DPRD Tebo Dukung PUPR Sanksi Berat CV. Anugrah, Jika Terbukti Sunat Spesifikasi

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Sep 2026 20:21 118 JambiOtoritas
Tangkapan layar dokumen kerangka acuan kerja (KAK) kegiatan proyek pembangunan jalan poros di desa Tuo Ilir kecamatan Tebo ilir APBD TA 2026 kabupaten Tebo senilai Rp 951,7 juta/Ist.JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Proyek rabat beton jalan poros Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, sepanjang 450 meter senilai Rp951,7 juta makin disorot wakil rakyat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tebo, Ihsanudin, angkat bicara terkait temuan warga soal adanya dugaan pengurangan material di lapangan.

Menurutnya, persoalan bermula dari tidak jelasnya status jalan tersebut, apakah jalan lingkungan atau jalan kabupaten. Padahal fakta di lapangan jalan dengan lebar 4 meter dan tebal 20 cm itu dilalui truk sawit 12 ton.

“Fakta di lapangan ditemukan ada pengurangan material cor, dari besi 10 sudah dipaksakan besi 6 semua yang diprotes, itu yang disampaikan oleh warga. Nah secara teknis temuan masyarakat itu diakui oleh pihak rekanan kemarin,” ujar Ihsanudin, Senin (21/9/2026)

Hal itu memperkuat video warga yang beredar, dimana adukan beton K175 terlihat tidak menggunakan batu split, padahal standar SNI mewajibkan komposisi 1:2:3. Dengan adanya pengakuan tersebut, Ihsanudin menilai rekanan tidak menjalankan kegiatan sesuai spek yang disarankan Dinas PUPR.

DPRD Tebo, kata dia, mendukung penuh langkah tegas Dinas PUPR jika nantinya terbukti menyalahi aturan.

“DPRD menekankan kalau memang itu jadi temuan dan menyalahi aturan, resikonya balik ke pemborong. Dan kami mendukung itu. Kalau memang tidak sesuai spek, tidak menjalankan regulasi yang ada, kami mendukung,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Adrian, juga memberikan peringatan tegas kepada rekanan CV. Anugrah.

“Pekerjaan masih berlangsung dan nanti PPTK bersama tim PHO akan turun melihat teknis. Saya tidak akan mentolelir, jika menyimpang dari spesifikasi akan tanggung sendiri resikonya,” kata Adrian, Jum’at (19/9/2026).

Adrian juga menyebut Pemkab Tebo berupaya menjangkau wilayah perbatasan dengan anggaran terbatas.

“Saya sudah sampaikan kepada Kades, jika dibuatkan mutu beton yang lebih tinggi konsekuensinya volumenya hanya lebih pendek,” ujarnya.

Warga disana mendesak PUPR Tebo menunda pembayaran dan melakukan uji Core Drill dan Hammer Test untuk memastikan mutu beton dan volume pembesian korset 10mm dan warmesh M6 sesuai RAB ataupun kerangka acuan kerja (KAK) dari dinas PUPR Tebo.(JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Jelajah Berita

  1. Politik Praktis Si Pak SEKCAM (524,889)
  2. Bisnis Loading TBS Tidak Berizin Menjamur, Dampaknya Mengancam Masyarakat (485,631)
  3. ” Hukum Rimba” Jadi Pilihan Karena Kekecewaan Warga ? (377,456)
  4. Edukasi Gizi Seimbang Anak, Kodim 0416/Bute Gelar Program Dapur Masuk Sekolah di MI Alwasiah (160,729)
TONTON VIDEO PILIHAN
Personil Damkarmat Tebo giat pemadaman lahan dipermukiman warga di seputar GOR Muara Tebo
Kecelakaan kerja karyawan PT. PHK di Tebo ilir kab Tebo Jambi
LAINNYA