
JambiOtoritas.com, TEBO – Dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Tebo menggelar rapat paripurna mendengar penyampaian pidato penyampaian nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban bupati Tebo terhadap APBD TA 2025, pada Senin (16/3/2025). Bupati Tebo Agus rubiyanto (ARB) menyatakan pada tahun anggaran 2025, realisasi pendapatan daerah, mencapai 1.219.058.319.974,10 atau sebesar 120 persen dari target yang ditetapkan sebesar 1.244.766.814.725
yang bersumber dari pendapatan daerah dalam APBD, terdiri dari, pendapatan asli daerah yang ditargetkan sebesar 122.112.712.631. Terealisasi 140.035.625.137. (114,67 %). Pendapatan transfer, ditargetkan sebesar 1.096.939.700.353, (100,71 %).
Untuk pendapatan lain-lain yang merupakan pendapatan yang sah tahun 2025, dikatakan bupati Tebo, Agus Rubiyanto (ARB) mengungkapkan pemerintah kabupaten Tebo tidak menganggarkan. Alasan tidak dianggarkan karena berdasarkan informasi kebijakan anggaran 2025, tidak adanya atau berkurangnya pendapatan hibah dari pemerintah pusat, atau dan hibah bantuan keuangan dari keuangan pada umumnya ke daerah karena disebabkan oleh beberapa faktor yang utama. Di antaranya pengetatan aturan atau regulasi, efisiensi anggaran, dan peralihan fokus belanja pusat.
Belanja daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2025 dianggarkan sebesar 1.283.945.623.239. Belanja daerah di diformulasikan untuk membiayai empat jenis belanja pembangunan daerah, yaitu belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer dari seluruh anggaran belanja, persentase serapan belanja daerah mencapai 95,43 persen.
Menurut Agus, alokasi pembiayaan daerah, struktur pembiayaan daerah terdiri dari atas penerimaan pemilihan daerah dan pengeluaran pemilihan daerah. Penerimaan pembiayaan daerah, pembiayaan dianggarkan sebesar 84.000.879.531 (81%), sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan pembiayaan anggaran sebesar 19.000.922.216, juga terealisasi seratus persen yang seluruhnya merupakan penyertaan modal.
Bupati Agus Rubiyabto menyebutkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun anggaran 2025, secara umum penuh dinamika, dan tantangan sebagai akibat adanya kebijakan pemerintah pusat yang terus berubah-ubah.
” kami atas nama jajaran pemerintahan kabupaten Tebo, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Atas kemajuan dan capaian pembangunan di berbagai bidang yang merupakan hasil kerja keras kita bersama,” katanya.
DPRD sebagai mitra kerja pemerintah daerah, kerjasama antara eksekutif dan legislatif, selama ini berjalan dengan sangat baik dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah, memberikan masukan dan pengawasan jalannya pemerintahan daerah. Didukung pula oleh Forum koordinasi pimpinan daerah, yang telah bersinergi dalam berbagai kebijakan dan solusi persoalan daerah. Para pimpinan partai politik, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, pers dan senantiasa memberikan masukan serta ikut berperan dalam meningkatkan partisipasi aktif terhadap jalannya pemerintahan daerah. Dan selanjutnya, jajaran pemerintah daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, pemerintahan desa, kelurahan, BPD, LPM, dan tokoh-tokoh masyarakat serta komponen lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang telah mendukung jalannya pemerintah dan pembangunan di daerah. ” Kebijakan-kebijakan daerah yang akan datang tentunya untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat untuk lebih baik lagi,” ujarnya.
Selanjutnya ketua DPRD Khalis Mustiko mengucapkan telah sama-sama kita saksikan penyerahan secara resmi buku nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Tebo tahun 2025 kepada DPRD kabupaten Tebo untuk dibahas bersama. Selanjutnya kami mengundang kembali saudara para kepala OPD untuk dapat hadir bersama komisi-komisi DPRD kabupaten Tebo sesuai dengan jadwal yang akan kami sampaikan.(JOS)
Editor : David Asmara