Dana APBN ‘Jebol’, Dana Bantuan Pra Kerja Dinikmati JOKI pendaftaran Peserta

bagikan
Program bantuan kartu pra kerja/foto Ist

JambiOtoritas.com,TEBO – Program bantuan pemerintah untuk peserta kartu pra kerja menjadi semakin menarik di soroti. Dalam perjalanan program bantuan ini memunculkan joki – joki diberbagai wilayah yang menawarkan jasa pendaftaran dengan imbalan jasa tertentu. Seperti yang dilansir Jambiotoritas.com, sebelumnya.

Baca beritanya : Usut Dugaan Penggelapan Dana Kartu Pra Kerja

Fakta lain dari Albuzar (AB) ternyata merupakan calon kepala desa setempat (desa Embacang Gedang) melayani pendaftaran warga disana untuk menjadi peserta program bantuan penerima bantuan kartu pra kerja atau dikatakan sebagai JOKI. Dalam klarifikasinya, kepada media ini, Selasa (13/9/2022), Albuzar mengungkapkan dirinya melakukan itu sebatas membantu orang yang ingin mendapatkan bantuan tersebut. Namun tidak ada unsur paksaan apapun darinya karena mereka sendiri yang datang kerumahnya.

Yang mengejutkan lagi, kata Albuzar, mengungkapkan bahwa perjokian marak memang terjadi dalam proses pendaftaran untuk menjadi peserta program bantuan kartu pra kerja. Perjokian ini hampir merata terjadi disemua wilayah.

” Benar saya calon kepala desa nomor urut satu. Dan yang melaporkan saya ini lawan politik saya. Saya melakukannya jauh sebelum saya mencalonkan diri sebagai calon Kades, sekarang sudah tidak lagi, takutnya masalah seperti ini, dan ternyata masih diungkit juga,” kata Albuzar, via ponselnya, Selasa.

Saya sudah tahu nara sumber yang nelpon abang (media ini, red). Jadi kemarin saya antar duitnya kepada dia. Kalau ada yang minta balikan akan saya balikan, sejauh ini belum ada yang demikian, bahkan saya datangi kerumah mereka satu -satu.

Menurut Albuzar, awalnya dia mendaftarkan diri sendiri untuk menjadi peserta penerima bantuan kartu pra kerja ini. Kemudian, dari pihak keluarga meminta bantuan dirinya untuk didaftarkan juga. Selanjutnya banyak yang meminta bantuan dengan alasan banyak yang tidak mengerti proses daftarnya.

” Masyarakat yang minta bantu ada juga cuman bukan ada paksaan. Istilahnya itu orang datang kerumah minta tolong, itupun saya tanya -tanya dulu, kata orang tidak apa. Selagi niatnya membantu orang. Lagi pula saat itu lagi marak -maraknya joki prakerja, disemua wilayah,” ujarnya.

Tidak ada kartu pra kerja seperti yang ditampilkan pak Jokowi itu. Yang ada hanya nomor untuk membeli pelatihan saja. Dikatakan dia, bahkan peserta yang mendaftar dengannya membuat pernyataan, ada setelah menerima dan ada juga yang baru membuat pernyataannya.

” Pernyataannya berbunyi bahwa tidak ada paksaan dari saya dalam proses pendaftaran dan hasilnya itulah tadi memang sebagian besar dibagi dua, dan ada juga yang istilahnya itu orang itu membagi saya. Orang itu tidak tahu apa -apa, jangankan nomor rekening, pegang HP saja tidak tahu. Tahunya orang itu terima bersih,” katanya.

Andai kata, kata Albuzar, saya kemudian dipanggil oleh Polisi (Polres Tebo) orang sekampung yang membuat dengan saya itu siap berangkat juga. Saya mengerjakannya berhari -hari dan wajar dapat upah. Masalah joki ini disemua wilayah ada, pintas, tanah garo, Tabunarang, Bangunsranten untuk di dusun (Embacang Gedang) ini saja mungkin ada puluhan orang joki. (JOS)

Penulis : David Asmara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *