
JambiOtoritas.com, JAMBI – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi mencatat 53 hektare lahan padi sawah mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan. Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah terdampak paling parah.
“Yang terbesar berada di Kabupaten Batang Hari, di Kecamatan Bathin XXIV ada 11,5 hektare,” kata Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas TPHP Provinsi Jambi, Darmawansyah, kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Darmawansyah menjelaskan, puso dipicu kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino yang melanda Jambi. Dampaknya tidak hanya puso, tetapi juga ribuan hektare padi mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
“Ini angka laporan se-Provinsi Jambi sampai dengan akhir Agustus 2026,” ujarnya.
Berdasarkan data BPTPH, dari total luas tanam padi sawah 7.659,73 hektare pada periode tersebut, sebanyak 1.851,18 hektare rusak ringan, 1.313,18 hektare rusak sedang, 559,47 hektare rusak berat, dan 53 hektare dinyatakan puso.
Kabupaten Batang Hari mencatat dampak terluas. Dari total tanam 3.039,30 ha, rinciannya 418,50 ha rusak ringan, 679,90 ha rusak sedang, 99,40 ha rusak berat, dan 23,25 ha puso. Menyusul Kabupaten Muaro Jambi, dari 1.375,27 ha luas tanam, 518,30 ha rusak ringan, 154,50 ha rusak sedang, 317,54 ha rusak berat, dan 10 ha puso.
Di Kabupaten Tebo, dari 458,75 ha luas tanam, 167,75 ha rusak ringan, 115,5 ha rusak sedang, 57,50 ha rusak berat, dan 16,75 ha puso. Di Kabupaten Sarolangun, dari 986,75 ha luas tanam, 274,75 ha rusak ringan, 195,75 ha rusak sedang, 70 ha rusak berat, dan 1 ha puso.
Sementara Kota Jambi, dari 141,25 ha luas tanam, 75,36 ha rusak ringan, 18,53 ha rusak sedang, 4 ha rusak berat, dan 2 ha puso.Untuk wilayah lainnya, Kota Sungai Penuh dari 464 ha luas tanam mencatat 60 ha rusak ringan dan 2 ha rusak sedang. Kabupaten Kerinci dari 533,50 ha luas tanam, 70,50 ha rusak ringan dan 24 ha rusak sedang.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat dari 92 ha luas tanam, 30 ha rusak ringan, 51 ha rusak sedang, dan 11 ha rusak berat. Sedangkan Tanjung Jabung Timur dari 49,50 ha, baru 6 ha dilaporkan rusak ringan. Kabupaten Merangin dari 528,44 ha luas tanam, 230,02 ha rusak ringan dan 72 ha rusak sedang.
Pompanisasi
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas TPHP menyiapkan langkah penanganan darurat berupa bantuan pompa air untuk lahan yang masih memungkinkan mendapat pasokan air.
“Melalui Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian sudah berupaya melakukan penanganan dengan pompanisasi untuk menyelamatkan tanaman padi yang terdampak,” kata Darmawansyah.
Namun, upaya itu tidak bisa menjangkau seluruh wilayah. Lahan dengan kekeringan ekstrem sulit diselamatkan karena ketiadaan sumber air.
“Untuk daerah yang mengalami kekeringan ekstrem, pemerintah tidak bisa mengambil langkah tersebut karena terkendala pasokan air,” jelasnya.
Dinas TPHP memastikan terus memantau perkembangan di lapangan. Seluruh data kerusakan telah dilaporkan kepada Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.(JOS)
Editor: David Asmara