bagikan
warga Semabu yang memprotes tindakan camat yang dianggap memberi dukungan kepada staf honorernya yang maju di pemilihan anggota BPD desa Semabu kecamatan Tebo Tengah/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Sikap tidak terima terhadap keputusan camat Tebo tengah yang tetap memberi peluang pencalonan kepada staf honorernya untuk maju dalam pemilihan anggota BPD nomor urut 4 daerah pemilihan II desa Semabu dalam pemilihan BPD desa Semabu yang telah berlangsung beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Padahal masyarakat menilai atas dasar postingan calon tersebut di Medsos (FB) didalam ruang kerja camat Tebo tengah itu kemudian dianggap telah melanggar aturan dimasa kampanye.

Meskipun yang bersangkutan telah ditetapkan panitia sebagai calon terpilih. Namun masyarakat dan tokoh masyarakat disana meragukan klarifikasi camat Nur Badri di dinas PMD kabupaten Tebo yang membantah memberikan dukungan terhadap calon M. Ramlan Saputra dalam pemilihan BPD itu.

” Seharusnya camat mencabut ijin Ramlan Saputra sebelum pencoblosan. Karena calon tersebut telah berbuat bertentangan dengan undang – undang,” ucap EMI, M. Yani, pada Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, kalau camat benar – benar tidak mendukung calon nomor 4 dapil II desa Semabu. Saat itu harus dia mencabut ijin pencalonan yang bersangkutan. Dengan kejadian itu, kami masyarakat Semabu kecewa dengan perbuatan camat tersebut.

” Kami harap camat segera mencabut ijin atas nama Ramlan Saputra itu,” katanya.

Sebelumnya, kepala dinas PMD, Nafri Junaidi juga telah menanggapi laporan masyarakat tersebut terhadap calon terpilih ini, dimana mereka meminta agar calon terpilih atas nama M. Ramlan Saputra itu ditinjau atau dibatalkan.

Dikatakannya, SKnya baru kita ajukan, kalau nanti dalam proses ini ada terjadi hal -hal yang kurang pantas, misalnya. Karena dia terpilih tetapi agak sulit juga.

” Saat itu harusnya, waktu kampanye bisa saja calon itu di diskualifikasi. Saya melihat proses itu saja yang tidak berjalan dibawah,” katanya. (JOS)

Penulis : David Asmara