JambiOtoritas.com, TEBO – Sektor penerimaan PAD dari galian C sebesar 350 juta rupiah yang menjadi target penerimaan TA 2026 mengalami trend penurunan. Memasuki triwulan IV penerimaan sektor ini baru tercatat 17 juta rupiah. Demikian dinyatakan kepala Badan keuangan daerah kabupaten Tebo, Hendry Nora, Selasa (8/4/2026) dikantornya.
Hal demikian dipengaruhi kondisi fiskal keuangan daerah yang mengalami perubahan drastis dikarenakan kebijakan efisiensi pemerintah. Hendry menggambarkan dampak efisiensi terhadap program kegiatan pembangunan pemerintah yang berkurang. Sehingga dampaknya sangat dirasakan bagi penerimaan daerah.
” PAD galian C pemerintah kabupaten Tebo, dapat terbantu jika setiap pelaku usaha yang ada di Tebo berijin. Selama ini kita menarik pajaknya dari rekanan proyek yang bekerja di lingkup kegiatan pemerintah kabupaten saja,” katanya.
Dikatakannya, apabila pelaku usaha di Tebo berijin maka sumber penerimaan pajak daerah bisa meningkat. Semua kegiatan yang menggunakan material galian C ini secara keseluruhan dapat diperhitungkan menjadi bagian penerimaan daerah.
” Jadi tidak hanya terfokus pada proyek pemerintah saja. Penggunaan material terhadap masyarakat umum juga dapat diakomodir dan menjadi tanggungjawab pelaku usahanya,” katanya.
Berbeda dengan rekanan yang mengerjakan proyek dari pemerintah provinsi Jambi atau kegiatan proyek pusat yang lokasi pekerjaannya di Tebo. Daerah tidak mendapatkan sumber penerimaan pajak galian C itu, meskipun materialnya didapatkan dari wilayah kabupaten Tebo.
” Pajak yang dibayarkan rekanan masuk ke pemerintah provinsi karena kewenangan perijinannya dari sana. Tidak ada regulasi yang memberikan peluang daerah memungut pajaknya,” ujar dia.(JOS)
Editor : David Asmara
Post Views: 666