kementan,” katanya.

Upaya kita juga, kata dia, memberikan motivasi agar lahan petani yang menjadi langganan banjir agar bisa masuk asuransi usaha tani padi yang disubsidi pemerintah dengan biaya Rp36 ribu/ha. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA